Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 105


__ADS_3

Bintang membuka pintu kamarnya untuk melihat siapa yang datang.


"Ada apa Din?", tanya Bintang saat tahu yang datang adalah teman sesema magangnya Dinda.


" Bintang, malam ini aku boleh tidur di sini ya?Jujur aku tidak bisa tidur sendirian di tempat asing",pinta Dinda.


Selama ini Dinda memang di kenal sebagai gadis penakut.


Bintang menghela napasnya, sebenarnya dia ingin menolak karena malam ini dia ingin tidur bersama dengan suaminya.Tapi dia juga merasa kasihan dengan Dinda jika gadis itu harus tidur sendirian.


" Masuklah! ",suruh Bintang.


Dia menyuruh Dinda agar masuk ke kamarnya.


" Makasih ya Bintang,Aku kira kamu orang yang susah untuk di ajak berteman ternyata kamu baik juga orangnya",kata Dinda yang langsung nylonong menuju tempat tidur.


Bintang kembali menutup pintu kamarnya dan menguncinya.


"Ohya Bintang, kenapa jendela kamarmu terbuka?", tanya Dinda saat melihat jendela kamar tersebut tidak di tutup.


" E...disini agak panas jadi aku membuka jendela agar anginnya masuk",jawab Bintang seraya menutup jendela kamarnya.


"Bukankah di kamar ini ada ac-nya ya?" tanya Dinda heran.


'aduh,mati aku.Kenapa aku bisa sebodoh ini sih' ,batin Bintang.


"Oh...tadi ac-nya sempat mati jadi aku buka jendelanya.Tapi kayaknya sekarang sudah nyala jadi aku bisa nyalain ac lagi", jawab Bintang berbohong.


" Eh,ternyata kamu sudah menikah ya?Wah suamimu sangat tampan.Anak-anakmu juga cantik dan ganteng",kata Dinda saat melihat foto di meja kamar Bintang.


Bintang memasukkan foto keluarga kecilnya ke dalam laci.


"E...sepertinya aku pernah melihat wajah suamimu, tapi dimana ya", Dinda berusaha mengingat wajah yang di anggapnya mirip dengan suami Bintang.


" Wajah suamiku itu pasaran,jadi pasti banyak orang yang mirip dengannya",Bintang berusaha mengalihkan perhatian Dinda.


"Mungkin juga sih.Ya sudah kita tidur yuk", Dinda langsung memejamkan matanya.


Bintang kembali mengambil ponselnya dan mengirimi suaminya itu pesan.


' Maaf ya Mas,malam ini kita tidak bisa bersama '


Ada satu pesan dari suaminya.


' **Tidak apa-apa, aku juga ada keperluan mendadak. Aku langsung kembali ke Jakarta malam ini. Besok aku akan kembali untuk menemuimu. Love you '


' Love you too suamiku. Hati-hati, salam untuk anak-anak** '.

__ADS_1


Setelah mengirim pesan kepada suaminya, Bintang ikut merebahkan tubuhnya di samping Dinda.


Keesokan harinya, Bintang dan teman-temanya mengikuti briefing yang di berikan oleh direktur rumah sakit tersebut.


Setelah itu mereka melakukan tugas sesuai dengan arahan yang di berikan.


Bintang dan Dinda mendapat tugas untuk memeriksa dan menjaga pasien di ruang DAHLIA dan ruang MELATI.


Mereka berdua mulai memeriksa satu per satu pasien yang berada di ruang tersebut.


" Selamat pagi,Bu.Bagaimana kabar Anda hari ini?"tanya Bintang pada salah seorang pasien yang dia periksa.


Dari catatan medis yang dia terima pasien tersebut menderita penyakit mag kronis.


"Perut saya masih sedikit sakit Dokter" jawab pasien itu.


"Di sebelah mana yang sakit? di sini? atau di sini?" tanya Bintang sambil menekan perut si pasien.


"iya di situ Dok" jawab sang pasien.


Bintang menuliskan sebuah resep dan mberikannya kepada perawat yang bertugas.


"Untuk sementara hindari makanan yang pedas,asam dan juga yang bersantan ya Bu.Dan jangan lupa konsumsi air putih yang banyak".


" iya,Dok"jawab pasien itu lagi.


Bintang hanya menjawabnya dengan senyuman.


Bintang berjalan ke kamar pasien berikutnya.Dia melakuakan hal yang sama,memeriksa kemudian memberikan resep dan juga memberikan saran kepada pasien tersebut.


Begitu seterusnya sampai dia selesai memeriksa semua pasien yang menjadi tanggung jawabnya.


Selesei memeriksa, Bintang ke ruang dimana tempat semua dokter magang berkumpul untuk sekedar melepas penat dan juga sharing.


"Ohya bagaimana pekerjaanmu,apa berjalan lancar?" tanya Dinda.


"Semuanya lancar" jawab Bintang singkat.


Bintang sedikit menjauh dari teman-temannya saat ada telpon masuk.


"Iya,ini aku baru selesei memeriksa pasien"


"_____"


"Sekarang? Bukannya kamu sudah kembali ke Jakarta semalam?"


"_____"

__ADS_1


"Baiklah, aku kesana sekarang".


Bintang mengakhiri obrolannya,dia segera pergi meninggalkan teman-temanya.


" Hai,kamu mau kemana Bintang? " tanya Dinda.


" Aku ada urusan sebentar,Aku akan segera kembali", jawab Bintang seraya berjalan meninggalkan tempat itu.


Bintang masuk ke sebuah restoran besar yang tidak jauh dari rumah sakit.


"Maaf ya Mas ,aku tidak bisa lama-lama di sini." ucap Bintang sambil duduk di depan laki-laki yang sudah menunggunya siapa lagi Kalau bukan suaminya,Rangga.


"Semalam Mas bilang akan langsung ke Jakarta, kenapa sekarang sudah ada di siani?" tanya Bintang.


"Semalam aku tidak jadi pulang.Aku menyuruhmu kesini untuk memberitahumu,mungkin aku tidak bisa menemuimu dalam beberapa hari ini jarena ada yang harus aku kerjakan", kata Rangga.


" Tidak apa-apa Mas,aku mengerti kok"jawab Bintang.


"Maaf ya Mas,aku harus segera kembali ke rumah sakit. Aku sudah di hubungi oleh temanku", pamit Bintang kepada suaminya.


" Iya,berhati-hatilah"


Bintang mencium pipi suaminya dan Rangga membalasnya dengan mencium kening istrinya itu.


"Love you Sayang" ucap Bintang


"Love you too istriku" balas Rangga.


*****


Rangga kembali ke Jakarta saat mendapat kabar dari Nando kalau Erik ada di Jakarta dan ingin bertemu dengannya.


Setelah kurang lebih tiga jam akhirnya Rangga sampai juga di kantor Wijaya Grup.


Dia segera ke ruangannya untuk bertemu dengan Pak Erik.


"Maaf Pak Erik, ada apa sampai Pak Erik harus datang ke Jakarta?" tanya Rangga.


"Maaf Pak Rangga ini soal Harry" jawab Erik


"Harry? Kenapa? Bukankah dia sudah tiada?" tanya Rangga.


"Harry ternyata masih hidup dan sekarang dia ada di Indonesia" jawab Erik.


Rangga benar-benar terkejut mendengar hal itu.


"Tapi...Anda juga harus tahu,kalau saudara kembar Anda ke Indonesia untuk membalas dendam kepada Anda dan keluarga Anda"

__ADS_1


__ADS_2