Klise

Klise
29. Nakal


__ADS_3

“kamu pasti cemburu,aku minta maaf ya aku kira itu tadi Adhan aku benar-benar tidak sengaja melakukannya “


wanita ini terlihat sangat menyesal dengan insiden tadi. Aku hanya tersenyum menghapus rasa sesalnya.


“ tidak apa-apa,asal jangan lagi saja hehehe “


“tidak akan “


“ ya sudah,kamu disini saja dulu. Silahkan habiskan rasa rindumu itu dengan Adhan,kami pergi dulu ya.. “


kak Firas,merangkul pundakku dan membawaku keluar dari kamar Adhan ini. aku melihat Adhan berseri-seri.


Mulai hari ini,kamu tidak akan bisa lagi usil dan selalu jadi orang ketiga dalam hubunganku. Orang ketiga adalah setan, sampai kapan kamu mau jadi setan ?


Pikirku mencambuk-cambuk tidak keruan. Aku dan kak Firas,berbincang kecil dikamarku yang penuh dengan nuansa biru muda. Hingga mencapai kesepakatan,kami akan membuat nasi goreng untuk menu sarapan. Kebetulan ayah dan ibuku sedang berada dirumah paman. Hanya berada di kabupaten sebelah,tapi mereka menginap beberapa hari. Kak Firas mulai mengiris bumbu yang diperlukan,sedang aku juga memotong sosis untuk kami bubuhkan dalam nasi goreng pagi ini. Dilihat dari gayanya,aku bisa menilai kak Firas sangat mahir dalam dunia iris mengiris __hehehe__.


Aku yang setiap hari belajar memasak dari ibu saja belum bisa semahir itu. Tiba-tiba aku berada diantara kedua lengan berotot ini. Dia membantuku memotong sosis sesuai selera. Aku menatapnya lekat,bisa kuhitung jumlah pori-porinya dengan jarak seperti ini. Matanya yang tajam bersinar juga menatapku,membuat aku terbius oleh sinarnya. Jemarinya merayap disela jariku. Kami semakin erat mendekat dan semakin dekat. Aku merasa hembusan nafasnya membelai wajahku dengan lembut.


“ kalian membuat apa ? “ Laili datang memecah keheningan kami. Serentak kami terjingkat beraturan.


“ nasi goreng,kak Lai mau ?“


aku singkat sembari mengatur nafas yang tidak beraturan.


“Laili “ kak Firas membenarkan panggilanku pada wanita berambut sepundak yang berada dihadapan kami.

__ADS_1


“iya,itu maksudku “


aku tersenyum malu. Wajahku pasti sedang memerah sekarang. Ini kejadian kedua yang pernah kami alami. Selalu ada orang yang membangunkan kami saat terbius keheningan.


“aku mau,oh iya Firas.. aku ada tawaran bisnis untukmu,bagaimana kalau rumah makanmu itu dilengkapi dengan cofee shop dan bakery. Aku sendiri yang akan membuat bakerynya. Bisnis ini pasti akan lebih pesat lagi “


kak Firas menatapku sejenak,mungkin dia sedang meminta ijinku untuk tawaran itu. aku hanya tersenyum dan mengangguk. Aku selalu setuju dengan apa yang menurutnya baik. Aku hanya akan selalu mendampinginya dan selalu menjadi semangat untuknya. Dia sudah dewasa,pasti sudah tahu apa yang terbaik.


“baiklah,kita bicarakan dikantor “


kak Firas mengamini tawaran itu dengan tegas. Dia mengusap rambutku dengan halus. Kami melanjutkan aktifitas memasak,sementara kak Laili beranjak menuju meja makan. Tidak lama kemudian Adhan datang dan berbincang hangat dengan pacarnya yang selama ini menjadi pertanyaan itu.


Lupakan saja mereka,aku hanya fokus dengan yang berada disampingku ini. Kami membuat telur mata sapi dan berakir dengan melahap nasi goreng dengan dua pasangan sejoli tadi di meja makan.


...-------o0o-------...


Dia lulusan tata boga,yang mana setiap hari dia akan bergelut dengan aneka masakan. Wajar saja kalau setiap kue yang dia buat selalu menjadi “Top Searching”. Dia juga kerap membawa kue dan juga membuat kue di rumah bersama ibu dan aku. Kami sangat akrab,dan hampir tidak ada batas. Ungkap di ungkap,ternyata kak Laili ini sudah lama menjalin hubungan dengan kakakku Adhan.


Dia harus belajar di Malang,dan Adhan bertahan di sini. Kalau boleh berfikir,mereka adalah pasangan yang hebat. Aku juga pernah menjalin hubungan jarak jauh,tapi berakir dalam waktu satu tahun saja. Sementara mereka bisa bertahan empat tahun GILA bukan ??.


Adhan dan kak Lai ini berteman sejak kecil ternyata,mereka sudah mengenal baik dan buruk kedua belah pihak. Aku juga lebih sering melihat kakaku tertawa lepas sekarang. Kak Lai itu sama persis seperti Adhan,usil dan jahil. Setiap hari mereka menjahili satu sama lain. Berbeda dengan aku dan kak Firas.


Aku cenderung pasif dalam hubunganku,hanya pasrah dan makmum. Sementara kak Firas juga sangat misterius,tiba-tiba datang dan aku fikir dia mulai romantis beberapa hari terakir. Aku masih sangat malu untuk mengungkapkan perasaan. Jujur saja sampai detik ini aku masih belum berani menatap langsung wajah kak Firas. Aku akan menurunkan pandanganku jika kak Firas menatap mataku. Aku juga selalu membisu saat mata tajam itu menatapku lekat,tersipu dan menyuguhkan sebilah senyum. Memang terlihat munafik,tapi aku benar belum bisa berani menatapnya seperti dia menatapku.


Aku hanya sangat suka berada disampingnya,nyaman dan begitu menyenangkan. Aku hanya akan datang dan berbincang kecil dengannya. Entah kapan aku memiliki keberanian,walau sekedar mengungkapkan perasaan saja. Berbeda dengan kak Lai,yang selalu berani. Dia akan menatap kakakku lekat-lekat. Terkadang aku juga mendengarnya memanggil kakakku dengan panggilan khusus. Tapi hanya saat mereka sedang berdua saja.

__ADS_1


“Adhan !! “ suara kak Lai aku dengar sepagi ini. Dia sudah bertengger di dapur bersama dengan ibu. Sementara Adhan berjalan tergesah. Hari ini dia ada pertemuan dengan klien,mungkin takut terlambat. Kak Lai mendekat dan membenarkan dasi kakakku yang selalu kurang rapi.


Mereka bertatapan lekat dan sangat tajam. Aku belum pernah melihat Adhan seserius itu. Dulu saat denganku dia memang sangat tajam,tapi ketajaman matanya berbeda saat melihat kak Lai.


“ Ehem “ aku berdehem di tengah-tengah keseriusan mereka. Sepagi ini mereka ingin menulis adegan apa ?


“maruko chan ! “ Adhan gelagapan melihatku berada ditengah-tengah jarak mereka.


Rasain,memangnya enak di ganggu ??


“kamu tidak kuliah ? “


“ aku libur “


“baiklah aku berangkat dulu,Laili kamu bersamaku atau berangkat sendiri ? “


“bersamamu “


kak Lai lugas menjawab,Adhan segera mengecup keningku dan bergegas. Dua orang ini sangat dewasa dalam hal apapun.


Pakaian,sikap dan sifat. Kak Lai tidak merasa cemburu sedikitpun saat melihat Adhan mengecup atau memelukku. Dia sangat ringan dan santai. Memang benar,dalam menjalin hubungan kita perlu ketenangan. Disanalah kita akan menemukan rasa nyaman dan aman.


\=\=\=\=\= Bersambung \=\=\=\=\=


Kisahnya masih bersambung dear,jangan bosan bacanya ya.. kritik saran komen,like,juga saya harapkan untuk kelanjutan kisah di episode-episode berikutnya.

__ADS_1


Buat kamu yang pengen kasih saran keras bisa email aja di realraraabdullah@gmail.com atau bisa juga ke kimjangmi.**@gmail.com


Kita bisa kenalan biar saling kenal dan tukar pengalaman. Thanks dear, i love love love you so much hehehe


__ADS_2