Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 187


__ADS_3

Bintang menajamkan alisnya menatap suaminya. Dia tidak mengerti barang apa yang tertinggal.


"Apa Mas yang tertinggal?" tanya Bintang sekali lagi,dia penasaran dengan barang yang di maksud oleh suaminya.


Rangga berjalan mendekati istrinya itu,dia memegang dagu istrinya kemudian memberikan ciuman lembut di bibir istrinya tersebut.


"Tanpa itu,aku tidak akan bisa pergi" ucap Rangga sambil mengusap bibir mungil sang istri dengan ibu jarinya.


'Blussshhh'


Wajah Bintang merona mendengar ucapan dari suaminya itu. Memang bukan sekali ini saja Rangga selalu berkata manis terhadapnya.Tapi setiap dia mendengar kata-kata manis yang keluar dari mulut suaminya itu,wajah Bintang selalu saja merona.


"Aku akan merindukan itu selama beberapa hari ini," ucap Rangga lagi.


"Aku juga akan merindukannya," balas Bintang.


Rangga kembali mencium istrinya tersebut,tapi kali ini yang dia cium adalah keningnya.


"Jaga dirimu dan anak-anak kita dengan baik selama aku pergi," kata Rangga sambil membelai rambut Bintang.


"Iya,Mas" jawab Bintang.


"I love you," ucap Rangga lagi.


"Love you too,Sayang," balas Bintang.


Rangga kembali berjalan memasuki pintu yang menuju ke pesawat pribadinya.


"Mommy,apa daddy akan lama di Jepang?" tanya Tama.


"Tidak Sayang,hanya 3 sampai 5 hari. Setelah itu daddy akan pulang," jawab Bintang.


"3 samapi 5 hari itu lama Mommy, Mikha pasti akan sanagat merindukan daddy," protes Mikha.


" Sebenarnya itu juga lama bagi Mommy,Sayang," Bintang mengatakan itu di dalam hati.


"Tidak akan lama,Sayang. Daddykan akan menelpon kita tiap hari," ujar Bintang kepada putrinya.


"Ayo,Mommy antar kalian ke sekolah dulu!" seru Bintang kepada ke dua anaknya.


Setelah melihat pesawat yang di tumpangi Rangga tinggal landas,Bintang dan kedua anaknya segera meninggalkan bandara. Terlebih dulu Bintang mengantar kedua anaknya itu pergi ke sekolah.Setelah itu dia baru berangkat ke rumah sakit untuk bekerja.


*****


Sementara itu di Korea Selatan...


Sudah beberapa hari Dinda dan Harry berbulan madu di Korea Selatan. Tadinya mereka berencana langsung pulang ke Indonesia saat tahu Rangga menghilang waktu itu. Tapi setelah mendapatkan kabar dari mamanya bahwa Rangga sudah kembali,mereka tidak jadi mempercepat acara bulan madu mereka.


Saat ini Dinda dan Harry sedang menginap di salah satu hotel bintang 5 di pulau jeju.


Setelah mereka seharian berjalan-jalan di sekitar pulau,mereka memutuskan untuk makan di salah satu restoran di pulau tersebut.

__ADS_1


Setelah mendapatkan tempat duduk mereka segera memesan beberapa makanan,diantaranya:kimchi,kimbab dan Bulgogi.


Semua makanan yang mereka pesan kini sudah ada di depan mereka.Mereka menikmati satu persatu makanan yang mereka pesan.


"Sayang,pelan-pelan makannya," seru Harry saat melihat istrinya itu makan sedikit terburu-buru.


"Maaf Mas,aku sudah lapar soalnya," jawab Dinda.


Harry tersenyum melihat istrinya itu makan dengan sangat lahap. Dia mengelap bibir istrinya yang sedikit belopatan dengan menggunakan ibu jarinya.


"Makanlah yang banyak,karena malam ini aku tidak akan melepaskanmu," jawab Harry di sertai senyum jahilnya.


"Apaan sih,Mas," jawab Dinda malu-malu.


"Ohya Mas,bagaimana kabar saudaramu Rangga setelah selamat dari musibah kemarin?" tanya Dinda kepada suaminya.


"Bukan Rangga namanya...kalau dia tidak lebih cerdik dari musuh-musuhnya. Dia baik-baik saja,malahan sekarang dia sedang ke Jepang untuk melakukan perjalanan bisnis," jawab Harry.


"Wah...pasti Bintang kesepian. Selama ini merekakan tidak pernah berjauhan," kata Dinda.


"Iya...mereka selalu bersama dalam menghadapi apapun," kata Harry.


"Mama bilang kalau Bintang adalah wanita yang tegar dan juga kuat. Meskipun dulu Rangga tidak menyukainya bahkan mungkin membencinya,dia tidak pernah menyerah untuk mendapatkan cintanya.Dan terbukti sekarang meskipun Rangga di kejar oleh wanita cantik,cintanya hanya untuk Bintang seorang," tutur harry.


"Dan semoga cinta kita juga sama seperti cinta mereka ya,Mas," imbuh Dinda seraya menggenggam tangan suaminya itu.


"Pasti! Cinta kita pasti akan kuat seperti cinta mereka," ucap Harry seraya membalas genggaman tangan Dinda. Mereka kembali melanjutkan makan mereka,setelah merasa kenyang mereka segera kembali ke hotel tempat mereka menginap.


*****


"Sayang,bagaimana sekolah kalian tadi?" tanya Bintang yang duduk di tengah- tengah anak kembarnya.


"Baik,Mom. Tadi di sekolah Mikha menggambar bunga," cerita Mikha.


"Iya,tapi gambarmu jelek makanya tadi cuma dapet nilai bintang 3," tukas Tama.


" Biarin saja jelek yang penting aku gambar sendiri,nggak seperti Tama yang minta di gambarin sama teman," protes Mikha.


"Benar itu Nak,kamu minta di gambarin sama teman kamu?" tanya Bintang kepada anak lelakinya.


Tama menundukkaan kepalanya,dia takut di marahi oleh mommynya tersebut.


"Kenapa Tama tidak menggambar sendiri tadi?" tanya Bintang.


"Tama tidak suka dengan bunga,Mom. Jadi Tama tidak mau menggambar bunga," jawab Tama jujur.


"Kenapa Tama tidak suka dengan bunga?"


"Karena bunga itu kesukaan cewek,Mommy. Tama kan cowok,jadi Tama nggak mau gambar itu," jelas Tama.


Bintang menggelengkan kepalanya mendengar jawaban dari anak lelakinya.

__ADS_1


"Dengar Sayang,itukan hanya sebuah gambar. Sayang,Tama mau jadi anak pinter atau anak yang kurang pinter?" tanya Bintang lagi.


"Mikha mau jadi anak pinter," sela Mikha yang terlebih dulu menjawab pertanyaan Mommynya.


"Tama juga mau jadi anak yang pinter,Mommy" jawab Tama.


"Kalau Tama mau menjadi anak yang pinter,gambar apapun yang ibu guru perintahkan untuk di gambar,Tama harus mau menggambarnya sendiri,Oke!"


"Oke,Mommy."


" Nah gitu dong,anak mommy kan pinter," Bintang mengusap kepala anak lelakinya.


"Kok cuma Tama yang di usap? Mikha tidak?" protes Mikha.


"Mikha tidak hanya akan mendapatkan usapan dari Mommy,Mikha juga akan dapat pelukan dari Mommy," jawab Bintang seraya memeluk anak perempuannya. Dia juga menarik anak laki-lakinya dan memeluk keduanya bersamaan.


Mereka bertiga segera turun ke ruang makan saat Mia memanggil mereka untuk makan malam bersama.


*****


Malam harinya...


Bintang tidak bisa memejamkan matanya meskipun jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari.


"Kalau di sini jam 1 dini hari,berarti disana sudah jam 3 pagi,pasti Mas Rangga masih tidur," ujar Bintang pada dirinya sendiri.


Lagi-lagi dia melihat ke layar ponsel miliknya,berharap suaminya akan segera memberi kabar.


"Tapi aku sangat merindukan dia,apa aku harus menelpon dia duluan ya?",batin Bintang.


Bintang memainkan ponsel yang ada di tangannya.


"Mungkin Mas Rangga kecapekkan,makanya dia lupa memberi kabar padaku," batin Bintang lagi.


Bintang melempar ponsel miliknya ke atas ranjang. Kemudian dia ikut menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang tersebut.Dia kembali mengambil ponsel miliknya tadi dan menulis sesuatu di layar tersebut.


✉️ '*M*as,kalau kamu sudah bangun segera hubungi aku'.


Namun sudah satu jam pesan itu terkirim belum juga ada balasan dari orang yang dia harapkan.


Bintang kembali bangun dari posisinya dan mengambil air putih di dekatnya. Bintang segera mengambil ponsel miliknya saat ponsel tersebut berdering.


"Apa!?! Iya,aku ke sana sekarang," kata Bintang setelah berbicara dengan orang yang menelponnya.


Bintang mengambil mantel dari dalam lemari dan memakainya. Dengan terburu-buru dia segera meninggalkan kamarnya itu.


## Siapakah yang menelpon Bintang,hingga membuat dia pergi dengan terburu-buru???


Dapatkan jawabannya di next episode....😉


~jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak kalian dengan like,komen dan vote sebanyak-banyaknya...Author tunggu😍😍

__ADS_1


__ADS_2