
“ Cantik sekali putriku “ Ayah mendaratkan kecupan manis di keningku,begitupun dengan ibu.
“ ayah,ibu terimakasih karena sudah membuatku sangat bahagia. Aku sangat beruntung,dan sebuah anugerah aku bisa terlahir sebagai putri kalian dan,, “
aku tidak bisa membendung air mataku,ayah segera mendekapku erat. Bagaimana tidak,aku memang sangat beruntung bisa memiliki mereka. Seandainya aku adalah Zhu yang dulu,seorang anak sebatangkara yang berjuang untuk hidupnya.
Makan mie instan setiap hari,tinggal di kamar sewa dan jangankan barang mewah,pakaian saja aku hanya punya beberapa potong. Tapi sekarang,apapun aku punya. Apapun yang aku mau dengan mudah aku dapatkan.
“ ayah,tamu undangan ayah sudah datang “
usai mengusap air mataku,ayah dan ibu segera menemui tamu undangan. Dan kakakku Adhan,seperti biasa dia akan terlihat seperti orang yang hilang kesadaran. Hanya mendekat dan mendekap tubuhku begitu saja. Setelah itu dia akan melepas dekapannya,dan menimang wajahku dengan tangan kanannya.
“ kenapa kamu cantik sekali adikku ?”
“ mungkin karena memakai gaun ini jadi aku terlihat cantik “
mendengar celetukanku dia memberiku senyum indahnya. Senyum yang pernah membuatku tunduk patuh itu merekah indah seindah fajar di musim semi.
“terimakasih karena memberiku gaun seindah ini kak “
“tentu saja,aku akan memberimu hal yang paling indah. Karena kamu juga membuatku merasakan hidup yang indah. Ya,,walaupun kamu sangat ceroboh,bodoh tapi aku sangat bahagia memiliki adik sepertimu “
kata-kata itu membuatku geram,tapi dia justru memelukku erat. Dia adalah kakak terbaik yang pernah aku kenal. Kakak yang selalu memastikan aku akan bahagia,kakak yang selalu memastikan aku mendapatkan cinta dan kasih sayang yang lebih.
Beginilah kehidupan kami,resepsi pernikahanku digelar sangat meriah. Penuh dengan tawa bahagia dari setiap mata. Kak Firas terlihat sangat sempurna dengan busananya. Kak Lai yang sangat cantik dengan caranya,kakakku Adhan yang penuh pesona,kedua orang tua kami yang membaur dalam lautan kebahagiaan. Kami memotong kue pernikahan yang kak Lai siapkan. Kue ini terlihat sangat anggun dan menawan,terasa sayang untuk memotongnya.
Tapi bagaimanapun,dia dibuat untuk dipotong. Semua potret kebahagiaan ini terlihat lengkap,aku kembali tertegun saat sepotong kue ini hendak aku suguhkan untuk kak Firas. Bukan karena aku kembali terpanah olehnya namun karena kehadiran seorang wanita berambut panjang tertata rapi,dengan gaun putihnya yang panjang menjurai. Dia tersenyum bahagia,tepat dihadapanku.
“aku bahagia,kamu memilih kakakku. Bahagiakan dia,seperti dia yang selalu berusaha membahagiakanmu. Selamat Zhu “
dia bertutur lembut sehalus salju. Tapi dia menghilang saat tangan kak Firas menyentuh tanganku dan menggigit potongan kue yang sedari tadi hanya tertahan begitu saja. Dia tersenyum dan memberiku jatah kue untuk ku lahap.
“ Jinny “
Aku tertegun dalam hati,seraya menyisir semua sudut. Aku berhasil melihat dia berada dikerumunan tamu,dia melambaikan tangannya dan tersenyum. Seperti biasa dia sangat ceria dan terasa sangat nyata.
...-------o0o-------...
Aku terjaga saat suara Adzan berkumandang. Bukan suara kakakku,tapi suara panggilan dari Allah untuk melaksanakan dua rakaat sebelum fajar menyapa. Aku tidak melihat kak Firas di sudut manapun. Karena malam ini aku terlelap dikamar Jinny. Suara ketukan pintu dapat kudengar dengan jelas,aku segera bergegas dan membuka daun pintu kamar ini. Kak Firas sudah terlihat rapi dengan kostum ibadahnya.
“ Jama’ah “
dia berkata halus berbumbu senyum. Aku segera bergegas kekamar mandi dan bersiap. Dia duduk bersila di atas sajadah hijau mudanya. Sementara aku bersiap mengenakan mukenahku dan segera mengambil jatah tempatku. Usai menjalankan dua raka’at,dia mengulurkan tangannya segera ku sambut dan kukecup punggung tangan berotot nan penuh kasih itu. Dia hanya tersenyum dan melakukan hal serupa denganku. Dia benar-benar suami yang sangat mengagumkan. Hanya saja aku yang masih selalu canggung untuk kontak fisik dengannya,hingga harus menghindar dari ini dan itu.
__ADS_1
Pagi ini dia mengajakku untuk bersepedah pagi. Sama seperti kakakku dia juga sangat suka berolahraga pagi. Kami hanya berkeliling komplek perumahan saja,setelah dirasa cukup kami kembali kerumah. Aku harus pergi kekampus untuk sekedar melihat jadwal sidang. Kak Firas juga pergi ketempat kerja untuk mengurus sedikit hal. Seperti biasa dia akan mengantarku ke kampus. Sebelum kami menikah,aku sudah terbiasa untuk diantar jemput olehnya. Dia tidak pernah mengijinkan aku kemanapun sendiri. Sesampainya di gerbang kampus,sedikit berpamitan dan mengucap salam. Aku mengambil langkah untuk keluar dari mobil.
“ Zhu… nanti jangan kemanapun sebelum aku menjemputmu “
“aku mungkin hanya sebentar,karena memang hanya melihat jadwal saja”
“tidak peduli sebentar apapun kamu disini,segera hubungi aku saat urusanmu sudah selesai “
“baiklah “
singkat dan padat aku menjawab dan segera berpaling mengambil langkah,tapi dia masih saja menghentikan langkahku. Dia melambaikan jemari untuk memanggilku kembali.
“ ada apa dipipimu itu ?”
“ ada apa ? “
“ coba lihat di spion “
aku segera melakukan hal yang dia minta,takut saja kalau-kalau memang ada sesuatu yang aneh di pipiku. Seingatku aku tidak merias apapun pagi ini.
“ tidak ada apapun “
“benarkah ? “
dia mendaratkan kecupan manis dipipiku. Aku tergangah,merah dan malu. Sementara kulihat dia hanya tersenyum manis. Salah tingkah aku segera beranjak menjauh dan jauh tanpa meliriknya sedikitpun. Mungkin ada sekitar dua meter aku berjalan menahan merahnya wajahku,aku tetap memberanikan diri untuk membalikkan badan. Aku pikir dia sudah pergi,tapi ternyata dia masih menyambutku dengan senyum dan menggerakkan bibirnya perlahan.
“ I LOVE YOU “
bisa kutebak itulah gerakan bibirnya saat ini. Aku tersenyum,segala perasaan ada disini. Malu,bahagia dan sangat tenang melihat senyum manis dari wajah itu.
“ I LOVE YOU TOO “
itu jawaban yang kuberikan,dia melambaikan tangannya dan segera berlalu.
Pagi yang berawal sangat indah. Ini adalah hari pertama pernikahanku,masih aku ingat dengan jelas tadi malam berlangsung resepsi pernikahan kami. Kak Firas juga memberiku ijin untuk terlelap di kamar Jinny tanpa harus satu kamar dengannya. Dia faham benar aku masih sangat canggung dan malu. Ada baiknya aku belajar sedikit demi sedikit untuk terbiasa hidup dengannya.
Setelah selesai dengan urusanku,aku menuju kantin sekedar mengingat masa silam. Masa dimana pertama kali aku merasakan perhatian Adhan yang berlebih. Dia mengganti makananku,dia menemaniku makan siang. Masa disana aku pernah harus berhadapan dengan gondoruwo wanita itu. Dan masa dimana aku selalu terbuai perhatian kakakku. Aku selalu makan mie instan disini. Setelah puas mengingat hal disana,aku segera menghubungi kak Firas.
Ups,maksudku aku segera menghubungi suamiku. Memang masih sangat kaku,sama seperti pertama kali aku belajar memanggil Adhan dengan sebutan kakak. Dalam hitungan menit,kak Firas sudah tiba didepanku. Dia selalu terlihat sumringah dengan senyumnya. Hal pertama yang dia tanyakan adalah.
“ kapan sidang ? “
__ADS_1
“ dua minggu lagi “
“persiapanmu sudah selesaikan ?”
“ kapan sidang ? “
“ dua minggu lagi “
“persiapanmu sudah selesaikan ?”
“sudah semua “
Tiba-tiba aku merasa ada yang aneh dengan laju mobil kami. Sudah hampir satu jam kami melaju,tapi tidak kunjung sampai di tempat tujuan. Aku juga melihat sekeliling,tidak sama dengan jalan yang biasa kami lewati.
“ ini bukan jalan pulang “
“ kita memang tidak pulang “
“kemana ? “dia hanya menunjukkan beberapa lembar brosur.
PAKET WISATA HONEYMOON BROMO
Aku hanya bisa menelan ludah melihat brosur ini. Kak Firas benar-benar selalu melakukan hal diluar dugaanku.
“tapi aku belum bersiap,aku bahkan tidak membawa apapun “
“sudah aku siapkan”
“apa ?” dia menunjuk kebelakang,segera aku periksa dan memang benar disana ada koper. Sudah aku bilang kak Firas tidak bisa ditebak. Dia sudah menyiapkan pakaianku untuk liburan kali ini.
“hanya untuk tiga hari dua malam,aku ingin membuatmu tidak canggung kepadaku. Kamu adalah isteriku,dan aku suamimu. Jadi belajarlah untuk menerimaku,menerima semua perlakuanku”
matanya tajam menyelidik. Dia begitu sabar dan lembut,dia juga pengertian dan selalu membuatku mendapatkan kebahagiaan. Dia benar,aku harus belajar untuk menerima semua perlakuannya,sentuhannya. Dan inilah potret kami,potret kebahagiaan kami. Aku benar-benar memanfaatkan waktu tiga hari dua malam itu untuk menghapus semua rasa canggungku.
Aku mulai berani menyentuhnya bahkan tidak sungkan untuk menggenggam tangannya sepanjang jalan. Kami bercanda tawaria. Kami memulai semua dari awal. Rasa canggungku,raguku,Maluku untuk menatapnya. Semua itu berganti dengan keberanian. Inilah hidup kami. Kak Firas bukan hanya masa depanku dia juga hidupku duniaku.
...\=\=\=\=\= THE END \=\=\=\=\=...
Selesai sudah kisah Zhu dan bala kawannya hehehe. Kalau banyak yang dukung akan saya tulis episode Adhan dan Laili. Mohon dukungannya readers.
Buat kamu yang pengen kasih saran keras bisa email aja di realraraabdullah@gmail.com atau bisa juga ke kimjangmi.**@gmail.com
Kita bisa kenalan biar saling kenal dan tukar pengalaman. Thanks dear, i love love love you so much hehehe
__ADS_1