
Ester mulai naik ke jembatan tersebut,dia bersiap untuk terjun dari jembatan. Dia mulai memejamkan matanya dan bersiap untuk terjun,namun tiba-tiba seseorang menariknya dari atas jembatan.
"Lepaska aku! Biarkan aku mati", teriak Ester sambil berusaha melepaskan diri dari dekapan orang yang menariknya.
"Apa kamu sudah gila", orang itu membentak Ester.
" Aku tidak ingin hidup lagi, biarkan aku mati", teriaknya berulang kali.
"Sadarlah Ester,sadar!" bentak orang itu seraya memegang kedua bahu Ester dan mengguncangkannya.Akhirnya Esterpun terdiam.
"Sigit... apa kekuranganku hingga Rangga tidak bisa menerimaku,meskipun aku sudah menurunkan harga diriku. Bahkan aku rela menjadi yang kedua?", tutur Ester dengan suara yang lemah. Tidak hanya suaranya saja yang lemah,dia bahkan tidak sanggup berdiri untuk menopang tubuhnya. Ester terduduk di atas aspal. Air matanya terus saja mengalir di kedua pipinya.
Orang yang menarik Ester tadi adalah Sigit. Saat melihat Ester dan ayahnya keluar dari gedung resepsi tersebut,Sigit mengikutinya dari belakang.
" Ester...", Sigit merasa kasihan melihat keadaan Ester yang seperti ini.Ester yang biasanya kuat dan bersikap tegas saat bekerja,berubah menjadi Ester yang sangat lemah.
Sigit menghembuskan napasnya kasar, dia duduk di samping Ester yang masih menangis.
" Ester, mencintai memang tidak salah. Tapi...kita juga tidak bisa memaksa orang lain untuk mencintai kita", kata Sigit.
" Bukankah sejak awal kamu sudah tahu kalau orang yang kamu cintai itu tidak mencintaimu. Aku yakin, kamu pasti sudah bisa melihat kalau di mata Pak Rangga hanya ada istrinya. Dia tidak tertarik dengan siapapun selain istrinya. Bagi dia istri dan keluarganya adalah segalanya. Dan tidak ada orang lain yang bisa masuk ke dalam hatinya lagi", tambah Sigit.
Tangis Ester semakin menjadi,bukannya dia tidak sadar diri. Tapi ayahnya selalu memberikan dia harapan. Ayahnya selalu berkata bahwa dia bisa menjadikan anaknya itu istri dari Rangga Wijaya, meskipun hanya menjadi istri keduanya. Ester memang sudah jatuh cinta kepada Rangga sejak kali pertama dia bertemu dengan Rangga. Bahkan dia pernah membayangkan kalau Ranggalah yang akan membantunya terlepas dari perjodohan ayahnya. Tapi kenyataan tak seindah khayalan,sang pujaan hati ternyata sudah memilki orang yang dia cintai bahkan sudah berkeluarga.
"Ester...mencintai tidak harus memiliki. Jika cintamu itu tulus,kamu pasti akan bahagia saat melihat orang yang kamu cintai bahagia. Meskipun itu tidak dengan dirimu", kata Sigit yang sedikit memberikan nasehat pada wanita di sampingnya.
" Apa kamu juga pernah merasakan hal yang sama?", tanya Ester sambil melihat ke arah Sigit.
" Bukan hanya pernah bahkan saat ini aku sedang merasakan itu", jawab Sigit.
"Jangan jangan kamu menyukai istri dari saudara kembar Rangga itu?" tsnya Ester.
"Aku mencintai dia sejak kecil,sejak ibuku bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah neneknya", jelas Sigit.
" Apa kamu pernah mencoba menyatakan perasaanmu kepadanya?" tanya Ester lagi.
" Aku pernah ingin mengatakannya,tapi dia terlebih dulu bilang kalau dia menyayangiku sebagai kakak", jawab Sigit dengan senyum kecut di wajahnya.
"Apa kamu masih mencintai dia?", tanya Ester yang kembali menatap Sigit.
" Bohong, jika aku bilang aku sudah tidak mencintainya lagi. Tapi.. kini aku mencoba mengubah perasaan cintaku itu menjadi perasaan cinta kakak terhadap adiknya. Aku akan bahagia hanya dengan melihatnya bahagia ", jawab Sigit panjang lebar.
__ADS_1
Ester menghirup napasnya dalam-dalam kemudian mengeluarkannya perlahan.
" Terimakasih ya,Git. Setelah berbicara denganmu,aku jadi merasa sedikit lega", ucap Ester yang terlihat lebih tenang dari sebelumnya.
"Aku jadi merasa bodoh dengan tindakanku tadi. Harusnya aku menolak usulan papa soal istri kedua. Aku benar-benar malu", ucap Ester lagi.
" Aku yakin Pak Rangga dan keluarganya akan memaafkan tindakanmu tadi", kata Sigit.
"Ayo sekarang aku antar kamu pulang!", seru Sigit seraya bangkit dari posisinya tadi. Dia mengulurkan tangannya untuk membantu Ester berdiri.
" Terimakasih ", ucap Ester sambil menerima uluran tangan yang Sigit berikan.
*****
( Tempat resepsi pernikahan Harry dan Dinda )
Semua orang yang tadi sempat tegang saat Rangga mengatakan akan menikah lagi,kini sudah kembali berbahagia seperti sebelumnya.
Apalagi setelah Rangga mengucapkan ijab qobul yang kedua kalinya kepada sang istri.
Bahkan kebahagiaan itu tidak hanya terpancar pada kedua mempelai yang baru saja menikah. Tapi juga seluruh anggota keluarga yang hadir.
Pesta resepsi pernikahan Harry dan Dinda, berlangsung meriah. Dan baru selesai tepat tengah malam.
Harry dan Dinda sudah masuk ke kamar pengantin mereka. Yuna,Mia dan Ratih juga sudah masuk ke kamar mereka untuk beristirahat. Demikian juga Rangga dan Bintang, mereka berdua juga menyewa satu kamar di hotel tersebut.
Rangga dan Bintang sengaja menyewa kamar dengan dua tempat tidur. Satu tempat tidur untuk dirinya dan Rangga,dan satunya lagi untuk kedua anak kembar mereka.
Juan dan Mentari lebih memilih untuk ikut pulang bersama dengan anggota keluarga Rahardian yang lain.
Sementara Nando, Dewi dan Kiara juga memilih untuk kembali ke kediaman mereka.
*****
" Sayang sekarang kita kan sudah sah,bisakah aku meminta hakku malam ini?", bisik Harry di telinga Dinda saat mereka berdua berada di dalam kamar.
Dengan wajah malu-malu, Dinda mengangguk.
Harry mulai melancarkan aksinya dengan memberikan sentuhan lembut pada tubuh wanita yang sekarang sah menjadi istrinya.
Dengan sangat hati-hati dia mendorong tubuh istrinya itu ke tempat tidur. Harry mulai menjamah setiap jengkal tubuh istrinya itu dengan sangat lembut. Hingga suara lenguhan dan desahan lolos begitu saja dari mulut Dinda. Dan malam yang dingin itu serasa panas bagi keduanya.
__ADS_1
*****
Sementara di kamar lain....
Rangga segera memeluk istrinya itu dari belakang saat kedua anak kembar mereka sudah tertidur lelap.
"Mas,nanti kalau anak-anak bangun bagaimana", kata Bintang sambil berusaha melepaskan pelukan suaminya itu. Bukan tanpa sebab Bintang melakukan itu, dia tidak mau kedua anaknya tiba-tiba bangun dan memergoki mereka sedang bercinta. Apalagi saat ini Bintang sedang berada di tempat tidur yang sama dengan kedua anaknya.
" Jika kita tidak melakukannya sekarang, bagaimana kita bisa memberikan mereka adik", jawab Rangga
"Iya kita lakukan sekarang, tapi jangan di sini", jawab Bintang.
Setelah mendapatkan jawaban tersebut,Rangga membawa istrinya itu ke tempat tidur yang berbeda.
" Bagaimana kalau mereka tiba-tiba terbangun?" tanya Bintang pelan.
"Mereka tidak akan bangun jika kamu tidak mengeluarkan suara-suara aneh", jawab Rangga sambil tekekeh.
" Bukannya Mas menyukainya?", kata Bintang sambil menyusuri wajah suaminya itu dengan telunjuknya.
"Tentu saja aku menyukainya", setelah mengatakan itu Rangga langsung menerkam tubuh istrinya. Namun di tengah kegiatan mereka bercinta,tiba-tiba Bintang menginterupsi suaminya dan mendorong tubuh suaminya itu hingga jatuh terjungkal.
" Gawat..!!!"
# *Nah kira-kira apa ya yang membuat Bintang menghentikan aktifitasnya...?
Silahkan tinggalkan jejak kalian dengan cara like,komen dan vote ya. Aku tunggu!
Baca juga karya teman author di bawah ini:
*
__ADS_1