
Usai di operasi,Harry segera di pindahkan ke ruang ICU.
"Yuna,maaf karena aku tidak bisa menghadiri pemakaman Michel", ucap Mia. " Tidak apa-apa,setelah prosesi pemakaman Mas Michel selesei aku akan kembali ke sini",jawab Yuna.
"Tante,aku dan Bintang akan mengantar Tante. Sekalian kami akan ikut menghadiri prosesi pemakaman suami Tante",kata Rangga kepada Yuna.
" Terimakasih ya Rangga, Bintang ",ucap Yuna.
" Seharusnya kami yang berterimakasih kepada Tante atas semua yang Tante lakukan kepada keluarga kami",ucap Bintang.
"Mari,Tante" Rangga mepersilahkan Yuna untuk berjalan lebih dulu.
Rangga dan Bintang ikut menemani Yuna kembali ke keluarga Javier untuk mengurus prosesi pemakaman Michel.
Dengan di antar menggunakan mobil ambulance,mayat Michel di bawa menuju keduamannya dan di semayamkan di tempat peristirahatan yang terakhir.Sementara Rangga dan Bintang mengikuti dari belakang menggunakan mobil pribadinya.Sebelumnya Rangga sudah menyuruh asistennya,Nando untuk mempersiapkan segala hal yang di butuhkan dalam prosesi pemakaman tersebut.
Setelah rangkaian prosesi pemakaman usai,Rangga dan istrinya segera kembali ke rumah sakit.
*****
Sudah hampir 6 jam Mia menunggui Harry di ruang ICU,tapi sampai sekarang anaknya itu belum bangun juga.
Karena terlalu lelah,akhirnya Mia tertidur di tepi ranjang tempat anaknya itu berbaring.
"Ma...ma..mama..", suara itu mengagetkan Mia yang baru saja tertidur.
" Sayang, kamu sudah sadar Nak?"tanya Mia saat tahu suara itu berasal dari Harry.Mia begitu bahagia karena akhirnya putranya itu siuman.
"Operasimu berjalan lancar Sayang.Sekarang kamu sudah bisa hidup normal", kata Mia sambil menggenggam tangan putranya.
Kebetulan di waktu yang bersamaan Dokter George datang untuk memeriksa kondisi Harry pasca operasi.
" Semuanya baik,tidak ada penolakan di tubuhmu",kata Dokter George setelah memeriksa kondisi Harry.
" Tapi kamu tetap harus minum obat dengan teratur. Setidaknya dalam 6 bulan kamu harus bisa menjaga tubuhmu dengan baik. Jangan lakukan olahraga berat terlebih dulu,jaga pola makanmu. Makan makanan yang bergizi dan jauhi minuman beralkohol. Jangan sia-siakan jantung yang di berikan oleh ayahmu,jadi hiduplah dengan baik".
"Apa maksud Dokter?"
Dokter menatap Mia sebentar.
"Orang yang telah mendonorkan jantungnya untukmu adalah ayahmu Michel", kata Dokter George.
" Jika ayah yang mendonorkan jantungnya untukku, apa itu berarti ayah..."
"Ayahmu sudah meninggal Harry", sela seseorang yang baru saja datang. Dia adalah Yuna.
Setelah prosesi pemakaman Michel selesei Yuna memutuskan untuk kembali ke rumah sakit.
" Ibu.." panggil Harry lirih.
"Ini ada surat dari ayahmu", Yuna menyerahkan amplop putih kepada anak angkatnya tersebut.
Harry membuka amplop tersebut dan mulai membacanya.
__ADS_1
Untuk anakku Harry,
Harry anakku,ayah sadar selama ini ayah selalu bersikap buruk padamu. Tolong maafkan ayah.
Awalnya ayah mengadopsimu karena ayah ingin membuat orang tua kandungmu menderita. Tapi seiring berjalannya waktu,ayah justru menyayangimu. Dan ayah berusaha menyangkalnya dengan selalu bersikap kasar padamu.Sekali lagi tolong maafkan ayah.
Semoga kamu bisa hidup bahagia dengan jantung yang ayah berikan.
Selamat tinggal anakku,aku menyayangimu.
--Ayahmu Michel--
" Di sini juga ada pengacara keluarga Javier, dia ingin menyerahkan aset-aset perusahaan milik MJ GRUP kepadamu",tambah Yuna.
Dia mempersilahkan Cristian untuk menunjukkan beberapa berkas kepada Harry agar segera di tanda tangani olehnya.
"Beberapa hari yang lalu Tuan Michel menyuruh saya untuk memindahkan aset perusahaan MJ GRUP kepadamu. Silahkan tanda tangani itu", jelas pengacara Cristian yang juga menyuruh Harry untuk segera tanda tangan.
" Tapi..."
"Dalam surat wasiat yang dia tulis,Andalah satu-satunya pewaris yang berhak mengelola MJ GRUP. Dan rumah serta aset lain selain perusahaan,dia serahkan kepada ibu Yuna", tambah pengacara Cristian.
Setelah mendengar penjelasan dari pengacara Cristian, akhirnya Harry menandatangani berkas yang ada di depannya.
^^^
Pasca operasi Harry masih di haruskan berada di rumah sakit untuk melakukan terapi juga pemullihan.Dan hampir setiap hari,selain Mia,Yuna dan anggota keluarga inti yang lain Dinda selalu datang menemui Harry.
" Aku dengar dari Bintang, seminggu lagi kamu dan Bintang akan di wisuda ya? Aku ucapkan selamat ya akhirnya kamu bukan dokter magang lagi",ucap Harry.
'Terimakasih ",ucap Dinda.
" Dinda, ada yang ingin aku sampaikan padamu"
"Apa?"
"Dinda, setelah aku sembuh maukah kamu menikah denganku?"
Harry mengatakan hal itu sambil menggenggam tangan Dinda. Dinda menatap Harry,dia masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
"Aku tahu,seharusnya aku mengatakan ini dengan suasana yang romantis dan bukan seperti ini. Tapi saat Bintang mengatakan kalau setelah wisuda nanti kamu akan pergi ke luar negri dan bertugas di sana,aku merasa kalau aku harus segera mengikatmu dengan cara menikahimu karena aku tidak ingin kehilangan dirimu", tutur Harry.
Dinda tertawa mendengar penuturan Harry.
" Kenapa kamu tertawa? Apa kamu mengira aku main-main? "
"Bukan itu,tapi Bintang sudah berbohong padamu"
"Maksudmu?"
"Minggu depan aku memang akan di wisuda,tapi soal kepergianku ke luar negri itu sama sekali tidak benar. Karena setelah wisuda nanti aku akan bertugas di rumah sakit ini", jelas Dinda.
" Wah wah rupanya, baru saja ada yang melamar nih",kata Bintang yang baru saja datang bersama dengan Rangga.
__ADS_1
"Kamu melupakan ini", kata Rangga sambil menyerahkan sebuah kotak kecil berwara merah kepada saudara kembarnya.
" Itu cincin",imbuh Bintang.
Harry menatap Bintang dan Rangga bergantian.
"Jangan khawatir itu mama yang memilihkannya" kata Rangga.
Harry membuka kotak tersebut.
"Jadi bagaimana?" tanya Harry kepada Dinda.
"Apanya?", Dinda malah berpura-pura tidak tahu maksud pertanyaan Harry.
" Ya..yang tadi "
"Yang tadi apanya?", goda Dinda.
" Apa kamu mau menikah denganku? ",kata Harry sambil menatap manik mata Dinda.
Dengan malu-malu,Dinda mengangguk.
" Aku mau",jawab Dinda kemudian.
Harry menyematkan cincin tersebut ke jari manis Dinda.
"Selamat ya", ucap Bintang.
" Kenapa kalian masih di sini? ",tanya Harry pada Rangga dan Bintang.
" Kenapa?",tanya Bintang yang pura-pura tidak tahu.
"Cih,kalian benar-benar tidak peka", jawab Harry.
" Tenang saja, aku dan Mas Rangga akan pura-pura tidak lihat, silahkan kalau kalian mau berciuman ",kata Bintang bercanda.
" Apaan sih Bi",kata Dinda dengan wajah yang merona.
"Ya sudah, silahkan kalian lanjutkan. Aku dan Mas Rangga pergi dulu. By".
Bintang dan Rangga, berjalan meninggalkan mereka berdua.
Dari kejauhan Yuna dan Mia memperhatikan mereka.
" Aku bahagia karena akhirnya Harry menemukan orang yang dia cintai",kata Mia.
"Aku juga bahagia karena setelah sekian lama menderita akhirnya aku bisa melihat senyum bahagia di wajah putraku", kata Yuna.
" Kita harus mempersiapkan pernikahan untuk anak kita"
"Iya,aku ingin pernikahan mereka diadakan dengan sangat megah", imbuh Yuna.
Kemudian kedua ibu itu sama-sama tersenyum.
__ADS_1