Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 139


__ADS_3

Mereka berempat tiba di bioskop 15 menit sebelum film di putar.Setelah membeli camilan, mereka segera memasuki gedung bioskop dan duduk di tempat duduk mereka.


"Mom,kenapa bioskopnya sepi?" tanya Mikha saat memasuki gedung tersebut.


"Mungkin orang nya belum pada dateng Sayang", jawab Bintang.


Film sudah mulai di putar,tapi tidak ada satu penonton pun yang datang.


" Mommy, kenapa mommy ada di film itu?"kata Mikha sambil menunjuk ke arah layar ketika di pertengahan film.


Seketika Bintang pun melihat ke arah layar yang terpampang di depanya.Bintang benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia lihat.Video yang di putar adalah video pertama kali Rangga datang ke sekolah untuk bertemu dengannya pertama kali.Bahkan ada juga video saat dirinya sedang tertidur di apartemen milik Rangga dulu.


"Mas,ini...?"


"Aku ingat, ini adalah hari pertama kita bertemu waktu itu.Waktu yang akhirnya membawaku kepada kebahagiaanku yang sekarang", jawab Rangga sebelum Bintang menyelesaikan kata-katanya.


" Kamulah orang yang membuatku melupakan segala sakit hati yang aku rasakan.Kamu juga orang yang menarikku dari jurang kebencian",tutur Rangga.


" Dari mana Mas mendapatkan semua gambar itu?Itukan sudah lama sekali?"


"Aku mencari cctv yang ada di sekitar sekolahmu,dan aku baru mendapatkannnya baru- baru ini.Makanya aku baru bisa ngasih kejutan ini untukmu", tutur Rangga.


" Terimakasih ya Mas,kamu selalu membuatku bahagia ",ucap Bintang.


" Daddy, kenapa di video itu tidak ada Tama? "tanya Tama.


" Iya Daddy, kenapa Mikha juga tidak ada?Apa Tama dan Mikha sedang bermain di tempat lain?" tanya Mikha juga.


Rangga menatap Bintang untuk meminta bantuannya menjawab pertanyaan putrinya tersebut.


"Sayang, waktu itu Tama dan Mikha belum ada di dunia ini,kalian masih ada di langit bersama dengan Tuhan", jawab Bintang.


" Kenapa? "tanya Mikha lagi.


" Karena dulu daddy belum jatuh cinta sama mommy. Mikha dan Tama hadir di kehidupan mommy dan daddy, setelah mommy dan daddy menikah dan saling mencintai.Kami selalu berdoa dan meminta kepada Tuhan untuk di berikan anak yang cantik, tampan dan juga baik hati.Dan Tuhan mengabulkan do'a mommy dan daddy dengan mengirimkan kalian di kehidupan kami",jelas Bintang lagi.


"Kalian berdua adalah harta berharga bagi kami.Kami sangat sangat mencintai kalian", ucap Bintang kemudian memeluk kedua anaknya tersebut.


" Mikha juga mencintai mommy dan daddy ",balas Mikha.


"Tama juga", imbuh Tama


Kedua anak itu memeluk mommy dan daddy nya dengan sangat erat.


*****


Akhirnya setelah kurang lebih dua jam film itu pun berakhir.Dan seperti biasa sebelum pulang mereka akan mampir makan ke sebuah restoran terlebih dulu.


Mereka berempat baru tiba di kediaman Wijaya pukul sepuluh malam.Mungkin karena lelah,kedua anak mereka pun tertidur di dalam mobil.


" Itukan mantan pacarnya Dinda,kenapa dia kemari?"batin Bin**tang.


"Mas,kamu yang gendong anak-anak masuk ke dalam ya aku capek" pinta Bintang.


"Ya sudah, kamu jaga di sini dulu.Aku mau bawa Tama masuk ke kamar dulu,baru setelah itu giliran Mikha", kata Rangga.


" Iya,Mas",ucap Bintang.


Rangga memgendong tubuh Tama keluar dari dalam mobil dan membawanya masuk ke dalam rumah.


Begitu Rangga sudah tidak terlihat, Bintang segera menghampiri mantan pacar Dinda yang berdiri di dekat pintu gerbang.


"Mau apa kamu ke sini?" tanya Bintang.


"Aku hanya ingin mengadakan barter dengan keluargamu. Maksudku keluarga dari pacar mantan pacar ku", jawab Beno dengan senyum licik nya.

__ADS_1


" Barter?"


"Iya barter. Aku ingin melakukan transaksi dengan keluarga Wijaya yang terkeal itu", jelas Beno.


" Barter yang seperti apa yang kamu inginkan? "tanya Bintang lagi.


" Aku ingin menukar USB ini kepada kalian",jawab Beno sambil melihatkan sebuah benda di tangannya.


"Kenapa kamu mengira kalau kami pasti akan mau bertransaksi denganmu?"


"Aku rasa Dinda belum memberi tahumu soal USB ini", Bintang menatap tajam Beno.


" Tidak usah basi-basi katakan saja apa isi USB itu.Baru kami akan putuskan mau bertransaksi denganmu atau tidak! seru Bintang.


"Isi USB ini adalah adegan percintaan aku dengan Dinda", jawab Beno dengan sedikit berbisik.


" Jika kamu tidak mau video ini aku unggah di internet, maka berikan aku uang 10 m" jawab Beno yang merasa yakin kalau keluarga Wijaya paati akan memberikan uang itu padanya.


"Pasti hal ini yang tadi membuat Dinda bersikap aneh", batin Bintang.


" Sayang, siapa dia?"tanya Rangga tiba-tiba.


"Mas,dia..."


"Hallo Tuan Wijaya, aku adalah mantan pacar dari kekasih saudara kembarmu", sela Beno sambil mengulurkan tangannya.


Rangga hanya menatap sebentar tangan itu,tanpa berniat ingin membalas uluran tangan lelaki yang saat ini berdiri di depannya.


" Tidak masalah kalau anda tidak mau berjabat tangan denganku",kata Beno sambil menarik kembali tangannya.


"Untuk apa kamu ke sini?" tanya Rangga dengan tatapan dinginnya.


"Nyonya Wijaya, Nyonya yang akan memberitahunya atau aku?" tanya Beno setegah mengejek.


Rangga menatap istrinya penuh tanya.


" Harry sudah tahu tentang masa lalu Dinda",tutur Bintang.


"Kalau aku tidak mau memberimu uang itu,bagaimana?". tanya Rangga.


" Tuan Wijaya, Anda jangan bercanda. Aku bisa mengunggah ini ke internet dan seketika nama baik keluargamu akan hancur di tanganku",ancam Beno.


Rangga hanya menanggapi ancaman Beno tadi dengan tawanya.


"Kenapa kamu tertawa? Apa kamu pikir aku tidak bersungguh-sungguh dengan ucapanku", kata Beno yang mulai kesal.


" Kamu pikir sampah sepertimu bisa mengancamku.Pergilah dari sini karena aku tidak akan pernah memberikan uang sepeserpun kepadamu",tukas Rangga.


"Lihat saja kamu pasti akan menyesal karana menolak permintaanku", kata Beno yang kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


Rangga merogoh ponsel di sakunya.


" Tangkap laki-laki yang baru saja pergi dari rumahku.Dan paksa agar dia mau memberikan USB di tangannya.Lakukan dengan cara apapun",titah Rangga kepada anak buahnya melalui sambungan telpon.


"Terimakasih ya Mas" ucap Bintang.


"Lain kali jangan berurusan dengan sampah seperti dia", titah Rangga


" Iya,Sayang ",jawab Bintang


"Sekarang kita masuk,kasihan Mikha",Rangga berjalan masuk ke dalam mobil dan kembali ke iuar dengan menggendong putrinya yang terlelap


*****


Keesikan harinya...

__ADS_1


Sebenarnya sejak semalam Bintang mengkhawatirkan keadaan Dinda. Apalagi setelah tahu alasan perubahan sikap Dinda kemarin adalah karena ancaman Beno.


Pagi itu setelah mengantar kedua anaknya ke sekolah,Bintang memutuskan untuk datang ke aparteman milik Dinda.Dia merasa khawatir karena sejak pagi hp milik Dinda sulit untuk di hubungi.


Berkali kali Bintang menekan bel apartemenn milik Dinda. Namun tidak ada jawaban sama sekali.


" Maaf, Mbak cari Dinda ya?"tanya seorang wanita yang tinggal di sebelah apartemen milik Dinda.


"Iya,apa kamu tahu kemana dia?Soalnya sejak pagi tadi hpnya susah di hubungi", jawab Bintang.


" Apa Mbak yang namanya Bintang?" tanya orang itu lagi.


"Iya ,saya Bintang"


"Sebentar ya Mbak",wanita masuk ke apartemennya dan tidak lama kemudian dia kembali.


" Mbak Dinda nitip ini buat Mbak",kata wanita itu sambil memberikan dua buah amplop putih kepada Bintang.


"Terimakasih ya", ucap Bintang.


" sama-sama Mbak, permisi",wanita itupun kembali masuk ke apartemennya sendiri.


Bintang menatap dua amplop di tangannya. Satu bertuliskan namanya dan satu lagi bertuliskan nama Harry.


Bintang membuka amplop putih yang ada namanya.


*Bintang sahabatku,


Maaf karena aku pergi tanpa mengatakan apapun padamu.Selama ini aku sudah sering merepotkanmu,jadi kali ini biarkan aku mengahadapi masalahku sendiri. Aku tidak ingin melibatkanmu atau pun keluarga Wijaya. Sekali lagi maafkan aku.


Dinda*


Bintang memasukkan surat itu ke dalam tas miliknya.Dengan langkah terburu-buru dia meninggalkan apartemen temannya itu, untuk segera menemui Harry.


*****


Di kediaman keluarga Wijaya


Seperti biasa setiap pagi,Harry duduk di taman belakang untuk sekedar melakukan olah raga ringan.Dia menghentikan aktifitasnya saat melihat Bintang datang.


"Ada apa?Kenapa kamu tampak mengkhawatirkan sesuatu?" tanya Harry seraya duduk di bangku yang ada di sana.


Bintang tidak menjawab pertanyaan Harry, dia hanya memberikan amplop putih yang di titipkan padanya.


"Dari Dinda", ucap Bintang seraya menyodorkan amplop putih tersebut.


Harry menerima amplop itu dan membukanya.


*Untuk Harry Sayang,


Harry, maaf karena aku tidak bisa menikah denganmu.Aku tidak mau menimbulkan masalah untukmu atau pun keluarga besarmu.


Tolong maafkan aku,aku pergi karena aku mencintaimu.


Dinda*


" Kamu harus kejar Dinda sekarang! Aku yakin dia belum jauh",suruh Bintang.


Bukannya melakukan apa yang Bintang katakan, Harry justru masuk ke kamarnya tanpa mengatakan apapun.


"Harry, Harry", panggil Bintang.


NB:bagi para reader tolong tinggalkan jejak kalian dengan cara like,komen dan vote.Karena dukungan kalian adalah semangat buat author untuk tetap berkarya.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2