
Dewi masih diam,sejak bertemu dengan Hendri tadi.Dia semakin merasa bersalah dengan dua sahabatnya,bahkan dia sempat mengumpat dirinya sendiri yang pernah begitu tega terhadap sahabatnya. Hampir saja dia merusak rumah tangga sahabatnya karena kebodohannya.Meskipun itu semua akhirnya tidak terjadi tetapi tetap membuatnya semakin merasa bersalah.Apalagi perkataan Hendri sebelum pergi.
'kamu beruntung De,punya sahabat seperti mereka yang dengan setia selalu berusaha melindungimu agar kamu tidak terluka.Seperti Bintang yang rela pura-pura mencintaiku agar kamu melepasku dengan ikhlas dan tidak mengetahui penghianatanku karena dia tahu kamu pasti akan sangat tersakiti jika tahu hal itu'
Air mata Dewi kembali meleleh di kedua pipinya.Nando yang melihat hal itu sampai bingung harus berbuat apa.
"Dew,Kamu tidak apa-apakan?"
,pertanyaan Nando menyadarkannya Dewi dari lamunannya.
"Tidak, aku tidak apa-apa" jawab Dewi sambil menghapus air matanya dengan tangannya.
"Apa....kamu begitu mencintai dia sampai-sampai kamu sesedih ini setelah bertemu dengannya?" tanya Nando dengan hati-hati.Entah kenapa Nando merasa tidak senang jika Dewi terus mengingat mantannya itu.
"Ap...apa yang kamu katakan? bukan begitu,hanya saja...."
"Sepertinya aku harus memberimu waktu untuk sendiri" kata Nando sambil melangkahkan kakinya meninggalkan Dewi.
"Nando tunggu! Nando" panggil Dewi, namun tidak di hiraukan oleh Nando.
"Kenapa dia kelihatan marah" gumam Dewi.
Ternyata Nando kembali ke kantor, dia butuh menyibukkan diri untuk menghilangkan perasaan kalutnya.
"Kenapa kamu ke sini? Terus Dewi sama siapa?Bukankah ibunya tidak jadi dateng?" tanya Rangga bertubi-tubi.
"Bawel kamu sudah kayak emak-emak komplek" jawab Nando agak ketus tidak seperti biasanya yang akan selalu menjawab pertanyaan Rangga dengan sopan.
"He he he,beraninya kamu bilang begitu.Aku pecat baru tahu rasa kamu" kata Rangga.
"Kamu kenapa?" tanya Rangga yang memang tahu kalau mood orang di depannya ini sedang tidak bagus.
"Ini semua gara-gara si Hendri,ngapain sih pake acara ketemu dia segala.Gara-gara dia aku sampai di anggap nggak ada sama Dewi" jawaban itu keluar dari mulut Nando begitu saja.
Mendengar jawaban itu,Rangga malah tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Kenapa tertawa?" tanya Nando yang makin kesel.
"Jadi kamu itu cemburu?Ngapain cemburu sama mantan?Sudah sana balik lagi ke tempat si Dewi, jangan sampai ada perawat tampan yang bantuin dia terus dia kesemsem tuh sama tu perawat.Terus hilang deh kesempatan kamu ngedapetin hatinya" kata Rangga enteng.
"Kamu mah enak,dari dulu yang selalu berjuang buat mempertahankan cinta kaliankan istrimu.Coba kalau sekarang di balik ada yang suka sama istri mu,apa kamu masih bisa santai dan nggak cemburu?"
(bener juga ya kata si Nando, lain kali Author bakalan bikin babang Rangga cemburu. Tapi nunggu timeming yang tepat.he he he )
Rangga terdiam mendengar jawaban Nando, jika memang itu terjadi pada hubungannya pasti dia akan menguliti hidup-hidup orang yang suka sama istrinya tersebut.
"Sudah sudah jangan ngomongin hal konyol lagi" Rangga mencoba mengalihkan pembicaraan.
Rangga mengeluarkan sebuah USB yang baru saja di terimanya dari salah satu anak buahnya.
"Apa itu?" tanya Nando.
"Ini adalah rekaman cctv yang ada di sekitar TKP kecelakaan itu terjadi.Aku baru mendapatkannya dari tangan kananmu" jawab Rangga.
Rangga menyalakan komputernya,karena dia ingin sagera tahu siapa orang yang berani ingin mencelakai istrinya.
Rangga segera melihat plat nomor mobil tersebut, dia juga mengzoom orang yang terlihat mengendarai mobil itu. Dan alangkah terkejutnya dia saat melihat wajah orang itu yang tak lain adalah mantan kakak iparnya sendiri Agung.
"Awas kamu Agung,kamu sudah berani mengusik keluargaku.Mungkin hukumanmu waktu itu kurang membuatmu jera" gumam Rangga seraya mengepalkan tangannya.
"Nando,cari tahu di mana Agung tinggal sekarang! Aku sendiri yang akan membereskannya" titahnya kepada Nando.
Nando segera menghubungi orang suruhannya,tidak lama kemudian dia mendapat kabar kalau Agung saat ini sedang berada di sebuah hotel xxx dengan nomor kamar 230.
"Aku akan ke sana sekarang. Kamu mau ikut atau..."
"Tentu saja aku ikut" jawab Nando cepat.
Mereka segera bergegas menuju hotel yang di maksud.
Tepat di depan kamar nomor 230,Rangga dan Nando berdiri. Mereka mengetuk pintu kamar itu.
__ADS_1
"sebentar" terdengar suara dari dalam kamar. Tidak lama kemudian pintu kamar itu terbuka dan keluarlah orang yang di maksud,Agung.
Agung berusaha menutup pintu itu kembali saat mengetahui yang datang adalah Rangga dan Nando. Tapi sudah terkambat,Mereka sudah menahan pintu tersebut dan merangsek masuk ke dalam kamar Agung.
"Sepertinya,hukumanmu waktu itu kurang membuat mu jera rupanya" kata Rangga dengan sorot mata mematikan.
"Rangga,apa maksudmu?" tanya Agung dengan tubuh bergetar karena takut.
"Kamukan orang yang berusaha mencelakai istriku?"Tanya Rangga lagi dan kali ini tatapan tajamnya semakin membuat nyali Agung menciut.
" Aku sudah pernah bilangkan jangan pernah mengganggu keluargaku.Kalau kamu ingin hidupmu damai,tapi apa yang kamu lakukan? Setelah kau berani menjual kakakku untuk mendapatkan tender beraninya kau berusaha mencelakai istriku",Rangga mencengkeram leher Agung dengan satu tangannya.
"Rangga,tolong lepaskan aku.Aku janji tidak akan mengulanginya" kata Agung sambil berusaha melepaskan cengkeraman tangan Rangga dari lehernya.
Namun cengkeraman itu semakin kuat dan membuat Agung sulit bernapas.
Agung hampir saja mati karena cekikan kalau saja Nando tidak menghentikannya.
Nando membantu Agung lepas dari cekikan tangan Rangga, dia tidak mau bos,sahabat sekaligus kerabatnya itu menjadi pembunuh.
Nando mengikat Agung dengan tali.
"Rangga 5 menit lagi polisi datang,biarkan pengacara kita yang membereskannya.Sekarang sebaiknya kita keluar dari tempat ini" ajak Nando.
"Ha ha ha,dengar Rangga aku akan bilang ke polisi kalau tadi kamu mencoba membunuhku.Jadi kita akan sama-sama di penjara" kata Agung penuh kemenangan.
Rangga kembali mendekati Agung dan mengatakan:"Kamu kira kami bodoh,sebelum kami datang ke tempat ini kami sudah menyuruh pihak hotel mematikan semua cctv bukan hanya di kamarmu tapi juga cctv yang ada di sekitar hotel ini.Dan cctv itu akan menyala kembali setelah kami pergi.Jadi nikmati hidupmu di penjara nanti".Rangga kembali memberikan sorot mata tajamnya kepada Agung.
Setelah itu dia dan Nando keluar dari hotel tersebut.
Tidak lama kemudian polisi datang dan membawa Agung ke kantor polisi.
"Kamu mau kembali ke kantor atau ke rumah sakit?" tanya Rangga di parkiran karena saat ini mereka sedang berada di dalam mobil.
"Aku akan ke rumah sakit, aku tidak akan membiarkan Dewi jatuh hati pada perawat pria seperti yang kamu katakan tadi" jawabnya di selingi tawa.Meraka segera melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Rangga menurunkan Nando di depan rumah sakit.Setelah itu dia kembali melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah.Pikirannya sedikit lega karena akhirnya Agung di tangkap polisi dan Sepertinya dia akan mendekam cukup lama di penjara.