Klise

Klise
25.Tegang


__ADS_3

“ Zhu,will you marry me ? “


aku terjingkat mendengar ini. Dia pasti sedang bercanda,aku tidak ingin tampil kegirangan yang berujung memalukan. Aku melirik kedua orang tuaku perlahan,setelah itu melirik kekiri dimana kedua orangtuanya berdiri. Aku masing terkatut enggan berbunyi sedikitpun.


“ Aku serius “ tatapan mata itu memang serius,tajam dan membius.


Tapi aku masih takut,takut jika ini hanya lelucon yang berakir memalukan. Adhan merangkulku hangat,mataku membuat tanda tanya untuknya. Dia hanya memejamkan mata dan sedikit mengangguk. Aku masih ragu,takut dan bingung harus bagaimana.


“ Zhu,kakakku serius. Dia sudah membicarakan ini dengan keluarga kami. Kami setuju,kami juga sangat lega jika itu adalah kamu “


mataku merayap menatap kedua orang tua Jinny yang tersenyum dan mengangguk bahagia.


“ Dia juga sudah bicara pada ayah. Kakak juga senang,jika itu Firas “


mataku berkaca-kaca menatap Adhan lekat,sementara dia tidak sedikitpun melepas lengannya dari pundakku.


“ sekarang tinggal jawabanmu nak. Apapun jawabannya,Firas harus ikhlas “


aku sedikit berfikir,aku benar-benar belum percaya akan hal ini. masih dengan menahan genangan air dimataku,aku mengangguk malu.


“ kamu,menerimanya?” Adhan bersuara lembut di telingaku.


“ Iya “ aku menjawab dengan nada takut dan bahagia bercampur menjadi satu.


“ Benar Zhu,kamu menerimaku?”


kak Firas,berdiri cepat dan berusaha meraihku,tapi sigap Adhan menghempaskannya. Adhan menarikku dalam peluknya erat-erat.


“ dia adikku”


“ Adhan,kamu bilang kalau aku sudah melamarnya aku boleh menyentuhnya “


“ iya,tapi kamu belum punya hak. Biar aku yang memeluknya “


“ sudahlah,kemari Zhu beri aku pelukan. Aku senang,terimakasih kamu menerima kakakku. Dia sangat mencintaimu. Sungguh “

__ADS_1


Jinny menghamburkan pelukan dengan penuh keceriaan. Sementara kedua orang tua kai saling bercakap hangat.


“ kamu bilang,kamu tidak ingin punya kakak ceroboh “


“ tapi akir-akir ini kamu berubah sedikit waras. Iya hanya sedikit,tapi apa boleh buat. Kakakku telah memilihmu “


aku masih belum bisa mempercayai ini. aku menatap kak Firas dengan mata berkaca. Sementara kak Firas tersenyum bersahaja. Dia lelaki yang dewasa,dia sangat bijaksana juga. Aku yakin dia tidak gegabah dalam mengambil keputusan.


Kebahagiaan yang masih belum bisa aku percayai berjalan begitu saja. Kakaku sekarang sangat sibuk dengan kegiatannya bekerja di perusahaan ayah,menggantikan posisi ibu yang selalu sibuk bekerja mendampingi ayah.


Sekarang ibu memilih untuk tinggal dirumah bersamaku. Aku masih melanjutkan aktifitas kuliahku seperti biasa. Jinny lebih sering menginap di kamarku sekarang. Setiap pagi,kak Firas juga menyempatkan diri untuk menjemput dan mengantarkan aku kuliah.


“ Assalamualaikum sayang “


kak Firas menyapaku hangat. Seperti biasa,dia sudah bertengger di depan rumahku lengkap dengan senyum manisnya. Memang masih sedikit asing dan kurang terbiasa dengan perlakuan lebih darinya. Tapi perlahan aku harus belajar untuk membuka diri dan terbiasa untuk menerima perlakuan apapun darinya.


“ rambutmu kenapa masih berantakan “


kak Firas merapikan sedikit rambut panjangku yang sengaja aku gerai pagi ini. Adhan keluar rumah dengan langkah terburu-buru. Akir-akir ini dia memang sangat disibukkan dengan segala aktifitas yang baru dia geluti. Dia juga jarang sekali menjahiliku,berbeda dari Adhan yang dulu.


“ terimakasih cantik “


“ hei !! “ Adhan mengacak-acak rambutku,padahal baru saja kak Firas merapikannya.


“ Firas,nanti siang aku makan ditempatmu “


“ baiklah aku tunggu “ kami berpisah disini.


Kakakku yang tampan itu segera tancap gas ke kantor ayah. Aku dan kak Firas juga mengambil langkah untuk kekampus. Oh iya,satu lagi. Jinny adik ipar yang cantik juga berangkat bersama kami. Dia duduk di bangku belakang mobil berwarna hitam milenium ini.


Beginilah kehidupanku. Kehidupan setelah kak Firas melamarku dihadapan keduaorang tua kami. Kak Firas selalu mengambil tempat dihatiku. Dia orang kedua setelah Adhan,yang selalu menemaniku dalam segala hal.


Mengajakku berlibur dan berusaha menjaga kebahagiaanku. Berbeda dari Adhan,kak Firas lebih pandai dalam mengungkapkan perasaan. Dia sangat hangat dan perhatian. Adhan adalah type orang yang dingin dan kurang pandai mengungkapkan perasaannya. Dia hanya bisa mengungkapkan rasa dengan prilaku.


Seperti memelukku,menggandeng tanganku juga mengecup keningku. Adhan tidak pernah sungkan memelukku dihadapan umum. Walau sudah berulangkali aku katakan padanya,agar berhenti melakukan hal ini. aku sudah besar dan sangat malu harus dipeluk dan dikecup keningku dihadapan umum oleh kakakku sendiri.

__ADS_1


“ kak Firas tidak pernah melakukan itu padaku,dia hanya memelukku sesekali. Tidak seperti kakakmu yang selalu dan tidak bisa dihitung. Seandainya ada orang yang tidak tahu kalian adalah kakak beradik,pasti mereka mengira kalau kalian adalah sepasang kekasih. Apa jangan-jangan Adhan itu penjahat kelamin ? “


“ JINNY ! “ mataku terbelalak,telingaku terasa terbakar mendengar perkataan Jinny. Aku tahu wanita ini ceplas ceplos,tapi bukan berarti dia bisa mengatakan kakakku adalah seorang penjahat kelamin. Adik manapun tidak akan rela mendengar itu. Masih dengan kekesalan aku meninggalkan Jinny ditempat dia duduk menikmati segelas juicenya.


“ Zhu,bukan itu maksudku.. Zhuuu ! “


aku hanya berjalan dan berjalan menjauh darinya. Apa yang ada diotaknya sehingga tidak sungkan melontarkan kata itu ? demi apapun aku akan sangat marah padanya. Adhan selalu melindungiku,selalu membelaku disaat bagaimanapun.


Bahkan dia membentak Anita,gondoruwo itu tepat dua minggu sebelum wisuda. Saat dia menfitnahku telah mencuri Handphone miliknya. Aku juga tidak tahu menahu bagaimana bongkahan berwarna pink itu bisa berada didalam tasku. Anita menjambak dan menamparku di lobi kampus. Tentu saja banyak yang melihat kejadian itu. Bahkan dua orang temannya juga menyiram wajahku dengan juice alpukat yang berada ditangan mereka.


Kepalaku terasa berat dan mual,aku sangat benci aroma ini. Tidak satupun yang menolongku saat itu,Jinny yang baru saja keluar dari ruang BEM berlarian menujuku saat melihat kejadian berlangsung.


“ kalian,tidak bisa menuduh dan menghakimi Zhu seenak kalian tanpa ada bukti “


Jinny memelukku,membentak tiga serangkai itu semampunya.


“ bukti ? kurang jelas ya,bagaimana bisa handphone ku berada ditasnya kalau bukan dia yang mengambil “


“ sejak pagi dia berada didalam kelas denganku,kita bukan teman kelas. Lalu bagaimana Zhu bisa mengambil handphone milikmu itu ? “


“itu yang harusnya kami tanyakan padamu. Bisa jadi teman gembelmu ini menjarah handphone ini saat kami sedang menonton perlandingan basket tadi. Kalian juga duduk tidak jauh dari kami kan ?”


“ memang dasar gembel kurang ajar ! “ tiga pasang jangan ini mencoba menghujamku untuk yang kesekian kali. Jinny berusaha menyingkirkan tangan-tangan ini,tapi tetap saja mereka lebih kuat. Aku tersungkur,selain rasa sakit. Aku juga harus menanggung malu yang tidak terkira.


Ada sepasang kaki yang mendekatiku,dia menyentuh pundakku dan membantuku untuk berdiri. Menatapku tajam dan segera mendekapku erat dalam tubuhnya.


“ Adhan,dia itu gembel yang pasti hanya akan memanfaatkan kamu saja. Lihat ini,dia baru saja mencuri handphone ku. Dia mencuri milik orang lain sekarang,nanti dia akan memintamu untuk membelikan ini itu dan setelah dapat yang dia mau dia pasti akan meninggalkanmu untuk laki-laki kaya lainnya”


\=\=\=\=\= Bersambung \=\=\=\=\=


Kisahnya masih bersambung dear,jangan bosan bacanya ya.. kritik saran komen,like,juga saya harapkan untuk kelanjutan kisah di episode-episode berikutnya.


Buat kamu yang pengen kasih saran keras bisa email aja di realraraabdullah@gmail.com atau bisa juga ke kimjangmi.**@gmail.com


Kita bisa kenalan biar saling kenal dan tukar pengalaman. Thanks dear, i love love love you so much hehehe

__ADS_1


__ADS_2