
Sebenarnya sebelum Rangga kembali ke Jakarta.Harry mengatakan pada Rangga, kalau dalang dari semua kekacauan di perusahaan Wijaya Grup adalah ayah angkatnya Michel.
Tapi Harry tidak tahu,siapa saja orang-orang Michel yang berada di Wijaya Grup.
Setelah mendengar penuturan saudara kembarnya itu,Rangga mulai mencurigai satu orang. Kini dia hanya butuh alasan agar bisa membuat orang itu menunjukan dirinya di depannya.
"Aku tidak tahu kenapa kamu setega itu, padahal selama ini kami percaya padamu. Aku berharap kalau aku salah dan bukan kamulah orangnya", Rangga berbicara dengan dirinya sendiri.
Rangga kembali menghubungi Nando melalui ponselnya dan menyuruhnya untuk menjemput kakaknya,Rania yang hari ini kembali dari Jerman.
*****
Sementara itu di Bandung, tepatnya di rumah sakit XXX sejak tadi pagi Mia sudah berada di ruangan dimana Harry di rawat.
Dia membawa begitu banyak makanan yang di buatnya sendiri dan menyuruh anaknya itu menghabiskannya.Bahkan Mia menyuapi putra yang sudah lama dia rindukan itu dengan tangannya sendiri.
Bintang dan Dinda menahan tawa mereka karena melihat wajah Harry yang kesulitan menelan makanan karena memang dia sudah terlalu kenyang.
Harry memberikan kode kepada Bintang untuk membantunya. Tapi Bintang malah pura-pura tidak tahu maksud kode yang di berikan oleh iparnya itu.
Bintang sengaja melakukannya,agar teman di sebelahnyalah yang membantu Harry berbicara dengan mertuanya.Bintang ingin memberikan kesempatan kepada Dinda untuk bisa lebih dekat lagi dengan Harry. Karena Bintang berniat menjodohkan mereka.
" Maaf Tante,sepertinya Harry sudah terlalu kenyang untuk menghabiskan semua makanan itu",Dinda yang tidak tega pun mencoba berbicara dengan Mia.
"Sayang,apa kamu benar-benar sudah kenyang Nak?", tanya Mia memastikan.
" Iya,Ma",jawab Harry.
"Bahkan saking kenyangnya,perutku malah terasa tidak nyaman", tambah Harry sambil mengelus perutnya sendiri.
Mia melihat makanan yang dia bawa tadi,ternyata benar kalau anaknya itu hampir menghabiskan seluruh makanan yang dia bawa.
" Maafkan mama,mama terlalu senang bisa menyuapimu.Sekali lagi maafkan mama ya Sayang ",ucap Mia.
" Tidak,apa-apa. Mamakan bisa menyuapiku lagi nanti" kata Harry
Harry merasa sangat bahagia bisa merasakan kasih sayang yang tulus dari mama kandungnya.
Selama ini ketika berada di keluarga Javier,Harry selalu di perlakukan seenaknya oleh orang tua angkatnya itu.
Bahkan ketika dia masih kecil,dia sering di pukul oleh orang tua angkatnya saat orang tua angkatnya merasa tidak senang. Meskipun sesekali dalam suatu waktu orang tua angkatnya juga akan memanjakannya.
__ADS_1
Sejak kecil,orang tua angkatnya itu selalu mengatakan kalau keluarga Javier sangat berjasa padanya. Dan bilang kalau orang tua kandungnya sengaja membuangnya karena dia berbeda. Dia memiliki kelainan jantung sejak lahir. Michel selalu bilang kalau bukan karena dia yang memungutnya mungkin saat ini Harry sudah tidak ada di dunia ini lagi. Makanya meskipun di perlakukan seenaknya oleh keluarga Javier,Harry selalu bertahan. Dia menanamkan dalam pikirannya bahwa semua kesulitan yang selama ini dia hadapai itu karena kesalahan orang tuanya.Dia berjanji akan membalas perbuatan orang tua kandungnya tersebut. Tapi ternyata kebenciannya terhadap orang tua kandungnya itu salah.
Harry melihat ke arah mama nya ,saat ponsel miliknya berdering.
"Siapa?", tanya Mia.
" Bukan siapa-siapa,Ma" jawab Harry berbohong.
"Mama mau bicara dengan dokter yang menanganimu,mama ingin tahu apa kamu sudah boleh pulang? Mama ingin membawamu ke kediaman keluarga Wijaya", kata Mia.
" Jangan ,Ma. Maksudku...maksudku hari ini dokter Danil tidak datang iyakan Bintang? ", Sekali lagi Harry memberikan kode dengan matanya.
" I...iya,Ma",jawab Bintang.
Lagi-lagi Harry memberikan kode pada Bintang untuk membawanya keluar dari kamar rawatnya.
" Biar Bintang saja yang bicara dengan dokter Danil saat dia datang nanti,sekarang lebih baik mama biarkan Harry istirahat dulu",tambah Bintang.
"Baiklah,mama kembali ke hotel dulu. Nanti mama akan ke sini lagi".
Mia mencium kening putranya itu sebelum dia keluar.
" Harry, kenapa kamu melarang mama bicara dengan dokter Danil? ",tanya Bintang setelah mertuanya itu pergi.
" Tapi..cepat atau lambat mama pasti akan tahu keadaanmu yang sebenarnya".
"Aku tahu,tapi aku mohon ijinkan aku merasakan kebahagiaan bersama mama.Tanpa mama harus khawatir dengan keadaanku selama seminggu ini", jawab Harry.
" Baiklah,tapi kamu harus janji padaku setelah itu kamu harus jujur dengan mama tentang kesehatanmu" kata Bintang.
"iya,Terimakasih ya Bintang" ucap Harry.
"Harry, aku harus kembali bertugas dulu ya" pamit Bintang.
" Berjuanglah calon ipar",bisik Bintang kepada Dinda sebelum dia keluar dari ruang rawat Harry.
"Apaan sih", kata Dinda.
Kini di ruangan itu tinggal Harry dan Dinda.
" Sekali lagi terimakasih ya Harry soal semalam",ucap Dinda
__ADS_1
"Bukan masalah" jawab Harry.
"Aku juga harus kembali bertugas,daa... Harry". Dinda juga keluar dari ruangan itu.
Harry mengambil ponselnya dan menghubungi nomor ayah angkatnya.
" Kenapa kamu tidak menjawab telponku tadi? ",tanya Michel
" Maaf,ayah"
"Bagaimana apa kamu sudah berhasil masuk ke kediaman Wijaya?", tanya Michel.
" Iya,aku sudah berhasil meyakinkan Rangga Wijaya",jawab Harry.
"Bagus,sekarang kamu punya satu tugas lagi. Cari tahu proyek besar apa yang sedang di tangani Wijaya Grup dan buatlah agar Rangga Wijaya dan tangan kanannya itu berselisih. Dengan begitu kita akan lebih mudah menghancurkan Wijaya Grup".
" Iya, ayah", jawab Harry seraya mengepalkan tangannya.
"Ayah,bagaimana kabar ibu?", tanya Harry. Selama ini ibu angkat Harrylah yang tulus menyayanginya. Dia berbeda dengan Michel yang sering meracuninya dengan menanamkan kebencian di hatinya.
Ibu angkatnya selalu mengatakan pada Harry kalau seorang ibu tidak akan pernah membuang anak kandungnya.Namun dulu Harry tidak mempercayai kata-kata ibu angkatnya itu. Dia terus saja berpikiran buruk tentang keluarganya. Tapi sekarang dia percaya kalau ucapan ibu angkatnya itu benar.
" Ibumu baik,jangan khawatirkan dia",jawab Michel.
"Aku ingin bicara dengannya ayah"
"Kamu bisa bicara dengannya nanti saat misi kita menghancurkan perusahaan Wijaya Grup berhasil",jawab Michel
" Ingat, kamu harus fokus dengan tujuan kita untuk menghancurkan keluarga Wijaya ",kata Michel kemudian mengakhiri panggilan telponnya.
Harry mengetikkan sesuatu di layar ponselnya setelah selesei dia menekan tombol send dan mengirimnya pada seseorang.
Harry kembali meletakkan ponsel miliknya di atas nakas.
Harry mengambil kalung dengan liontin bintang dari saku celananya. Dia kembali mengungat gadis kecil yang pernah dia jumpai.
" Apa aku benar-benar sudah tidak waras? Kenapa aku selalu mengingat gadis kecil itu? Tidak mungkinkan aku yang waktu itu berusia 18 tahun menyukai gadis kecil berusia 9 tahun?"
Harry meletakkan kalung tersebut di atas nakas.
"Mungkin jika aku membuang kalung itu,aku tidak akan lagi mengingat gadis kecil itu".
__ADS_1
Harry beranjak dari tempat tidurnya dan membuang kalung tersebut ke tempat sampah,tapi kemudian dia kembali lagi dan memungut kembali kalung itu.
Harry meletakkan kembali kalung itu di atas nakas.