Kitab Naga Sakti

Kitab Naga Sakti
19. KNS


__ADS_3

***


Malam hari di Padepokan Tunggal Kecher.


Di dalam sebuah ruangan terlihat Guru prambana yang sedang duduk berhadapan dengan murid nya. Yaitu parga dan pargi. Nampak di atas meja berbentuk persegi itu. Ada kendi air dengan cangkir. Dan dua piring berisi singkong rebus dan pisang. Mereka terlihat mengobrol.


"Bagaimana dengan lengan mu? "


Sebentar memandang lengan pargi.


"Sudah membaik guru.


"Sekarang sudah bisa digerak kan.


"Syukurlah.


"Ku harap lain kali, Kau harus lebih waspasa lagi jika berhadapan dengan musuh yang lebih hebat.


"Baik guru.


"Dan juga, aku ingin berterimakasih dan me-minta maaf karena sudah merepotkan guru. Untuk merawat diriku.


"Ucapkan itu kepada parga.


"Dia yang merawat mu.


"Aku hanya mem-ramu obat untuk dan dia yang menjaga sepanjang hari || jelas guru dengan wajah datar.


Seketika parga terdiam. Dia menatap dalam ke arah wajah saudara kembar nya. "Aku tidak mengira, jika yang merawat aku selama ini adalah parga. Aku pikir dia akan meninggalkan diriku yang sedang terluka untuk berlatih ilmu kanuragan." 


Di waktu yang sama. Parga merasa aneh karena tatapan hangat pargi. Seketika dia menghancurkan lamunan saudara kembar nya. Dengan memukul wajah nya dengan telapak tangan terbuka. "Plaaaaaak"


Pukulan itu tepat terkena wajah pargi. Dan membuat nya menyeringai kesal. Mereka jadi saling membalas pukulan satu sama lain. Saat pargi  ingin kembali membalas pukulan itu. Tiba tiba dia terhenti karena men-dengar suara tawa sang guru.  Suara tawa itu


Membuat parga dan pargi saling menatap. Seketika membuat mereka berdua kembali damai dan kembali duduk.


"Selama ini aku hanya mengabdi untuk padepokan ini.

__ADS_1


"Tidak punya istri dan anak.


"Melihat kelakuan kalian berdua, sangat membuat ku senang setiap hari.


Seketika suasana berubah menjadi hening. Perasaan haru terpancar dari wajah sang prambana. mata yang mulai  me-merah dan berkaca-kaca. Membuat kedua murid nya merasakan kesepian yang di rasakan oleh prambana.


Namun sebentar saja. Perasaan sedih


berubah kembali menjadi kebahagian. Seperti dia tidak ingin menunjukkan nya di depan kedua murid kesayangan nya.


"Hari sudah semakin gelap.


"Aku akan pergi, kalian tidur lah lebih awal.


"Ingat, besok bangun subuh.


"Untuk segera berlatih.


"Baik guru ! || prambana mulai bangkit dari tempat duduk nya. Dan mulai berjalan menuju pintu keluar.


"Wwuusssshh" || angin kencang bertiup, membuat pintu hancur.


"Brruaaakkkkk . . || suara pintu yang terlempar ke bawah.


Tiba tiba angin kencang menerjang pintu itu sampai hancur. Seperti nya seseorang dari luar yang melakukkan ini semua. Prambana mengeluarkan tenaga dalam untuk menahan hembusan angin kencang itu. Agar tidak menghancurkan seluruh isi ruangan.


"Apakah kalian terluka?


Bertanya kepada kedua murid nya.


"Tidak, guru.


Serentak parga, parpi setelah di buat kaget oleh serangan itu.


Tidak lama, terdengar suara seseorang dari luar. Bahkan sempat dia tertawa dengan suara nya yang keras dan serak itu.


"Guru prambana !

__ADS_1


"Cepat keluar, hadapi aku.


Belum selesai lelaki tua itu bicara. Guru prambana beserta parga dan pargi sudah keluar terlebih dahulu. Dengan tenang mereka mendekat dan berdiri berhadapan.


"Seperti nya malam ini sangat beruntung.


"Sampai sampai ki jorang bisa bertamu ke padepokan ku ini.


Berbicara dengan ramah dan sopan.


# ki jorang berbadan kurus kerempeng. Dengan pakaian  serba cokelat. Di lengan kanan nya terdapat bekas luka bakar.


Ki jorang adalah pendekar aliran hitam yang sangat tersohor nama nya. Karena di tinggal mati oleh sang istri. Hampir 10 tahun dia habis kan waktu hidup nya di dalam goa. Sampai goa tersebut di juluki goa jorang. Saat ini dia keluar karena mendengar tentang Kitab Naga Sakti.


"Simpan ocehan manis mu.


"Tidak ada yang ingin bertamu disini "


Sengit ki jorang dengan sombong.


"Sudah lama ki jorang tidak keluar dari persembunyian.


"Ku kira sekarang ki jorang menjadi semakin kasar dan angkuh. ||


Tetap rendah dan sopan.


"Apa peduli mu soal sikap angkuh ku ||


Dengan lantang menatap tajam ke arah prambana.


"Jadi, ada urusan apa ki jorang jauh-jauh datang kemari?


Prambana balik menatap tajam dengan angkuh.


#Bersambung>>


Ampun kesupen klik LIKE & ♡ nya !!

__ADS_1


__ADS_2