Kitab Naga Sakti

Kitab Naga Sakti
20. KNS


__ADS_3

#Ada urusan apa ki jorang jauh-jauh datang kemari?


Hari semakin gelap. Semua murid murid di Padepokan Tunggal Kecher sudah tidur. Suara suara hewan malam yang sering terdengar seperti biasanya. Membuat sedikit kebisingan itu tidak terdengar.


Bahkan Maha guru yang sebenar nya sudah tahu tentang kedatangan ki jorang. Namun ia tetap melanjut kan dzikir nya. Di dalam kamar dengan duduk bersila. Ia merasa kalau guru prambana masih sanggup untuk menghadapi ki jorang.


***


Suasana di antara mereka berempat semakin menegang. Parga dan pargi yang hanya terdiam. Berdiri tepat di sebelah kanan dan kiri gurunya.


Dengan lantang ki jorang mengucap kan untuk apa kedatangan nya.


"Serahkan  Kitab Naga Sakti padaku?


Dengan enteng nya.


"Kitab apa yang ki jorang bicarakan?


Tatapan tajam mulai berubah.


"Jangan mengelak, banyak kabar mengatakan kalau Kitab itu ada di sini.


Masih dengan suasana tegang. Mereka terus berbicara mengenai kitab naga sakti. Yang sebenarnya sudah tidak ada di Padepokan Tunggal Kecher.


"Kabar burung, atau kabar angin yang ki jorang dengar saat itu?


"Tidak peduli dari mana aku mendengar nya !


"Cepat,! serahkan Kitab Naga Sakti itu padaku. || desak ki jorang dengan mata melotot.


"Kitab itu tidak ada padaku, tidak ada juga di Padepokan ini. || prambana menunjukkan wajah datar dan tenang.


"Jangan membodohi ku.


"Serahkan sekarang juga, atau akan ku hancur lebur kan Padepokan ini.


"Sampai aku temukan Kitab itu.


"Aku tidak berbohong.


"Kenyataan nya Kitab itu tidak ada di sini !. || menunjukkan wajah yang men-yakin kan.

__ADS_1


"Jika kau tidak menyerahkan nya.


"Akan aku cari sendiri sampai ketemu"


Ki jorang berjalan. Hendak masuk ke dalam ruangan di depan nya.


Beberapa langkah lagi menuju pintu. Dengan gesit prambana menghadang jalan ki jorang.  Dia lantas berkata


"Tidak akan semudah itu, untuk masuk kedalam."  Pandangan tajam dan mantap di lesatkan ke arah ki jorang.


"Aku tidak pernah memandang remeh musuh musuh ku ! || senyuman jahat ki jorang terlihat jelas sekali. Bersamaan dengan serangan nya. Membuat prambana terpukul mundur.


"Wussshhhhh . . "


Dengan gesit ki jorang mengejar prambana. Serangan demi serangan di lesat kan oleh kakek tua itu.


Pukulan dengan tangan terbuka. Tendangan melingkar.  Di susul dengan Cakar harimau secara terus menerus.


Prambana dengan gesit menghindari serangan ki jorang. Mengelak ke kanan dan ke sebelah kiri. Lalu dengan ringan mendoyong kan tubuh nya. Namun setelah tertekan mundur oleh serangan cakar harimau. Saat itu baru prambana mulai menyerang balik.


Di tangkis tangan ki jorang dengan tangan kanan nya. Di hantam kan tijuan ke arah dada ki jorang. Namun kembali di tangkis. Di susul dengan serangan serangan tangan yang lain.


namun kenyataan nya, tubuh ki jorang mulai bergetar setelah serangan itu.


"Kau masih mau melawan ku, dengan jurus jurus mu yang seperti ini ! || disusul dengan tawa kecil. Ia sengaja membuat bualan untuk memancing amarah prambana.


"Ternyata ki jorang tidak lah sehebat yang orang lain katakan. " prambana tahu benar dengan kekuatan tubuh ki jorang yang lemah.


"Orang lain berkata, pasti karena pernah melihat.


"Bahkan itu belum se-ujung kuku dari jurus ku. || tetap sombong meski sadar akan keadaan nya.


"Aku tidak ingin melanjutkan perkelahian ini, dan di bilang menindas orang tua.


"Sebaik nya ki jorang cepat pergi !! || dengan tegas memberitahukan.


"Tubuh ku mungkin lemah, tetapi aku belum mengeluarkan ilmu ku. || selesai dengan ucapan nya. Dia meng-angkat kedua tangan nya ke atas kepala. Membuka lebar kaki kanan nya ke samping. Dengan pikiran tenang dia mulai menghimpun kekuatan alam yang di serap nya.


Melihat tindakan ki jorang. Prambana sudah bersiap untuk serangan yang akan dia terima. Dan --


"Glleeegarrr . . gllegaarrr . . glleegarr "

__ADS_1


Serangan tiga kali berturut turut dengan tenaga dalam tinggi. Di lesat kan ke arah prambana. Prambana menghindari semua serangan itu dengan cepat. Namun di lihat nya hasil serangan ki jorang. Membuat hancur pohon pohon yang berada di belakang nya.


"Kalau terus di biarkan, bisa hancur lebur Padepokan ini. Karena serangan kakek tua kurus itu." pikir prambana setelah sadar karena membiarkan ki jorang mengeluarkan ilmu nya.


Perkelahian masih terus berlanjut. Prambana terus membiarkan ki jorang mengeluarkan semua jurus jurus nya.  Dengan gesit dia juga terus meghindar. Meski sempat terkena sedikit dan membuat nya terjatuh ketanah. namun prambana masih sanggup menghadapi ki jorang.


Sampai tiba saat nya prambana menyadari jika jurus yang di miliki ki jorang telah semua nya di keluarkan.


Dengan bergegas dia mengeluarkan jurus nya. Ketika ki jorang melesat kan serangan. Maka secara bersamaan prambana juga menghimpun kekuatan   dan menyerang ki jorang.


Mereka berdua bersama-sama mengeluarkan tenaga dalam dengan kekuatan tinggi. Secara bersamaan kekuatan itu mengarah ke lawan. Dan saat berada di tengah. Kekuatan itu bertemu, saling bertabrak kan.


"Duuuuaaaaarrrr " ledakan hebat yang di hasil kan oleh kedua serangan.


Tidak berhenti disitu. Dengan gesit prambana melesatkan serangan lagi. Di susul oleh ki jorang. Serangan mereka saling bertemu dan membuat ledakan keras.


Setelah beberapa lama mereka melakukan serangan itu terus menerus. Prambana melesat kan serangan yang sama. Namun kali ini dia melesat kan dua serangan. Ber-urutan dengan sangat cepat.


"Hhiiiiiaaaat" prambana dengan mengeluarkan tenaga dalam nya.


"Whhuuss . .


"Whhuuss . .


"Dduuuarr . . " satu serangan yang saling bertemu.


"Ddduuuuarrrr . . "  serangan kedua mengenai ki jorang. Tubuh nya terpental jauh kebelakang.


"uHuuk . . uHHuuk . . .  || di susul dengan darah  segar yang keluar dari mulut ki jorang. Tubuh nya yang sudah menyentuh tanah. Sulit untuk bangkit kembali karena serangan itu.


"Apakah ki jorang masih ingin mencari Kitab Naga Sakti ? || tetap berdiri jauh di depan ki jorang.


"Akan aku cari kitab itu sampai dapat.


"Kau tunggu saja ! Aku pasti kembali mencari Kitab Naga Sakti. || dalam hitungan jari ki jorang menghilang setelah selesai dengan ucapan nya.


Tentu itu membuat lega hati sang guru prambana. Terdengar langkah kaki parga dan pargi ke arah guru nya. Dengan wajah bangga kedua murid itu menatap guru nya. "Guru sangat hebat" kalimat itu terbesit oleh kedua murid itu . dan terus tersimpan di dalam kepala mereka setelah kejadian malam ini.


#Bersambung >>


jangan lupa klik SUKA & Favorite ya ♡♡

__ADS_1


__ADS_2