Klise

Klise
08. Jahat


__ADS_3

“ ada project yang menginginkan suaramu sebagai model iklan radio kita,dan mereka ingin kamu yang menangani iklan besar ini. Karena itu setengah dari biaya iklan untuk kamu,ya di bagi rata dengan radio, lima puluh persen untuk radio dan lima puluh persen untuk kamu “


Aku terngangah saat penjelasan bos besar ini. Apa pemilik toko sangat tertarik dengan suaraku hingga dia menginginkan aku mengisi iklannya?. Tapi bagaimanapun,aku sangat berterimakasih karena sekarang aku bisa mencukupi kebutuhanku tanpa ragu. Orang pertama yang aku hubungi saat ini hanya Adhan. Selang lima belas menit,dia sudah bertengger di depan studio.


“ ada apa,kenapa kamu panik? “


pertanyaannya menyambut. Aku masih belum memberi tahunya perihal gajiku yang berlipat-lipat.


“aku bukan panik,tapi heran dan masih belum sadar nih “


“ hei,maruko chan yang semakin hari semakin aneh. Aku datang terburu-buru aku fikir kamu kenapa-kenapa. Dan sesampainya disini kamu terlihat semakin aneh membuat bulu kudukku merinding “


“ hei,, Adhan,, aku heran kenapa kamu selalu memanggilku maruko chan akir-akir ini. Baiklah dengarkan aku baik-baik. Bulan ini gajiku berlipat-lipat,aku fikir ini lima kali lipat. Bos bilang ada iklan besar yang ingin menyewa suaraku dan hasilnya dibagi dua dengan radio. Memangnya toko itu menjual apa sampai rela membayar mahal daber suaranya? “


“ berapa yang mereka berikan? “ aku terdiam sesaat,kenapa dia semakin dalam bertanya tentang penghasilanku.


“ kenapa kamu ingin tahu? “ sorot mataku curiga.


“ apa yang kamu pikirkan? aku hanya ingin tahu nominal uang berapa yang membuatmu bingung. Sudahlah,karena kamu dapat gaji banyak, hari ini kamu traktir aku makan malam di tempat biasa “


Hah... tempat biasa kami makan malam,biasanya dia traktir aku dan itu adalah tempat makan yang mahal. Dasar bocah ini,kenapa tidak di lesehan pinggir jalan saja?


“ aku yang pilih tempat makan, “


“ terserahlah “


Akirnya aku membawa dia ke tempat makan di pinggir jalan. Aku tahu dia belum pernah makan di tempat seperti ini. Dilihat dari caranya membawaku ke tempat makan yang sangat mahal bagiku. Raut wajahnya sedikit bingung,tapi aku diam saja dan sedikit tertawa dalam hati. Kalau seperti ini bukan berarti aku jahat kan?. Ini juga makanan sehat,bukan mie instan.


Walau sedikit kikuk dia tetap melahap makanannya sampai habis. Ini yang aku kagumi dari dia,dia selalu menghargai orang lain. dia adalah sosok yang sangat luar biasa dalam menghargai satu sama lain. sejauh ini aku masih bertanya-tanya bagaimana bisa aku sedekat ini dengannya.


------o0o------


Pagi ini suasana kampus agak berbeda. Ada sosok gondoruwo wanita yang sukses membuat bulu kudukku berdiri. Matanya itu sangat lebar pemirsa,badannya makin melar saja,dia berjalan kearahku. Aku menciut, degup jantungku tak keruan,aku tersenyum menangis. Kenapa mahluk ini tiba-tiba muncul? lihatlah dia semakin dekat,matanya menghujam mataku. Dia merunduk mendekatkan wajahnya di hadapanku,tangannya meluncur mendarap diwajahku dan....

__ADS_1


“ Anita !! “ suara asing ini menyapanya,dia segera mengalihkan sorot matanya.


“ Firas hehehe mau makan siang yahh?“


dia menyambut kedatangan Firas dengan senyum yang dibuat manis. Padahal kalau boleh aku jujur. Mau dibuat bagaimanapun senyumnya itu tidak pernah bisa manis.


“ iya,kamu sedang apa? “


“ oh tidak,hanya ada yang aneh dengan wajah adik manis ini“


dia menepuk pipiku dengan gemas,aku hanya tersenyum kecut.


“ benarkah,ada apanya? “


“ tidak,tadi ada noda putih disini. Apa bedakmu tidak rata adik? hehe,aku pergi dulu ya.. lain kali rapikan bedakmu ! bye Firas,selamat makan siang “


dia pergi begitu saja,sebenarnya apa yang ada dibenaknya. Pagi ini aku tidak memakai riasan apapun karena Adhan datang tiba-tiba.


Terlepas dari apapun,yang jelas dia membuatku gemetar dan harus waspada. Apa mungkin dia sekarang berani menyentuh dan berusaha menyakitiku?. Dia mencari cela saat aku tidak bersama Adhan. Aku sangat beruntung dengan kedatangan kak Firas. Tapi ini adalah hal langkah,kenapa aku melihat dia makan siang? Biasanya dia tidak pernah makan siang di kampus. Aku menatapnya keheranan.


“ tidak ada,aku juga baru tahu namanya hari ini. Tapi aku sering menabraknya saat berjalan. Aku tidak sengaja “


“ iya Jinny pernah bercerita kamu orang ceroboh yang gampang terjatuh dan menabrak “


TUHAN,, Jinny benar-benar sangat jujur pada kakaknya,dia berniat mencoret nama baikku atau bagaimana?


“ apa yang kalian bicarakan? “ Adhan datang tanpa salam. Huh,, andai dia yang datang tadi pasti gondoruwo itu semakin aneh dan merah kental.


“ kamu tidak makan? “ Adhan melirikku,yang tengah asik mengunyah snack. Aku hanya menggelengkan kepala saja.


“ emm.. jadi yang memesan gunungan mie instan di kantin itu kak Firas? “


pertanyaan polosku meloncat begitu saja. Adhan terbatuk-batuk sejenak,entah apa yang terjadi. Firas memasang muka bertanya-tanya,setelah kemudian tertawa kecil.

__ADS_1


“ berikan padanya! “ Adhan merebut mie instan di depan kak Firas dan menyodorkannya padaku.


“ makan saja kalau kamu ingin makan mie instan! “ dia berbicara sedikit dingin.


“ tidak,,aku tidak ingin. Aku hanya penasaran saja, kenapa ibu kantin tidak pernah memberiku mie instan “


aku kembalikan mie instan ini pada kak Firas dan mempersilahkan dia menenggak lagi mie instannya. Aku juga sempat melihat dua orang ini bermain mata,setelah itu Adhan melirikku dan lirikannya membuatku terpaku.


Ku hembuskan nafas dalam desah. Adhan tidak pernah memberiku celah untuk makan mie instan. Di kos juga Sisil selalu menceramahiku bahkan membuang piringku bila aku ketahuan makan mie instan. Aku heran kenapa dengan manusia-manusia ini.


“ boleh aku pergi lebih awal ,aku ada janji menemani Jinny berenang? “


aku memecah suasana dengan suara sedikit gemetar.


“ memangnya kamu bisa berenang? “


“ aku tidak bisa,tapi Jinny bilang akan mengajariku “


“ kamu tidak siaran? “


“ bos memintaku off hari ini “


Tanpa banyak kata dan menunggu jawaban dari Adhan,aku segera berlalu. Sempat aku melirik mereka dari kejauhan,mereka serius berbicara entah tentang apa. Aku tidak peduli,aku hanya berlalu dan menjauh. Tidak banyak yang ada di otakku saat ini. Tiba-tiba ada yang terasa mendorong tubuhku,aku terbelalak melihat tangga menurun dengan jelas. Mau tidak mau tubuhku yang tidak sigap ini harus limbung dan berguling menyusuri tangga. Aku hanya sempat mendengar seseorang menjerit memanggil namaku saat aku mendarat di lantai bawah.


Pandanganku kabur dan aku tidak bisa melihat apapun setelah itu. Mungkin seseorang akan membawaku ke rumah sakit,seperti cerita pada umumnya. Karena tidak mungkin aku dibiarkan tergeletak di lantai begitu saja seperti hewan yang tidak berguna. Entah apa yang terjadi dan bagaimana cerita saat ini. Aku berusaha membuka mataku, getar bibirku masih sangat berat untuk bicara. Aku hanya bisa menghembuskan nafas dengan desah.


Ada seseorang yang tertidur di sampingku,sangat dekat dengan tangan kiriku. Kepalanya tertunduk lesu,entah siapa ini aku belum bisa menebaknya. Perlahan dia terbangun dan mengangkat sedikit demi sedikit kepalanya. Terlihat jelas wajah Adhan,dia terlihat lega dan lelah.


“ kamu sudah bangun, yang mana yang sakit? “ pertanyaannya lembut berbisik di telingaku. Aku hanya menutup mataku dan sedikit bergeleng.


\=\=\=\=\= Bersambung \=\=\=\=\=


Kisahnya masih bersambung dear,jangan bosan bacanya ya.. kritik saran komen,like,juga saya harapkan untuk kelanjutan kisah di episode-episode berikutnya.

__ADS_1


Buat kamu yang pengen kasih saran keras bisa email aja di realraraabdullah@gmail.com atau bisa juga ke kimjangmi.**@gmail.com


Kita bisa kenalan biar saling kenal dan tukar pengalaman. Thanks dear, i love love love you so much hehehe


__ADS_2