Klise

Klise
14. Patah hati


__ADS_3

“ dan itu,cowok tampan dan kece itu adalah kakakmu. Anak bu Tari dari pernikahan sebelumnya,dia tiga tahun lebih tua darimu “


belum berhasil aku menebak jawaban dari pertanyaanku,ayah sudah membuat petir berpindah diatas kepalaku. Rasanya bagai guntur memecah jantungku saat ini,orang yang selama ini aku kenal sebagai sosok yang merebut hatiku adalah kakakku? kakak tiriku? apa yang harus aku lakukan? Apa yang ada dibenakku? aku merasa sangat konyol pagi ini.


“ dia pasti akan menjadi kakak yang baik untukmu sayang,dia pandai dan hebat dalam segala hal. Ayah sangat bangga dan bahagia bertemu denganmu “


“ tapi tunggu,apa tadi malam Zhu menginap disini?”


“ adikku yang cantik ini sangat ceroboh,dia bermain air hujan dan berteduh dibawah pohon. Karena dia basah kuyup jadi aku membawanya kerumah. Kami tidak melakukan apapun, ibu jangan berfikir negatif “


“ sudahlah ayah percaya pada kalian. Terimakasih Adhan sudah menjaga Zhu dengan baik “


Apa yang mereka bicarakan. Adhan bisa sesantai itu dalam berkata. Itu berarti dia sudah tahu bahwa aku adalah adiknya. Selama ini dia baik dan menjagaku karena aku adalah adiknya,bukan karena dia tertarik padaku? aku masih belum bisa percaya dengan keadaan ini.


Tapi inilah kenyataannya. Kenyataan bahwa aku mencintai kakakku,kenyataan bahwa aku terpikat pada pesona kakaku sendiri.


Aku berlari tanpa henti dengan derai airmata menuju kamar Jinny,aku tahu Jinny pasti sedang dikamarnya. Masih tetap berlari aku membuka pintu bergagang warna emas ini dan mendaratkan tubuhku di pelukan Jinny. Aku tidak menghiraukan kehadirankak Firas disamping Jinny. Jinny kebingungan dan terus bertanya,tapi aku hanya menjawab dengan isak tangis tiada henti. Dalam kebingungan kak Firaspun melontarkan pertanyaan.


“ apa yang terjadi? “


Aku hanya mengisak saat pertanyaan itu terlontar.


“ Zhu,, “ Jinny juga berusaha menghapus kebingungannya.


“ Kamu bermalam di rumah Adhan dan sekarang kamu menangis menjadi begini. Apa yang terjadi Zhu,apa yang Adhan lakukan padamu? “


Jinny masih bersikeras ingin tahu. Dia bahkan membelai kepalaku penuh kasih sayang. Aku mengangkat kepalaku dan menatap Jinny penuh haru.


“ Aku bertemu dengan ayahku “ masih dengan tangis aku melempar kata. Derai airmata masih menghujani pipiku.

__ADS_1


“ Ayahmu , ayah kandungmu? ALHAMDULILLAH.. bukankah itu berita baik Zhu? “


“ Adhan adalah kakakku. Anak dari istri baru ayahku,dia kakak tiriku “


aku kembali menghanyutkan diri dalam tubuh Jinny masih dengan tangis yang menjadi. Isak yang tidak bisa kuhentikan ini terasa menggerogoti tubuhku.


Aku terhanyut dan semakin hanyut. Hingga pandanganku gelap tak bersinar,entah apa yang sedang terjadi. Aku benar-benar tidak bisa menerima kenyataan bahwa orang yang aku cintai adalah kakakku. Meski bukan kakak kandung,namun jelas itu menjadi halangan yang tidak sepele. Aku tidak mungkin melanjutkan rasa ini,tapi aku juga tidak tahu bagaimana harus mengakiri rasa ini.


Seandainya perkara cinta bisa di selesaikan dengan rumus kimia,aku akan belajar dengan baik sewaktu duduk dibangku SMA dulu.


“ Zhu,kamu sudah sadar? “


aku membuka mataku perlahan. Kak Firas berada tepat disampingku,Jinny dan mamanya juga sedang menemaniku saat ini. Kak Firas segera berlalu dan kembali dengan segelas air putih. Apa yang terjadi? Apa aku tidak sadarkan diri sewaktu memeluk Jinny?. Mama Jinny mempersilahkan aku istirahat kembali dan segera berlalu menutup pintu kamar ini. Sementara Jinny menatapku tajam bak parang.


“ seharusnya kamu kesini adalah untuk menjenguk orang sakit,bukan malah pingsan di pelukan orang sakit ! “


judas sekali tatapan dan kata-kata Jinny saat ini. Jadi tadi aku sempat pingsan? maaf-maaf kata Jinny,aku tidak sengaja__hehehe____


walau judas begini,Jinny masih sangat perhatian padaku ternyata. Dia segera mengambil langkah dan kembali beristirahat di kamarnya. Sementara kak Firas benar-benar ingin memijit kakiku. Aku berusaha menolak,namun dia masih bertekat ingin memijit kakiku. Dia tahu kakiku rentan,aku sudah tidak boleh lagi sering berjalan jauh,berlari,berdiri terlalu lama atau bahkan terjatuh. Itu sangat sangat di larang.


Sementara kak Firas memijit kakiku,aku hanya terdiam merenungi apa yang telah aku alami. Apa yang harus aku lakukanuntuk menghadapi hari-hari selanjutnya. Ayah pasti akan memintaku untuk tinggal dirumah,dan sudah pasti ada Adhan dirumah itu. Aku merasa belum bisa menata hati. Apa yang harus aku lakukan?


“ Zhu,,kamu mencintai Adhan? kamu tertarik pada Adhan? “ pertanyaan kak Firas menyadarkan aku,aku menatapnya dengan mata berair. Tidak sepatah katapun keluar dari bibirku,aku justru menangis mengisak.


“ Zhu,, “ sekali lagi kak Firas mencoba menenangkan aku.


Kedua telapak tangannya menyentuh dua pipiku. Matanya tajam menusuk bola mataku yang masih banjir. Tatapan mata ini menenangkan isakku. Lembut dan penuh kasih sayang,dia mencoba meyakinkan aku untuk sedikit lebih menerima kenyataan. Memang tidak mudah,namun memang inilah yang harus dihadapi.


Kenyataan sepahit apapun,harus sanggup untuk dihadapi. Kak Firas menenggelamkan aku dalam dekapannya,entah berapa lama. Namun dekapan ini memberiku ketenangan,tatap matanya juga memberiku kekuatan. Dia meyakinkan aku untuk bisa menghadapi semua ini. Sangat tidak mudah dan kenyataan ini adalah peperangan dalam hati dan otakku. Aku sangat mencintai Adhan lebih dari diriku sendiri,namun disaat cinta berbicara dan mulai berkibar di tahtanya. Yang harus aku terima adalah fakta bahwa orang yang aku cintai adalah kakakku sendiri,walau bukan kakak kandung,namun dia telah resmi tertulis sebagai kakak di kartu keluargaku. Sebesar dan sehebat apapun cintaku pada Adhan. Semua harus terbatas,harus memiliki ujung sebatas keluarga.

__ADS_1


Dalam dekapan kak Firas aku melihat Adhan berada tepat dibibir pintu kamar. Dia menatap kami sangat tajam,alis tebalnya itu menciut dan bibirnya menghembuskan ******* tajam,mencium keadaan yang tidak baik,kak Firas melepas dekapannya perlahan.


“ aku ingin bicara dengan Zhu,hanya berdua “


suara itu,suara yang sangat garang. Kak Firas segera berlalu tanpa ragu,meski aku berusaha menahan lengannya. Dia hanya memejamkan mata seolah berkata “jangan takut”,setelah itu dia pergi dan menutu pintu kamar ini. Adhan mendekat perlahan dengan tatapan yang tidak kalah garang dari suaranya tadi. Aku lebih ketakutan saat ini,dia duduk dihadapanku dan,,


“ apa yang membuatmu menangis? “


pertanyaan itu dibuat lebih lembut dari suara awal,tidak ada jawaban dariku aku hanya menarik nafas dalam-dalam serta memikirkan alasan yang tepat. Jemarinya menyentuh tanganku,aku gelagapan mencoba menjawab.


“ aku sangat bahagia bertemu dengan ayah,sungguh sangat bahagia. Terlebih aku sekarang memiliki keluarga baru,memiliki ibu dan seorang kakak yang sangat baik,kakak yang pandai dalam segala hal. Aku sangat bahagia“


benar-benar aku melempar alasan ini kuracik dengan rapi agar tidak tumbuh rasa curiga dibenaknya. Aku melirik ada senyum berkembang diwajahnya. Dia menarik tubuhku jatuh diantara kedua tangannya.


“ mulai sekarang,apapun yang terjadi hanya menangis dan tersenyumlah dipelukanku. Jangan laki-laki lain,kamu mengerti? aku seorang kakak yang akan menjaga kehormatan adiknya. Jadi penuhi saja kata-kataku“


aku mengangguk dalam dekapannya. Aku semakin tidak bisa mengontrol gejolak hati ini. Sungguh tidakkah dia merasa ada yang lain dihati ini,ada yang berbeda dengan tatapan mata ini. Apakah tidak sedikitpun dia merasa,atau memang tidak dirasa?. ataukah mungkin aku yang terlalu tolol untuk menunjukkan perasaan ini?.


Harusnya aku bahagia dengan memiliki sosok seperti ni. Dia pasti kakak yang sangat baik,kakak yang akan selalu menjagaku. Menjaga semua tentang aku. Sebenarnya aku tidak jatuh hati di tempat yang salah,tapi kenyataan membuatku serba salah.


Hari ini juga aku diminta untuk meninggalkan rumah Jinny dan mulai menata hari baru di rumah yang seharusnya. Semua barang-barangku sudah disiapkan dan Adhan pula yang mengemas barang-barangku dan membawa satu per satu kedalam mobil yang dia gunakan untuk menyusulku. Aku berpamitan santun pada keluarga Jinny,mama Jinny memelukku bahagia dan haru beliau juga memintaku untuk sering-sering berkunjung kerumahnya. Jinny sahabatku ini juga memelukku hampir lima belas menit seolah tak ingin lepas. Tepat dihadapan kak Firas,dia merentangkan lengannya ingin memelukku. Namun,lengannya tertahan. Adhan menghentikan lengan itu dan menatap kak Firas dengan tajam.


“ jangan menyentuhnya ! “


\=\=\=\=\= Bersambung \=\=\=\=\=


Kisahnya masih bersambung dear,jangan bosan bacanya ya.. kritik saran komen,like,juga saya harapkan untuk kelanjutan kisah di episode-episode berikutnya.


Buat kamu yang pengen kasih saran keras bisa email aja di realraraabdullah@gmail.com atau bisa juga ke kimjangmi.**@gmail.com

__ADS_1


Kita bisa kenalan biar saling kenal dan tukar pengalaman. Thanks dear, i love love love you so much hehehe


__ADS_2