
"Nyonya muda, di depan ada orang yang ingin bertemu dengan Anda", ujar Mbok Jum memberitahu.
" Siapa Mbok? " tanya Bintang kepada Mbok Jum.
"Tidak tahu Nyonya,dia bilang dia mengetahui posisi terakhir Tuan Rangga," jawab Mbok Jum.
Bintang dan Mia saling tatap, kemudian keduanya segera menuju ke ruang tamu.
"Maaf, siapa Anda?" tanya Bintang kepada tamu yang berdiri di depannya.
"Apa benar ini rumah dari Tuan Rangga Wijaya?" tanya orang itu.
"Iya, ada apa ya?" tanya Bintang yang merasa tidak mengenal orang yang sedang berdiri di depannya.
"Nyonya, saya adalah sopir taksi yang tadi pagi mengantarkan Tuan Rangga", jawab orang yang mengaku sebagai supir taksi itu.
"Kemana Anda mengantar suamiku?"
"Bagaimana Keadaan dia?"
"Apa dia baik-baik saja?"
Tanya Bintang bersemangat saat mendengar penuturan orang yang mengaku sebagai supir taksi itu.
"Bintang, biarkan Bapak itu selesai berbicara," tukas Mia.
"Silahkan Pak, lanjutkan!" Mia mempersilahkan.
"Tadi pagi saya mengantar Pak Rangga ke jalan xx,tapi saat kami berhenti dan Pak Rangga turun dari taksi, tiba-tiba ada orang yang memukulnya. Saya tidak berani menolongnya,karena jumlah mereka lebih dari 5 orang," tutur sang sopir taksi.
"Dan mereka terlihat sangat mengerikan," imbuh sopir taksi itu.
"Lalu bagaimana...bagaimana keadaan suamiku?" tanya Bintang cemas.
"Saya tidak tahu Nyonya, karena saya di suruh pergi dari tempat itu. Kalau tidak mereka akan membunuh saya," jelas sang supir taksi.
"Tapi saya sudah mencatat plat mobil milik mereka. Ini nomor plat mobil mereka, Nyonya."
Sopir itu memberikan secarik kertas yang di atasnya tertulis sebuah nomor plat mobil.
"Terimakasih, Pak," ucap Mia sambil menerima kertas tersebut.
"Saya,Permisi. Nyonya" pamit sopir taksi itu.
"Tunggu, Pak", seru Mia.
" Ada apa,Nyonya?" tanya supir taksi itu.
Mia mengambil beberapa lembar uang seratus ribuan dari dalam dompet miliknya.
"Ini buat Bapak", kata Mia seraya menyerahkan uang tersebut kepada sang sopir taksi.
" Tidak usah Nyonya,saya benar-benar ikhlas. Saya merasa bersalah karena tidak bisa berbuat apa-apa tadi," ujar supir taksi itu.
"Tapi...dari mana Bapak tahu kalau orang yang Bapak bawa tadi adalah Mas Rangga?" tanya Bintang lagi.
__ADS_1
" Kebetulan saya pernah di bantu oleh Pak Rangga. Mungkin Pak Rangga lupa,tapi sampai kapanpun saya tidak akan pernah melupakan bantuan yang Pak Rangga berikan waktu itu," supir taksi itu menjelaskan.
"Terimakasih atas informasi yang Bapak berikan. Saya yakin dengan informasi yang Bapak berikan, putraku pasti akan cepat di ketemukan," ucap Mia tulus.
"Saya do'akan,Pak Rangga bisa secepatnya di ketemukan," kata sang supir taksi.
"Iya,Pak. Terimakasih atas do'anya," ucap Mia.
"Tapi terimalah uang ini untuk keluarga Bapak di rumah," kata Mia dan kembali menyerahkan uang yang dia ambil dari dalam dompetnya tadi.
"Tidak,Nyonya. Saya benar-benar ikhlas ingin membantu Anda dan keluarga," tolak sang supir taksi.
"Tapi saya juga ikhlas memberikannya, semoga uang ini bisa sedikit membantu keluarga Bapak," kata Mia sambil memberikan uang tersebut kepada supir taksi itu.
"Kalau begitu saya terima uang ini. Terimakasih Nyonya," ucapnya lagi.
"Permisi, Nyonya" pamit sang supir taksi kemudian.
Supir taksi itu pergi meninggalkan kediaman keluarga Wijaya.
Setelah supir taksi itu pergi, Bintang segera menghubungi Nando.
"Ada apa,Bi?" tanya Nando dari ujung sana.
"Kamu di mana sekarang?" tanya Bintang kepada Nando.
"Aku dan Juan sedang berusaha mencari Rangga dengan mengumpulkan cctv yang ada di sekitar bandara. Dan dari semua rekaman cctv yang kami temukan,ternyata Rangga menaiki taksi untuk meninggalkan bandara. Saat ini kami berdua sedang mencari tahu keberadaan taksi itu," jawab Nando panjang lebar.
"Supir taksi itu barusan ke sini', kata Bintang.
'Ciiiiiiittttttt'
" Benarkah?" tanya Nando
" Iya," jawab Bintang.
"Lalu di mana Rangga sekarang?" tanya Nando lagi.
Bintang mulai menceritakan apa yang di katakan supir taksi itu kepada Nando.
"Kamu segera kirim nomor plat mobil itu kepadaku,aku akan segera mencari tahu siapa pemilik mobil itu," seru Nando melalui sambungan telpon.
"Baiklah," jawab Bintang.
Bintang segera mengirimkan nomor plat mobil itu kepada Nando lewat whatsapp.
*****
Setelah selesai makan,Rangga meminta kepada penjahat yang menyekapnya untuk membiarkan dia beristirahat.
" Aku ingin tidur, jadi jangan mengguku," seru Rangga kepada penjahat-penjahat itu.
"Hei hei, kamu ini kan tawananku kenapa malah memerintah aku," kata Jack.
" Kamu mau uang tidak?" kata Rangga.
__ADS_1
" Baik,kami akan meninggalkanmu di sini. Tapi awas jika kamu sampai kabur," ancam Jack.
Sebenarnya Rangga tidak merasa takut dengan ancaman penjahat itu,bahkan dia bisa dengan mudah menghajar orang-orang tersebut. Tapi demi ingin mengetahui dalang dari drama penyekapan dirinya,dia rela terlihat lemah dan tidak berdaya.
Satu-satunya hal yang ingin dia lakukan saat ini adalah menghubungi istrinya agar istrinya itu tidak mengkhawatirkan nya.
"Tenang saja,aku tidak akan kabur dari sini,setidaknya sampai kamu mempertemukanku dengan orang yang menyuruh kalian," jawab Rangga santai.
Para penjahat itu pun keluar dari ruangan itu dan membiarkan Rangga seorang diri di dalam sana.
Setelah para penjahat itu keluar Rangga segera mencari hp miliknya.
"Sial,pasti mereka membawa ponsel mikikku," umpat Rangga.
"Kalau bukan untuk mengetahui siapa dalang dari semua ini. Aku pasti sudah memberi mereka pelajaran" gumam Rangga.
Rangga merebahkan tubuhnya di atas lantai tempat itu, karena memang di sana tidak ada apa-apa, selain kursi tempat dirinya tadi di ikat.
" Bagaimana aku bisa menghubungi Bintang?" gumam Rangga lagi. Saat ini dia benar-benar merindukan istrinya itu.
Rangga menatap langit-langit di ruangan itu. "Bintang, aku sangat merindukanmu. Aku juga merindukan anak-anak kita," kata Rangga.
Karena memang lelah,akhirnya Rangga pun tertidur.
*****
" Kenapa kalian berada di luar?" tanya seseorang yang baru datang kepada Black dan Jack yang berada di luar.
"Maaf Bos, orang itu meminta kami keluar karena dia ingin tidur katanya," jawab Black.
"Bodoh!!! Bagaimana kalian bisa meninggalkan dia di dalam sendirian? Kalau dia kabur bagaimana!?!? Dasar kalian tidak bisa diandalkan," maki orang itu kepada Black dan Jack. Jack dan Black hanya bisa menunduk pasrah.
" Maaf, Bos," jawab Jack dan Black bersamaan.
Orang itu segera meminta Black dan Jack membuka pintu kamar tersebut.
Dengan di temani Black dan Jack,orang itu terburu-buru masuk ke tempat Rangga di sekap.
" Aku sudah yakin dari awal kalau Andalah orang yang menyuruh orang-orang bodoh ini menculikku," kata Rangga yang sudah duduk santai dengan memberikan tatapan tajamnya pada orang tersebut.
" Kalau kamu sudah tahu,akulah yang menyuruh mereka. Kenapa kamu tidak langsung kabur?"
"Karena aku bukan pengecut sepertimu," jawab Rangga sembari mengejek. Karena geram mendengar ucapan Rangga, orang itu menodongkan senjatanya ke kepala Rangga.
"Sekali aku menarik pelatuk ini,maka selamanya kamu akan pergi dari dunia ini", kata orang itu sambil menatap tajam Rangga dan di balas dengan tatapan yang sama oleh Rangga.
Perlahan-lahan orang itu menarik pelatuk senjati api miliknya,dan....
' DOOORRRRR '
# *Rangga menyuruh kalian untuk like,komen dan vote sebanyak-banyaknya.🤗
Baca juga novel di bawah ini:
__ADS_1