Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 121


__ADS_3

Bintang berjongkok di depan kedua anaknya.


"Sayang, Om Harry sakit karena dia kecapean dan tidak cukup istirahat.Makanya Tama dan Mikha kalau main jangan sampai kecapekan. Kalian tidak mau sakit sama seperti Om Harry kan?".


Kedua anak kembar itu mengangguk.


" Om Harry tidak tinggal bareng kita karena dulu dia bermain terlalu jauh dan lupa jalan pulang,makanya dia tersesat.Dan baru inget jalan pulang saat Om sudah besar. Makanya Tama dan Mikha kalau main juga nggak boleh jauh-jauh,nanti kalau Tama dan Mikha tersesat terus lupa jalan pulang Mommy pasti bakalan sedih",jawab Bintang dengan sedikit mendramatisir jawabannya.


Rangga hanya menggelengkan kepalanya mendengar jawaban yang di berikan Bintang kepada anaknya.


"Tama Mikha cepat habiskan makanan kalian,karena sebentar lagi kita akan ke rumah sakit untuk menjenguk Om Harry", seru Rangga pada kedua anaknya.


" Baik Daddy ",jawab keduanya


Kedua anak itu pun memakan dengan lahap makanan yang ada di depannya.


*****


Rangga, Bintang dan kedua anaknya sudah berada di ruang rawat Harry.


Tama dan Mikha berlari menghampiri Om mereka. Anak-anak itu naik ke atas ranjang dan duduk di kiri dan kanan Omnya itu.


" Pagi Om ",sapa keduanya sambil memeluk Harry.


" Pagi juga Sayang. Om kangen banget sama dua ponakan Om ini",balas Harry.


Dia mencium pipi dua ponakannya itu bergantian.


"Om,Mommy bilang Om dulu tersesat saat main dan Om baru inget jalan pulang saat Om sudah dewasa.Apa itu benar Om?", tanya Mikha.


" Mommy bilang begitu? "tanya Harry.


Harry melihat ke arah Bintang sebentar kemudian tersenyum.


"Sebenarnya Tama tidak percaya Om sama Mommy,soalnya Tama selalu inget jalan yang Tama lewati. Tapi ... kalau Om sama seperti Mommy,mungkin yang di katakan mommy itu benar" kata Tama.


"Memang kenapa dengan Mommy kalian?" tanya Harry lagi


"Daddy selalu bilang kalau mommy itu tidak pintar makanya mommy masih sekolah sampai sekarang", jawab Tama.


Bintang mencubit paha Rangga yang berdiri di sebelahnya.


" Aw..",ringis Rangga.


"Daddy kenapa?", tanya Mikha.


" Tidak apa-apa,Sayang",jawab Rangga sambil mengusap pahanya.


Dinda menutup mulut dengan tangannya sendiri untuk menahan dirinya agar tidak tertawa.


Demikian juga Harry, dia tersenyum melihat tingkah ipar dan saudara kembarnya tersebut.


"Harry, sore nanti kamu sudah akan di pindahkan ke Jakarta. Jadi kamu bisa bersiap-siap mulai dari sekarang", kata Rangga memberitahu.


Harry melihat ke arah Dinda sebentar.


" Iya,aku akan bersiap sekarang ",jawab Harry.


" E...Mikha Tama,ayo kita pergi jalan-jalan sekarang!",ajak Bintang.


Bintang ingin memberikan waktu kepada Dinda dan Harry berduaan.


"Om,kita pergi dulu ya.Nanti kita ke sini lagi", pamit Tama.

__ADS_1


" Daaaa. Om Harry ",imbuh Mikha.


Bintang, Rangga dan kedua anaknya ke luar dari kamar rawat Harry.


" Ke sinilah",suruh Harry pada kekasihnya,Dinda.


Dinda duduk di sebelah Harry.


"Dengar aku hanya pindah perawatan di Jakarta. Aku pasti akan segera menjemputmu saat aku sembuh nanti" kata Harry.


Dinda mengangguk.


"Kamu harus berjanji padaku, kalau kamu pasti akan sembuh dan menjemputku"


"Aku janji", ucap Harry.


Harry menarik Dinda ke dalam pelukannya dan membelai rambut panjangnya.


*****


Bintang dan Rangga membawa ke dua anak mereka ke TRANS STUDIO BANDUNG.


Tama dan Mikha bermain komidi putar,mini train,mini bumper car,jump around dan bumper boat.


Sebenarnya mereka ingin bermain lebih banyak permainan lainnya,namun karena keterbatasan waktu mereka hanya bermain permainan itu saja.


Selesei bermain seperti biasa mereka mampir ke sebuah restoran untuk makan.


" Apa mommy ikut, kembali bersama kita ke Jakarta? "tanya Mikha di sela-sela makannya.


" Sayang, maafkan mommy ya. Untuk kali ini mommy belum bisa ikut dengan kalian kembali ke Jakarta. Tapi mommy janji kalau tugas magang mommy sudah selesei,mommy pasti akan langsung pulang dan bermain dengan kalian lagi",ucap Bintang.


"Begitu ya", kata Mikha kecewa.


"Pasti cita-cita mommy lebih penting di bandingkan dengan Mikha",kata Mikha lirih


Perkataan Mikha membuat hati Bintang terasa sedikit nyeri.


" Mikha Sayang,Mikha adalah segalanya bagi mommy. Mikha tidak bisa di bandingkan dengan apapun".


"Tapi setiap malam,Mikha selalu rindu sama mommy. Mikha ingin tidur di temenin mommy,di bacakan cerita sama mommy dan Mikha juga ingin sekolah di antar sama mommy. Kenapa mommy tidak magang di rumah sakit di Jakarta saja,bukankan di Jakarta juga banyak rumah sakit".


Mikha menumpahkan segala isi hatinya di sertai air mata.


Bintang mengusap air mata yang mengalir di pipi anak perempuannya


" Baiklah, jika memang Mikha ingin mommy ikut, mommy akan ikut ke Jakarta saat ini juga demi Mikha karena Mikha adalah kesayangan mommy",kata Bintang.


"Bintang, jangan mengatakan hal yang tidak mungkin kamu lakukan", bisik Rangga.


" Tidak,Mas. Jika memang Mikha ingin aku ikut ke Jakarta aku akan ikut " kata Bintang.


"Tapi bagaimana dengan tugas magangmu?" tanya Rangga.


"Tidak apa-apa, nanti aku akan bicara pada pihak rumah sakit" kata Bintang.


"Benar mommy akan ikut pulang?"


Bintang mengangguk.


"Mommy tidak bohongkan?" tanya Mikha sekali lagi.


"Tidak Sayang", jawab Bintang sambil memeluk putri kecilnya itu.

__ADS_1


" Sekarang Mikha habiskan makanan Mikha ya. Setelah itu kita ke rumah sakit karena Om Harry juga akan ikut dengan kita ke Jakarta ".


Mikha begitu senang mendengar mommy nya akan ikut mereka ke Jakarta.


******


Bintang, Rangga dan kedua anaknya tiba di rumah sakit sekitar pukul 16.00.


Mereka sudah mempersiapkan segera keperluan kepindahan Harry ke Jakarta.


Bahkan Bintang juga sudah berbicara dengan pihak rumah sakit mengenai dirinya yang tidak bisa melanjutkan magangnya di rumah sakit tersebut. Dan beruntungnya direktur rumah sakit tersebut tetap memberikan nilai A+ kepada Bintang bahkan dia merekomendasikan agar Bintang bisa bekerja di Rumah Sakit pusat di Jakarta.


Setelah berpamitan dengan Dinda, Harry dan rombongan segera meninggalkan rumah sakit XXX di Bandung dan menuju ke rumah sakit MEDIKA di Jakarta.


******


Setelah kurang kebih 3 jam perjalanan,akhirnya mereka sampai juga di rumah sakit MEDIKA.


Namun langkah mereka terhenti saat beberapa orang menghadang mereka.


" Kalian siapa? Kami harus segera membawa saudara kami masuk ke dalam? ",tanya Bintang.


" Tidak usah repot-repot karena aku yang akan mengurusnya",seseorang muncul dari belakang orang yang menghadang mereka.


"Ayah..", gumam Harry.


Rangga, Bintang dan juga Mia terperangah saat mendengar Harry memanggil 'Ayah'.


"Apa kabar anakku, lama kita tidak bertemu?", sapa Michel dengan senyum smirknya.


Rangga berdiri tepat di hadapan Michel.


" Harry harus segera mendapatkan perawatan jadi jangan halangi kami",kata Rangga dengan menatap tajam Michel.


"Anak ingusan kamu ingin melawanku? Kamu lupa kalau perwalian Harry ada di tangan ku? Kamu dan keluargamu tidak bisa melakukan apapun tanpa seijinku", jawab Michel.


Rangga mengepalkan tangannya.


" Bawa anak tidak tahu berterimakasih itu ke mobil,cepat".


Michel menyuruh anak buahnya untuk membawa Harry.


"Jangan macam-macam terhadap saudaraku".


" Memangnya kamu bisa apa?",ejek Michel.


"Aku mohon Michel, biarkan Harry mendapatkan perawatan", pinta Mia.


" Ternyata kamu masih sama seperti dulu Mia. kamu masih tetap cantik "


'BUGHHH'


Rangga memukul wajah Michel hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah.


"Jangan bersikap kurang ajar terhadap ibuku"


Michel hanya mengusap sudut bibirnya yang tadi mengeluarkan darah.


"Cepat bawa Harry masuk ke mobil"


Anak buah Michel membawa Harry masuk ke dalam mobilnya.


"Tolong jangan bawa dia Michel, aku mohon", pinta Mia lagi.

__ADS_1


Michel tidak perduli dengan teriakan Mia,dia langsung memasukkan Harry ke dalam mobilnya dan membawanya pergi


__ADS_2