
**Ki*sanak telah di bodohi ! Sahut Kaesang.
Angin berhembus, menghempas dedaunan kering berserakan di dalam hutan. Suasana yang menjadi terasa tenang, karena keragu raguan si setan merah. Beberapa saat hanya terdengar suara hewan-hewan penghuni hutan. Si setan merah saling memandang. seakan berbicara dengan telepati. Kaesang yang masih tenang tenang saja, mempertahankan posisi duduknya. Tidak lama, mereka mulai melesatkan pandangan ke pada kaesang.
"Apa maksud dari perkataan mu?
Kami telah di bodohi! ".Tanya Si gempal dengan mengerutkan dahinya.
"Iya, tentu. Buktinya saya tidak memiliki kitab itu. " dengan wajah menyeringai.
"Lagi pula saya adalah murid teladan didalam padepokan Tunggal Kecher. Maha Guru sangat menyayangiku. Bahkan jika saya menemukan sesuatu! Maka saya akan mengembalikannya. Bagaimana mungkin saya bisa mencuri kitab itu. " Dengan santai berbicara sembari menyilangkan kedua tangan kedadanya.
Si setan merah yang sama sama menatap kearah Kaesang.
"Mungkin saja kau sembunyikan kitab itu disuatu tempat? " tuduhan melayang dari mulut Si tinggi.
"Hahaha, Kisanak ini lucu sekali.
Kalau saya menyembunyikan kitab itu, seharus nya sekarang kitab itu ada padaku bukan!? Sekarang saya tidak mungkin berleha-leha disini, seharusnya saya sudah kabur meningalkan daerah ini "
terus mengoceh mempengaruhi.
"Lalu! kenapa murid itu mengatakan jika kau pencurinya? " Sengit Si gempal.
__ADS_1
"Yang perlu kisanak tau, bahwa saya telah difitnah oleh seseorang didalam padepokan. Mungkin saja murid yang kisanak kenal adalah pencuri sebenarnya. Sedang Kisanak mengejarku, dan dia bersantai dengan kitab Naga Sakti itu. " Terus mempengaruhi.
Kedua orang itu tampak membeku mendengar ocehan Kaesang. Mereka mulai memikirkan ucapan bocah di hadapan mereka itu. Selang beberapa waktu setelah Setan merah berfikir sejenak.
"Lalu! Kenapa kau diusir dari Padepokan? Hah! " ucapan keras keluar dari mulut Si gempal.
"Bukan diusir, namun saya sedang mengemban tugas. Untuk mencari dan membawa kembali kitab Naga sakti ke Padepokan. " sahut Kaesang rendah, dan menurunkan tangannya.
"Mencari? Kemana kau akan mencarinya? Beritahu kami!" desak Si tinggi, dan terlihat Si gempal telah menarik goloknya.
Kaesang yang melihat reaksi Si gempal mulai sedikit khawatir. Dia berpikir harus terus mempengaruhi mereka. Jika harus berhadapan langsung dengan mereka, akan menguras banyak tenaga. Sungguh merepotkan! Batin Kaesang.
Tiba tiba terdengar suara samar samar. Dengan cepat sekelebat bayangan hitam terbang, dan muncul dihadapan mereka bertiga. Dengan wajah tertutup, hanya terlihat tatapan mata yang sangat tajam. Menatap secara bergantian kearah Kaesang dan Setan merah. Setelah selesai menatap, kedua orang itu perlahan membuka penutup wajah yang telah membuat ketiga orang itu penasaran.
"Kaesang! Apa yang kau bicarakan dengan dua Kisanak ini?" tanya salah seorang, yang ternyata mengenal Kaesang.
Kaesang yang terkejut mengetahui siapa yang telah mengikutinya.
"Katakan! Apa yang kau bicarakan dengan Kisanak ini? " desak Parga yang tak mendengar apapun, karena persembunyiannya terlalu jauh.
"Aku tidak mengatakan apapun!"
sahut Kaesang rendah.
__ADS_1
"Jelas jelas aku melihat mu berbicara sangat panjang dengan mereka. Masih berani menyangkal. " ketus Pargi.
"Sungguh, tidak ada yang aku bicarakan dengan mereka. " sengit jawaban Kaesang.
"Jangan jangan,
Mereka berdua adalah sekutu mu! Benar? " lanjut Pargi berucap.
Si setan merah yang merasa tersinggung dengan ucapan Pargi. Karena mereka merasa tidak pernah merasa bersekutu dengan bocah bodoh macam Kaesang.
"Siapakah Kisanak ini? Datang-datang sudah sembarangan menuduh." Tanya Si tinggi dengan nada tak bersahabat.
"Kami berdua adalah kakak seperguruan Kaesang. Kisanak sendiri siapa? " ujar Pargi mencoba sedikit sopan.
"Hmm, kami biasa dikenal dengan sebutan Si setan merah. " sahut Si tinggi menyombongkan diri.
"Oh, baru berkomplot dengan dua orang pembunuh ********. Kau sudah berani mencuri ya, Kaesang." sengit Parga menatap Kaesang.
"Aku tidak berkomplot dengan mereka."
Kaesang mulai bangkit, dengan wajah kesal ia merasa terhina karena Parga dan Pargi mengikutinya. Terlebih mereka asal asalan menuduhnya berkomplot dengan Setan merah.
#Bersambung >>
__ADS_1
Terimakasih sudah baca novel saya.
jangan lupa ♡ dan like nya.