Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 164


__ADS_3

Bintang dan Rangga saling tatap.


"Siapa,Nak?" tanya Rangga.


"Aku", jawab seseorang yang sudah berdiri di depan mereka. Orang itu berjalan menghampiri Rangga dan Bintang.


" Kak Rangga, Bintang. Aku membawa mamaku kesini untuk minta maaf secara langsung pada keluarga kalian. Terutama pada kamu dan ibumu,Bi", ucap Alex, karena tamu yang di maksud oleh anak kembar mereka adalah Alex dan ibunya.


" Sayang, ayo ikut grandma ke dalam", ajak Mia. Mia membawa kedua cucunya itu masuk ke dalam kamar.


" Lex,sepertinya ada yang harus kita bicarakan dengan serius soal kasus ini", kata Bintang.


"Jika kamu ingin menuntut mamaku,aku sudah bilangkan kalau aku mempersilahkanmu. Tapi sebagai anak, aku tidak bisa diam saja,aku akan berusaha membela mama", jawab Alex.


" Kita bicarakan ini sambil duduk",seru Bintang.


Mereka bertiga segera bergabung dengan Ema yang sudah duduk bersama dengan Ratih di sofa. Mereka terlihat masih saling diam. Ema yang dengan wajah penyesalannya, sedangkan Ratih yang dengan wajah sedihnya.


Bintang duduk disebelah ibunya,dia mengusap punggung ibunya.


"Bu,apa yang terjadi dengan ayah tidak 100% kesalahan Tante Ema. Ada orang lain yang terlibat",kata Bintang.


Perkataan Bintang barusan,tidak hanya membuat Ratih bingung. Tapi juga Ema dan Alex.


" Maksudmu?", tanya Ema dan Alex bersamaan.


"Sepertinya ada orang yang dengan sengaja ingin merusak reputasi Dokter Prayoga sekaligus menghancurkan nama besar rumah sakit Rahardian", jelas Bintang.


Alex dan mamanya memperhatikan perkataan Bintang dengan seksama.


" Bagaimana kamu bisa menyimpulkan hal itu?" tanya Alex.


"Mungkin karena kamu melihat nama Tante Ema di laporan operasi itu, kamu kurang teliti melihat laporan tersebut", jawab Bintang.


" Apa kamu menemukan sesuatu di sana?",tamya Alex lagi.


Bintang mengangguk.


"Barusan aku dan Mas Rangga ke rumah Dokter Yoga untuk mengetahui isi laporan itu. Ayahku bukan meninggal karena perdarahan,karena sebenarnya perdarahan itu sudah bisa di atasi.tapi beliau meninggal karena mengalami gagal napas saat operasi sedang berlangsung. Dan salah satu kemungkinannya adalah karena kelebihan anastesi", Bintang menjelaskan dengan panjang lebar.


" Tapi bagaimana mungkin itu terjadi. Aku memberikan anastesi sesuai dengan aturan", sela Ema.


" Aku juga tidak tahu,tapi entah sengaja atau tidak mungkin ada orang yang menambahkan dosisnya",jawab Bintang.


"Tapi papa adalah dokter yang berpengalaman,tidak mungkin dia akan menambahkan anastesi lagi", sanggah Ema.


" Apa maksud Tante? " tanya Bintang sambil menatap ke arah Ema.

__ADS_1


"Waktu terjadi perdarahan aku begitu panik,aku tidak tahu harus berbuat apa? Kemudian papa menggantikan aku untuk melanjutkan operasi itu", Ema memberikan penjelasan.


" Jadi kakek yang melakukan itu?" tanya Alex sambil melihat ke arah mamanya.


" Mama tidak tahu Alex,karena setelah itu papa menyuruhku pergi ke luar negri", jawab Ema.


"Aku rasa bukan kakek Roman pelakunya. Karena tidak mungkin dia ingin menghancurkan reputasi rumah sakit yang dia dirikan dari nol. Apalagi dokter yang menggantikan dokter Yoga adalah putrinya. Jadi aku yakin bukan dia pelakunya", sela Rangga.


" Lalu siapa?" tanya Alex lagi.


"Itulah yang harus kita cari tahu sekarang" kata Rangga.


" Ratih,terlepas dari siapa pun yang bersalah nantinya. Aku tetap ingin meminta maaf padamu", ucap Ema sambil memegang tangan besannya itu.


"Aku memang sangat terpukul dengan kematian suamiku dulu. Tapi aku sedang belajar untuk ikhlas. Aku hanya ingin hidup tenang sekarang. Ema tidak ada yang perlu untuk di maafkan,jadi tidak usah minta maaf", jawab Ratih.


" Bintang,dengarkan ibu! Kamu tidak usah lagi mencari tahu siapa orang yang menyebabkan kematian ayahmu. Ibu tidak ingin kamu memiliki dendam dengan siapapun. Ibu juga akan minta maaf kepada dokter Prayoga, karena menyalahkan dia atas kematian ayahmu waktu itu",kata Ratih.


"Tapi,Bu..."


Rangga menahan lengan istrinya itu dan menggelengkan kepalanya.


"Ibu ingin istirahat", Ratih segera beranjak dari tempat itu dan masuk ke kamarnya.


" Mas,aku tidak bisa membiarkan masalah ini terlepas begitu saja. Aku harus tahu siapa pelakunya",kata Bintang kepada suaminya.


" Iya. Aku janji, aku tidak akan dendam pada siapapun ",jawab Bintang.


" Kamu memang Bintangku. Tetaplah menjadi Bintang yang seperti ini, ceria,tegar dan baik hati", Rangga menarik istrinya itu ke dalam pelukannya.


"He'em he'em" ,Alex mengeraskan suara dehemannya.


Bintang segera mendorong tubuh suaminya itu agar menjauh darinya.


"Kak Rangga,Bintang, sepertinya aku dan mama harus pulang. Aku tidak mau menjadi obat nyamuk di sini", ucap Alex.


" Nak Bintang, Nak Rangga,Tante dan Alex pulang dulu ya. Tolong sampaikan salamku kepada ibu dan mama kalian",pamit Ema.


"Hati-hati ya Tante,Alex. Aku juga minta maaf karena hampir salah paham soal ini", ucap Bintang.


Ratih dan Ema segera pergi dan meninggalkan kediaman keluarga Wijaya.


Demikian juga dengan Bintang dan Rangga,mereka juga meninggalkan tempat itu dan berjalan menaiki anak tangga menuju kamar mereka.


*****


Di sebuah lorong jalan yang gelap,seorang pemuda sedang bersembunyi dari kejaran beberapa orang.

__ADS_1


Pemuda itu berhasil lolos setelah bersembunyi di antara tumpukan sampah. Selama berhari-hari dia di kurung di sebuah gedung kosong dan di jaga ketat oleh beberapa orang bertubuh tegap. pemuda tersebut adalah orang yang sama yang mengancam Dinda dengan video panas mereka. Ya,dia adalah Beno mantan kekasih dari wanita yang sebentar lagi akan menjadi menantu dari keluarga Wijaya.


Malam itu setelah dia menemui Bintang, dia terus di kejar oleh orang-orang suruhan Rangga. Setelah beberapa kali dia berhasil meloloskan diri dari orang-orang tersebut,akhirnya dia bisa di tertangkap dan di sekap di sebuah gedung kosong. Dan hari ini dia kembali bisa lolos setelah mengelabui orang- orang itu dengan berpura-pura pingsan.


"Jika aku kembali ke apartemenku,pasti orang-orang suruhan Wijaya itu akan menemukanku. Sial,ini semua gara-gara perempuan sialan itu", gumam Beno.


" Untungnya aku sudah menyembunyikan USB itu dengan aman. Awas kalian keluarga Wijaya, aku akan hancurkan nama baik kalian", ancamnya dalam hati.


Beno segera bangun dari tempat persembunyiannya,setalah tidak ada seorang pun di sana.


Dia mencegat sebuah taksi dan menyuruh sang sopir taksi tersebut mengantarnya ke sebuah tempat.


*****


Keesokan harinya....


Seperti hari-hari sebelumnya, sebelum berangkat ke kantor Rangga akan mengantarkan istrinya itu ke rumah sakit.


"Sayang, ingatlah jangan pulang sebelum aku menjemputmu", titah Rangga ketika mobil mereka tiba di depan rumah sakit.


" Iya,aku tidak akan pulang sebelum kamu datang menjemputku", jawab Bintang.


Setelah memberikan ******* pada bibir mungil sang istri, Rangga membiarkan istrinya itu turun dari mobilnya.


"Ingat,terus jaga dan awasi istriku. Aku tidak ingin terjadi sesuatu padanya", titah Rangga pada sambungan telpon. Semalam Rangga mendapat kabar dari anak buahnya kalau, Beno berhasil meloloskan diri.


Makanya pagi ini, dia menyuruh beberapa anak buahnya untuk menjaga anggota keluarganya. Dan beberapa orang lainya,dia beri tugas untuk kembali mencari keberadaan Beno.


Rangga memasukkan ponsel miliknya ke dalam saku,setelah itu dia kembali melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.


^°^°^°^


Setelah selesei dengan urusan pasiennnya,Bintang segera menemui Alex.


" Apa kamu sudah mendapatkan petunjuk tentang orang itu,Lex?" tanya Bintang saat masuk di ruangan suami dari sahabatnya itu.


"Semalam aku mencoba mencari data siapa-siapa saja yang terlibat dalam operasi tersebut. Dan ternyata semua orang-orang itu sudah tidak bekerja di rumah sakit ini lagi. Bahkan aku juga tidak tahu kemana mereka pindah", jawab Alex.


" Aku rasa penyelidikan kita ini akan sedikit sulit", kata Bintang sambil mendudukkan dirinya di bangku kosong yang berada di depan Alex.


"Memang akan sulit,tapi aku yakin kita akan bisa menemukan orang itu", kata Alex.


" Semoga saja ya Lex,aku benar-benar ingin tahu siapa orang yang dengan teganya mengorbankan seorang pasien hanya demi menghancurkan orang lain" kata Bintang.


PRANNNNGGGG....


Suara benda jatuh dari luar pintu.Alex dan Bintang segera keluar dan melihat apa yang jatuh di sana.

__ADS_1


__ADS_2