
Saat ini Alex berada di depan pintu di sebuah ruangan di rumahnya. Tanpa mengetuk pintu dia langsung masuk ke ruangan itu dan membuat orang yang sedang duduk di depanya terperanjat kaget.
"Ada apa?Kenapa tidak mengetuk pintu?" tanya orang itu seraya menghampiri Alex.
"Pembunuh!!", kata Alex kepada orang itu.
" Bicaralah yang sopan! Dan jelaskan padaku apa maksud ucapanmu",tegur orang itu yang merasa tidak terima dengan perkataan Alex barusan.
"Aku tahu kalau mama adalah dokter specialis bedah. Dan mama sengaja menyembunyikan jati diri mama itu karena mama sudah melakukan kesalahankan?" kata Alex.
"Apa maksudmu? Mama benar-benar tidak mengerti apa yang baru saja kamu katakan", Ema terlihat bingung dengan perkataan anaknya.
Orang yang di bilang pembunuh oleh Alex adalah ibunya sendiri, Ema.
"Mamakan yang melakukan operasi kepada pasien usus buntu 14 tahun lalu?" tanya Alex dengan menatap mamanya tajam.
"Dari mana kamu tahu?" tanya Ema.
"Aku membaca laporan tentang pasien itu,pasien yang karena ulah mama akhirnya harus meregang nyawanya di meja operasi", jawab Alex penuh penekanan.
Ema terlihat syok mendengar penuturan Alex barusan.
" Apa maksudmu?"tanya Ema yang menginginkan penjelasan dari anak kandungnya itu.
"Pasien yang mama operasi itu meninggal,Ma.Dia meninggal gara-gara ulah mama", kata Alex yang merasa begitu kecewa terhadap mamanya.
" Apa!?! Orang itu meninggal?? ",tanya Ema yang masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
" Kenapa mama terkejut? Bukankah mama menyembunyikan status mama sebagai seorang dokter ahli bedah karena hal itu?",tanya Alex yang merasa semakin kecewa dengan mamanya.
"Alex,kamu salah...mama..."
"Aku tidak mau mendengar penjelasan apapun dari mama", tukas Alex
" Tapi Alex, mama..."
"Mama jangan khawatir, aku sudah menghapus data itu. Aku akan bersikap seolah-olah aku tidak mengetahui apapun soal itu", sela Alex.
" Tapi asal mama tahu,pasien yang meninggal waktu itu adalah ayahnya Bintang.Dan itu artinya pasien itu juga ayah dari kak Mentari istri dari Kak Juan,menantu Mama",kata Alex sebelum akhirnya dia benar-benar pergi meninggalkan tempat itu.
"Jadi pasien itu... meninggal? Tapi kenapa tidak ada yang mengatakan apapun padaku waktu itu", gumam Ema.
Ema masih syok dengan kebenaran yang baru saja dia dengar.Mendadak kepalanya terasa begitu berat dan akhirnya dia jatuh pingsan.
^°^\=^°^
Ema membuka matanya perlahan,dia melihat sekelilingnya.
" Mama sudah sadar?",tanya seseorang yang tak lain adalah menantunya,Ana.
"Di mana ini? Kenapa mama ada di sini?", jawab Ema yang terlihat masih sedikit bingung.
" Semalam aku mendapati mama tergeletak di kamar",jawab Ana.
"Apa yang terjadi? Kenapa mama bisa pingsan?" tanya Ana yang begitu mengkhawatirkan mertuanya itu.
Ema menatap Alex yang berdiri di samping Ana.
"Tidak apa-apa, Ana. Mungkin mama hanya kecapekan", jawab Ema kemudian.
" Maafin Ana ya,Ma.Sejak Ana hamil, Ana belum bisa membantu mama di rumah",ucap Ana.
"Sayang, jangan bicara seperti itu. Biar bagaimana pun yang ada di perutmu kan calon cucu mama", jawab Ema sambil mengelus perut menantunya itu.
" Ema,tadinya papa mau kembali ke Singapur hari ini.Tapi karena kondisimu seperti ini, papa menundanya hingga waktu yang belum di tentukan",kata kakek Roman.
"Tidak apa-apa,Pah. Ema hanya terlalu lelah", ujar Ema.
" Aku sudah buatkan mama sarapan,mama makan dulu ya",kata Ana.
__ADS_1
"Memang ini sudah pagi?" tanya Ema lagi.
"Iya,Ma.Semalam mama pingsan cukup lama" kata Ana.
Ema milihat ke arah jam dinding miliknya,ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi.
"Aku ambilkan makanannya dulu ya,Ma" pamit Ana.
Ana keluar dari kamar mertuanya itu.
"Alex,kakek juga akan ke kamar.Kakek mau menyimpan kembali barang-barang kakek ke dalam lemari",Kakek Roman juga ikut meninggalkan kamar anaknya itu.
Alex berjalan mendekati tempat tidur mamanya dan duduk di tepi ranjang mamanya itu.
" Maafin Alex ya,Ma" ucap Alex kepada mamanya.
"Alex,benarkah yang kamu katakan semalam? Apa benar orang itu meninggal? Dan apakah juga benar kalau orang itu adalah ayah dari Mentari?," tanya Ema yang benar-benar penasaran dengan itu.
"Nanti aku akan ceritakan semuanya pada mama,tapi tidak sekarang. Sekarang mama sarapan setelah itu istirahatlah dulu", jawab Alex.
Bersamaan dengan itu Ana datang dengan membawa nampan,yang berisi makanan dan juga air putih di atasnya.
" Ayo Ma,makan dulu. Setelah itu mama minum vitaminya",kata Ana sambil meletakkan makanan itu di atas nakas.
" Terimakasih ya,Sayang ",ucap Ema.
Ana membantu mertuanya itu untuk duduk dan memakan sarapannya.
*****
Bintang dan Rangga sudah bangun sejak tadi pagi sebelum subuh. Setelah mandi dan menghadap sang pencipta.Mereka melakukan rutinitas mereka sebelum berangkat bekerja.
Bintang membantu Mbok Jum dan mertuanya di dapur,sementara Rangga dia kembali ke ruang kerjanya di rumah.
Pukul 7 pagi seluruh anggota keluarga berkumpul di meja makan,seperti yang biasa mereka lakukan.
"Pertunjukkan apa,Sayang?" tanya Bintang kepada putrinya itu.
"Puisi sama nyanyi,Mom", jawab Mikha
" Terus...Mikha ikutan tampil apa?"tanya Bintang lagi.
"Mikha ikut keduanya, Mom" jawab Mikha.
"Kalau kamu,Sayang?" tanya Bintang kepada anak lelakinya,Tama.
"Tama tidak ikut keduanya, Mom" jawab Tama yang masih asik mengunyah makanannya.
"Kenapa?", tanya Bintang lagi
" Itu kan pertunjukkan untuk cewek,Tama tidak suka.",jawab Tama tegas.
Bintang hanya menggeleng pelan mendengar jawaban putranya itu.
"Mommy dan Daddy,pasti akan datang ke pertunjukan itu.Iyakan,Sayang?", tanya Bintang kepada suaminya.
" Tentu saja. Dan Daddy akan sangat senang jika Tama juga bisa ikut berkontribusi dalam pertunjukkan itu",jawab Rangga seraya menatap ke arah anak laki-lakinya itu.
"Baiklah, aku akan ikut", jawab Tama.
Rangga megusap kepala anak laki-lakinya itu sebagai bentuk dukungannya.
" Kenapa cuma kepala Tama saja yang di usap",ucap Mikha sambil mengerucutkan bibirnya.
"Karena Mikha hebat,Mikha tidak hanya akan mendapatkan usapan.Tapi Mikha juga akan mendapatkan pelukan dari Daddy", Rangga memeluk putri kecilnya itu.
Bintang tersenyum melihat sikap hangat suaminya itu.
******
__ADS_1
Rangga menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang rumah sakit.Dia menatap istrinya yang masih saja diam,meski sudah hampir 5 menit mobil mereka sudah berhenti.
" Sayang.. ",panggil Rangga. Bintang terkesiap dari lamunannya.
" Iya,Mas" jawab Bintang.
"Apa yang kamu pikirkan? Aku perhatikan sejak dari rumah tadi kamu selalu melamun", kata Rangga.
" Mas,apa kamu bisa membantuku?",tanya Bintang seraya menghadap suaminya.
"Apa?" tanya Rangga.
"Apa kamu bisa mengembalikan data yang sudah terhapus dari komputer?"tanya Bintang lagi.
Rangga menautkan alisnya seraya menatap tajam istrinya.
Bintang memberikan nomor pasien ayahnya kepada Rangga.
" Apa ini?",tanya Rangga seraya menerima nomor tersebut.
"Itu nomor pasien ayahku.Dulu ayahku pernah menjalani operasi usus buntu di rumah sakit ini.Tapi...beliau meninggal di meja operasi. Aku hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi waktu itu", jawab Bintang.
" Kenapa kamu tidak minta bantuan pada Alex? Sekarangkan dia direktur rumah sakit ini".
"Aku sudah minta bantuannya,tapi...sepertinya data itu sudah di hapus", jawab Bintang.
" Baiklah, aku pasti akan membantumu".
"Terimakasih ya Sayang", ucap Bintang.
" Mau kemana? ",tanya Rangga sambil menahan tangan istrinya itu.
" Turun. Bukankah ini sudah sampai di depan rumah sakit ",jawab Bintang.
" Ternyata kamu sudah melupakan kebiasaanmu ", kata Rangga yang pura-pura memasang wajah sedihnya.
Bintang mencium bibir suaminya itu sekilas,kemudian dia segera turun dari mobil tersebut. Dengan setengah berlari Bintang masuk ke dalam rumah sakit Rahardian.
*****
" Nando, cari hecker yang bisa menyusup ke sistem keamanan rumah sakit Rahardian",titah Rangga begitu sampai di kantornya.
Nando yang saat itu sedang memeriksa beberapa file,sampai terperanjat mendengar perintah bosnya itu. Apa lagi saat mendengar tentang membobol sistem keamanan rumah sakit Rahardian.
"Sebenarnya ada apa, hingga kamu ingin membobol sistem keamanan rumah sakit itu?", tanya Nando penasaran.
" Ada satu kasus yang harus aku selidiki di rumah sakit itu",jawab Rangga.
"Baiklah, aku pasti akan mencarikan hecker terbaik untukmu ", jawab Nando.
" Aku harap bukan kamu Alex yang menghapus data itu. Karena jika itu adalah kamu,aku yakin kasus itu melibatkan keluargamu",batin Rangga dengan menatap lurus kedepan.
*****
Bintang berhenti tepat di depan ruang kepala seksi humas,saat tanpa sengaja dia mendengar kepala seksi itu mengatakan,kalau data 14 tahun itu sudah di hapus.
"Apa kamu tahu siapa yang menghapus data itu?", suara seorang laki-laki yang sedang berbicara dengan kepala seksi itu.
" Tidak Tuan,tapi yang jelas data itu baru di hapus kemarin",jawab seksi kepala humas.
"Siapa pun orangnya,pasti orang itu juga memiliki kepentingan yang sama dengan kita", ucapa laki-laki itu.
" Ingat hubungi aku,jika ada perkembangan apapun tentang itu"
"Baik,Tuan", jawab kepala seksi humas.
Bintang segera bersembunyi saat laki-laki yang berbicara dengan kepala seksi itu keluar.
" Siapa dia?",gumam Bintang seraya memperhatikan punggung laki-laki itu yang semakin menjauh.
__ADS_1