
"Setiap takdir manusia adalah kehendak yang maha kuasa ! "
***
Malam hari, diwaktu yang sama.
Terlihat sebuah desa yang ramai penduduk nya. Terdapat banyak rumah, termasuk pasar, rumah makan bahkan rumah penginapan. Letak desa itu sebenarnya bersebelahan dengan desa dimana padepokan Tunggal Kecher berada. Namun kedua desa itu terhalang oleh hutan yang sangat luas. Kedua desa itu masuk dalam wilayah kekuasaan raja Mahesa.
.
Di dalam sebuah rumah makan sederhana. Dengan begitu banyak pengunjung yang berada didalamnya.
Terlihat kaesang yang duduk sendiri dekat dinding. Dia menyantap hidangan makanan yang berada di atas meja dengan lahap. Seperti tidak menghiraukan suara berisik pengunjung lain, namun--
Sebenarnya aku sangat memperhatikan semuanya sejak aku masuk. Aku mendengar mereka
mem-bicarakan tentang hilang nya kitab naga sakti. "Ternyata beritanya begitu cepat me-nyebar " batin ku kesal.
Setelah makan, aku harus segera mencari penginapan untuk istirahat.
Sesaat aku selesai makan, pemilik rumah makan memanggil ku.
"Nak ! ||
Dengan wajah ramah.
"Iya, "
Sekejap menghentikan langkah kaki.
"Apakah anak muda sedang mencari tempat untuk menginap !?
Dengan ramah bertanya.
"Benar! Bagaimana paman bisa tau ?
Aku menjadi sedikit terkejut.
"Tentu saja, anak muda terlihat seperti bukan penduduk desa ini !
Tetap dengan wajah ramah.
"Hah, sepertinya paman sangat hafal dengan wajah pengunjung, ya?
"Kalau begitu, apakah paman punya tempat penginapan?
"Tentu saja, biar paman antar.
"Silahkan, ikuti paman.
Lelaki yang terlihat 40tahunan itu berjalan menuju rumah penginapan miliknya.
***
Beberapa saat kemudian.
Kami tiba di rumah penginapan milik paman itu. Aku melihat lihat kedalam rumah, terdapat beberapa kamar didalam nya. Paman itu menunjukkan kamar yang masih kosong, dan setelah melihat. Diriku setuju untuk bermalam di rumah penginapan itu.
__ADS_1
Setelah membayar uang sewa, aku bisa bermalam dikamar ini. Dipan nya cukup lebar, dengan alas tikar dan berselimut kain. Aku mulai tidur, untuk menghilangkan rasa lelah selama perjalanan.
.
***
Di dalam kediaman Maha guru Tunggal Kecher.
"Biarkan Takdir yang menuntun anak itu agar menjadi lebih kuat !
lanjut maha guru berbalik badan memandang kearah yangsa dan joko.
"ya, kalau memang begitu takdir dari kaesang-
ujar yangsa sedikit lega.
"kami berdua tidak akan khawati lagi dengan nya !!
ujar yangsa dan joko bersama.
.
"ya, walau begitu. . .
"aku sudah menyiapkan sesorang pengawal untuk nya, dia bisa mengawasi dan melindungi kaesang untuk sementara ||
kembali memandang keluar jendela.
"pengawal ?
"apa sampai harus mengirim pengawal untuk kaesang, maha guru?
tanya joko dengan penasaran.
"yah, untuk sekarang! sangat perlu.
"untuk menemani nya berlatih..
"anak itu tidak akan berkembang jika dibiarkan sendirian. .
.
"hmm, maha guru . . .
panggil joko dengan sopan.
"ada apa, joko ?
"apa boleh, aku yang diutus untuk mengawal kaesang? ||
menjadi begitu semangat.
"kau?
"apa begitu ingin mengawal dia?
dengan tertegun.
__ADS_1
.
"aku juga bersedia untuk mengawal, kaesang, maha guru. "
ujar yangsa membuat maha guru terkejut.
.
mendengar murid murid nya berkata demikian. maha guru terlihat berbalik badan dan melangkah kembali ke tempat duduk nya. melihat wajah
murid-murid nya dengan senyuman penuh tanya.
.
"apakah kalian begitu ingin mengawal kaesang? || tanya maha guru.
.
"tentu saja, maha guru ! ||
serentak yangsa dan joko.
.
"apa yang membuat kalian begitu ingin pergi !? || tidak mengalihkan tatapan muka.
.
"kami ingin membantu kaesang, maha guru! || serius yangsa dan joko.
"kita tumbuh bersama di padepokan ini, tidak rela rasanya jika kaesang harus ditugas kan mencari kitab itu seorang diri || yangsa mulai khawatir pada kaesang.
.
"benar, maha guru.
"bagaimana mungkin, kami tega melihat kaesang berjuang seorang diri diluar sana -- || susul joko berbicara
"yah, sesama saudara. memang harus punya rasa seperti itu. namun,
"ini bukan saat nya untuk kalian memberi bantuan kepada kaesang.
jawab maha guru tenang.
"ilmu kalian berduan belum cukup tinggi untuk membantu dia.
" lebih baik kalian diam di dalam padepokan, dan berlatihlah dengan giat.
" suatu saat, setelah kalian kuat. baru bisa membantu kaesang. . ||
jelas maha guru dengan tegas
.
bersambung >>
#jangan lupa LIKE, klik ♡ dan beri vote kalian untuk novel ini. matursuwon
__ADS_1