Kitab Naga Sakti

Kitab Naga Sakti
Prolog.


__ADS_3

Dahulu kala terdapat sebuah Padepokan yang sangat besar dan terkenal. Padepokan itu mempunyai banyak murid, mereka belajar ilmu bela diri, ilmu kanuragan, kerohanian dan lain sebagainya.


Padepokan ini terkenal karena pendirinya adalah seorang Pangeran. Pangeran Kerajaan yang awalnya hanya ingin penduduknya ahli beladiri, dan dapat mendukung Kerajaan. Bila mana ada peperangan terjadi.


Namun sejak dia mulai melatih. Pangeran tercengang karena ternyata banyak penduduk yang ingin belajar.


Karena tidak memiliki tempat dan sarana. Pangeran pun membangun sebuah Padepokan. Sebuah bangunan untuk mereka belajar ilmu bela diri dan lainnya, di desa itu.


Padepokan itu di beri nama Tunggal Kecher. Setelah bertahun-tahun berdiri dan banyak murid luar daerah yang masuk menjadi murid Padepokan untuk mengemban ilmu.


Namun ketika Padepokan sedang berjaya, tiba-tiba di dalam Kerajaan terdapat sedikit masalah. Yang mengharuskan Pangeran kembali ke Kerajaan.


Selang berapa bulan Pangeran naik tahta menjadi seorang Raja. Sejak saat itu, Pangeran sibuk di dalam Kerajaan dan mulai lupa dengan Padepokan Nya.


Karena merasa resah, salah satu murid teladan mencoba berkunjung ke Kerajaan.


Karena hari itu adalah kali pertama murid itu melihat Kerajaan. Prambana terkejut saat berada di depan tugu masuk yang berdiri sangat kokoh.


Batinnya. "Gapuranya saja besar, bagaimana megahnya singgah sana Sang Raja. Jika saja aku yang tinggal di sana, maka aku tidak akan pernah berkeliaran keluar dari Istana seperti yang dilakukan Pangeran."


Saat murid itu sedang melamun.

__ADS_1


Tiba-tiba datang tiga prajurit Kerajaan. Dengan menunjukkan wajah sangar mereka. Salah satu prajurit bertanya.


"Heh, mengapa kau berdiri di pintu masuk? mau apa?." dengan nada keras dan mata melotot.


Prambana dengan rasa percaya diri mengatakan. "Saya ingin menemui Raja! ada sesuatu yang ingin saya sampaikan kepadanya!."


Dengan rasa curiga salah satu prajurit kembali bertanya. "Jika ada sebuah pesan, katakan lah kepada kami, kami akan menyampaikan kepada Sang Raja."


Dengan reaksi tidak bersahabat, ketiga prajurit itu menatap tajam sangat menusuk ke arah Prambana.


"Tidak bisa, saya harus menyampaikannya sendiri kepada Raja. Saya ingin bertemu dengan Raja, sekarang!" sahut Prambana itu.


"Lancang!" bentak prajurit itu.


"Sebaiknya kamu segera pergi dari sini atau kamu akan mendapat masalah." lanjut prajurit lain memperingati.


Prambana merasa sangat bingung. Ia membatin.


"Kalau aku membuat keributan disini, apa mungkin Raja akan keluar dari Istananya? Tetapi jarak dari sini ke Istana itu sungguh lah jauh." Melihat sekeliling.


"Bagaimana ini? Jika memaksa masuk, aku harus melawan tiga prajurit ini, sungguh merepotkan." dengan tatapan kesal bercampur kecewa.

__ADS_1


Akhirnya Prambana berjalan pergi dengan langkah lamban. Itu alasan untuk memikirkan cara lain, agar bisa masuk Istana dan bertemu dengan Raja.


Tiba-tiba angin berhembus kencang. Semua dahan pohon bergerak mengikuti hembusan angin kencang itu. Sampah daun kering berterbangan, semua orang terguncang karena angin itu.


Tak lama terlihat seekor naga hijau besar nampak turun dari langit. Naga itu menapakkan kakinya di depan gapura Kerajaan.


Di atas naga itu, duduk seorang lelaki dengan jubah putih dan sebilah pedang di punggungnya. Lelaki muda itu turun dari atas punggung naga. Dia mulai melangkah ke arah Prambana tadi.


Sesaat lelaki itu berkata, "Ayo masuk denganku jika ingin bertemu Raja." Murid yang sudah lemas karena angin kencang tadi, lalu mengangguk dan mengikuti Pendekar itu.


Setelah masuk ke Istana, mereka di sambut ramah oleh para dayang. Murid itu merasa kagum ia berfikir "sepertinya pendekar ini sangat hebat. sampai sampai para prajurit mengawal dia masuk istana tanpa bertanya, dan semua dayang menunduk kan kepala saat berpapasan dengan Dia" Murid itu dengan patuh mengikuti langkah Sang Pendekar.


Saat bertemu Raja, murid itu merasa agak khawatir dan takut. Raja terus berbincang dengan Pendekar itu dan dia hanya duduk di bawah tanpa berani mendengar obrolan mereka, bahkan tidak berani menatap wajah Raja.


Ketika mereka selesai berbincang, tiba tiba raja berkata. "Tuntun pendekar ini menuju Padepokan Tunggal Kecher, Dia akan menjadi Guru kalian saat ini dan seterusnya." Raja dengan penuh ketegasan serta kelembutannya.


Murid itu tercengang mendengar ucapan Sang Guru sekaligus Rajanya itu. Dia merasa tersanjung, ternyata Raja sudah tau niat murid itu datang ke Istana. Setelah mendengar titah Raja sang Murid dan Pendekar kembali ke padepokan.


Selama bertahun-tahun lamanya Padepokan itu terus berkembang. Sang Maha Guru yang sangat sakti mandra guna, dan pintar dalam meramu obat. Namanya terkenal sampai penjuru nusantara. Namun umurnya yang semakin tua dan tidak memiliki keturunan dengan istrinya. Dia pun mengangkat murid teladan nya sebagai penerus Pimpinan Padepokan.


Setelah mengangkat pemimpin baru, masalah pun banyak timbul. Banyak ahli-ahli silat yang di utus Kerajaan tetangga untuk mengusik padepokan itu. Bahkan banyak Pendekar aliran hitam, yang menginginkan kitab Perguruan mereka. Di mulai dari sekarang, masalah akan terus berdatangan.

__ADS_1


#Bersambung.


Terimakasih telah membaca prolog, jika kalian suka. Silahkan baca next episode ya. Ini adalah karya kedua author. Mohon maaf jika ada tulisan yang typo.


__ADS_2