
Hari itu adalah hari dimana Bintang dan Dinda akan di wisuda. Semua keluarga datang untuk memberikan ucapan selamat, termasuk Ana dan Dewi.
"Bintang!!! " Teriak Ana dan Dewi barengan. Mereka begitu heboh hingga menarik perhatian sebagian orang yang berada di sana.
"Selamat ya akhirnya cita-cita kamu tercapai", ucap Ana seraya memeluk sahabatnya itu.
" Selamat ya Bi,akhirnya impian kamu untuk jadi dokter jadi kenyataan",Dewi juga ikut memeluk sahabatnya itu, meskipun dengan susah payah karena perutnya yang sudah semakin besar.
"Jadi sekarang kita bisa manggil kamu Bu Dokter dong. Wah asik,aku bisa periksa gratis sama kamu dong,Bi", kata Ana.
" Ih,kamu tuh ya bukannya suamimu itu juga seorang dokter. Kamukan bisa minta periksa gratis sama dia",tukas Dewi.
"Kalau itu jangan di tanya? Tiap malam aku juga selalu minta di periksa sama dia,hehehehe", jawab Ana.
"Ohya dimana Pak Rangga dan calon menantuku, kok mereka nggak kelihatan?", tanya Dewi sambil melihat ke sekelilingnya.
" Tadi sih mereka semua di sini,tapi nggak tahu deh sekarang malah semuanya menghilang",jawab Bintang.
Tiba-tiba semua orang di kejutkan dengan adanya helicopter yang terbang di atas mereka sambil melepaskan banyak balon,bunga dan pita yang berwarna-warni bahkan ada sebuah spanduk bertuliskan ucapan selamat di atas helicopter itu.
"Wah,Pak Rangga memang selalu keren", puji Ana.
" Bintang, itu suamimu ya.Wah,suamimu benar-benar romantis ",Dinda yang baru saja menghampiri Bintang ikutan mengeluarkan pujiannya.
Karena dari tulisan spanduk yang di kibarkan di atas helicopter itu, sudah jelas kalau itu adalah ulah Rangga.
Tulisan spanduk:
SELAMAT BUAT ISTRIKU YANG AKHIRNYA MENDAPATKAN GELAR DOKTER.
Semua orang berdecak kagum melihat hal itu,terlebih saat sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan Bintang.
Rangga dan kedua anak kembarnya turun dari mobil sambil membawa buket bunga mawar.
Mereka berjalan menghampiri Bintang.
" Selamat ya Sayang, karena akhirnya cita-citamu terwujud",ucap Rangga sambil menyerahkan buket bunga mawar tersebut kepada istrinya kemudian dia mencium kening istrinya tersebut.
"Terimakasih ya Mas,semua juga atas dukunganmu", jawab Bintang.
" Mana hadiahku?",tanya Bintang sambil menengadahkan satu tangannya.
"Aku sudah siapkan kejutan di rumah", jawab Rangga.
Bintang pura-pura cemberut. Melihat istrinya yang cemberut Rangga malah mencium pipi istrinya itu
__ADS_1
" Mommy, selamat ya ",ucap Mikha dan Tama bersamaan.
" Terimakasih,Sayang ",balas Bintang kemudian memeluk kedua anak kembarnya tersebut.
" Daddy, apa sekarang Mommy sudah menjadi orang pintar?" tanya Mikha
"Kenapa Mikha tanyakan itu,Sayang?"
"Soalnya dulu Daddy bilang ,mommy harus sekolah karena Mommy belum cukup pintar. Sekarang Mommy sudah lulus,apa artinya Mommy sudah menjadi anak yang pintar?" tanya Mikha lagi.
"Iya,Sayang. Mommy kalian sekarang sudah sangat sangat pintar,jadi kalian juga harus menjadi anak yang pintar seperti mommy", jelas Rangga kepada putri kecilnya.
" Mikha pasti akan menjadi anak yang pintar seperti mommy. Mikha janji akan lebih rajin belajar dan nggak akan malas kalau di suruh ke sekolah ",ucap Mikha.
" Tama tidak mau pintar seperti Mommy".
"Kenapa,Sayang?" tanya Rangga sambil menatap putranya heran.
"Karena Tama mau lebih pintar dari Mommy bukan pintar seperti Mommy", jawab Tama.
Rangga dan Bintang tersenyum mendengar jawaban dari putranya tersebut.
" Selamat ya,Nak. Akhirnya mimpimu sejak kecil jadi kenyataan",ucap Ratih.
"Semua ini juga atas restu dan doa ibu selama ini", jawab Bintang sambil memeluk ibunya.
" Terimakasih,Ma",balas Bintang.
"Dinda,Tante juga ucapkan selamat buat kamu ya Nak", Mia kini gantian memeluk Dinda.
" Terimakasih,Tante",ucap Dinda.
Dinda melihat sekeliling seperti mencari seseorang.
"Apa kamu mencariku?", suara itu muncul dari belakang Dinda.
" Aku kira kamu tidak datang ",kata Dinda pada orang yang baru datang tersebut dan orang itu adalah Harry.
Harry datang dengan menggunakan kursi roda,karena dia masih dalam masa pemulihan pasca operasi.
" Ini adalah hari istimewa untuk calon istriku, bagaimana mungkin aku tidak datang",tutur Harry.
"Tapi maaf ya Sayang, aku tidak bisa terlalu lama di sini karena sebenarnya Dokter George belum memberiku ijin", imbuh Harry.
Dinda berjalan mendekati kekasihnya tersebut kemudian memeluknya.
__ADS_1
" Tidak apa-apa, walau sebentar aku sudah sangat bahagia bisa merayakan momen penting ini bersamamu",ucap Dinda.
"Ini,hadiah dariku untukmu", Harry memberikan sebuah kado pada kekasihnya tersebut.
Dinda menerima kado tersebut dari tangan Harry kemudian membukanya.
" Ini...Sayang, ini terlalu mahal",kata Dinda saat itu isi kado tersebut adalah sebuah kalung berlian.
"Itu bukan apa-apa, karena hadirmu adalah hadiah termahal dalam hidupku", jawab Harry,Dinda kembali memeluk kekasihnya tersebut.
" Sini aku pakaikan!",seru Harry seraya melepaskan pelukan Dinda dan mengambil kalung yang ada di tangan Dinda dan memakaikannya.
"Kalung itu terlihat lebih indah saat kamu yang memakainya", ucapan Harry membuat wajah Dinda merona.
" Yah aku benar-benar iri,kenapa ya semua anak laki-laki dari keluarga Wijaya dua-duanya romantis ",celetuk Ana.
" Bi,nanti kalau aku punya anak perempuan aku mau menjodohkan anakmu dengan anakku",kata Ana lagi.
"Eh tidak bisa,Tama ini adalah calon pasangan untuk Kiara anakku. Dia calon mantuku", tukas Dewi.
" Siapa juga yang mau rebut Tama jadi mantuku. Aku mau Bintang hamil lagi dan anaknya itu laki-laki. Jadi aku bisa jodohin dia dengan anakku nanti",jawab Ana.
"Memangnya kamu yakin kalau kamu hamil nanti anak kamu perempuan?" tanya Dewi.
Ana hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Tingkah konyol Ana dan Dewi membuat semua orang yang ada di situ tertawa.
" Selamat ya Nak Dinda,Nak Bintang karena kalian resmi menyandang gelar dokter ",ucap Yuna yang tadi datang bersama Harry.
" Terimakasih, Tante",ucap Bintang.
"Terimakasih, Bu", ucap Dinda karena Dinda sudah terbiasa memanggil Yuna ibu.
" Selamat ya,sekarang aku punya adik dan calon adik ipar dokter ",ucap Rania yang juga datang.
" Eh,Dew dimana Kiara dan Pak Nando?" tanya Bintang.
"Kiara ada les privat,kalau mas Nando diakan yang mengurus semua kejutan yang di berikan suamimu untukmu. Dia masih di atas helicopter itu", jawab Dewi sambil menunjuk helicopter yang masih terbang di atas mereka.
Bintang tertawa mendengarnya.
" Ayo,sekarang kita pulang kita rayakan keberhasilan kalian di rumah",ajak Mia.
Bintang, Rangga beserta mertua dan dua anaknya naik satu mobil yang sama. Sementara Harry, Mia,Yuna,Rania dan Dinda naik di mobil yang satunya lagi.
__ADS_1
Sementara yang lainya naik mobil mereka masing-masing.
Iring-iringan mobil mewah tersebut keluar dari area kampus dan menuju ke kediaman keluarga Wijaya.