
“ Zhu... “
aku mendengar suara yang pernah aku kenali. Dag dig dug jantungku penuh genderang. Sesosok gondoruwo yang sempat sangat menakutkan itu menghampiriku. Aneh,dia tidak pernah memanggil namaku. Kenapa hari ini dia memanggilku? lagipula sudah lama aku tidak melihatnya,kenapa dia sekarang menampakkan diri lagi?.
“ sesajenmu kurang hari ini. Apa yang harus kita lakukan? Adhan dan kak Firas tidak kekampus sekarang “
Jinny berbisik kecil,melihat gondoruwo ini datang.
“ kenapa dia kekampus bukankah mereka satu kelas?”
“ dia semakin mendekat,siapkan dirimu aku akan memukulnya dengan tasku kalau dia berani menyentuhmu “
Masih ada genderang yang ditabuh dalam jantungku. Kenapa dan ada angin apa gondoruwo ini menyebut namaku. Dia masih berjalan lurus kearahku. Nyaliku menciut,Jinny sudah menyiapkan tasnya sebagai senjata. Hingga tepat di persimpangan jalan.
“ Anita,kemari cepat !! pengumuman sudah keluar “
“ iya “ dia segera berbelok kearah kanan.
Semakin jauh dan menjauh dari keberadaanku. Aku dan Jinny menghembuskan nafas lega bersama,sejenak kami berpandangan beradu mata. Dan segera mengambil langkah untuk pergi. Mengikuti kelas hingga jam kelas berakir dan pulang. Aku terkejut saat melintasi gerbang kampus. Adhan sudah bertengger disana,dia bilang ingin menjemputku. Dia memang selalu begini,seenak dan semaunya saja mengantar atau menjemputku. Aku juga tidak dibiarkan kemana-mana sendiri,dia selalu siaga menemaniku. Aku fikir dia terlahir sebagai kakak yang lebay.
Kami selalu melakukan berbagai aktifitas bersama. Menjalankan ibadah,makan,jalan-jalan,nonton film dan olahraga pagi bersama. Seperti pagi ini,dia mengajakku untuk lari pagi. Berbeda dengan dia yang sudah sangat terbiasa hidup sehat. Langkah kakiku tidak bisa mengimbanginya. Dia sudah jauh mendahuluiku,sedang aku masih berlari semampuku sembari menikmati sejuknya tempat ini. Ada banyak tanaman hijau disekelilingku,terasa sejuk dan sangat segar.
“ selamat pagi Zhu !! “
aku mengarahkan pandanganku,kak Firas sudah memamerkan senyum indahnya. Kami berlari beriringan,sembari bercakap ringan. Tiba-tiba aku merasa ada yang menarik kakiku. Tubuhku hampir terjelungup dibuatnya,beruntung kak Firas sigap menangkapku.
Kami tidak membuat mata kami beradu,agar tidak sama seperti cerita sinetron ___hehehehe___ kak Firas segera melepas tubuhku dari dekapannya,aku tersipu dan malu membuang pandanganku serta merasa sangat konyol sepagi ini. Tapi tunggu,kemana kak Firas yang harusnya ada didepanku ? kenapa dia tiba-tiba menghilang? aku merambatkan pandanganku kesegala arah dan belum juga aku menemukan sosoknya. Masih berdiri mematung,aku mengarahkan pandanganku kebawah.
Rupanya kak Firas sedang sibuk membenarkan tali sepatuku yang lepas,aku tidak bisa berkata apapun. Hanya diam menatap dengan pasrah. Usai membenarkan tali sepatuku dia berdiri tegap dihadapanku,tersenyum dan berkata.
“ itu akan membahayakanmu,lebih berhati-hatilah “
Aku hanya tersenyum dan mengangguk begitu saja. Perasaan malu dan senang bercampur menjadi satu,hingga aku tidak bisa membuat wajahku terlihat rapi. Kami berjalan kecil,menghampiri pedagang minuman.
Dia mempersilahkan aku duduk di bangku panjang menunggu dia memilih sebotol minuman untukku. Kuayunkan kedua kakiku,sembari cengar-cengir bak orang kesurupan. Menimang tali sepatuku yang sangat rapi. Terlihat sangat manis,dan memang kejadian tadi sangat manis. Kak Firas datang dengan botol minuman ditangannya. Dia duduk tidak jauh dariku,dia juga membuka tutup botol minuman ini hingga siap aku nikmati.
Kulandaskan seteguk demi teguk air yang terasa sangat segar di kerongkongan ini.
__ADS_1
“ sebentar lagi kakak wisuda,sudah siap? “ aku memulai percakapan kecil.
“ kalau belum,kamu mau membantu? “
“ membantu apa? “
“ menyiapkan yang perlu disiapkan “
“ menyiapkan gundulmu? “ Adhan hadir ditengah-tengah kami,dia menyibak jarak duduk aku dan kak Firas.
Mahluk ini benar-benar seperti hantu,muncul semaunya sendiri
Aku menatapnya tajam.
Kemana saja dia sedari tadi,kenapa meninggalkan aku sendiri?
“ kenapa? “ dia membalas tatapan tajamku yang menghakimi kehadirannya.
“ darimana saja kamu? kalau tadi ada penculik,dia pasti sudah berhasil membawaku “
ucapku ketus,asal meletus saja tanpa berfikir.
Benarkah? aku sama sekali tidak tahu kalau disini banyak CCTV__hehehe__
Kami menyudahi aktifitas pagi kami. Meski demikian,aku tidak tahu kenapa kak Firas selalu ada dalam ingatanku. Senyumnya,kehadirannya yang tidak terduga. Selalu membuat jantungku berpacu. Aku tidak lagi bisa melukis kata apapun,bahkan kehadiran Adhan sudah berbalik dari sediakala. Aku sudah merasakan berkasih sayang sebagai adik yang baik untuknya. Seperti dia yang selalu menjadi kakak terbaik untukku.
Dia selalu melidungiku,berusaha menghiburku disaat sepi dan bosan menyapa. Selain Jinny,kakak tiriku ini juga bisa menjadi sahabat terbaik untukku. Hanya saja aku masih sungkan untuk menceritakan kisah apapun dengan dia.
“ kak Adhan ! boleh aku ajak Zhu jalan-jalan? tenang saja kak,aku tidak akan menghilangkan dia “
aku mendengar suara Jinny dari lantai bawah,segera aku beranjak dari kamarku memeriksa kebenarannya. Rupanya memang benar Jinny yang datang,aku melihat dia sangat rapi dan casual.
“ baiklah,tapi kalau ada apa-apa langsung hubungi aku”
“siap kak !! “ Jinny beranjak dan menuju kearahku,entah apa yang ada dibenaknya.
Dia terlihat berbeda dari biasanya. Tingkahnya sangat ceria dan penuh tanda tanya. Aku hanya patuh saja,mengganti pakaianku dan pergi bersamanya. Dia mengajakku kepusat perbelanjaan. Aku fikir dia akan mengajakku untuk berbelanja. Tapi ternyata,
__ADS_1
“ kakakku ingin mengajakmu jalan-jalan,kamu jalan-jalan saja dulu dengan dia sementara aku akan kebioskop sebelah “
“ bagaimana kalau Adhan tahu? “
Jinny tidak menghirau suaraku,dia berlalu begitu saja. Aku sangat resah dan gelisah. Adhan sangat melarang aku hanya berdua saja dengan kak Firas,bagaimana bila nanti tiba-tiba dia melihatku hanya berdua dengan kak Firas ? lagi pula,dimana kak Firas sekarang?. Bola mataku sibuk menyisir semua sudut,aku masih belum melihat kak Firas.
Jinny kurang ajar,bagaimana bisa dia meninggalkan aku tanpa kejelasan ?
Seseorang menyampirkan jaket di pundakku. Aku berpaling dan,
“ Maafkan aku Zhu,sangat sulit membawamu keluar tanpa Adhan. Jadi aku melakukan ini “
suara kak Firas benar-benar lembut memukau.
“ jadi mau kah kamu jalan-jalan denganku?”
pertanyaan ini membuatku lemah. Mungkin sekarang wajahku sudah memerah dengan sendirinya,aku mengangguk patuh. Sementara kak Firas mengibarkan senyum dan menggandeng tanganku untuk berjalan beriringan dengannya.
Kenapa jantungku berdetak serba salah begini? kak Firas,terlalu erat menggenggam tanganku. Dia berbeda dari biasanya,apa yang aku dengar tidak salah? dia benar tertarik padaku?
Kami hanya berjalan menyisir rute jalan yang ada. Menunjuk ini dan itu,masuk ketoko ini dan itu. Tidak terasa kami bercanda tawa ria bersama,mentertawakan ini dan itu. Mencoba semua yang ada. Termasuk yang satu ini
“ kamu mau itu? “
“ Time Zone? “
kak Firas mengangguk dan tanpa persetujuanku dia sudah menyeretku kedalam. GILA aku seperti anak PlayGroup yang makmum saja di ajak kesini kesitu. Kami bermain semua yang ada disana. Aku bisa tertawa lepas dengan kak Firas,laki-laki yang satu ini memang tidak jauh berbeda dari Adhan. Semaunya saja mengajakku bermain,tapi aku cukup bahagia karena bisa menghapus semua bosan dan penatku.
Dirumah aku hanya bisa bermain bersama Adhan,kesemua sudut aku melihat Adhan. Tapi disini,ada boneka,permainan,kedipan lampu beraneka warna,suara beraneka benda. Tidak seperti di rumah yang hanya ada suara Adhan. Berbeda dengan Adhan yang selalu jaga image,kak Firas justru tidak sungkan untuk bermain dan tertawa lepas bersamaku. Aku merasa labil,mungkin perasaanku untuk Adhan benar-benar dikuras habis tidak tersisa. Hingga aku bisa tertawa bahagia dengan seseorang disampingku ini sekarang. Sudah jelas dia menyukaiku,sudah jelas dia tertarik padaku.
Tapi dia masih saja belum mengungkapkan perasaannya kepadaku. Mungkin ada baiknya aku tidak terbawa perasaan. Aku takut seperti diawal cerita. Sudah bulat perasaanku untuk Adhan,ternyata kenyataan menampar semua itu dan harus buyar. Aku ingin kenyataan berpihak pada nasipku kali ini. Tidak ingin kenyataan kembali mempermainkan aku.
\=\=\=\=\= Bersambung \=\=\=\=\=
Kisahnya masih bersambung dear,jangan bosan bacanya ya.. kritik saran komen,like,juga saya harapkan untuk kelanjutan kisah di episode-episode berikutnya.
Buat kamu yang pengen kasih saran keras bisa email aja di realraraabdullah@gmail.com atau bisa juga ke kimjangmi.**@gmail.com
__ADS_1
Kita bisa kenalan biar saling kenal dan tukar pengalaman. Thanks dear, i love love love you so much hehehe