
“ hai kak Firas,kakak juga mau belanja? “
“ iya,aku juga ingin membeli pakaian untuk wisuda “
meski ramah,tapi mata kak Firas tetap tajam menatapku. Aku hanya tersenyum dan sedikit menghakimi Adhan dengan mataku. Sementara dia hanya tersenyum puas. Dia membuatku malu,sejak kapan dia menjadi orang yang ceplas ceplos seperti itu? Aku lebih setuju dia menjadi orang yang arogan saja.
Adhan mengajak kak Firas untuk memilih apa yang dia butuhkan. Sementara aku dan ibu membantu Jinny memilih dress yang pas untuknya. Sesekali aku melirik kak Firas yang sama sibuknya dengan kami memilih pakaian. Aku juga sempat melihat dia menuju manekin yang tadi aku nikmati. Mungkin dia akan memilih dan mengenakan pakaian itu,aku merasa dia akan sangat cocok menggunakannya.
Kami kembali kerumah setelah lama kami berbelanja semua perlengkapan yang kami butuhkan. Membersihkan diri dan menuju alam mimpi. aku masih terngiang jelas wajah kak Firas saat dia melihatku keluar dari ruang ganti. Aku juga masih mengingat jelas degup jantungku yang tidak keruan. Entah mengapa akir-akir ini aku merasa berdebar dan bahagia saat membahas semua tentang kak Firas.
Bahkan,ada keinginan di hatiku untuk melihat senyumnya. Aku ingin sekali melihat dia setiap hari. Aku sering berfikir tentang kak Firas,juga kebersamaan dengannya. Terdakang juga aku ingin dia hadir ditengah-tengah keceriaanku. Kalian ingat ? kak Firaslah yang selalu menguatkan hatiku saat aku sedang panas-panasnya jatuh cinta pada Adhan,namun kenyataan mengungkap cerita lain. Dia juga yang selalu memberi pesan-pesan sederhana yang mengena.
Dan dia juga yang selalu tiba-tiba datang menenangkan aku saat aku dibakar cemburu pada gadis sok cantik yang memang cantik itu. Tapi akir-akir ini,dia juga sering tiba-tiba datang untuk menanam bunga di kebun hatiku. Dan entah kenapa apapun yang dia lakukan,membuat aku serba salah dan takut menatap matanya. Terkadang aku juga tersipu melihat senyumnya. Seringkali aku menyembunyikan senyumku saat perlakuan atau kata-katanya yang ku rasa sangat menyentuh hati.
Aku rasa aku mulai gila,karena setiap mengingat kak Firas aku selalu tidak bisa menyembunyikan senyumku. Hatiku seperti kupu-kupu yang sedang terbang lepas,kemudian tertangkap dan diculik begitu saja. Rasanya kak Firas sudah mengenggap perasaan ini.
Aku ingin terjatuh dalam kedalamnya,tapi aku masih takut membayangkan hal yang sebaliknya. Bagaimana jika nantinya halangan besar ada diantara kami,sedangkan aku masih belum yakin dengan perasaanku sendiri.
Kubasuh wajahku dengan beningnya air,berharap mendapat kesegaran dari penat yang aku bayangkan sendiri. Ku teput-tepuk ringan kedua pipiku. Namun aku segera bergegas menyambar handuk dan menyudahi kegiatanku ini,saat telepon genggamku berdering meronta.
“ iya Jinny,, “
“ Zhu,besok jangan lupa untuk makan siang dirumahku. Mama sudah menyiapkan makanan kesukaanmu “
“ iya,,,aku akan minta ijin pada ibuku,setelah acara wisuda kakak kita “
“ baiklah,tapi mamaku mengundang keluargamu “
“ apa ? ibu dan ayahku juga ? “
“ iya,pokoknya jangan lupa... oke “
__ADS_1
Kebiasaan buruk Jinny masih saja terjadi,dia mematikan panggilan tanpa ending yang baik. Dia selalu membuat orang bertanya-tanya. Tidak lama kemudian bongkahan hitam itu berdering lagi. Sedikit ragu aku menyentuhnya,panggilan ini dari kak Firas. Walau senyum mekar di wajahku,tapi masih saja aku ragu untuk menjawabnya. Karena aku juga ingin mendengar suaranya,aku putuskan untuk menjawab panggilan ini.
“Hai kak Firas,ada apa ? “
“ Hai Zhu,besok usai acara. Apa kamu mau mengambil gambar denganku ? “
“ dengan keluarga kakak ? tentu saja,aku akan berfoto dengan kalian juga “
“ iya dengan keluargaku. Tapi berdua saja denganku,apa kamu mau ? “
TUHAN,, kalian tahu? Aku seperti sedang mendapat hadiah besar. Aku menahan senyum bahagiaku dan sedikit berjingkrak untuk ini. Tapi sebentar,ini hanya foto. Itu hal yang biasa bukan? Tidak seharusnya seheboh ini.
“ Zhu,apa kamu sedang tersenyum sekarang ? “
aku tersentak mendengar suaranya. Segera aku benahi suaraku agar tidak terlihat seperti orang kegirangan.
“ oh,, tidak,kenapa aku tersenyum ?”
“ Maruko chan !! “
“ sampai jumpa besok,kak Adhan disini “
“ baiklah,selamat malam Zhu “
“ selamat malam “
Sudah tidak bisa dipungkiri,kakakku yang sangat usil ini cepat lancar menanyakan segala hal seputar si empu penelepon. Aku heran dengannya yang sekarang selalu mencampuri urusanku. Setelah aku menenggak habis isi gelas yang dia bawakan ini,dia segera berlalu walau terlihat enggan. Aku harus segera tidur agar besok aku tidak terlambat menghadiri upacara sidang terbukanya.
...-------o0o-------...
Adhan menghampiriku yang sedang bersiap. Aku memang membiarkan pintu kamarku terbuka,hingga dia tidak perlu membuka pintu untuk melihatku dengan jelas. Seperti biasa dia mengetuk pintu sebelum hinggap dalam kamarku. Aku mengarahkan pandanganku padanya. Dia terlihat sudah siap,sangat rapi dan seperti biasa pesonanya selalu terpancar. Berjalan sangat tegap menujuku seperti ini,membuatku menikmati pesonanya.
Dia tersenyum manis padaku,sembari lengannya memungut kalung yang tepat berada didepan cerminku. Dengan lembut dia membantuku memasang kalung ini sebagai pelengkap. Usai itu,telapak tangannya mendarat dipipiku.
__ADS_1
“ kenapa kamu cantik sekali hari ini ? “
ada badai apa Adhan berprilaku demikian? Apa dia salah makan atau salah minum? Aku hanya menyuguhkan senyum untuknya,dengan ringan dia menenggelamkan aku dipelukannya. Dia memelukku hangat,dan sangat hangat. Berbeda dari biasanya. Bahkan untuk keluar menyisir lantai kamar menuju halaman saja dia selalu menggandeng tanganku,setelah itu kami bergegas menghadiri acara wisudanya.
“ Z H U “ Jinny menyambutku di pintu masuk.
“ mama.. “ aku menyapa mama Jinny yang tentu sudah sangat akrab denganku,beliau juga segera mendaratkan kecupan sayang dikeningku.
“ cantik sekali kamu Zhu “
“ terimakasih ma “
“ papa “ aku juga menyapa papanya,yang juga sempat menjadi orang tuaku selama beberapa bulan waktu itu. Senada dengan isterinya,lelaki ini juga mendaratkan kecupan sayang dikeningku.
“ kamu cantik sekali nak “
“ terimakasih pa “
Ternyata kedua orang tuaku sangat dekat dengan kedua orang tua Jinny,mereka saling menyapa dan bercengkerama hangat. Kami juga segera mengikuti acara. Aku duduk disamping Jinny,sementara kakakku harus bergabung dengan semua peserta pendidikan. Tumakninah kami mengikuti acara,aku dan Jinny juga tidak sungkan untuk mensuarkan tepuk tangan terheboh saat kakak kami dinobatkan menjadi mahasiswa terbaik.
Aku sudah menyiapkan rangkaian bunga untuk Adhan,sebagai tanda selamat dariku. Setelah upacara ini selesai,kami mengambil sesi pemotretan. Adhan dengan ayah dan ibu,Adhan dengan aku,ayah dan ibu. Dan juga hanya kami berdua. Dari semua pose konyol yang kami lakukan,aku paling tidak suka pose terakir. Karena tiba-tiba Adhan menarikku dalam pelukannya. Kami membuat pose seperti pasangan yang sedang preweeding saja. Setelah itu giliran keluarga Jinny melakukan pemotretan. Mereka juga mengajakku dan Adhan untuk bergabung. Kemudian keluarga kami membaur menjadi satu.
Ini adalah moment bahagia yang tidak ternilai. Kami seperti keluarga besar yang sedang bersatu.
Kak Firas,berdiri dan beranjak dari tempatnya. Dia menggenggam rangkaian bunga bernuansa pink dan putih pemberian Jinny. Yang membuatku terkejut adalah,dia sedikit berjongkok dihadapanku dan semua orang yang berada dibelakangku.
“ Zhu,will you marry me ? “
\=\=\=\=\= Bersambung \=\=\=\=\=
Kisahnya masih bersambung dear,jangan bosan bacanya ya.. kritik saran komen,like,juga saya harapkan untuk kelanjutan kisah di episode-episode berikutnya.
Buat kamu yang pengen kasih saran keras bisa email aja di realraraabdullah@gmail.com atau bisa juga ke kimjangmi.**@gmail.com
__ADS_1
Kita bisa kenalan biar saling kenal dan tukar pengalaman. Thanks dear, i love love love you so much hehehe