Kitab Naga Sakti

Kitab Naga Sakti
24. KNS


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


Di sebuah perjalanan menuju padepokan Tunggal Kecher. Seorang lelaki gagah dan berwibawa. Dengan wajah yang di penuhi aura dingin. Sangat tampan jika tersenyum. Namun dia hampir tidak tersenyum kepada siapa pun. kecuali kepada istri nya. Rambut hitam yang panjang, mengenakan ikat kepala coklat tua dan pakaian penduduk biasa. Dia menunggai kuda berwarna hitam. Dengan begitu cepat dan tergesa-gesa. Seperti ada yang tengah meng-ganggu pikiran nya. Atau kah dia sedang mengemban tugas?


Ya. Benar.


Dia adalah seorang senopati utusan raja Adiputra Mahesa. Dia di titah kan untuk berangkat ke padepokan tunggal kecher. Untuk menjemput putra nya yaitu Kaesang mahesa.


Raja memberi perintah atas permintaan sang permaisuri. Karena selalu risau dan bermimpi buruk tentang anak nya. Bahkan hampir setiap malam mimpi itu muncul. di setiap dia terlelap. Hati nya jadi tidak tenang karena nya. Oleh sebab itu raja memenuhi permintaan permaisuri nya.


Kuda nya berlari kencang keluar dari hutan. Hari juga mulai gelap. Terlihat matahari juga sudah di ujung barat. Menyisakan sedikit cahaya kuning keemasan. me-warnai langit yang menjadikan nya indah.


Malam ini.


Senopati yang di kenal dengan nama Gondo purwo. Tiba di sebuah desa. setelah berkuda selama dua hari. Dia memutuskan untuk bermalam di desa itu. Dia berjalan pelan dengan menunggai kuda nya. Di lihat ber-keliling untuk mencari tempat untuk bermalam. Namun tiba-tiba dia merasa lapar. dan mulai mencari warung makan terlebih dahulu.


"Desa ini cukup ramai. Tetapi dari tadi, aku tidak melihat ada warung makan." Terus melihat sekeliling. Merasakan tatapan dingin setiap orang yang dia jumpai. Sampai tidak enak hati untuk bertanya.


"Lebih baik jalan terus saja. Nanti juga ketemu sendiri, lah " pasrah akan keadaan.


Sebentar berjalan ke arah kiri. Di lihat ada satu rumah makan di depan sana. Sangat ramai pengunjung. Aku memutuskan untuk singgah disana. Mungkin saja pemilik warung itu bisa memberitahu aku. Dimana ada tempat penginapan untuk bermalam.


Senopati Gondo sampai di depan warung. Di ikat kan tali kuda itu di sebuah pohon. Yang tumbuh cukup besar di depan warung makan. Dengan tenang senopati Gondo masuk kedalam. Dia duduk di dekat pintu masuk warung. Karena hanya tempat duduk itu yang tersisa dan kosong.


Semua orang di dalam warung terus menatap ke arah senopati Gondo secara bergantian. Mulai ada yang berbisik-bisik mengenai


Siapa dia?


Dari mana asal datang nya?


Sepertinya dia bukan orang dari desa sini? Benar ! Dilihat dari tingkah nya. Seperti baru masuk ke desa ini.


Tapi dia kelihatan seperti bukan orang sembarangan. Sebaik nya jangan di ganggu! Biarkan saja.


Semua orang menatap tajam ke arah senopati Gondo. tetapi dia hanya duduk diam dengan nyaman.


"Seperti nya akan banyak musuh disini. Sebaik nya cepat makan dan cari tempat istirahat || merasa malas untuk meladeni orang tidak penting.


"Tuan kisanak, ingin pesan apa? "


Tanya paman pemilik warung yang baru datang menghampiri.


"Ada ayam bakar?

__ADS_1


"Ada kisanak. " sahut paman sangat ramah dengan senyuman.


"Siap kan satu dengan nasi nya."


"Baik kisanak, mohon tunggu sebentar! kisanak. || paman itu lekas pergi ke dapur nya untuk menyiapkan pesanan ku.


Senopati Gondo segera melahap makanan yang sudah berada di atas meja nya. Dia makan dengan sangat lahap dan tenang. Tidak menghiraukan orang-orang yang ada di warung itu. Menatap tajam seperti hendak menelan nya.


 "Alhamdulillah, hari ini masih di berikan rejeki untuk makan! "


Setelah selesai, di panggil paman pemilik warung. Dia pun segera datang menghampiri. Di berikan beberapa kepeng uang kepada paman itu. Tidak lupa senopati juga bertanya kepada nya.


"Maaf paman, dimana ada rumah penginapan? " tanya aku ramah tanpa tersenyum.


"Oh, tuan kisanak sedang mencari tempat untuk bermalam? "


"Benar, apakah paman tau? Dimana? "


"Di tempat saya ada, tetapi tempat nya sangat biasa. jika tuan kisanak mau. Mari saya tunjukan ! "


"Boleh, yang penting ada tempat untuk bermalam. ||  Paman itu pergi sebentar untuk mengambil gembok rumah penginapan nya.


Aku masih duduk menunggu paman itu dengan sabar. Pelan aku mendengar beberapa orang di warung mem-bicarakan tentang Kitab Naga Sakti. Aku juga mendengar mereka menyebut nama kaesang.


Benar.


Apakah yang dimaksud mereka adalah Raden kaesang mahesa?


Mungkin saja bukan. Aku harus mencari tahu tentang ini. Kalau benar yang di sebut adalah Raden kaesang. Berarti raden sedang dalam bahaya.


Setelah cukup lama paman pemilik warung datang menghampiri. Dia berjalan di depan menunjukkan arah. Hanya sebentar mereka pun sampai. Karena rumah penginapan itu hanya terletak di sebelah warung nya. Tidak terlalu jauh walau dengan berjalan kaki.


"Disini tuan kisanak, silahkan masuk dan di lihat dulu || ujar paman dengan ramah. Setelah membuka pintu nya.


"Tidak usah di lihat paman, yang penting ada alas untuk tidur nya || sahut aku ikut masuk di belakang paman.


"Dimana kamar nya? "


"Yang mana saja, terserah tuan kisanak. Semua kamar masih kosong. belum ada yang menempati. "


"Kalau begitu, saya akan tidur di kamar yang ini saja. || aku tunjuk kamar yang ada di dekat pintu depan.


Tidak lupa senopati gondo mem-berikan uang sewa untuk kamar yang di tempati nya. Paman itu pun segera pergi meninggalkan senopati sendiri.

__ADS_1


Paman berjalan pulang ke warung makan nya. Saat masuk kedalam. Seorang memanggil paman itu Dengan meng-gerakkan satu tangan nya. Seolah menyuruh nya agar cepat datang.


"Ada apa kisanak? "


"Siapa lelaki tadi? || tanya lelaki itu sangat penasaran.


"Saya tidak tau, saya hanya mengantar nya ke rumah penginapan milik saya, kisanak || dengan kepala menunduk tanpa melihat wajah lelaki yang sedang berbicara.


"Apa dia orang dari desa ini? || tanya lelaki itu lagi.


"Seperti nya bukan, saya baru lihat dia sekali ini, kisanak."


"Oh, kalau begitu pergilah! "


"Baik, kisanak "


"Ehhh, tunggu!! || langkah paman terhenti karena nya. Dia pun berbalik ke arah lelaki itu lagi.


"Dimana rumah penginapan nya? "


"Ada di sebelah rumah makan ini, kisanak. Tidak jauh! "


"Kami juga ingin menginap di sana, antar kami kesana! || paman pun segera mengantar tiga lelaki itu ke rumah penginapan nya. Dan kembali ke warung setelah nya.


Di dalam kamar senopati. Terlihat dia tidur dengan berbaring di dipan. Kedua tangan nya diletakkan di bawah kepala nya. Dan sebuah keris di taruh di sebelah kanan nya. Senopati berkuda selama dua malam. Dan sekarang dia tertidur dengan sangat lelap.


Sedangkan di kamar sebelah nya. Ada tiga lelaki berumur 40 tahunan berada di dalam nya. Mereka kakak beradik usia nya hanya terpaut 2 tahun saja.


"Kakang, kenapa tumben sekali kita bermalam di rumah penginapan? || timbul perasaan aneh di pikiran adik bungsu.


"kau akan tau nanti. sekarang tidur dulu. || mereka pun segera tidur. kakang tertua tidur di kursi kayu. sedang kedua adik nya tidur bersama di dipan.


#bersambung >>


♡ Terimakasih para pembaca ter love ku.


♡masih setia menunggu up novel ini.


♡jangan lupa klik suka, vote, dan komentar dukungan nya.


♡salam hangat untuk kalian semua.


♡dari aku yang selalu mencintai kalian.

__ADS_1


♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


__ADS_2