Klise

Klise
30. Aku mencintaimu


__ADS_3

Hari ini tanpa sepengetahuan Adhan,kak Firas mengajakku menikmati indahnya bintang malam. Tempat yang sangat indah,dan disini aku bisa menikmati lampu malam dan hamparan bintang yang membaur. Kami berlibur untuk beberapa hari,menuju rumah kakek kak Firas yang berada di kota Malang. Benar-benar tempat yang dingin dan indah. Keluarganya yang ramah dan menerima kehadiranku dengan hangat,membuat aku betah berada disini.


Memang baru pertama kali aku bertemu mereka,tapi mereka seolah sudah sangat dekat denganku. Membicarakan segala hal,mereka juga menanyakan segala hal. Kak Firas selalu menjagaku,membuatkan minuman hangat setiap saat. Mengajakku berkeliling kota Batu,Malang. Menghabiskan waktu di taman bermain ini itu dan lain sebagainya. Sementara berkali-kali Adhan menghubungiku,hanya untuk menanyakan sesuatu yang aku rasa sangat ringan,aku makan apa dan kapan akan pulang. Tidak jarang juga dia menghubungi kak Firas hanya untuk mengingatkan agar dia menjagaku dan tidak berbuat macam-macam.


Mungkin dia hanya ingin agar aku tidak terluka dan apapun yang dia inginkan pasti hanya untuk kebaikanku saja,terkadang memang terdengar over. Tapi begitulah Adhan menjagaku,menjaga adiknya. Dia hanya ingin memastikan aku bahagia tanpa harus terluka terlebih dahulu. Dia tidak pernah sadar,aku pernah terluka karenanya. Aku pernah merasa perasaan yang lebih untuknya,walau kusadari itu adalah sebuah dosa. Tapi terkadang aku akan tertawa geli bila mengingat semua itu. Terkadang hidup memang perlu ditertawakan,aku tertarik dan jatuh cinta pada kakakku. Sementara dia hanya berusaha menjagaku.


Caranya menjaga,caranya memperhatikan memang sangat berbeda dari kakak pada umumnya. Mungkin wajar kalau aku pernah tertarik dengan perhatiannya. Wanita mana yang tidak akan luluh dengan perhatian yang bertubi-tubi.


Aku berdiri tegak menatap indah kemerlip lampu kota dari halaman samping rumah ini. Walau udara sudah terasa dingin dan sejuk,tapi angin malam masih tega menghembuskan nafasnya. Terasa halus membelai setiap pori-pori tubuhku. Rambutku yang panjang terurai,berkibar lepas. Aku terkejut saat sebilah jaket bertengger di kedua pundakku. Kak Firas menyapaku dengan senyum aku hanya menjawabnya dengan senyum pula.


“Zhu,kamu sudah tidak punya perasaan apapun pada Adhan ? “


entah apa yang membuat dia berfikir untuk melontarkan pertanyaan itu. Aku sempat menyuguhkan sorot mata bertanya-tanya dan gugup.


“ kamu memberinya cinta yang lebih ? “


matanya menyelidik,aku semakin gugup dan bimbang.


“aku hanya memberinya cinta sebagai seorang adik untuk kakaknya “


suaraku mendadak gemetar


Aku sudah memilihmu,dan hanya ingin kamu


Aku hanya bisa menjerit dalam hati,kata itu tidak bisa terlontarkan dari bibirku.


“ aku tahu,kamu tidak pandai mengucapkan perasaan. Tapi apakah ada aku disana ? “


matanya tajam menyelidik,kerutan wajahnya sangat serius kali ini. Aku menurunkan pandanganku,hanya menatap sekenanya saja. Bingung dan tidak tahu harus bersikap apa?itulah yang aku rasakan sekarang. Aku serba salah,salah tingkah dan bagaimanapun.


Kamu ada disini,kamu ada dihatiku dan setiap guratan nafasku mentasbihkan namamu kak Firas


Lagi-lagi aku hanya bisa mengucap dalam hati.


“aku takut kehilanganmu,tapi aku juga tidak akan memaksa perasaanmu. Perasaan adalah hak setiap individu,tidak bisa dipaksa atau diarahkan “


aku semakin kalut dan takut. Bagaimana aku bisa menjawab pernyataan itu. Apa sekarang dia benar akan meninggalkan aku ? aku harus berani jujur dan bicara.


Ternyata sikap tidak cukup untuk mengungkapkan perasaan. Tapi aku tidak tahu harus bermulai darimana,aku hanya bisa menatapnya sesekali dengan bibir yang enggan bergetar. Sementara dia menatapku semakin tajam dan menyelidik.


“ aku… “

__ADS_1


aku terdiam sejenak,apa aku harus mengucapkannya?. Tapi apa yang bisa kulakukan selain itu ?.


“ sayang kamu “


akirnya kata itu terucap juga meski hanya lirih dan perlahan.


“Apa ? “


sementara kak Firas terbengong seperti orang yang cacat pendengaran.


“aku sayang kamu “


aku mengulang kata itu masih dengan suara lirih. Aku ingin jujur tanpa kebohongan,tapi rasanya sangat malu mengucapkan itu.


“ emmm,, aku rasa suara angin lebih keras dari suaramu. Lagi pula kamu bicara menatap tanah,mungkin suaramu terbawa arus dan tidak sampai ke telingaku. Bisakah kamu bicara dengan menatapku ? “


Bibirku masih gemetar,jemariku juga terasa bergetar gugup. Aku menatap matanya yang tajam membius. Sejenak aku menarik nafas dan menghembuskannya seiring hembusan angin.


“ aku sayang kamu “


aku rasa wajahku memerah saat ini. Mengucap kata ini saja membuatku membutuhkan persiapan.


“ lalu ? “


“ lalu ? “


aku mengulang katanya penuh tanda tanya. Sementara dia menjawab dengan rentangan tangan dan memberiku isyarat untuk menyambutnya. Aku mulai paham apa yang dia inginkan,segera aku membuang pandangan.


“ emmmm,kakak bilang aku tidak boleh melakukan yang aneh-aneh meski sangat mencintai seseorang."


“ dia selalu memelukmu semaunya,kenapa aku tidak boleh ? “


“karena dia ka….”


“terserahlah “


kak Firas berlalu begitu saja,sementara bibirku tidak bisa mengucap kata untuk menahannya. Aku cukup menyesal,apa aku salah bicara sehingga melukai perasaannya. Kalau sudah begini,apa dia akan meninggalkan aku dan menanggalkan perasaannya ?


mungkin ada baiknya aku menyusul langkahnya. Baru dua langkah kaki kecilku melaju,aku tersentak tiba-tiba ada yang memelukku dengan cepat dan erat bahkan sangat erat. Aku tidak tahu siapa yang sedang mendekapku erat ini,belum sempat aku mengangkat wajah dan melihatnya tadi.


Tapi kalau dari warna bajunya,aku merasa ini kak Firas. Ku sentuh lengan kirinya tepat di bawah bahu. Berotot dan kekar,seperti pendekar. Perlahan dia melepas pelukan erat ini. Kedua lengannya hanya melingkar begitu saja di pundakku. Dia harus menurunkan sedikit wajahnya agar sejajar dengan wajahku.

__ADS_1


“ aku kekasihmu,tapi kenapa kamu masih malu ? “


dia menatapku kental. Aku terbius sinar matanya. Sedangkan dia masih bisa santai mengucap kata apapun.


“mulai sekarang,jangan pernah ragu untuk memelukku. Kapanpun kamu ingin memelukku,maka peluklah aku “


Kami hening sesaat,tanpa aku mengucap sepatah katapun. Sesaat kemudian dia tersenyum dan kembali memelukku hangat.


“ aku mencintaimu “ suara merdu itu kudengar tepat didaun telingaku


“ aku juga… mencintaimu “ sekali lagi aku punya keberanian mengucapkan kata itu.


Mungkin sekarang aku juga merasa takut untuk kehilangannya. Aku sudah merasa aman dan sangat nyaman hidup disampingnya.


Setelah malam berganti,kami memutuskan untuk kembali kekota asal. Kak Firas harus kembali menjalankan aktifitasnya. Di tambah lagi sekarang kak Lai juga berada satu tempat kerja dengannya. Aku merasa mereka cukup baik dalam dunia perdagangan. Kak Firas selalu sukses dengan rumah makannya,setiap hari tidak ada kata sepi pelanggan.


Pelanggan selalu dibuat nyaman dengan suasana dan pelayanan dan tentu dengan rasa makanan yang disajikan. Begitupun dengan kak Lai yang lincah dan pandai memanfaatkan peluang. Dia membuat sajian yang istimewa dan memikat lidah pelanggan.


Coffe shopnya,kue dan semua yang dia suguhkan sukses membuat lidah bergetar. Kakakku juga semakin sibuk dengan perjalanan bisnis dengan ayah. Terkadang aku mengunjungi Jinny ditempat dia tertidur lelap. Membersihkan gundukan tanah yang telah rata itu dan menabur sejumlah bunga. Setelah itu aku akan pergi kerumahnya dan menemani mama untuk beraktifitas.


Beliau pasti sangat kesepian. Ibu juga sering berkunjung dan bercengkerama dengan beliau. Saat aku berada disini,aku akan pergi kekamar Jinny dan membersihkan barang kecintaan Jinny. Aku merasa dia masih kental berada disini. Canda tawanya tidak pernah pudar dari telingaku.


“ Zhu,bantu mama mengganti seprei kamar Firas ya “


“ baik ma “


Selama aku disini,hanya kamar kak Firas yang belum pernah aku kunjungi. Aku tidak pernah sekalipun memasuki kamarnya. Baik saat aku tinggal disini,atau setelah aku resmi menjalin hubungan khusus dengannya. Aku hanya mendengar dari Jinny kalau disana ada fotoku yang terpajang.


“Firas,biasanya rajin. Semua tertata rapi,tapi mungkin akir-akir ini dia sibuk jadi semua agar berantakan “


“ wajar saja ma,mungkin dia lelah “


aku membantu mama mengganti spreinya,membersihkan lantai dan merapikan mejanya. Aku perhatikan setiap sudutnya,semua sangat simple dan menarik. Benar kata Jinny,disini memang ada fotoku. Terlihat ada Jinny,kak Firas dan wajahku. Jinny sangat riang dalam gambar


\=\=\=\=\= Bersambung \=\=\=\=\=


Kisahnya masih bersambung dear,jangan bosan bacanya ya.. kritik saran komen,like,juga saya harapkan untuk kelanjutan kisah di episode-episode berikutnya.


Buat kamu yang pengen kasih saran keras bisa email aja di realraraabdullah@gmail.com atau bisa juga ke kimjangmi.**@gmail.com


Kita bisa kenalan biar saling kenal dan tukar pengalaman. Thanks dear, i love love love you so much hehehe

__ADS_1


__ADS_2