Kitab Naga Sakti

Kitab Naga Sakti
9.KNS


__ADS_3

**A*ku tidak berkomplot dengan mereka--


Suasana memanas karena ucapan kaesang yang keras. Si setan merah mencoba menambah amarah Kaesang dengan menyinggung Parga dan Pargi.


"Sepertinya, ucapan bocah ini bisa dipercaya bahwa kau telah difitnah. "


ujar Si tinggi menyeru kepada Parga dan Pargi.


"Apa kalian saudara seperguruan Tunggal Kecher, biasa melakukannya?" tambah Si tinggi menyulut amarah.


"Kisanak, mohon jaga ucapan kalian."


tegas Parga menatap Setan merah.


"Heh, kenapa aku harus menjaga ucapan ku!? " sahut Si tinggi dengan wajah sombong.


"Kisanak, sepertinya kita tidak memiliki urusan dan dendam pribadi. Mohon jaga ucapan kalian. Hanya sebelum masalah ini jelas. " tenang sahutan dari Pargi.


"Masalah apa yang belum jelas? "


tanya Si gempal mulai bicara.


"Soal kalian berkomplot atau tidak!


Kaesang, kami akan melaporkan masalah ini kepada Pemimpin Padepokan! " ujar Pargi dan bersamaan dengan Parga membalikkan badan ingin pergi.


"Baik, silahkan melapor. Tapi jangan sampai terdengar oleh Maha Guru. bahwa kalian mengikuti ku, atau kalian akan menyesal telah melakukkannya. "


lirih Kaesang, ia mengepalkan tangannya.


sementara Kaesang berdiri diam. Tiba-tiba "wusss" Si setan merah menghadang didepan Parga dan Pargi yang ingin pergi.


"Kenapa terburu-buru sekali pergi? "


tengil Si gempal, sembari mengayunkan golok di tangan kanannya.


Parga dan Pargi terhenti, mereka menatap Si gempal dengan tajam. setelah itu mereka saling melirik, yang mengartikan setuju untuk melawan.


"Padepokan Tunggal Kecher sangatlah terkenal. Bahkan banyak Pendekar dan Pangeran yang berguru disana. "


"Sekarang, telah berhadapan langsung dengan murid Padepokan Tunggal Kecher. Aku sangat ingin menjajal kemampuan kalian!"

__ADS_1


"Bagaimana kakang? " mengarahkan pandangan kepada Si tinggi agar menyetujui tindakanya.


"Aku juga sama! "


sahut Si tinggi menyeringai penuh hasrat membunuh.


"Hemm, kalian telah berkata demikian. Maka kami juga tidak akan sungkan lagi Kisanak. " sahut Parga dengan tatapan licik.


Whusss.


Golok Si gempal diayun kearah Parga, seketika ia mengelak lalu menjauh. Senyum kecil terlihat diwajah Si gempal lalu dengan lirih ia berkata.


"Biar kulihat kemampuan mu bocah! "


Wusss.


Ayunan pertama, Parga mengelak.


Wusss.


Ayunan kedua, ia masih mengelak.


Wusss.


***


Sedangkan si tinggi yang melompat ke arah Pargi. Dengan tatapan tajam menatap mata Pargi yang berdiri dihadapannya itu.


"Lawan mu adalah aku bocah!"


seru Si tinggi dengan percaya diri.


"Ya, tentu!"


sahut Pargi sangat tenang.


Wusss. Wuss. Wwuss. Khya.


Beberapa serangan tangan dilayangan terus menerus kearah wajah Pargi.


Pargi hanya menghindar dan terus menghindar tanpa tersentuh.

__ADS_1


"Kurang ajar!


Apa Guru mu hanya mengajarimu untuk menghindari serangan dan kabur!. " teriak Si tinggi tampak kesal.


***


Sedangkan Kaesang yang melihat mereka mulai berkelahi. Dia mencari kesempatan untuk segera lari dari tempat itu. Dia membenahi barang bawaannya, dan.mulai berjalan mundur sedikit demi sedikit. Setelah agak jauh dan memastikan keadaan aman. Dia berbalik dan mulai berlari dengan sangat kencang.


***


kembali ke perkelahian didalam hutan.


Terlihat Parga mulai menarik pedang dari rangkanya. Terdengar suara nyaring antara golok Si gempal, yang beradu dengan pedang Parga.


Sedangkan Si tinggi mengayun ayun kan celuritnya yang sangat mengkilap, saat terkena cahaya matahari. Si tinggi sengaja memantulkan cahaya ke arah mata Pargi. Sehingga membuat Pargi susah melihat.


Craaasss.


Tangan kiri Pargi tergores oleh celurit Si tinggi. Membuatnya terpukul mundur.


"Lihat seberapa kuat dirimu bocah!? "


seru Si tinggi, melangkah dengan terus mengayunkan celuritnya.


Wusss. Kklang Wuuss Kklang.


Pargi yang masih bertahan, menepis setiap serangan Si tinggi.


Namun tanpa ampun ia terus maju dengan cepat mengayunkan celuritnya.


Pargi kualahan, sampai terjatuh ke tanah.


"Hmmm" seringai dari Si tinggi mengangkat celuritnya di hadapan Pargi.


"MATI KAU, "


***


Sedangkan Kaesang yang telah keluar dari hutan. Dengan nafas tengengah-engah, Dia meraih kendi air minumnya. Dia meneguk air itu dengan cepat. Sebentar dilihat dihadapannya adalah sebuah desa dengan banyak penduduk.


#Bersambung >>

__ADS_1


#Terimakasih telah membaca novel saya. ***LIKE & ♡***


__ADS_2