
Masih di jalan pasar.
Kaesang dan Senopati Gondo membawa Anak kecil yang mereka temui di pasar. Anak lelaki itu disebut pencuri. Setelah selesai mengurusi para penduduk yang sempat marah. Di ajak Anak kecil itu ke sebuah warung makan. Di salah satu warung dekat pasar itu.
Awalnya Anak lelaki itu menolak ajakan keduanya. Namun saat di tanya, kenapa kamu mencuri. Dia menjawab, bahwa dia sedang membutuhkan uang. Untuk membeli makan dan obat untuk Neneknya. Neneknya sedang sakit, tidak ada keluarga yang lain, kecuali dirinya. Kaesang dan Senopati berjanji akan menolongnya. Asal dia mau diajak makan terlebih dahulu.
Dari situ akhirnya dia setuju, mengikuti perkataan dari Kaesang.
Sekarang mereka sudah duduk di warung makan. Menikmati makanan mereka masing-masing. Setelah selesai, Senopati dan Kaesang keluar dari warung. Diikuti oleh anak lelaki di belakang mereka.
Ketiganya sedang berdiri di depan warung makan. Berdiri di sebelah kuda mereka, yang masih diikat. Di berikan bungkusan nasi dan lauk yang dibeli Kaesang tadi, kepada anak lelaki itu. Anak lelaki itu mengucapkan terimakasih.
Kaeasang dan Senopati ingin mengantarkan dia pulang. Namun anak lelaki itu menolaknya.
"Tidak perlu! Aku bisa pulang sendiri." Katanya serius.
"Baiklah jika begitu."
Jawab Kaesang dan Senopati, mengiyakan ucapannya. Lagi pula, mereka harus segera sampai di Kerajaan.
Anak lelaki itu pun lekas pamit dan mulai berjalan menjauh. Tiba-tiba Kaesang berteriak, menanyakan siapa namanya?
Dari kejauhan, anak itu berteriak.
"Nama aku adalah Daru Setyo. Siapa nama kalian?"
Anak lelaki itu berteriak dengan wajah yang sangat riang. Kembali dia bertanya kepada kedua kisanak yang telah menolongnya.
"Aku Kaesang dan ini Se, "
Sahutnya sejenak terhenti.
"Dia, Paman Gondo Purwo."
Kembali Kaesang meneruskan ucapannya itu.
"Baiklah! Kalau kita bertemu lagi, akan aku balas kebaikan kalian, dah!"
Anak itu kembali berjalan, menuju rumahnya. Dia terlihat sangat senang, dapat diketahui dari caranya berlari kecil sambil bersenandung.
"HEI! JIKA KAU BUTUH BANTUAN DATANG SAJA KE KERAJAAN DAN CARI AKU!"
"Ya ya baiklah!"
Anak itu berbalik sebentar, kemudian kembali berlari kecil dengan senangnya. Dia sama sekali tidak menyadari, apa yang telah Kaesang katakan. Dia hanya mengiyakan dan mengingatnya.
Sedangkan Senopati hanya tersenyum kecil, melihat kelakuan Pangerannya. Dia baru sadar, jika sifat baik Raja menurun padanya.
Senopati segera melepas ikatan kudanya. Mengajak Pangeran Kaesang, untuk meneruskan perjalanan mereka. "Baiklah" sahut Kaesang, lalu menaiki kudanya. Perjalanan ke Kerajaan hanya tinggal sebentar lagi. Melewati setengah dari desa ini, maka akan sampai di depan pandopo Kerajaan.
***
Beberapa waktu kemudian.
__ADS_1
Langkah kaki kuda sudah memasuki pandopo dari Kerajaan. Prajurit yang melihat Senopati, segera menundukkan kepalanya. Setelah kuda mereka berlalu, semua prajurit saling bertanya. "Siapa anak muda yang kembali bersama Senopati Gondo?"
Pertanyaan itu diucapkan oleh semua prajurit, yang melihat kedatangan mereka. Mereka sama sekali tidak tau, jika itu adalah Pangeran Kaesang, anak ragil Sang Raja.
Setelah memberikkan kudanya, kepada pekati. Senopati berjalan memasuki Istana Utama, diikuti oleh Kaesang. Langkah Senopati amat panjang, terlihat sangat terburu-buru. Saat sampai di dalam ruangan. Raja tidak terlihat di singgah sananya.
Senopati kembali mengajak Pangeran Kaesang. Mereka kembali berjalan keluar. Saat di pintu keluar, Senopati bertanya kepada prajurit.
"Senopati!"
Prajurit memberi salam dan menunduk, saat Senopati berhenti dan berdiri di depannya.
"Iya. Aku ada pertanyaan. Apa dari pagi Raja tidak datang ke Istana Utama?"
"Tadi pagi? Datang tetapi hanya sebentar, setelah para Tumenggung dan Adipati melapor, setelahnya Raja kembali ke Istana kaputren."
"Hmm, terimakasih ya!"
"Iya Senopati."
Kembali prajurit itu menundukkan kepala, saat Senopati hendak pergi.
***
Beberapa saat kemudian.
Senopati dan Kaesang sudah sampai di Istana kaputren.
Prajurit segera berlari ke dalam, dan berteriak.
Setelah itu, Prajurit kembali ke tempat awalnya.
Baru sebentar, setelah Prajurit selesai berucap. Raja dan Permaisuri sudah keluar dengan bergegas. Menemui Senopati dan Pemuda yang ikut bersamanya.
"Saya memberi salam, kepada Paduka Raja."
Senopati segera menundukkan kepalanya, setelah melihat Raja dan Permaisauri keluar dan mendekat ke arahnya. Sedangkan Kaesang, masih terlihat bingung. Dia mengikuti gerakan dari Senopati Gondo, menundukkan kepalanya. Dengan sesekali melirik ke arah dua orang yang di sebut Raja dan Permaisuri itu.
Raja menerima salam itu. Lalu dengan membisu, menunjuk Kaesang dan memberi pertanyaan isyarat kepada Senopati Gondo. Senopati yang sadar dengan itu, mengangguk dan menjawab "Benar dia adalah Raden Kaesang yang sedang Sinuon cari." Menunjuk Kaesang dengan tangan mengepal, hanya jari jempolnya yang di arahkan kepadanya.
Hmmm.
Raja dan Permaisuri pun tersenyum lebar. Tergambarkan perasaan lega, dari senyuman keduanya.
"Benar nama kamu adalah Kaesang nak lanang?"
Kata sang Raja bertanya lagi untuk memastikan, yang sebenarnya dia bingung untuk mengatakan apa? Pada pembahasan mereka yang pertama kali ini.
"Benar Raja."
Jawab Kaesang gugup.
__ADS_1
"Tunjukkan benda, yang telah Maha Guru berikan kepada dirimu."
"Benda?"
Kata Kaesang lirih, bertanya kepada diri sendiri. Dia yang sekarang masih berdiri di belakang Senopati. Sungguh dia tidak akan berani mengarahkan pertanyaan kepada sang Raja.
"Ah! Iya."
Kaesang seketika tersadar setelah beberapa detik mengingat benda yang sedang di tanyakan oleh sang Raja. Dia sengera merogoh buntalan kain di pundaknya, dan menunjukkan benda yang telah di genggamnya itu.
"Maaf, apakah ini?"
Di berikan kalung dengan bandul merah dari buntalannya itu.
Di terima benda itu oleh sang Raja. Setelah Raja melihatnya dengan seksama, diberikan kalung itu kepada Permaisuri. Kembali dilihat kalung itu dengan seksama. Kaesang dan Senopati masih terdiam melihat kegiatan Raja dan Permaisurinya.
Permaisuri memandang Sang Raja dengan penuh haru. Sebuah senyuman semakin melebar di wajahnya. Dia mengangguk kepada Sang Raja. Seraya berkata "Ini benar kalung ku" digenggam kalung itu dengan eratnya. Raja pun tersenyum mendengar itu.
Sekarang Raja dan Permaisuri telah sangat yakin, jika Kaesang adalah putra kandung mereka berdua. Permaisuri pun mendekati Kaesang, diraih tangannya yang sudah dingin. Dingin karena menantikkan penjelasan dari Raja dan Permaisuri.
"Engkau memang benar putera ku." Begitu kata Permaisuri, tangannya mengenggam tangan Kaesang, ingin sekali dia memeluk pemuda di depannya itu. Namun Permaisuri begitu ragu, nampak dari wajahnya. Dia begitu rindu dengan putera ragilnya ini. Tetapi wajah Kaesang masih datar, belum tampak jika dia benar percaya akan hal ini.
"Apa aku benar-benar putera Raja dan Ratu?"
Kaesang mulai bicara saat ini, dia menatap Permaisuri yang terus menggenggam tangannya ini.
"Benar. Kau adalah putera kami.
Mari kita bicara di dalam, agar lebih nyaman." Kata Raja, yang sudah mendekat di sampingnya. Raja khawatir karena Istrinya begitu terbawa perasaan.
"Baiklah." Jawab Kaesang, yang melihat raut wajah Permaisuri yang sudah memohon itu.
"Saya mohon undur diri, Sinuon."
Kata Senopati Gondo, yang tidak lagi diperlukkan. Karena tugasnya sudah selesai dilaksanakan. Dia ingin segera kembali ke kediamannya, untuk menemui istrinya.
"Baiklah, terimakasih karena sudah melaksanakan titah ku dan engkau berhasil. Sekarang kembalilah ke kediaman mu, berdiamlah dengan istri mu selama satu hari."
"Terimakasih atas kebaikan Sinuon, saya pamit undur diri."
"Ya, silahkan."
Senopati Gondo memberi sembah hormatnya, dengan menundukkan kepala. Setelah itu dia berjalan mundur, kepalanya masih menunduk. Setelah Raja berjalan masuk ke dalam Istana kaputren. Senopati Gondo segera berbalik, dan berjalan kearah kudanya. Dia pergi keluar dari Kerajaan, menuju kediaman miliknya.
#**Bersambung.
Assalamu'alaikum wr.wb.
Author ingin mengucapkan
Minal aidzin walfa idzin, mohon maaf lahir dan batin. Jika Author ada salah2 kata dalam penulisan saat menanggapi para pembaca setia Novelku.
Semoga dihari yang Fitri ini. Semuanya kembali menjadi bersih dan suci. Dilancarkan rejekinya, mudahkan urusannya. Semoga selalu sehat dan terlindungi dari wabah Corona/ Covid19.
__ADS_1
Salam Hangat untuk kalian semua para Readersku. Semoga kalian semua sehat selalu. Amin.
Wassalamu'alaikum wr.wb**