
***
Pagi hari di Padepokan Tunggal Kecher.
"Ayo, cepat kesini || dengan tangan melambai.
"Kalian semua, tolong bantu bersihkan halaman ini. || guru prambana memerintah beberapa murid. Untuk membersihkan sisa dari perkelahian nya semalam dengan ki jorang.
Terlihat murid-murid yang saling bergotong royong membersihkan halaman. yang di penuhi oleh
pohon- pohon kecil yang tumbang. Banyak juga kendi-kendi air yang hancur karena perkelahian semalam.
Setelah mem-bersihkan halaman. Murid-murid segera pergi ke halaman utama Padepokan Tunggal Kecher. Untuk berlatih seni bela diri. (Atau bisa disebut juga dengan pencak silat).
Semua murid dalam padepokan, berjumlah 30 orang. Mereka berkumpul di halaman utama. Berbaris dengan rapi. Terlihat selaras dengan pakaian yang sama. Semua murid mengenakan pakaian serba hitam. Pakaian ini hanya di gunakan saat berlatih seni bela diri. Sedangkan di waktu lain. Semua murid mengenakan pakaian serba putih.
Tidak lama, datang guru prambana. Dia berjalan perlahan. Dan berdiri tepat di depan barisan murid-murid. Di belakang nya ada parga dan pargi yang bersiap untuk memimpin latihan pagi ini.
"Kalian mulai lah berlatih, aku akan duduk dan melihat dari sini. || perintah prambana untuk parga dan pargi. sembari duduk perlahan. Mereka juga segera memulai latihan nya.
"Hiaaaat
"Hiaaaat
Suara dari murid-murid yang sedang berlatih bela diri. suara nya serentak, begitu juga dengan gerakan nya. satu suara untuk satu gerakan. terus begitu sampai latihan nya selesai.
"Keluarkan semua tenaga kalian "
__ADS_1
Teriak parga penuh semangat.
"Baru begini saja, kalian sudah lemas.
Bagaimana mau berlatih ilmu kanuragan." Kalimat itu di ucapkan nya dengan keras.
"Hiaaat
"Hiaaat
Suara murid-murid semakin keras. Begitu juga dengan gerakan mereka yang semakin bertenaga.
"Begini kan bagus, tidak seperti cacing kepanasan ! " batin parga dengan senyum kecil.
"Gerak kan dengan benar.
"Dan tendang ke depan.
"Berikan tenaga di setiap tendangan. Jangan hanya kau ayun-ayun ke depan.
"Memang nya kau berkelahi dengan patung. Yang hanya diam dan tidak bergerak. || ucap pargi saat sedang mengajari salah satu dari murid-murid itu.
Setelah semua gerakan jurus dasar selesai di gerakan. Murid-murid mulai istirahat. Mereka terlihat duduk di lapangan. Dengan kaki selonjoran. untuk mencegah kaki kram atau kesemutan. supaya otot-otot pada kaki tidak mengalami pembengkakan. sebelum duduk murid-murid di harus kan merenggangkan dan melemaskan seluruh tubuh mereka.
Guru prambana mulai duduk bersila di hadapan murid-murid nya. Begitu juga dengan parga dan pargi yang berada di sebelah kanan dan kiri guru nya.
Guru prambana mulai memberikan wejangan kepada murid-murid nya.
__ADS_1
Mengenai kepercayaan, budi luhur, toto kromo. Semua nya tentang pengajaran yang benar dan suci.
***
Terlihat pendekar setan merah berjalan cepat. Menuju ke arah Padepokan Tunggal Kecher. Dengan wajah sangar dan tatapan membunuh.
Semakin dekat dengan Padepokan Tunggal Kecher. Mulai terlihat gapura nya. Hening dan sepi, tidak tampak satu orang pun disana. Setan merah sudah berdiri di depan gapura.
Dengan wajah sedikit bingung.
"Seperti nya tidak ada orang, di padepokan ini !? " Ujar si tinggi bertanya kepada si gempal.
"Mungkin mereka kabur, setelah tau kita akan datang" sedikit menyeringai sombong.
"Mungkin. "
"Ayo, sekarang kita masuk. Mungkin mereka bersembunyi di dalam. "
"Ya, ayo. Kita cari dan rebut Kitab naga sakti itu dari Padepokan ini. " segera berjalan masuk.
Setan merah menerobos masuk ke Padepokan Tunggal Kecher. Sampai di tengah bangunan mereka berhenti berjalan. Melihat semua orang duduk berkumpul di halaman tengah Padepokan. Dengan saling menatap licik. Mereka seperti bersepakat untuk segera menyerang.
Tidak menunggu waktu lama lagi. Mulai menyerang dari belakang. Memang seperti sifat penjahat asli. Selalu menyelip dari belakang. Serangan itu di lesatkan cepat. Namun belum sampai mengenai mereka. Serangan itu meledak bersamaan dengan serangan balik guru prambana. Saat bertemu di tengah-tengah.
Terlihat semua murid segera bangkit dari duduk nya. Berdiri melingkari guru prambana. Bersiap siaga untuk melawan si Setan Merah. Sesaat suasana menjadi hening. Setan Merah mulai melangkah mendekati.
next >>
__ADS_1
jangan lupa klik SUKA dan favorit ♡♡