
Terlihat kedua orang tuaku duduk diruang keluarga,bercengkerama dan melontarkan canda. Adhan dan mataku masih ingin mengadili wanita berkulit putih dengan rambut curly dan gaun itu. Gaun yang pernah aku coba itu menempel sangat sempurna di tubuhnya.
“ Zhu,kemarilah nak “ Ibu mengundangku untuk bergabung bersama mereka.
Malas aku menyambut undangan itu,aku memilih untuk duduk berjauhan dari Adhan. Tentu aku memilih disamping ayahku dan kurangkut manja lengan lelaki yang sangat kuhormati ini sembari kulemparkan senyum manis untuk beliau.
“ Zhu,kenalkan itu Mayang sepupu kalian “ aku terkaget dengan ucapan Ibu,mataku spontan menatap sumber suara.
Sepupu? jadi dia sepupu,bukan pacarnya?
TUHAN haruskah aku bersyukur?
Aku cemburu ditempat yang salah. Tidak kuduga aku bisa seperti ini. Hebat,aku memiliki rasa cemburu yang tentu bisa dilihat. Sekarang aku gelagapan dan serba salah harus bagaimana. MALU itu yang aku rasakan saat ini.
“ Iya,Mayang sepupu kamu juga. Adhan dan Mayang sudah dekat sejak kecil,mereka seperti saudara kandung. Dan kedekatan mereka juga seperti itu “
ibu menuturkan segala yang terjadi. Kedekatan mereka,cara hidup mereka. Tempat Mayang tinggal,dibesarkan hingga segala hal terkecil tentang Mayang. Aku merasa kebodohanku lahir sejak kecil. Kenapa tidak aku cari tahu dulu asal muasal gadis ini? mengapa begitu saja menghakiminya dengan perasaan cemburu.
Kami mengakiri malam ini sampai disini. Aku segera membersihkan diriku dan bersiap untuk merajut mimpi. semakin lama aku berada diantara mereka aku semakin terlihat bodoh. Aku tidak habis pikir dengan hatiku. Mengingat kejadian peniupan lilin itu membuatku canggung untuk berhadapan dengan dua orang yang terdengar masih bercanda tawa di kamar sebelah.
Apa dia juga akan tidur satu ranjang dengan Adhan kenapa selarut ini masih saja berada dikamar Adhan ?
Aku tidak ingin berenang diatas rasa semu ini. kutarik selimut menutup sekujur tubuh dan mukaku. Kuarungi hidupku sendiri,hidup dengan cerita dialam mimpi. Saat pagi menyapa,aku ingin dia menyuguhkan cerita baru. Aku terbangun mendengar jerit tawa dari luar jendela. Aku berjalan malas menuju jendela,sesekali aku menutup bibirku yang masih menguap. Kulihat Adhan dan Mayang sudah berkecimpungan dikolam renang. Dua orang itu terlihat sangat bahagia.
“ Hei kakak Zhu, kamu sudah bangun ? lekas turun sini !! “ gadis sok cantik yang memang cantik ini melambaikan tangannya dengan anggun.
“ Turunlah Zhu !! “ suara Adhan kenapa berubah sangat hangat begitu? Kalau bukan karena Adhan aku tidak akan turun.
Aku hanya melempar senyum dan berbalik mencari anak tangga. Aku melalui kolam renang begitu saja,kusapa halus ayah dan ibu yang sedang santai sembari membaca koran. Ibu memberiku segelas minuman.
__ADS_1
“ Ayo berenang kak “
“ tidak mau,masih dingin “ jawabku begitu saja.
“ Hai Adhan,kamu sedang berenang padahal aku ingin mengajakmu bersepedah “ kehadiran kak Firas mengejutkanku,dia terlihat sumringah dengan segala yang dia kenakan.
“ bagaimana jika bersepedah denganku ? “
“ Zhu,kamu mau? “
“ aku akan ganti baju “ aku berlalu menuju kamar,mengganti pakaianku dengan pakaian olahraga.
Namun,masih sama seperti biasa. Adhan yang usil kembali menghalangi niatanku untuk berolahraga bersama kak Firas. Aku melihat dia masih berenang didalam air seiring dengan langkah kakiku untuk melalui kolam renang. Tiba-tiba ada yang menarik lambaian lembut tanganku.
“ AARRGGHH “
“ BYUUUURRRR “ tubuhku terhempas dalam genangan air.
Oh tidak,sejak bertemu denganku. Karena aku tidak tahu saat dia kecil seperti apa. Sekali lagi aku kesal,dan memberi cipratan air di wajahnya. Dia melepaskan tubuhku dan membiarkan aku sedikit berenang menjauhinya.
Kak Firas membantuku untuk mendarat. Adhan benar-benar keterlaluan,aku menggigil kedinginan pagi ini. entah apa yang terjadi,mungkin tubuhku yang kurang bugar. Pagi ini aku merasa sangat dingin.
“ kemana rutenya? “
“ hanya sekitaran sini saja,kamu yakin akan membiarkanku berdua saja dengan Zhu? “
aku berlalu membiarkan kedua orang itu saling berdialog ringan,semakin aku melangkah aku merasa suara mereka semakin samar.
“ tidak apa-apa,jaga jarakmu dan jaga dia baik-baik. aku akan membunuh,,, “
__ADS_1
“ BRAAKKK “ kakiku tersandung karpet lantai dan tubuhku terhuyung menimpa guci hias kesayangan ibu yang diletakkan tidak jauh dari jangkauanku.
“ ZHU... “ aku masih mendengar suara itu,dan masih samar bisa kulihat kak Firas menghampiriku.
Disusul kemudian Adhan dan mungkin Ayah serta ibuku juga datang. Aku tidak bisa menyadari apapun setelah ini. entah siapa yang membawaku kekamar atau kerumamh sakit,siapa yang mengganti pakaianku dan siapa yang akan menunggu aku hingga sadar. Aku tidak tahu dan tidak ingin menebak semua itu.
Yang aku tahu,saat aku membuka mata aku melihat kak Firas sudah tidak menggunakan pakaian olahraga lagi. Dia sedang meletakkan segelas air putih di mejaku. Dan aku juga melihat Adhan dengan jelas dari bibir pintu berjalan menghampiri.
“ Zhu,kamu sudah bangun? bagaimana,apa ada yang sakit? “
dia terdengar sangat hawatir. Sama seperti dulu saat pertama kali aku harus dirawa dirumahsakit.
“ Zhu... “
kak Firas, mendekat lengkap dengan segelas air yang tadi dia letakkan di meja. Tidak lama kemudian ayah dan ibu datang. Aku berharap Mayang tidak datang,dia pasti akan merebut perhatian kakakku.
Merasa tidak tepat waktu untuk bercengkerama,ayah memintaku untuk segera beristirahat. Benar saja jarum jam sudah menunjuk angka sepuluh,dan semua lampu kamar sudah menyalah. Itu berarti ini sudah larut malam. Kak Firas membantuku untuk meneguk sedikit air. Adhan membenarkan selimutku dan segera berlalu menutup daun pintu begitu saja. Sekiranya sekarang aku sedang sendiri dalam heningnya kamarku. Aku masih belum bisa tidur dengan nyenyak.
Kubiarkan pikirku melayang mengingat dan merenungkan gejolak hati yang tidak karuan. Otak dan emosiku harus bisa terkontrol dengan baik. Aku harus bisa melupakan perasaan lebih untuk Adhan. Suara,telingaku menangkap ada suara pintu terbuka. Aku tidak bisa melihat dalam kegelapan, segera kututup kelopak mataku tanpa harus mencari tahu siapa yang datang. Derap langkah kaki semakin dekat kudengar. Jantungku berderam tidak keruan,bukan takut tapi sedikit was was.
Terlebih saat aku merasa ada yang membelai rambutku. Sedikit menata selimutku kembali.
Pasti Adhan,dia hanya ingin tahu apakah aku sudah tidur atau belum? Dia benar-benar membuat.... pikirku terhenti saat ku dengar ada suara lain yang datang.
“ apa yang kamu lakukan? “
\=\=\=\=\= Bersambung \=\=\=\=\=
Kisahnya masih bersambung dear,jangan bosan bacanya ya.. kritik saran komen,like,juga saya harapkan untuk kelanjutan kisah di episode-episode berikutnya.
__ADS_1
Buat kamu yang pengen kasih saran keras bisa email aja di realraraabdullah@gmail.com atau bisa juga ke kimjangmi.**@gmail.com
Kita bisa kenalan biar saling kenal dan tukar pengalaman. Thanks dear, i love love love you so much hehehe