Klise

Klise
10. serumah


__ADS_3

“ kalian mau ciuman ya.. jangan disini,nanti ketahuan mama papaku bisa gawat“


Adhan sigap menyentil kepala kak Firas dengan kasar.


“Apa yang ada diotakmu?“


“tapi kalian bertatapan tajam,itu awal dari adegan ciuman seperti film barat“


“otakmu benar-benar perlu disapu“


kali ini Adhan melangkahkan kaki panjangnya mengejar kak Firas yang berlari cepat. Mereka seperti anak kecil yang bermain kejar-kejaran,mereka adalah sahabat karib sejak dulu.


Aku dengan Adhan juga selalu menceritakan semua yang menjadi rahasia hidupnya pada kak Firas. Mereka mewarnai hari mereka dengan berbagai cara,kadang mereka bertengkar hebat dan selang beberapa menit mereka sudah akrab kembali. Mereka juga sering usil satu sama lain. aku pernah heran kalau ternyata Adhan juga bisa iseng. Aku kira Adhan adalah orang yang selalu serius tanpa humor.


Tapi sejak sering bersama dengannya,dia adalah orang yang bisa berhumor juga. Dia lebih menyenangkan dari yang aku kira. Hangat dan sangat menyenangkan untuk tetap berada di dekatnya. Kak Firas,juga orang yang sangat baik. Dia juga kerap menghiburku dengan cerita-cerita konyol yang membuatku tertawa lepas. Hidup diantara mereka benar-benar berwarna.


Kak Firas juga membantuku membuat makanan bila aku tiba-tiba lapar di luar jam makan. Aku hanya merindukan rasa dari telur mata sapi. Kak Firas sangat sigap dan pandai berkreasi di dapur. Dia membuatkan aku telur mata sapi dan tidak lupa menambahkan beberapa sayur-mayur di piringku. Dia sangat peduli dengan makanan empat sehat lima sempurna. Senyum selalu menghiasi wajahnya yang ramah. Berbeda jauh dengan Adhan yang selalu terlihat pendiam,walau dengan sedikit godaan dia akan merubah struktur wajahnya itu.


“ apa yang kamu lakukan?“


Adhan datang tanpa salam,hingga kami tidak menyadari dia berada di depan meja makan ini. Kak Firas tersenyum dan mempersilahkan dia duduk di sampingnya. Dia juga mengambil piring makanku,sedikit dia periksa macam-macam makanan yang ada di piring itu.


“ Kak Firas yang membantuku membuat telur mata sapi “

__ADS_1


“ kamu tidak membubuhkan apapun kedalamnya kan Firas?”


“ apa maksudmu,aku hanya membubuhkan sedikit garam didalamnya “


“ baiklah,biar aku cicipi “ Adhan mengayunkan sendok kedalam mulutnya. Apa dia takut kak Firas meracuniku?


“ agak sedikit aneh,cobalah “


“ benarkah? “ Kak Firas makmum saja,dia juga mencoba telur matasapi buatannya. Semakin ku amati,mereka semakin lahap saja. Dan aku fikir makanan itu sudah hangus dari piringnya.


“ kenapa kalian menghabiskan makananku?“


aku sedikit meninggikan suaraku,mata mereka bersamaan memandangku. Aku menghembuskan nafas kesal,aku sungguh merasa lapar.


Sejak tadi pagi aku hanya diijinkan melahap bubur saja. Aku ingin yang berbeda,setidaknya nasi dan telur itu lebih baik. Atau hanya telur dan sayur,lagi pula kenapa Adhan selalu datang disaat yang tidak tepat. Dia selalu menggangguku,aku takut bicara yang menyinggung perasaannya. Aku hanya ingin dia sesekali tidak turut campur urusan makanku. Sebaiknya dia beralih menjadi menteri per-gizian sajalah.


Aku sama sekali tidak melihatnya,meliriknya saja sedikit. Dia menyodorkan piring berisi benda yang sama seperti yang dia habiskan tadi. Melihat makanan aku benar-benar harus membuang rasa kesalku,aku tidak ingin semakin lama terhanyut dalam rasa kelaparan. Adhan menjejalkan sesendok demi sendok makanan kedalam mulutku. Makanan benar-benar membuatku luluh ari kesal. Tidak lama kemudian kak Firas juga datang membawakan beberapa buah.


Dia juga mengupas dan menjejalkannya di mulutku. Mereka benar-benar manis saat baik begini. Aku juga melihat kedua orang ini tersenyum simpul. Kalau booleh memilih warna,entah hari ini harus ku beri warna apa. Yang pasti aku merasa bahagia di ujung senja. Terlebih sebelum pergi Adhan juga memberitahuku bahwa besok adalah hari aku bisa mengepakkan tangan kananku dengan leluasa. Perban dikepala juga akan dilepas bila sudah memungkinkan. Aku sudah sangat lelah berada dalam segudang keterbatasan seperti ini.


Hari ini,aku harus ke rumah sakit untuk menindak lanjuti tangan kananku. Pagi sekali Adhan sudah bertamu kerumah ini. Sepertinya dia tidak mengikuti jam kuliah,dia bilang tidak ingin merepotkan keluarga Jinny jadi dia sendiri yang akan menemaniku ke rumahsakit. Tidak ubahnya seperti saat pertama aku dan dia pergi melepas gift di kakiku. Aku merasa sangat dag dig dug di jantung. Adhan pula yagn menenangkanku,lagipula ini bukan hal yang besar aku tidak seharusnya takut menghadapi ini. Setelah beberapa waktu bergelut dengan tim medis.


Akirnya aku bisa lolos dengan selamat. Tanpa ada satupun yang menempel di tubuhku,hanya plaster kecil didahiku. Senyum sumringah Adhan menyambutku saat aku keluar dari ruangan besar berbau obat ini. Dia lekas membawaku pergi,dan menghabiskan waktu bersamanya. Kami hanya mampir ke masjid terdekat untuk menjalankan kewajiban kami,empat rakaat di jam 13.00 WIB dan empat rakaat di jam 16.00 WIB. Entah kemana saja ini,yang jelas kami menghabiskan fajar di luar.

__ADS_1


Mulai taman hiburan,hingga pantai lepas. Setelah senja tiba,kami kembali ke rumah Jinny. Aku juga berencana untuk segera keluar dari rumah Jinny. Pasti sudah sangat merepotkan dengan kehadiranku yang selalu tidak bisa ini itu sendiri. Bahkan untuk cuci muka,gosok gigi dan yang lain harus dibantu. Tidak ada satu katapun yang pantas untuk membalas kebaikan mereka. Meski demikian,Jinny dan kedua orang tuanya bersikeras untuk aku tetap tinggal bersama mereka.


“sudahlah,tinggal saja disini. Ada banyak kamar tamu yang bisa kamu pilih,jangan mentang-mentang gajimu bertambah kamu sombong tetep ingin tinggal di rumah kos. Lagi pula bukankah kamu sudah tidak betah tinggal disana?“ Jinny berkicau seenak kemauannya sendiri.


“ iya nak Zhulaikhah,,tetap saja disini. Kami tidak direpotkan,justru kami sangat senang kalau nak Zhu disini. Jinny jadi punya teman “


“ ya walaupun aku harus menjaga semua barang keramik mama,agar tidak pecah tertabrak olehmu. Tapi selama beberapa waktu ini kehadiranmu sangat berarti untukku Zhu“


mulai alay Jinny mengarang kata.


Aku benar-benar merasa sangat tidak enak dengan ini semua. Apalagi mama Jinny yang juga sangat memaksa. Aku harus berdebat lama dengan mereka. Sebanyak apapun aku mengulurkan alasan,mereka tetap tidak mengijinkan aku pergi. Hingga akirnya aku melihat kak Firas datang membawa banyak barang. Kami bertiga sempat terperangah dengan aktifitasnya.


“ kamu bawa apa Firas?“


“ barang-barangnya Zhu“


“ HAH ??? “


aku benar tidak bisa berkata-kata. Diam seribu bahasa,bahkan kak Firas juga yang membawa semua barang itu ke kamar yang dia pilih untuk tempatku tinggal. Mau tidak mau aku akan menjadi bagian dari mereka.


\=\=\=\=\= Bersambung \=\=\=\=\=


Kisahnya masih bersambung dear,jangan bosan bacanya ya.. kritik saran komen,like,juga saya harapkan untuk kelanjutan kisah di episode-episode berikutnya.

__ADS_1


Buat kamu yang pengen kasih saran keras bisa email aja di realraraabdullah@gmail.com atau bisa juga ke kimjangmi.**@gmail.com


Kita bisa kenalan biar saling kenal dan tukar pengalaman. Thanks dear, i love love love you so much hehehe


__ADS_2