
“apa yang kamu lakukan?“
aku tidak menghiraukan pertanyaannya,aku hanya terpaku pada kepala yang terbalut itu.
“ kamu baik-baik saja?“
kupaksakan diri untuk memastikan,meluapkan pertanyaan dipikirku sedari tadi. Nanar mata ini semakin tak terkendali,air mata keluar deras sederas hujan saat ini. Tidak ada jawaban keluar dari bibirnya,dia hanya menganggukkan kepala dan mendekapku erat. Kutumpahkan semua air yang kubendung dalam bendungan dikelopak mataku. Kutumpahkan semua rasa takutku,sementara dia pasrah dan semakin erat melingkarkan tangannya hingga aku tenggelam dalam tubuh kekarnya.
Adhan membawaku kerumahnya,Dia memberiku baju ganti untukmengganti pakaianku yang basah. Apa kalian tahu perasaanku?Ini adalah pertama kali aku menggunakan pakaiannya. Dia memberiku kaos berbahan rajut yang sangat menghangatkan. Dia juga yang mengeringkan rambutku dengan handuk. Sorot matanya tidak pernah lepas dari mataku. Degup jantungku lebih dari rata-rata. Kami tersadar oleh dering handphone yang berbunyi,jelas itu bukan handphoneku karena handphoneku sudah memejamkan matanya sejak tadi.
“ hallo Firas,, iya aku sudah menemukan dia. Sekarang dia di rumahku,biarkan dia menginap disini malam ini. APA YANG ADA DI BENAKMU ??!! “
terdengar agak kesal diujung kalimat. Entah apa yang membuat dia naik nada begitu.
“ hei,, maruko chan,kenapa handphonemu tidak bisa dihubungi? “
“ lowbath sejak tadi,terakir aku menghubungi kak Firas menanyakan rumahmu,setelah itu padam “
mata tajamnya membuatku bertanya-tanya.
Dia lekas keluar dan entah kemana aku juga tidak tahu. Lalu apa ini kamarnya? mataku mulai menyisir setiap sudutnya. Aku terpanah pada bingkai foto disamping ranjangnya,sekilas terlihat foto kebersamaan dengan wanita berambut panjang. Kakiku mengalun menuju meja kecil itu.
“ Hei,, ini susu hangat,minumlah “
“ terimakasih,, “
“ kamu suka nonton film?”
Aku mengangguk dan mengikuti langkahnya menuju ruang keluarga. Benar-benar rumah yang luas dan rapi. Semua barang interiornya tertata sangat sempurna. Adhan menyiapkan beberapa kaset yang dia punya. Ada horor,komedi,dan drama. Yang membuatku terpingkal dalam hati adalah film kartun anak-anak. Apa yang dia lakukan dengan film kartun sinchan? sungguh menggambarkan wajahnya. Benar-benar tubuh kekar berotot dan tinggi begini apakah tidak lucu kalau harus menikmati film kartun?
__ADS_1
“ aku ingin melihat ini “
kuangkat tinggi kaset film sinchan yang membuatku harus menahan tawa saat melakukannya. Dia terlihat heran dan bertanya-tanya.
“ darimana datangnya ini? aku tidak merasa membeli kaset anak-anak gila begini? “
“ sudahlah mengaku saja,kamu berulangkali memanggilku maruko chan,pasti setiap hari juga kamu melihat film kartun itu kan? “
“ aku tidak pernah melihat film konyol “
“ tapi kalau dilihat-lihat,wajah sinchan agak sedikit mirip denganmu. Apa kalian kakak beradik? “
“ hei,, tutup mulutmu “
Adhan melempar bantal kearah mukaku dengan kasar,tapi aku rasa sekasar apapun tetap ada kasih sayang didalamnya.
Kami menghabiskan malam dengan menikmati setiap seri sinchan ini. Tidak luput kami juga sempat tertawa dengan ulah konyolnya. Entah cerita apa yang terukir dimalam ini. Namun saat tersadar dipagi hari aku sudah tertidur anggun di sebuah kamar bernuansa biru.
Menceritakan hal kecil untuk mengisi waktu. Aku juga sempat memuji rasa masakannya yang mendekati sempurna. Dia benar-benar orang yang dapat melakukan segala hal dengan baik. Berbanding terbalik denganku yang selalu saja ceroboh.
Tugasku kini mencuci dan membersihkan dapur. Adhan entah kemana,dia bilang ingin memeriksa jemuran. Tapi aku terkejut saat diamenyentuh pundakku dengan lembut. Ku pikir dia pasti sedang memberiku kejutan kecil. Hidupnya memang selalu berisi kejutan untukkku. Tapi kali ini yang aku lihat bukan Adhan. Lelaki ini tinggi,berusia matang dan matanya nanar saat menatapku. Seiring dengan nanar matanya,akupun demikian. Lebih dari apapun yang pernah aku rasakan saat mendapat kejutan dari Adhan. Kehadiran lelaki ini justru membuatku heran dan sangat terkejut bercampur-campur hingga tidak bisa aku mengungkapkan.
“ Zhu,, kamu Zhu.. Zhulaikhah? “
dia memanggil namaku berkali-kali memastikan apakah aku adalah orang yang dia kenal atau bukan.
“ Ayah? “
aku terbelalak memastikan apakah ini orang yang aku kenal dan aku rindukan selama ini? ayahku,ayah yang hilang bertahun-tahun. Bukan ayah yang menghilang,tapi aku.
__ADS_1
Ayah yang aku rindukan selama ini. Apakah benar dia yang ada dihadapanku ini adalah ayahku ? sama dengan dia yang mengisi mataku saat ini. Aku terhanyaut dalam pelukannya. Tidak satu katapun terucap dari bibir kami. Aku dan ayah hanya ternanyut dalam keharuan pertemuan. Aku sama sekali tidak pernah membayangkan bisa bertemu kembali dengan ayah. Aku bisa menyentuh ayah dan bahkan merasakan hangat pelukan ayah. Berkali-kali ayah melepas pelukannya dan menciumi kening dan wajahku,kemudian memelukku kembali dan berulang seperti itu.
“ ayah,dimana ibu? “
“ maafkan ayah,ibu sudah meninggal sejak delapan tahun yang lalu sayang. Ibu sakit dan tidak berangsur membaik. Ibu sakit gagal jantung,dan itu karena ayah tidak dapat menjaga ibu dengan baik. maafkan ayah sayang,maafkan ayah yang tidak bisa menjaga kalian dengan baik“ ayah menangis menjadi.
“ ayah,semua bukan salah ayah,tapi memang sudah tertulis kisah hidup kita seperti ini. Bukan untuk di sesali tapi untuk dijalani. Syukurlah ayah masih hidup dan kita bisa bertemu kembali ayah “
kami berpeluk mesra semakin erat dan menjadi,tanpa perduli siapapun yang ada di sekitar kami. Aku melihat sosok wanita berdiri dibelakang ayah sedang khusyu’ mengusap air matanya. Ada juga Adhan yang berdiri tegap menatap kami haru.
“ Oh iya Zhu,kenalkan!! ini wanita yang menemani dan memberi ayah kasih sayang selama bertahun-tahun terakir. Tari istri ayah,dan sekaligus ibu baru untukmu nak. Kamu tidak keberatan? “
aku sempat terkejut dan tidak percaya, Tuhan membawa rentengan keluarga baru yang sangat utuh. Bagaimana aku bisa menolak bila wanita inilah yang sudah menjaga kebahagiaan ayahku selama ini. Aku mengibarkan senyum menyambut ibu Tari,wanita yang ayah kenalkan. Dan sejak tadi menghapus airmatanya.
“sudah sangat lama kami mencarimu nak,ibu juga sangat mengharapkan pertemuan ini “
senada dengan ayah,ibu Tari juga mengecup kening dan kedua sudut pipiku. Nafas berat masih kurasakan,aku bingung harus berkata dan bersikap seperti apa.
“ terimakasih,ibu sudah menjaga ayah saya. Beliau adalah laki-laki yang sangat hebat,saya sangat bahagia bisa bertemu dengan ayah dan memiliki ibu secantik dan lembut tuturnya seperti bu Tari “ sosok ibu dihadapanku ini tersenyum dan memelukku kembali.
Satu hal yang sedang berkecimpung dalam benakku adalah kenapa kedua orang ini berada disini. Bukankah ini rumah Adhan,dan sejak tadi malam kami hanya berdua. Adhan bilang kedua orang tuanya sedang perjalanan pulang dari lombok. Dan kalau pagi ini yang berada disini adalah kedua orang ini. Apa mungkin ??
“ dan itu,cowok tampan dan kece itu adalah kakakmu. Anak bu Tari dari pernikahan sebelumnya,dia tiga tahun lebih tua darimu “
belum berhasil aku menebak jawaban dari pertanyaanku,ayah sudah membuat petir berpindah diatas kepalaku. Rasanya bagai guntur memecah jantungku saat ini,orang yang selama ini aku kenal sebagai sosok yang merebut hatiku adalah kakakku? kakak tiriku? apa yang harus aku lakukan? Apa yang ada dibenakku? aku merasa sangat konyol pagi ini.
\=\=\=\=\= Bersambung \=\=\=\=\=
Kisahnya masih bersambung dear,jangan bosan bacanya ya.. kritik saran komen,like,juga saya harapkan untuk kelanjutan kisah di episode-episode berikutnya.
__ADS_1
Buat kamu yang pengen kasih saran keras bisa email aja di realraraabdullah@gmail.com atau bisa juga ke kimjangmi.**@gmail.com
Kita bisa kenalan biar saling kenal dan tukar pengalaman. Thanks dear, i love love love you so much hehehe