KISAH MASA REMAJA

KISAH MASA REMAJA
《CAMP HARI PERTAMA》


__ADS_3

14 JUNI


Jam menunjukkan pukul 06:00.


Semua murid mulai bangun, keluar dengan wajah yang berseri dan semangat.


Rembulan malam yang gelap, mulai terganti dengan matahari yang cerah dan bersinar.


"Baiklah anak-anak, kali ini kita akan melakukan olahraga pagi. Bagi yang telah siap, silahkan duluan." Ucap pak sun-woo.


Lalu, murid yang telah siap mulai berlari. Untuk menjaga kebugaran tubuh dan kesehatan, pak sun-woo mewajibkan seluruh muridnya untuk berolahraga.


"Song nara masih sakit?" Tanya pak sun-woo.


"Ah ne, kakinya masih sakit sedikit."


"Kalau begitu, kamu tidak usah lari pagi untuk hari ini. Agar sakitnya tidak tambah parah." Sambung pak sun-woo.


"Ne sonsaengnim."


"Ssaem, bagaimana jika saya yang membuat sarapan?"


"Ya, kalau kamu tidak keberatan. Daripada kita beli sarapan. Ya sudah, kamu lanjut saja. Ssaem akan menyusul teman-teman yang lain." Jawab pak sun-woo.


"Ne sonsaengnim. Kamsahamnida."


"Ne."


Pak sun-woo mulai menyusul muridnya yang tidak terlalu jauh, sedangkan nara memulai untuk membuat sarapan pagi.


Nara berencana untuk membuat sandwich. Dan jus jeruk segar. Selain itu, ia akan membuat salad untuk makanan pembuka dan untuk makanan penutupnya, ia berencana membuat pudding susu vanila cream.


Nara memulai untuk membuat jus jeruk yang akan dimasukkan kekulkas, agar segar dan semakin nikmat. Setelah itu, dilanjutkan untuk membuat pudding susu vanila cream yang akan dimasukkan ke dalam freezer.


"Kaki kamu masih sakit?" Ucap seseorang dibelakang nara.


Lalu nara membalikkan tubuhnya, dan dia terkejut saat melihat juna yang berada di belakangnya.


"Juna? Kamu nggak ikut olahraga?"


"Nggak, aku lagi nggak mau olahraga."


"Tapi kan, kamu harus ikut. Kalau pak sun-woo tahu kamu bolos gimana? Ini masih jam pelajaran namanya."


"Itu urusanku. Jadi kamu jangan ikut campur." Jawab juna.


"O-oh, maaf. Terus kamu ngapain disini?"


"Kamu yang masak sarapan?" Tanya juna mengalihkan pembicaraan. Pasalnya, ia berada disitu karena ingin melihat kaki nara yang terkilir tadi malam. Juna tidak ingin nara mengetahui, bahwa dirinya tidak ikut berolahraga karena ingin menemani nara yang sendiri di tempat camp.


"Ah iya, aku yang masak sarapan. Kan lagi nggak ada kerjaan jadi ya udah, aku aja yang masak. Lagian tadi udah izin juga sama pak sun-woo."


"Oh, masak apa?" Tanya juna.


"Aku mau buat sandwich, salad, sama pudding susu."


"Oh, aku nggak suka sayur." Ucap juna yang tiba-tiba.


"Hah? Oh, kamu nggak suka? Kalau gitu, aku buat saladnya yang buah aja ya. Nanti di sandwich nya aku nggak pakai sayur juga untuk kamu. Biar yang lain aja yang pakai."


"Emm." Jawab juna, dan langsung pergi. Juna sangat senang karena nara menghargai permintaannya. Yang pastinya, sandwich yang akan dibuat oleh nara akan sangat spesial untuk juna. Karena makanan untuk juna sangat berbeda dari yang lainnya.


Setelah nara selesai memasak makanan untuk sarapan, tidak lama pun para murid dan pak sun-woo datang.


"Hahaha....😂😂" suara tawa dari mereka yang menambah kebisingan.


PUKUL 07:03


"Wah, ada makanan nih." Ucap jimmy yang melihat sarapan telah tersedia secara rapi.

__ADS_1


"Siapa yang masak?" Tanya minji yang penasaran.


"Nara." Jawab pak sun-woo.


"Wah, kamu ternyata bisa masak? Enak banget lagi kelihatannya🤤" Ucap jimmy antusias.


"Biasa aja tuh😒" Sambung minji.


"Bilang aja iri."


"Ra, kok nggak pernah bilang ke kita sih, kalau kamu itu ternyata pintar masak?" Ucap yirim.


"Aku nggak pinter-pinter banget kok."


"Yang penting kan bisa masak, daripada nggak bisa masak sama sekali👀" Sambung jimmy yang melirik ke arah minji.


"Apa?! Kamu juga nggak bisa kan?!" Balas minji yang merasa tersindir.


"Iiiih." Ucap jimmy kesal.


"Ya sudah, kalian jangan berantem seperti ini. Ayo, langsung kita sarapan sama-sama." Ajak pak sun-woo.


Lalu mereka mulai memakan sarapannya.


"Juna dimana?👀" Ucap nara yang mulai mencari keberadaan juna.


"Aku disini." Sambung juna yang tiba-tiba muncul dari belakang.


"Wae?" Tanya juna.


"Nggak, cuma mau kasih tau aja, kalau sarapan buat kamu udah siap."


"Odi?"


"Aku ambilin dulu, tunggu sebentar. Jangan hilang."


Juna yang mendengar ucapan nara langsung memutar bola matanya malas. Apa yang dimaksud dengan kata "Hilang"


"Ini." Ucap nara memberikan nampan berisi makanan tersebut kepada juna.


"Gomawo."


"Hah? Kamu bilang apa?" Tanya nara yang ingin memperjelas ucapan juna.


Juna yang salah tingkah pun langsung memasukkan banyak makanan kedalam mulutnya.


"Nggak, gw nggak bilang apa-apa." Jawab juna dengan mulut penuh dengan makanan.


Enak🤤 Batin juna


Juna memang tak pernah berterima kasih kepada siapapun, karena tidak ada orang yang ingin berbicara kepadanya, jadi ia tidak pernah mengucapkan rasa terima kasih kepada seseorang. Termasuk abeoji dan eomoninya sendiri.


***


PUKUL 08:58


Nara pergi tanpa ditemani oleh siapapun.


Ia ingin menghirup udara segar di Pulau Jeju ini.


Menurutnya, disini sangatlah indah. Udara segar dan pemandangan bukit yang membuat nara sangat nyaman.


Tempat pertama yang nara datangi adalah.


"Gasini Wind Power Plant Canola Field"


Merupakan salah satu tempat wisata di Jeju Island. Berupa ladang yang dipenuhi dengan suar kuning yang indah dan turbin angin.


Kangen banget sama kimi. Batin nara yang berjalan menyusuri indahnya suar kuning.

__ADS_1


"Mending aku fotoan aja deh, biar ntar bisa dikirim langsung ke kimi."


Lalu nara mulai berfoto ria di Gasiri Wind Power Plant Canola Field tersebut. Ia berencana untuk mencetak hasil foto disana, dan akan dipajang di kamarnya.


Nara mulai beranjak dari tempat itu, dan tempat kedua yang nara kunjungi adalah.


"Camellia Hill"


Jeju Camellia Hill merupakan kebun raya Camellia terbesar di Asia Timur, yang memiliki lebih dari 6.000 pohon Camellia dari 500 varietas, yang berasal dari 80 negara dalam satu tempat. Sungguh menakjubkan bukan?!


Nara mulai mengitari sekeliling dan merenungi segala isi hatinya disana.


Coba aja kimi ada disini, pasti dia seneng banget lihat pemandangan indah kayak gini.


Kim Yun-Mi adalah gadis petualang, hampir sama seperti yirim. Tetapi, yunmi jauh lebih penakut.


"Mending aku chat kimi aja deh." Ucap nara, yang langsung mengeluarkan ponsel yang tadi barusaja disimpan dikantung celananya.


Bestie Ra♡:


Hai kim, gimana kabarmu? Ada yang mau aku ceritain loh. Oh iya, disini aku bahagia banget. Btw, aku lagi ada di Jeju Island. Kalau kamu kesini, pasti sukaa banget. Aku kirim fotonya ya.


🏞 itu fotonya, bagus nggak?


Beberapa menit kemudian.


Bestie Kim♡:


Hai juga ra, kabarku baik kok. Coba aku ada disana juga, pasti bakalan seru banget. Kamu camp ya?


Bestie Ra♡:


Iya, lagi camp sama temen sekolah.


Bestie Kim♡:


Btw, gimana kabar seseorang yang kamu suka itu?


Bestie Ra♡:


😅Keadaannya baik aja kok kim. Makin hari aku makin suka sama dia.


Bestie Kim♡:


Cieeee udah baikan nih yeeew


Tidak terasa, ternyata juna daritadi memperhatikan nara. Ia selalu mengikuti nara hingga nara membicarakan dirinya di chat pun, ia tau. Tapi juna sengaja tidak langsung untuk berbicara kepada nara, karena ia ingin tahu, apa saja yang akan dibicarakan tentang dirinya lebih lanjut.


▪︎▪︎▪︎


Tidak lama kemudian, juna langsung menegur nara.


"Kamu ngapain?" Tanya juna yang pura-pura tidak tahu.


"Hah? Juna? Kok kamu bisa ada disini?"


"Aku lagi mau kesini aja."


"Kamu lagi ngapain?" Tanya juna. Ia sengaja bertanya seperti itu. Juna ingin tahu, apakah nara akan jujur dengannya.


"Hah? Oh, aku?"


"Iya lah, siapa lagi kalau bukan kamu?" Ucap juna sedikit ketus.


"Oh, aku lagi chat. Sama sahabatku dulu di SMP, kita sekarang berkomunikasi jarak jauh."


"Oh." Jawab juna, ia tidak bertanya ada apa dengan sahabat nara. Karena nara berkata komunikasi jarak jauh, jadi menurut juna, sahabat nara sedang di luar kota, atau luar negeri. Memang benar!


...▪︎■▪︎■▪︎■▪︎■▪︎■▪︎...

__ADS_1


...BERSAMBUNG......


                                                                        @flooobie


__ADS_2