
#Kaesang melompat keluar dari jendela yang ada di belakangnya.
"Jangan lari kau, anak muda!" teriak Ki Bargo keras.
"Jangan bertele tele, cepat habisi dia " ujar Nyi Sami dengan nada marah. Memerintah kepada Ki Bargo untuk segera di selesaikan.
"Kau lihat saja, tidak akan lama Istri ku" Ki Bargo sangat yakin dengan ucapannya. Dia juga menyungging senyum jahat.
Tak perlu waktu lama, Ki Bargo terbang melalui jendela menyusul Kaesang yang ada di luar warung makan. Sekarang mereka sedang saling berhadapan, dengan tatapan tajam Ki Bargo memandang Kaesang. Setelah itu mereka mulai berkelahi di halaman sebelah warung makan. Semua orang yang melihat, berlari mundur sangat jauh dari mereka. Semakin banyak penduduk desa berdatangan untuk melihat.
Perkelahian mulai sengit, Ki Bargo bukanlah musuh yang bisa di anggap enteng. Namun Kaesang masih terlihat tenang untuk mengadapinya saat ini. Walau belum bisa memukul mundur Ki Bargo, Kaesang masih bisa melesat kan beberapa pukulan kepada Ki Bargo.
"Dasar bocah sialan! Jangan terus meng-elak dari serangan ku!"
Ki Bargo mulai geram dengan cara bertarung Kaesang.
"Berkelahi lah dengan benar, jika tidak ingin mati sia-sia" peringatan dari Ki Bargo, seraya menarik golok hitamnya.
Kaesang terlihat lebih waspada sekarang, dia mulai berpikir dengan tenang. Mata Kaesang terus memperhatikan gerakan jurus Ki Bargo.
Ki Bargo, meng-gerakkan jurus golok hitamnya sebentar. Dengan pasang kaki kuda-kuda, tangan kanan Ki Bargo mengayun kekiri dengan gesit. Tangan kirinya di letakkan di depan ulu hatinya. Dengan gesit ia memutar tangan, dan menganyunkan golok hitamnya kekanan. Terus begitu, kekiri dan kekanan dan kakinya mulai melangkah kedepan.
Kaesang terlihat diam saja, menunggu serangan Ki Bargo. "Hiaaaak, wusss, wusss, ssshh, sshh " suara angin karena ayunan golok hitam Ki Bargo yang tiada henti mengarah ke Kaesang.
Tiba-tiba suara Paman dari jarak yang agak jauh. "Anak muda" teriak Paman sembari melemparkan celurit yang sudah agak usang ke arah Kaesang.
Syuuuw.
__ADS_1
Celurit itu terbang ke arah Kaesang, lalu di tangkapnya celurit itu dengan tangan kanannya. Lalu Kaesang tersenyum kecil kepada Ki Bargo.
"Ayo, selesai kan urusan ini ! " sombong Ki Bargo.
Keduanya sama-sama, bergerak ke depan dengan menyilang kan langkah mereka. Dengan gesit Ki Bargo mengayun kan goloknya.
"wusss, tring"
Namun di tangkis oleh Kaesang. Terus begitu, sampai mereka bergerak memutar membuat lingkaran.
Wusssh, tring - tring.
Hiaaat, wuuush, wushh.
Tring - tring-tring-ting.
"Kenapa begitu lama!" teriak Nyi Sami, sudah tidak sabar lagi menunggu suaminya itu.
Mendengar teriakan istrinya yang tampak marah. Ki Bargo mulai mundur, dia menggerakkan kedua tangannya keatas kepala. Dengan mulutnya yang komat kamit, tidak tau sedang mengucap apa. Lalu dia merentangkan kedua tangannya, setelah itu menurunkan tangan. Menaikkan kedua tangannya, seperti mengambil nafas dalam. Kemudian setelah itu, ia menodongkan golok hitamnya kedepan. Mengarah ke Kaesang, bunyi beberapa suara keras yang di hasilkan.
"Hiaaatt" dengan kaki kuda kuda.
JJDUMMM.
Bola-bola api keluar dari golok hitam dan mengarah ke Kaesang.
Dengan gesit Kaesang menghindari bola-bola api itu beberapa kali. Sejenak Kaesang memutar badannya, melihat ke belakang. Semua pohon pohon terbakar karena terkena serangan dari bola api Ki Bargo.
__ADS_1
Namun tak menghiraukan itu, Ki Bargo terus melesat kan serangannya. Kaesang mencoba menangkis bola api dengan celurit, namun celurit itu terpental dan jatuh. Celurit itu hancur ketika jatuh ke tanah.
Sadar akan posisi Kaesang, yang terpojok oleh serangan Ki Bargo. Kaesang mem-batin "Bismillah" lalu meng-gosok cincin di jarinya. Seketika muncul kipas berwarna emas di tangan kanannya Kaesang. Dengan berpikir singkat,
Kenapa yang muncul kipas berwarna emas? Bagaimana cara menggunakan kipas ini?
Sebentar dia mulai menangkis serangan Ki Bargo dengan kipas yang ada di tangannya.
"Hiiaat" serangan Ki Bargo terus menerus.
Wussshh.
Suara angin karena Kaesang berhasil menangkis serangan bola api.
Doorrr- dorr- doorr -doorrr.
Akibat ledakan dari bola api, yang mengenai pohon dan paggar kayu seketika terbakar dan hancur.
Melihat situasi itu, Nyi Sami mencoba membantu Ki bargo. Nyi Sami mengeluarkan selendang kuningnya, dan "wuussss" selendang itu menjadi panjang dan meng-enai dada Kaesang.
"Uhhh."'
BRUAAK .
Kaesang terpental sangat jauh karena serangan curian dari Nyi Sami. Sampai sampai pohon yang di benturnya tumbang beserta akarnya.
#Bersambung>>
__ADS_1
Jangan lupa beri poin untuk vote dan klik ♡ untuk author. matur kesuwon