Kitab Naga Sakti

Kitab Naga Sakti
16.KNS


__ADS_3

#*K*aesang terpental sangat jauh karena serangan nyi sami.


***


Di Padepokan Tunggal Kecher, di halaman belakang kediaman maha guru.


Terlihat yangsa dan Joko yang sedang berlatih berdua, dengan Maha Guru yang terlihat duduk memperhatikan mereka. Yangsa dan Joko  menggerakkan beberapa jurus, secara bersamaan.


"Cukup!"


Ujar Maha Guru, memerintah keduanya. Seketika mereka meng-hentikan gerakan mereka.


"Sekarang, coba kalian berlatih menyerang!" perintah Maha Guru, agar mereka separing (beradu).


Lalu keduanya nampak berdiri dan membungkuk ke arah Maha Guru. Setelah itu mereka saling berhadapan dan melihat satu sama lain. Mereka menundukkan kepala, lalu mulai bersiap untuk menyerang.


"Hiaat"


Yangsa mulai menggerakkan tangan nya kedepan. Kepala Joko bergerak ke kiri menghindari serangan yangsa. Sebentar, kepala Joko bergerak kekanan karena yangsa menyerang dengan tangan kirinya.


Lalu gerakan tendangan di lesatkan oleh Yangsa, dengan memutar badan nya. Joko pun tepojok mundur karena serangan tendangan Yangsa yang bertubi tubi. Terus begitu sampai Joko menangkap kaki kanan yangsa dan menariknya. Dengan keras Joko menarik, lalu membuang kaki Yangsa beserta tubuhnya yang ikut melayang.


Joko melihat Yangsa yang mulai bangkit kembali dari tanah. Mereka mulai beradu jurus kembali, kini Joko memberikan tinjuan dua kali. Disusul tangan kiri dengan dua jari mengacung kearah mata yangsa. Dengan gesit yangsa me-nengadahkan kepalanya kebelakang menghindari. Lalu bersamaan Yangsa meng-angkat kakinya, dan menendang mengenani perut Joko sampai membuatnya terpental mundur.


Sedangkan Maha Guru yang sedang duduk didipan bambu di bawah pohon rindang.


Tiba tiba, telinga Maha Guru bergetar kecil. Ia seperti merasakan sesuatu,

__ADS_1


lalu Maha Guru mulai me-mejamkan mata nya. Dilihatnya dalam angan angan bayangan Kaesang yang sedang meng-genggam kipas emas. Kaesang sedang berhadapan dengan musuh, satu laki-laki dan satunya wanita. Maha Guru pun membuka mata nya kembali, ia menghela nafas panjang.


"Lawan yang kuat, biarkan anak nakal itu berlatih juga!"


Lirih Maha Guru, Lalu meneguk air di dalam cangkir, dan kembali memperhatikan Yangsa dan Joko.


***


Di halaman warung makan si Paman dan bi Wijah.


Semua orang mulai resah dan khawatir termasuk Paman dan bi Wijah. Mereka terus melihat Kaesang yang terbaring di tanah, tanpa berani berbuat apa-apa.


Terlihat Kaesang yang merasakan sakit di dadanya, seraya terus menyentuh dengan tangannya itu.


"Apa hanya itu saja kebisaan mu, anak muda? " tanya Nyi Sami bengis.


"Ayo, pergi!" ajak Nyi Sami kepada ki Bargo.


Melihat mereka berdua yang hendak pergi, Kaesang merasa lega. Meski terluka karena pukulan dan hinaan, setidaknya mereka tidak melukai penduduk desa. Nyi Sami dan ki Bargo berjalan meninggalkan warung makan itu.


***


Di dalam warung makan bi Wijah.


"Kau terluka parah!" ujar Trio sembari memapah Sona untuk berjalan keluar.


"Aku, tidak apa-apa!"

__ADS_1


Trio memapah Sona yang terluka, mereka berdua melangkah perlahan setapak demi setapak. Tak lama mereka tampak berjalan keluar dari rumah makan bi Wijah. Di lihat keadaan di luar warung, banyak pohon-pohon yang tumbang dan masih terbakar.


Lalu mereka sama-sama melesatkan pandangan kepada orang-orang yang berkerumpul padat. Karena merasa penasaran, mereka melangkah mendekat kearah itu. Ternyata di sana, tampak Kaesang yang sudah tidak sadarkan diri, tergeletak ditanah.


"Bagaimana ini kang!" ujar Bi Wijah merasa khawatir , kepada Kaesang.


"Aku juga tidak tahu, sebaiknya kita bawa masuk kedalam rumah dulu. " ujar Paman dengan wajah kebingungan.


Semua orang yang berkumpul mulai membantu, untuk mem-bopong tubuh Kaesang. Saat berjalan ke arah rumah paman, Trio dan Sona memperhatikan sekilas wajah Kaesang.


"Bukan kah itu, lelaki yang menghalangi ku tadi? " tanya Sona memandang Trio.


"Benar, dia bertarung dengan ki Bargo lalu terkena pukulan selendang Nyi Sami." Jelas Trio.


Sona terus memandang kearah rumah Paman dan bi Wijah yang tidak jauh dari rumah makan itu. Dia melihat penduduk yang mulai keluar dari rumah itu, setelah mem-bopong Kaesang kedalam.


"Mari kita kesana, melihat keadaan lelaki itu." Ajak Sona kepada Trio.


"Mari" jawab Trio dengan meng-angguk.


Trio dengan me-mapah Sona berjalan menuju rumah Paman dan bi Wijah.


#Bersambung>>


Ampun kesupen ♡ + votenya.


Matursuwon pembaca ter♡♡♡ ku.

__ADS_1


__ADS_2