Klise

Klise
07. Honor baru


__ADS_3

Pagi yang melelahkan. Aku terbangun dengan malas. Kebiasaan baruku sejak memiliki handphone baru adalah memeriksa handphone. Ada pesan atau tidak.


maruko chan,kita ke budha tidur pagi ini! bersiaplah,aku jemput jam tujuh


~adhan 03:00~


“ TUHAAAANNNN ini mendekati jam tujuh pagi,aku belum mandi “


aku segera meloncat ke kamar mandi. Hari ini aku tidak melaksanakan dua rakaat apapun karena berhalangan,perutku juga terasa sangat nyeri. Kenapa dia tidak mengatakan hal ini kemarin saja,aku sangat tergesah-gesah pagi ini. Usai bersih diri aku segera merias sedikit wajah lusuh ini. Baju juga alakadarnya saja,apalagi saat telephone mulai berdering.


“ Ya,,“


“ hei maruko chan.. aku sudah di depan rumah kosmu ! cepat keluar“


Aku tidak menjawab apapun,aku hanya melanjutkan dandananku yang kurasa sedikit aneh. Semakin panik saja aku dengan jenis pakaian seperti ini. Tiba-tiba terlintas dibenakku untuk mengintip sedikit pakaian yang Adhan kenakan.


Dia sangat casual. Hanya memakai celana jeans panjang dan kaos lengan panjang,jaket juga tersampir di badan sepedah motornya. Dia terlihat anggun saat duduk di motor besar dengan gaya casual begitu. Tapi tunggu,aku pernah memiliki kaos lengan panjang dengan warna senada.


Aku akan pakai kaos dengan warna itu,biar terlihat couple hahahaha __pikirku


Aku tertawa licik dengan pikirku. Segera aku meluncur ke kamar dan mencari letak kaos warna biru aqua,lengan pendek dan sedikit agak besar untuk ukuran tubuhku saat ini.


Diakiri dengan bercermin dan aku sangat puas dengan penampilan ini. Celana jeans,kaos biru aqua dan tas kecil sebagai pemanis.


Sekarang waktunya untuk menemui pangeran bermotor hahaha


“ kenapa lama sekali,apa saja yang kamu lakukan? “ dia terihat kesal,tapi wajah tampannya tidak pernah berubah,justru semakin tampan.

__ADS_1


“ aku baru bangun setengah jam yang lalu“


“ Apa sesiang itu kamu bangun dihari libur? “


“ ya karena aku sedang... “


bukan waktu yang tepat dan sangat tidak etis kalau aku blak-blakan mengatakan aku sedang halangan.


“cepat naik ! “


Semua perasaan dan anggapan bahwa dia akan meninggalkan aku seperti aku menanggalkan gift di kakiku,semua itu salah. Kami justru semakin dekat dan terlihat semakin sering bersama. Dia tidak pernah melupakan makan siang di kantin kampus,dia juga menghiburku disaat hari libur begini. Kadang dia mengajakku sekedar jalan-jalan dihari libur. Kami sudah tidak cangung lagi untuk saling bersentuhan. Bahkan terkadang kami mengambil foto bersama. Aku juga lebih sering melihat senyumnya. Perlahan hidupku cukup bahagia dan sangat membahagiakan. Aku selalu mengawali pagi dengan bertemu dengannya.


Berangkat ke kampus dengannya,makan siang dengannya. Dia juga mengantarku pergi ke studio untuk siaran. Dia juga selalu memastikan aku makan teratur dan makan dengan baik. Kami semakin dekat dalam hal apapun,aku juga mulai menceritakan segala yang aku kesalkan. Menceritakan segala yang aku senangkan padanya. Kami mulai mengenal selera satu sama lain. Selera berpakaian,selera musik,selera makan dan apapun itu.


Hari ini entah ada angin apa,Adhan memintaku menemaninya memilih pakaian. Banyak sudah yang dia pilih dan dia coba dihadapanku. Aku tidak bisa menentukan yang mana yang paling pas. Karena menurutku,dia sangat cocok memakai apapun. Dia juga memilih beberapa pakaian wanita,aku juga mencobanya. Aku suka pilihannya,dia memilih yang simple tapi terlihat sangat anggun. Aku merasa sangat special dengannya.


“ hah,,, softpink,yang mana? aku tidak suka“


“ tapi kamu sangat cocok dengan warna itu. Sudahlah ambil saja,kemudian coba warna ini“


Aku hanya tunduk patuh pada pandita satu ini. Dia memilih dress warna biru aqua. Dress yang satu ini agak sedikit terbuka,aku tidak suka dengan baju terbuka seperti ini. Ini dress tanpa lengan dan aku fikir seleranya sedikit jorok kali ini,dia tidak mungkin memilih baju ini untukku kan?.


“ hei,,kenapa kamu menutupnya? lepas kardiganmu ! “


“ aku tidak suka memakai pakaian terbuka ! “


terlihat dia sedikit berfikir,mengapa dia harus berfikir untuk ini. Sangat jelas mungkin dia ingin aku memakai ini.

__ADS_1


“ baiklah,lagipula aku hanya ingin tahu itu pas atau tidak “ dia membuka suara. Kali ini justru aku yang ternganga dan bertanya-tanya. Di tempat pembayaran aku tidak turut campur.


Sudah pasti dia yang membayar semuanya. Aku tidak meminta dia untuk membelikan,tapi dia punya inisiatif sendiri jadi terserah dia.


Yang membuat aku bertanya-tanya,kenapa dia membayar baju tanpa lengan tadi. Apa dia tetap memintaku untuk memakainya?. Tidak akan pernah !!


Setelah selesai berurusan dengan toko baju,dia kami mengunjungi toko sepatu. Aku tidak berminat sama sekali. Dia membeli sepatu olahraga,aku mulai memahami aktifitasnya. Dia selalu lari pagi setiap hari. Dia benar-benar peduli dengan kesehatan,berbeda denganku. Dia juga sempat memintaku mencoba sepatu hak tinggi. Aku berusaha mengalihkan perhatiannya,tapi tetap kekeh memintaku mencoba. Benar-benar bocah kurang ajar.


Aku sama sekali tidak pernah menggunakan hak tinggi. Aku mencoba satu sepatu pilihannya,dia masih saja memilih warna softpink yang menurutnya sangat cocok denganku. Ssampai saat ini aku memang tidak pernah tahu warna apa yang cocok untukku. Sedangkan dia langsung tahu dalam sehari. Aku mencoba sepatu ini tanpa harus berjalan. Sudah bisa ditebakkan kalau aku tidak bisa berjalan dengan hak tinggi. Berkali-kali Adhan memintaku menggunakan,tetap saja aku tidak ingin. Kali ini sangat keterlaluan. Aku tidak bisa berjalan dengan hak tinggi ini.


Walau aku tidak mau,Adhan tetap membayar sepatu untukku. Dia bilang suatu ketika aku pasti mau menggunakannya. Padahal dalam benakku aku tidak akan pernah menggunakannya. Dia membelikanku banyak barang hari ini. Aku tidak meminta,aku menolak tapi dia tetap saja membeli untukku. Usai berbelanja ria,kami segera menuju rumah kosku. Adhan memang merubah aktifitasku,dia selalu mengingatkan aku untuk beristirahat dengan teratur. Makan dengan baik. Perlahan kebiasaan mie instanku juga berkurang,apalagi setiap pagi Sisil selalu mensubsidi vitaminku dengan segelas susu dan buah –buahan segar.


Aku memang semakin dekat dengan Adhan,tapi diantara kami tidak pernah terucap kata untuk ingin saling memiliki. Dari sikap Adhan,aku bisa menilai kalau dia sangat peduli denganku. Dia sangat sayang padaku,tapi sorot matanya dia sama sekali bukan orang yang sedang tertarik padaku. Hanya mataku yang tidak pernah bisa berbohong,aku sangat mengharapkan dia. Berharap dia bisa aku miliki dan ku genggam hatinya.


Mungkin aku berhayal terlalu tinggi,aku harus mulai sadar dan terbangun agar saat jatuh nanti tidak merasakan sakit. Namun dari raut sikapnya,dia seolah ingin selalu menggenggam tanganku agar tak jatuh. Entahlah harus bagaimana aku menyikapinya,dia juga tidak pernah berujar apapun. Hanya bersikap hangat dan dekat denganku. Dia selalu membuat aku merubah kebiasaan yang menurut dia buruk. Sering membuatku terkejut dengan ulahnya yang tidak-tidak,aku pernah berfikir dia adalah mahluk aneh yang tersasar.


Tapi seaneh dan sekaget apapun aku dengan sikap Adhan,kejadian sore hari diawal pekan ini aku lebih kaget lagi. Melihat strip gajiku,gaji siaranku jadi berlipat-lipat nilainya. Sempat aku bertanya pada atasanku,beliau hanya menjawab.


“ ada project yang menginginkan suaramu sebagai model iklan radio kita,dan mereka ingin kamu yang menangani iklan besar ini. Karena itu setengah dari biaya iklan untuk kamu,ya di bagi rata dengan radio, lima puluh persen untuk radio dan lima puluh persen untuk kamu “


\=\=\=\=\= Bersambung \=\=\=\=\=


Kisahnya masih bersambung dear,jangan bosan bacanya ya.. kritik saran komen,like,juga saya harapkan untuk kelanjutan kisah di episode-episode berikutnya.


Buat kamu yang pengen kasih saran keras bisa email aja di realraraabdullah@gmail.com atau bisa juga ke kimjangmi.**@gmail.com


Kita bisa kenalan biar saling kenal dan tukar pengalaman. Thanks dear, i love love love you so much hehehe

__ADS_1


__ADS_2