Klise

Klise
18. kamar Adhan


__ADS_3

“ Jinny denganku!“


kak Firas menarik tangan Jinny dan berjalan menuju arah kendaraan mereka terparkir. Sekarang kak Firas yang aneh dan aku semakin tidak bisa berfikir. Apa daya aku hanya pasrah dan patuh saja. Adhan mengantarku kerumah Jinny. Berselang beberapa waktu,terlihat Adhan dan kak Firas keluar dari rumah berboncengan. Aku dan Jinny berfikir keras memecahkan segala pertanyaan.


“ yang ada dibenakku sekarang adalah,Adhan jatuh hati padamu karena itulah dia melarang keras kamu dan kakakku bersentuhan“


“ tapi Adhan kakakku“


“ itu dia masalahnya,cinta terlarang judul dari kisahmu dan Adhan. Yang aku tahu,kakakku tidak pernah memperhatikan wanita lain selain adiknya. Tapi perhatian kakakku padamu,jauh lebih besar dari perhatiannya padaku. Apa sekarang kakakku juga mulai tertarik padamu? “


“ aku tidak berfikir begitu,aku sudah sangat muak dengan cinta“


“ kuberi tahu ya,kakakku patah hati dua tahun yang lalu. Pacarnya selingkuh dan sampai sekarang kakakku tidak pernah menjalin perasaan dengan wanita lain. tapi kalau sekarang dia jatuh hati padamu,berarti seleranya sudah berubah drastis dan mendekati kata UNIK“


Mataku melotot menghakimi orang didepanku ini. seenaknya saja dia berkata demikian. Belum bisa kami pecahkan kenapa dengan sikap dua orang yang tak lain adalah kakak kami. Kubiarkan saja pertanyaan itu mengambang dalam benak. Dan mengakiri perbincangan pribadi dengan Jinny.


...-------o0o-------...


Setelah membersihkan diriku di kamar mandi,aku beranjak menuju ruang keluarga. Sedikit mencari kaset film yang ingin aku nikmati malam ini. Aku harus bisa membuat ketegangan Adhan mengendor. Aku memilih film komedi. Segera kuputar film ini dan aku merapikan tempat duduk paling nyaman.


Sesuai dengan harapan,Adhan datang dengan beberapa camilan ringan dan duduk disamping kananku. Dia masih saja belum melontarkan senyuman. Kami menikmati tontonan ini bersama,adegan dan segala kata-kata lucu membuatku banyak tertawa. Tapi tidak sedikitpun suara dari bibir Adhan terlempar. Aku berusaha cuek dan menikmati saja camilan yang dia bawa. Tiba-tiba adegan yang tidak aku bayangkan terjadi. Ditengah tenangnya aku menatap tontonan menggelikan ini,ada telapak tangan yang mendarat di pundak kiriku. Aku melirik ringan jemari ini.


Mungkin ini saatnya aku bertanya


Aku menatap wajah kakakku yang memikat ini.


“ boleh aku tanya sesuatu?“ aku memasang wajah manis manja. Dia diam dan membalas tatapanku hangat,tangannya semakin erat dipundakku.


“ Apa?“ dia dingin dan tetap tenang.


“ Sejak kapan kamu tahu kalau aku adikmu?“


dia melepas tangannya dari pundakku,dan sedikit menghembuskan nafas.

__ADS_1


“ sejak aku menemukan dompetmu“


“ Hah ?? “


“ ada Foto didompetmu “


aku menerawang mengingat. Memang benar aku memasang fotoku dengan ibu panti. Saat dimana aku tidak memiliki siapapun. dan saat itulah aku merasa tidak sendiri,karena ibu panti selalu memberikan kasih sayang seperti seorang ibu pada anaknya. Adhan menarikku berdiri dan membawaku ke sebuah ruangan. Ini adalah ruang kerja Ayah.


Kenapa dia membawaku kemari,ayah akan marah. Ini sangat lancang.


“ Lihat ini,fotomu sangat mirip dengan gadis ini. sejak itu aku berusaha mencari informasi tentangmu. Dan aku yakin kamu adalah adikku. Anak Ayah dari pernikahan sebelumnya “


Benar,aku ingat. Jinny berkata bahwa kakaknya banyak bertanya tentang aku,dan kami berfikir kalau kak Firas tertarik padaku. Mungkin semua pertanyaan itu terlontar karena Adhan yang ingin mencari tahu tentang aku.


“ dan.... “ kata-katanya menggantung begitu saja. Aku menatapnya menyelidik.


“ ini “ dia menunjuk foto gadis mungil dengan rambut pendek dan muka sedikit bulat. Aku mencoba mengingat sesuatu.


“ dia terlihat dungu dan ceroboh,seperti chibi maruko chan“


MENJENGKELKAN !!


Sekarang aku semakin yakin,selama ini dia perhatian dan selalu menjagaku semata karena aku adalah adiknya. Dia tidak pernah memiliki perasaan lebih terhadapku. Mungkin aku yang terlalu terbuai,aku terlalu memaksakan keinginan untuk dicintai. Aku berharap cinta dari orang yang tidak seharusnya. Dan semakin aku sadari,bahwa aku harus benar-benar menata hati agar mampu menghapus perasaan lebih ini.


Malam semakin penat semakin gelap,pikirku melayang menerawang gambaran pertemuanku dengan Adhan. Kebersamaan yang tidak pernah aku duga. Aku rasa ada baiknya kenyataan lambat kusadari,aku ingin tahu apa yang akan terjadi bila dia bukan kakakku dari ibu yang lain. Kubiarkan mimpi menghiasi petangku,semakin aku berhayal semakin rapuh saat aku tersadar. Semoga mimpi petang ini menghapus segala hayalan kotor yang tidak patut aku hayalkan. Hingga aku merasa sinar mentari menerobos jendela kacaku.


Silaunya menyinari mataku,aku terjingkat melihat jarum jam. Sungguh keterlaluan aku hari ini. Terbangun saat matahari sudah menyibak kegelapan malam. Segera aku mengambil langkah menuju kamar mandi dan membersihkan diri. Setelah bersiap aku segera menuruni anak tangga. Ku lihat Adhan masih memakai baju santai dan belum terlihat siap untuk pergi kekampus.


“ kamu tidak kekampus?”


“aku tidak kuliah hari ini,aku sudah mulai melakukan penelitian untuk skripsi “


Aku hanya mengangguk mengerti,memang benar ini adalah semester akirnya.

__ADS_1


“ aku sudah menyiapkan sarapan untukmu,setelah sarapan aku akan mengantarmu ke kampus “


“ aku bisa berangkat sendiri,kamu tidak...“


Adhan memaksaku duduk di kursi makan dan sudah tersedia sepiring menu sarapan siap santap. Sempat aku terngangah,apakah dia sendiri yang memasak ini semua?Betapa hebatnya dia bisa memasak makanan seperti ini.


“ kamu memasak untukk?“


“ aku membelinya di persimpangan jalan“


aku hanya mengangguk saja,tanpa membuang waktu aku segera melahap sarapanku. Usai semua kutenggak,Adhan membersihkan semuanya. Setelah itu dia mengantarku pergi kekampus.


Dia juga berpesan agar aku menghubunginya saat jam kuliah sudah berakir. Sebenarnya aku merasa tidak enak bila harus merepotkan dia yang sedang sibuk. Tapi dia tidak akan mengubrisku sama sekali. Dia hanya melakukan apa yang dia ingin lakukan. Entahlah,bagaimana aku harus menghadapi orang seperti Adhan.


Sesampainya dikelas,seperti biasa aku dan Jinny memperbincangkan isi dari misi kami. Mengetahui perasaan kakak kami. Jinny mengambil kesimpulan bahwa kakaknya tertarik padaku. Aku tetap tidak mengamini pikiran itu. Yang menjadi pertanyaanku hanya kenapa Adhan melarangku dekat dengan kak Firas. Sedangkan sebelum aku menemukan dia sebagai kakakku,aku sudah tinggal satu rumah dengan kak Firas. Kalau diingat,dia memang selalu hadir saat aku berkontak fisik dengan kak Firas. Dimulai dari saat kak Firas mengajariku berenang,dan saat kak Firas memelukku hari itu.


Aku pulang dengan Jinny,dia ingin main kerumah kita


Aku mengirim pesan singkat untuk Adhan,agar dia tidak menjemputku,karena tidak mungkin dia menjemputku dan Jinny harus sendirian.


Wal-hasil aku bersama dengan Jinny menyisir jalanan darikampus menuju rumah tinggalku. Sesampainya dirumah,aku tidak mencium kehadiran Adhan sama sekali. Rumah terasa sepi,karena memang hanya ada aku dan Adhan dirumah ini. aku mengajak Jinny kekamarku,dia sempat terkagum dengan semua yang ada dikamarku. Pemandangan dan tempat yang sangat menyilaukan mata,kesegaran masih terasa disini. Sangat simple dan alami.


“ lalu,dimana kamar kak Adhan? “


Jinny melempar tanya penasaran.


Aku hanya memberi isyarat dengan mataku menunjuk arah kamar Adhan yang tepat disampng kiri kamarku. Dia hanya mengangguk-angguk saja. Seperti gadis pada umumnya,kami hanya bermain dan bercanda dikamarku. Kami bercerita tentang segala hal. Aku meninggakan Jinny sesaat untuk mengambilkan dia minuman dan sedikit camilan.


Aku berjalan menuju dapur dan mencari letak lemari pendingin. Masih belum aku mencium tanda-tanda kehadiran Adhan disini. Sebenarnya dia dirumah atau mencariku kekampus?Pesan dariku juga tidak dia balas. Merasa cukup dengan minuman dan camilan,aku segera menuju kamarku,tapi aku terheran melihat Jinny membungkuk di depan kamar Adhan. Kutepuk sedikit pundaknya,dia terjingkat dan mengarahkan telunjuk tangannya diantara bibir yang terkatup. Entah apa yang dia dengar,aku segera menariknya kembali kekamarku. Ini adalah hal lancang yang tidak boleh dibudidayakan.


...\=\=\=\=\= Bersambung \=\=\=\=\=...


Kisahnya masih bersambung dear,jangan bosan bacanya ya.. kritik saran komen,like,juga saya harapkan untuk kelanjutan kisah di episode-episode berikutnya.

__ADS_1


Buat kamu yang pengen kasih saran keras bisa email aja di realraraabdullah@gmail.com atau bisa juga ke kimjangmi.**@gmail.com


Kita bisa kenalan biar saling kenal dan tukar pengalaman. Thanks dear, i love love love you so much hehehe


__ADS_2