
“Firas,biasanya rajin. Semua tertata rapi,tapi mungkin akir-akir ini dia sibuk jadi semua agar berantakan “
“ wajar saja ma,mungkin dia lelah “
aku membantu mama mengganti spreinya,membersihkan lantai dan merapikan mejanya.
Aku perhatikan setiap sudutnya,semua sangat simple dan menarik. Benar kata Jinny,disini memang ada fotoku. Terlihat ada Jinny,kak Firas dan wajahku. Jinny sangat riang dalam gambar.
“kamu pasti sedang baik-baik saja disana. Aku sayang kamu “
kukecup hangat gambar Jinny. Aku segera beralih kekamar mandi,ada baiknya aku juga membersihkan kamar mandi ini.
Aku membersihkan kerak yang ada walau hanya sedikit. Menguras airnya,dan membersihkan bak air ini. Mungkin lebih baik aku mencari pembersih porselen dulu di lantai bawah,agar lebih cepat dan bersih. Tapi langkahku terhenti di bibir pintu. Aku melihat kak Firas sedang berganti pakaian. Sama terkejutnya denganku,kakFiras bergegas menggunakan kaos lengan pendeknya.
“ Kenapa kamu disini,aku menghubungimu berkali-kali tadi “
“ aku sedang membersihkan kamar mandimu. Emmm,, aku cari pembersih porselen dulu “
aku segera bergegas menuju tempat dimana pembersih berada. Mama sudah memberi tahuku sebelumnya. Setelah itu aku kembali ke kamar kak Firas. Dia memutuskan untuk membantuku membersihkan kamar mandinya. Kami membersihkan kamar mandi yang lumayan luas ini bersama. Meski sudah menggunakan tenaga double,tetap saja tidak mengurangi rasa lelah.
Tulangkku terasa di cambuk. Setelah beberapa menit beristirahat,masih saja rasa lelah ini belum hilang.
“aku ambil minuman dulu “
“ iya “ kak Firas singkat menjawab.
Dia terlihat lebih lelah dariku,wajar saja karena memang tadi dia baru selesai berkutat di tempat kerja dan langsung membantuku membersihkan kamar mandi. Langkah kaki ini terasa berat karena kakiku masih terasa sedikit kram,dan tanpa diduga ada yang menarik tubuhku seketika.
Kali ini aku terkunci diantara kedua lengan kekarnya. Punggungku sudah menyentuh dinding,dia menyelidik dalam. Seperti biasa mata itu selalu membuatku terdiam kaku tak bergerak. Lekat dia menatapku,semakin dekat dan mendekat. Aku merasa ibu jarinya mengusap pipi kiriku, dia menghapus noda dipipiku. Kali ini,telapak tangan itu terasa lekat dengan wajahku.
Dia menyibak rambutku yang berantakan menutup wajah. Aku gemetar,degub jantungku tak keruan. Terasa seakan mencuat kedaratan. Sinar mata itu tidak pernah gagal membuatku terpaku,sedang dia semakin dekat dan mendekat.
“ Zhu.. Firas.. “
suara mama terdengar mendekat. Kak Firas meletakkan telunjuknya di bibir,memintaku untuk diam tidak bersuara. Dia keluar dan menjawab panggilan mama.
“ ini ice dan pudding untuk Zhu,dimana dia ?”
__ADS_1
“ Zhu dikamar mandi “
“ kasihan anak itu,dia sudah sangat lelah. Tadi dia membersihkan kamar Jinny,kemudian kamarmu juga kamar mandimu. Biarkan dia istirahat dulu “
“ iya ma “
“ tadi ada yang mengantar paket,mama letakkan dimejamu. Apa itu dari percetakan ? “
“ iya ma. Terimakasih “
“ cepat minta Zhu untuk istirahat “
“ iya mama sayang “
Suara langkah kaki mama sudah terdengar jauh. Sementara aku masih menciut di belakang pintu. Entah mengapa kak Firas menyembunyikan aku disini.
“ kamu mau minum ? “
dia menawarkan minuman dengan gayanya yang sok manis,walau terlihat manis.
Sementara aku malu dan kesal segera aku sambar segelas ice dari tangannya. Jantungku butuh perawatan ekstra untuk menghadapi kak Firas. Ku tenggak minuman ini dengan cepat. Tapi masih belum terasa dikerongkongan. Kak Firas masih saja menggodaku,dia menawarkan gelas ditangannya untukku. Saat aku hendak menyambar gelas itu,tiba-tiba dia menjauhkannya dari tanganku hingga aku tersesat di tubuhnya.
“ kenapa ketakutan begitu ? “
dia tersenyum puas melihatku gemetar. Aku yang salah tingkah ini hanya bisa menjawab sejadinya saja.
“ tidak “ singkat jelas dan padat.
Akir-akir ini aku merasa kak Firas penuh dengan kejutan. Dia membuatku salah tingkah setiap saat. Aku tahu,aku masih sering canggung dihadapannya. Aku memang harus membiasakan diri untuk bisa santai seperti dia menghadapiku.
“ percetakan?”
“iya, aku memesan undangan pernikahan kita “
“ APA???KENAPA KITA MENIKAH SECEPAT INI ?”
“memangnya kenapa? kamu tidak suka?”
__ADS_1
“ bukan begitu,tapi aku masih kuliah. Bagaimana jika...”
“bagaimana jika kamu tertarik pada laki-laki lain begitu? Jadi kamu tidak ingin menikah denganku sekarang ? “
“bukan begitu,tapi “
“kenapa lagi”
Pertengkaran kecil kadang terjadi,tapi itu lah cinta. Walau bukan makanan,cinta butuh bumbu.
Akan terasa sangat menyenangkan jika cinta selalu diwarnai dengan berbagai cerita. Dengan pertengkarang kecil,akan mendatangkan keromantisan yang lebih. Kak Firas orang yang romantis,dia tahu bagaimana cara untuk membuatku bahagia. Kita memang tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dikedepan hari nanti. Begitu juga dengan cinta,seperti apapun kita merancang kemana cinta akan jatuh. Tapi bila cinta tidak ingin berlabuh,dia tidak akan hinggap.
Cinta tahu kemana dia akan jatuh,cinta tahu kemana dia akan berteduh,dan cinta tahu jalan menuju tempat yang tepat. Yang aku tahu saat ini aku sangat bersyukur. Tuhan memberiku sejuta kebahagiaan. Pernikahanku akan digelar tidak lama lagi,hanya menghitung detik jam bergulir. Kak Firas,merencanakan hari dan tanggal sesuai hari ulang tahunku. Ini adalah kado terindah sepanjang usia. Kak Laili
menyiapkan kue pernikahan khusus untukku. Adhan juga memesan gaun khusus untukku. Rupannya perjalanan bisnis yang dia lakukan tiga bulan lalu bersama ayah adalah untuk memesan gaun pernikahanku.
Kain khas Batam memang cukup indah. Gaun ini dibuat berwarna dasar softpink. Menggunakannya membuatku merasa seperti Putri Aurora dalam cerita sleeping beauty. Aku berputar-putar didepan cermin kamar. Akad nikah sudah di gelar dua jam yang lalu,aku tidak ingin kejadian tadi pagi terulang lagi.
Jadi saat akad nikah berlangsung,aku memang sangat khusyu’ mengikuti setiap detiknya. Kak Firas juga sangat fasih saat mengucap janji suci itu. Dimulai dari tukar cincinlah kecerobohanku terulang. Karena terpancing untuk menatap mata kak Firas yang penuh candu itu,aku salah memasukkan cincin. Harusnya cincin tersemat di jari manis bukan ? tapi aku justru menyematkan cincin di jari kelingkingnya.
“Zhu.. Zhu..!! “
kak Firas menegurku halus menyadarkanku. Saat tersadar dia melirik jari-jarinya,memberi isyarat kalau-kalau aku salah menyematkan cincin. Spontan aku panic dan segera membenahi kesalahanku. Adhan dan kak Lai yang sadar akan kesalahanku tertawa begitu saja,sementara aku menyembunyikan wajah Maluku.
Sudah aku bilang,aku tidak siap menikah sekarang
Geram dalam hati aku mencoba menghujat keputusan kak Firas. Kesalahan selanjutnya adalah saat aku berjalan menuju kamar untuk berganti pakaian. Aku tersandung oleh pakaianku sendiri,beruntung Adhan sigap menangkapku. Entah dari mana dia datang,yang jelas dia sudah menolongku dari rasa malu yang berlebih. Bayangkan saja,kalau aku terjatuh dihadapan semua orang. Meski begitu Adhan tetap saja mentertawakan aku,walau sudah ditutupi juga aku masih melihat dia tertawa puas seperti itu.
Aku terbalut rasa kesal berlimpah,sementara dia masih saja tidak bisa menghentikan tawanya.
“aku bantu “ dia mengulurkan tangan tangannya,dan aku menyambut. Wal-hasil dia mengantarku kekamar. Dan membiarkanku berganti pakaian.
\=\=\=\=\= Bersambung \=\=\=\=\=
Kisahnya masih bersambung dear,jangan bosan bacanya ya.. kritik saran komen,like,juga saya harapkan untuk kelanjutan kisah di episode-episode berikutnya.
Buat kamu yang pengen kasih saran keras bisa email aja di realraraabdullah@gmail.com atau bisa juga ke kimjangmi.**@gmail.com
__ADS_1
Kita bisa kenalan biar saling kenal dan tukar pengalaman. Thanks dear, i love love love you so much hehehe