
“ kamu pasti bosan dan kesepian,ayo kita jalan-jalan “
dia terlihat bersemangat,aku tidak ingin mematahkan semangat itu. Tidak enak rasanya karena dia pasti lalah usai sidang. Tapi melihat sumringahnya,aku tidak tega.
“ baiklah,kemudian kita belajar masak untuk makan malam “
“ OKE,kita belanja bahan-bahan kalau begitu. Kamu mau makan apa? “
“ eemmmm,,, kamu mau apa? “
“ bagaiama kalau tumis brokoli?”
“ boleh,lalu kita tambahkan sosis dan wortel “
kami menemukan titik kesepakatan. Setelah itu kami berangkat menuju tempat dimana kami bisa menemukan semua kebutuhan yang kami perlukan. Adhan terlihat sangat bersemangat,kami juga menggoda satu sama lain menciptakan suasana penuh tawa. Usai belanja,kami meracik semua sesuai kebutuhan.
Seperti yang tertulis dalam resep yang kami temukan di media online. Seperti yang kalian tahu pemirsa,aku tidak pernah memasak karena aku tidak bisa memasak. Dan ternyata Adhan juga tidak bisa memasak.
OMG akan jadi apa makanan ini nanti. Setelah dirasa semua makanan matang,kami meletakkannya dimeja makan. Dari warnanya,aku sudah ragu. Aku memperhatikan piringku detail dan melirik Adhan. Rupanya dia juga melakukan hal yang sama denganku.
“ Selamat makan “
aku mencairkan suasana
Aku menandaskan sesendok makanan ini dilidah. Terdiam untuk beberapa saat dan aku paksakan diri menelan makanan ini. Seteguk air mungkin bisa menetralkan suasana.
“ Kakak,, “ ini pertama kalinya aku memangggil dia dengan sebutan itu. Dia menatapku antusias. Aku ragu apakah dia menelan makanan dimulutnya.
“ kamu yakin,tidak merubah resepnya? “ ku beranikan diri melayangkan tanya itu. Dia terlihat kesulitan menelan apa yang ada dimulutnya.
“ rasanya unik “ dia menyadari kalau hasil masakan ini memang unik.
“ he’em “ kami terdiam untuk beberapa saat.
“ bagaimana kalau makan diluar? “
Adhan bersuara memecahkan keheningan ini.
“ itu lebih baik “ sambutku riang.
__ADS_1
Kami bergelak tawa mentertawakan diri sendiri. Kami adalah dua orang aneh yang berusaha memasak meski tidak tahu menahu tentang cara memasak,memaksakan diri untuk memasak. Tapi aku suka suasana didapur bersama Adhan. Kami penuh canda dan bahagia. Tapi sebentar,bukankah waktu itu dia terlihat sangat ahli dalam memasak ? waktu itu nasi goreng buatannya terasa mendekati sempurna. Bahkan aku memujinya sangat pandai dalam hal apapun. Aku mencoba berfikir dan memberanikan diri untuk mencari tahu tentang rahasia dibalik nasi goreng.
“ tunggu,bukankah waktu itu kamu membuatkanku nasi goreng? “
Pandangannya menerawang,mungkin dia mengingat apa yang pernah kami makan untuk sarapan pagi hari setelah kami kehujanan.
“ itu Firas yang membuat “
“ hah ?? “
“ dia datang tengah malam membawa obat penurun panas. Kamu demam waktu itu,badanmu panas sekali “
Benarkah ? jadi kak Firas datang hanya untuk itu?
“ lalu,kenapa pagi hari kak Firas tidak ada? “
“ dia hanya membuatkan nasi goreng dan terburu-buru pergi karena ada yang ingin dia selesaikan “
Aku terdiam beberapa saat,jadi kak Firas yang membuatkan nasi goreng dan sempat mendapat pujianku di pagi itu.
Pantas saja dia tidak merasa heran sama sekali saat aku menangis dipelukan Jinny,dia menginap juga dirumah Adhan malam itu. Aku terlalu terbuai pesona Adhan,hingga menyempurnakan semua yang dia lakukan untukku. Ternyata kak Firas juga turut serta dalam semua ini.
Firas juga terlihat sangat terkejut saat aku mencarimu,yang dia tahu kamu berusaha menemuiku. Dia merasa bersalah karena meninggalkanmu sendirian ditempat kerja,dia tahu kamu takut saat hujan dan petir seperti itu. Kami segera berpencar mencarimu. Aku yang menemukanmu lebih dulu. Awalnya aku berusaha mengompres dahimu dengan ice,tapi panasmu tidak turun juga. Walau sudah denganku,Firas masih saja menanyakan kabarmu.
Aku mengatakan bahwa demammu tidak kunjung turun,akirnya dia datang membawa obat penurun panas itu dan memberikan padamu. Dia juga menyiapkan sarapan,karena dia bilang kamu suka telur mata sapi “ aku ingat,waktu itu memang kak Firas menghubungi Adhan.
Aku juga mendengar dia berbicara tentang aku.
Aku merasa malu dan bersalah. Malu karena menganggap semua ini hanya Adhan yang melakukan,hingga dia selalu mendapat poin plus dimataku. Aku selalu terjerembab dalam pesonanya,menganggap dia selalu melakukan segalanya untukku. Tidak aku sadari,ada orang lain yang berusaha melindungiku dibalik pandanganku. Mungkin selain hawatir pada demamku,kak Firas juga memastikan tidak terjadi fitnah pada kami yang belum diakui secara resmi sebagai adik kakak ini tinggal berdua. Kak Firas tahu betapa aku sangat tertarik pada Adhan.
Aku selalu memuji Adhan dihadapannya waktu itu. Aku semakin malu dan merasa bersalah. Adhan memang selalu menjagaku,selalu menghiburku dan mencukupi semua yang aku inginkan. Namun aku seharusnya juga memandang orang lain yang juga demikian. Orang itu juga melakukan hal yang sama,memberikan hal yang sama. Mereka seimbang,tapi aku hanya memandang Adhan dengan pesonanya. Apa yang salah dengan kak Firas ?
“ Zhu.... ZHU...“ Adhan membangunkan aku dari lamunan bersalahku.
“ kamu tertarik pada Firas? “
aku mengalihkan pandanganku,berpura-pura mencari pemandangan dipinggir jalan. Harus bagaimana aku menghadapinya ? selama ini aku hanya tertarik pada Adhan. Pada pesona Adhan,aku tidak memandang Firas sama sekali. Rasanya tidak adil jika aku mengatakan aku tertarik pada kak Firas,sementara rasa tertarikku pada pesona Adhan masih belum usai.
Aku harus mengakiri rasa didalam gumpalan merah ini dan mengubahnya menjadi rasa cinta pada seorang kakak,yang nyatanya Adhan adalah kakakku. Kakak yang tidak mungkin tertarik pada adiknya. Kakak yang tidak mungkin menikah dengan adiknya.
__ADS_1
...-----o0o-----...
Setelah menunaikan dua rakaat,aku menuruni anak tangga. Membuat segelas susu hangat. Suasana pagi ini sangat dingin menyengat. Entah dimana Adhan? Aku tidak mencium kehadirannya sama sekali. Kuputuskan untuk menikmati tontonan pagi,mungkin memberiku sedikit inspirasi karena hari ini aku agak sedikit siang untuk pergi kekampus.
“ Maruko Chan !! “ aku mendengar suara Adhan,tidak jauh dari tempatku berada. Darimana datangnya mahluk itu.
Tadi aku tidak mengendusnya sama sekali,kenapa sekarang tiba-tiba datang ? apa dia bisa sulap __hehehehe___
Aku menghampiri sumber suara dan melihatnya menyiapkan menu sarapan pagi ini. Sedikit bertanya-tanya aku menyelidik masakan ini. kemudian kulihat empunya dengan mata tajam yang aku miliki.
“ kakak,ini bukan masakanmu kan? “
“ Aku membelinya dipersimpangan jalan hehehe “ beruntung bukan masakannya. Pagiku akan terasa aneh kalau harus menikmati makanan berasa unik lagi.
“ Selamat pagi,, “
“Assalamualaikuuuummm “
Jinny berlari menghampiriku,melandaskan pelukan ditubuhku. Aku juga melihat kak Firas dan menyambutnya dengan senyum. Mataku mulai lekat memperhatikannya. Betapa bodohnya aku tidak bisa melihat ketulusan orang ini. kak Firas juga menawan.
Dia tinggi,dia suka olahraga,bisa memasak dan selalu mendapatkan IP yang tidak kalah baik dengan Adhan. Mereka adalah mahasiswa dengan nilai baik dikampus.
“ bagaimana kabarmu,katanya kemarin demam. Maaf ya,aku baru bisa datang. Aku membawakan oleh-oleh khusus untukmu dari Malang “
“ benarkah? “ aku cukup antusias.
Jinny yang cerewet ini selalu membuatku penuh tawa.
“ sebaiknya sarapan dulu “ kami mendapat teguran dari bapak ice. Adhan,siapa lagi yang akan cerewet masalah makan kalau bukan dia.
Wal-hasil,pagi ini kami sarapan berempat. Selain menu yang Adhan beli,kak Firas juga menyodorkan puding cokelat kesukaanku. Dia membawanya dari rumah. Setelah sarapan,aku dan Jinny segera menuju kamar. Membiarkan kakak kami yang sama-sama tampan dan pandai dalam segala hal itu membersihkan dapur. Kami banyak bercerita ini itu. Gelak tawa juga tidak terelakkan lagi. Kami juga berangkat kekampus bersama. Hidup berdampingan dengan Jinny selalu berwarna. Dia adalah sahabat yang baik,selalu setia mendengar cerita suka dukaku.
“ Zhu... “ aku mendengar suara yang pernah aku kenali. Dag dig dug jantungku penuh genderang. Sesosok gondoruwo yang sempat sangat menakutkan itu menghampiriku. Aneh,dia tidak pernah memanggil namaku. Kenapa hari ini dia memanggilku? lagipula sudah lama aku tidak melihatnya,kenapa dia sekarang menampakkan diri lagi?.
\=\=\=\=\= Bersambung \=\=\=\=\=
Kisahnya masih bersambung dear,jangan bosan bacanya ya.. kritik saran komen,like,juga saya harapkan untuk kelanjutan kisah di episode-episode berikutnya.
Buat kamu yang pengen kasih saran keras bisa email aja di realraraabdullah@gmail.com atau bisa juga ke kimjangmi.**@gmail.com
__ADS_1
Kita bisa kenalan biar saling kenal dan tukar pengalaman. Thanks dear, i love love love you so much hehehe