Klise

Klise
23. Belanja


__ADS_3

Ayah dan ibu datang dengan senyum. Aku dan adhan juga menyambut mereka dengan penuh kehangatan. Seperti kebiasaan diusia dini. Setiap kali ayah keluar rumah,beliau selalu membawakan oleh-oleh untukku. Kali ini ayah juga membelikanku oleh-oleh.


“ dress batik khas Lombok? “


“ iya,cobalah ayah yakin sangat pas untuk kamu sayang”


“ dan ini dari ibu “ ibuku menyodorkan kotak hitam pekat. Aku menerima dan segera membukanya dengan perasaan bahagia. Betapa terkejutnya aku,ini adalah rangkaian perhiasan mewah. Dimulai dari kalung,gelang,cincin dan anting. Paket lengkap yang tidak pernah aku kira.


“perhiasan ini apa tidak berlebihan ibu? “


“tidak ada yang berlebihan,semua pas untuk kamu “


ibuku tersenyum lembut dan meraihku kedalam dekapannya. Aku bahagia dan juga kasihan. Kasihan pada Adhan yang pasti merasa diacuhkan kali ini.


“ lalu,apa hanya adik tercinta saja yang mendapat oleh-oleh “ suara cemburu itu jelas terdengar__hahahah_


“tentu saja ayah juga punya oleh-oleh untuk anak laki-laki kebanggaan Ayah. Ini untukmu “


Adhan menerimanya,dia menyingkirkan wajah musam yang sedari tadi dia pasang.


“ kemeja,wah bagus sekali Ayah. Terimakasih “


ayah mempersilahkan kami untuk mencoba oleh-oleh ini. aku berlari menuju kamarku dan mencoba gaun dan semua perhiasanku. Begitupun dengan Adhan,dia juga mencoba kemejanya. Setelah itu kami kembali kehadapan kedua orang tua kami,mereka tersenyum bahagia dan melontarkan pujian. Tapi,sejenak aku dan Adhan saling memeriksa. Kami merasa ada yang aneh dengan apa yang kami kenakan.


“ pakaian ini,kenapa senada Ayah? “


“ kenapa sama? “ emosi membludak diantara kami,kenapa ayah memilih motif pakaian yang sama? Ini seperti couple.


“ memangnya kenapa kalau sama, kalian tidak suka? “


Bukan tidak suka,tapi kami merasa aneh saja. Terutama aku,dulu memang aku sangat senang memakai benda yang terlihat couple dengan Adhan. Sekarang tidak,aku lebih suka benda yang tidak sama dengan siapapun.


...-------o0o-------...


Aku terbangun lebih awal pagi ini,aku melihat ibu menyiram bunga di halaman rumah. Aku heran dengan keluarga ini,mereka melakukan segalanya sendiri tanpa ada pembantu rumah tangga. Itu sebabnya setiap tidak ada kedua orang tua kami,aku dan Adhan selalu memilih membeli makan diluar. Mungkin ini juga sebabnya dulu Adhan sering mengajakku makan malam,atau menemaniku makan siang. Usai menyiram bunga,aku membantu ibu merias ruangan dengan aneka warna bunga. Ibu lebih suka menggunakan bunga asli sebagai pengharum ruangan.

__ADS_1


Ibu terlihat sangat tekun dan anggun dengan apapun yang beliau kerjakan. Semua mengingatkan aku pada Almarhummah Ibuku. Beliau tersenyum lembut melihatku. Tidak butuh waktu lama untuk bisa dekat dengan ibu tiri seperti beliau. Dengan telaten beliau mengajarkan aku ini dan itu,serta semua yang sekiranya belum pernah aku pelajari. Kami juga memasak bersama,beliau mengajariku untuk meracik bumbu,menumis dan bahkan membuat sayur kuah. Walau tidak jenius,aku cukup tanggap untuk menerima pelajaran dari ibu yang lemah lembut ini.


“wisuda kakak,tinggal menunggu hari bu. Apa dia sudah bersiap?pakaian,aku belum melihat dia memilih kemeja yang cocok,jas juga dasi “


“ kamu benar,sepatu juga belum ibu siapkan. Bagaimana kalau malam ini kita belanja ?,kamu juga harus memilih dress yang tepat untuk menghadiri wisuda kakakmu “


“ Maruko chan itu tidak pernah bisa memilih baju ibu. Dia selalu salah kostum disetiap acara “


Adhan tiba-tiba datang dan mengeluarkan argumen yang aku pikir sangat mengejek. Tapi dia memang benar,aku tidak pernah bisa menentukan pakaian yang cocok untuk acara-acara tertentu. Aku mendelik geram. Dia kakak yang baik benar,kakak yang suka mengejek juga benar.


Wal-hasil malam ini kami sekeluarga berbelanja ria. Kami memilih pakaian khusus untuk hari wisuda Adhan.


Dress,kemeja,dasi,jas,sepatu terlihat sangat sibuk memilih yang benar-benar cocok. Aku terpancing pada manekin yang sangat rapi menggunakan kemeja dengan putih dengan dasi maroon dan jas hitam. Manekin ini sangat elegan dan...


“ ehem... “ aku terjingkat melihat Adhan bertengger di sampingku. Dehemnya membuat aku serba salah. Dia mendekatkan wajahnya padaku,apa yang dia inginkan? apa dia ingin aku menamparnya? aku menarik mundur tubuhku.


“ katakan bahwa kamu sedang membayangkan Firas memakai itu “ dia melirik manekin yang sedari tadi menarik perhatianku.


“ tidak “


“ kalau kamu memakainya pasti akan sangat buruk jadinya “


kami berdiri tegap menghadap manekin rapi ini. Tanpa disangka,Adhan meletakkan lengan kirinya dipundak kiriku. Dia seperti menikmati pemandangan alam saja.


“ kamu mulai tertarik pada Firas? “


santai sekali dia melontarkan kata itu,sementara aku hanya diam tidak menanggapi. Mungkin benar atau mungkin salah. Aku juga belum tahu pasti. Aku hanya sering berfikir tentang kak Firas. Dan juga sedikit memperhatikan dia__hehehe___


“ kalian,apa yang kalian lakukan? lekas kemari dan coba pakaian ini “


suara ibu lantang menyadarkan kami. Aku punya alasan untuk meninggalkan Adhan. Ibu sudah memilih pakaian yang siap untuk aku coba,ibu juga memilih untuk Adhan. Mungkin hari ini Adhan sempat terbentur atau bagaimana,dia menghentikan langkahku menuju ruang ganti.


“kamu duduk saja dulu disini,aku akan mencoba pakaianku dan kalian yang menilai. Yang akan diwisuda kan aku,jadi harus aku yang lebih dulu diperhatikan “


gaya bicaranya yang dingin dan tegas bisa aku dengar dengan jelas. Al-hasil kami patuh pada permintaannya. Mungkin ada satu jam dia mengganti pakaian,lama sekali dia didalam ruang ganti. Padahal ibu hanya ingin dia mencoba setelan jas,kemeja dan dasi. Tapi lengkap dengan celana juga. Tapi apa harus selama ini?

__ADS_1


Apa dia mandi dan mencuci bajunya sekalian didalam? atau dia sedang menjahit baju?


“ ibu,apa dia memasak didalam ruang ganti? “


“ kamu ini ada-ada saja Zhu,mungkin ukurannya kurang pas “


“tapi dia.... “ kataku terhenti melihat Adhan sudah keluar dari ruang ganti. Baiklah,apa yang dia kenakan saat ini sangat pas dan menawan. Dari dulu Adhan memang menawan,dan pesonanya selalu terpancar.


Ibu berdiri membenahi sedikit kerah bajunya. Aku menyodorkan dasi berwarna biru yang ibu pilih. Ibu sangat mahir memasang dasi, dalam sekejab dasi itu sudah sangat rapi terpasang.


“ Bagaimana Zhu? “


ibu meminta pendapatku,sementara Adhan hanya cengar-cengir tidak jelas. Dia pasti merasa sangat puas,karena memang pesonanya itu tidak pernah redup. Aku hanya mengangguk patuh saja,makmum pada pendapat ibu.


Setelah itu,ibu memintaku untuk mencoba dress yang beliau pilihkan untukku. Aku rasa ibu memang orang yang sangat teliti dalam memilih. Beliau memilihkan dress yang sangat pas dan aku rasa cocok. Baik warna dan desainnya. Aku keluar dari ruang ganti dengan hati tidak menentu,aku tidak siap menghadapi tanggapan Adhan.


Rasanya seperti pertama kali kami memilih pakaian dan mengomentari satu sama lain. Saat itu,saat aku masih sangat terbuai oleh pesonanya. Berbeda dengan keadaan sekarang yang sudah terkuak bahwa dia adalah kakakku. Mataku terbelalak,melihat kak Firas dan Jinny dihadapan mata. Mereka duduk berjajar dengan Adhan dan ibuku. Sedikit kebingungan aku menatap mereka. Sedangkan mereka hanya terdiam menatapku. Jantungku semakin tidak keruan saat menatap wajah kak Firas. Segera aku menetralkan keadaan,walau masih dengan jantung berdegup aku memasang senyum dan menyapa Jinny.


“ Jinny,kamu disini ? “


“ cantik sekali,kamu sangat pas memakai dress ini “ Jinny menghamburkan pelukan ditubuhku.


Berkali-kali dia menimang dress yang aku kenakan,ibu juga mendekat padaku untuk sedikit merapikan lipatan di pundakku. Aku menebar senyum menerima pujian dari Jinny dan ibu.


“ Firas,tidak disapa? “ Adhan merusak suasana,jantungku semakin berontak spontan aku suguhkan sebilah senyuman.


“ hai kak Firas,kakak juga mau belanja? “


\=\=\=\=\= Bersambung \=\=\=\=\=


Kisahnya masih bersambung dear,jangan bosan bacanya ya.. kritik saran komen,like,juga saya harapkan untuk kelanjutan kisah di episode-episode berikutnya.


Buat kamu yang pengen kasih saran keras bisa email aja di realraraabdullah@gmail.com atau bisa juga ke kimjangmi.**@gmail.com


Kita bisa kenalan biar saling kenal dan tukar pengalaman. Thanks dear, i love love love you so much hehehe

__ADS_1


__ADS_2