
Setelah ibunya tertidur,Bintang menyelimuti ibunya itu dengan selimut. Dia menatap wajah ibunya yang sudah terdapat guratan-guratan keriput di wajahnya.
"Ibu,terimakasih atas segala yang ibu lakukan untuk aku dan kakak. Bintang janji,Bintang akan menjadi seseorang yang akan selalu bisa ibu banggakan. I love you,ibu" ucap Bintang sebelum dia ke luar dari kamar ibunya.
Bintang menutup kamar ibunya itu dengan sangat pelan agar tidak membangunkannya.
"Ibu sudah baikan?",tanya Rangga yang tiba-tiba muncul di belakangnya dan membuat Bintang terperanjat karena terkejut.
" Mas Rangga...! Kamu bener- bener ya bikin aku jantungan" kata Bintang sambil mengelus dadanya sendiri.
" Maaf,Sayang tidak sengaja ", ucap Rangga.
" Dari tadi Mas,nungguin aku di sini?" tanya Bintang saat melihat suaminya itu masih memakai baju kerjanya.
"Iya", jawab Rangga
" Maskan bisa mandi duluan, kenapa musti nunggu aku?".
"Karena aku ingin mandi bersamamu,Sayang" jawab Rangga sambil memeluk pinggang istrinya itu.
"Mas,jangan seperti ini. Nanti kalau mama,Harry atau anak-anak lihat bagaimana?", Bintang berusaha melepaskan dirinya dari pelukan sang suami.
" Aku akan melepaskanmu,jika kamu menciumku", kata Rangga yang masih memeluk pinggang istrinya itu.
Bintang mencium pipi suaminya itu sekilas.
" Sudahkan? Sekarang lepaskan aku", kata Bintang.
Rangga menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. " Bukan di situ Sayang, tapi di sini", jawab Rangga dengan menunjuk bibirnya sendiri.
Bintang memperhatikan sekelilingnya terlebih dulu,setelah di rasa aman dia mulai mendekatkan wajahnya mendekati wajah suaminya. Jarak wajah keduanya semakin berkurang mulai dari 5 centi,4 centi,3 centi,2 centi dan saat bibir mereka hampir menyatu tiba-tiba...
"Mommy...."
"Daddy..."
Panggil ke dua anak kembar mereka bersamaan. Rangga dan Bintang segera melepaskan pelukan mereka. Apalagi kedua anak itu tidak datang sendirian, mereka datang bersama dengan Mia.
" Ups" ,Mia berusaha untuk pura-pura tidak melihat adegan yang hampir saja anak dan menantunya itu lakukan.
"Kalian berdua dari mana,Sayang kok jam segini baru pulang?" tanya Bintang kepada ke dua anaknya.
"Tadi kami jalan-jalan bareng grandma, aunty,auncle dan adik Leon", jawab Mikha.
" Auncle?" tanya Rangga.
"Iya Rangga, tadi siang kakakmu datang bersama Erik. Dan dia mengajak kami jalan-jalan", jelas Mia.
" Jadi mama sudah tahu tentang hubungan Pak Erik dan Kak Nia?" tanya Rangga lagi.
"Iya..Erik sudah bilang sama mama beberapa hari yang lalu", jawab Mia.
" Terus kapan Pak Erik akan melamar Kak Nia secara resmi? " tanya Rangga.
__ADS_1
"Setelah pernikahan saudaramu Harry",jelas Mia.
"Daddy tadi kami juga di ajak main ke panti asuhan oleh Leon. Di sana banyak sekali dedek bayi yang lucu", tambah Mikha.
" Benarkah?" kata Bintang.
"Mommy, Daddy... kapan Mikha punya dedek bayi? Mikha juga pengen punya adik yang lucu seperti dedek bayi di panti itu?" tanya Mikha.
Bintang melirik ke arah suaminya sebentar.
" E...nanti Mikha pasti bakalan punya adik bayi yang lucu,tapi tidak sekarang ya Sayang ", jawab Bintang.
" Tapi kapan,Mom?" tanya Mikha dengan wajah cemberutnya.
"Secepatnya" kini giliran Rangga yang menjawab.
"Benarkah, Daddy?" tanya Mikha dengan mata yang berbinar-binar.
"Tentu saja. Tapi ada syaratnya", kata Rangga.
" Apa syaratnya?" tanya Mikha antusias.
"Mikha dan Tama tidak boleh gangguin Daddy, ketika Daddy dan Mommy ada di dalam kamar", jawaban Rangga membuat Bintang melotot ke arahnya.
" Kenapa?" tanya Mikha polos.
"Karena jika Mikha dan Tama gangguin Daddy dan Mommy, Mikha akan semakin lama punya adik", jawab Rangga.
Bintang menginjak kaki suaminya itu.
" Benarkah itu Mommy?" kini Mikha memberikan pertanyaan itu kepada mommynya.
"E..kalian berdua belum mandi kan? Sekarang kalian mandi dulu sana. Nanti kita makan malam bareng-bareng", seru Bintang kepada putrinya. Dia ingin mengalihkan pertanyaaan putrinya tadi.
" Tapi Mommy belum jawab pertanyaan Mikha tadi.. ",kata Mikha.
"Pertanyaan yang mana,Sayang?" tanya Bintang.
"Benarkah kalau Mikha dan Tama tidak gangguin Mommy dan Daddy di kamar,Mikha akan cepat punya adik?" tanya Mikha lagi.
"Sayang, tidak usah perdulikan omongan Daddy kalian. Kapan pun kalian mau,kalian bisa datang ke kamar Mommy dan Daddy, Ok".
" Tapi kita akan secepatnya punya dedek bayikan?" tanya Mikha yang masih saja kekeh dengan keinginannya yang ingin memiliki adik.
"Iya Sayang", jawab Bintang yang terpaksa mengiyakan pertanyaan putrinya.
"Mommy, kalau mommy punya adik bayi , Tama mau adik laki-laki saja ya Mom", kata Tama yang ikut berbicara.
" Mikha mau adik perempuan",kata Mikha.
"Iya-iya,kalian akan memiliki adik bayi laki-laki dan perempuan. Sekarang kalian mandi,nanti kita makan malam bareng-bareng", seru Bintang. Dia sudah mulai menyerah dengan permintaan kedua anaknya.
Kedua anak itu pun lari ke kamarnya dengan di temani nenek mereka.
__ADS_1
*****
Begitu sampai di dalam kamar,Rangga langsung memeluk tubuh istrinya itu.
" Mas,lepaskan aku mau mandi", kata Bintang yang berusaha melepaskan dirinya dari pelukan sang suami.
"Bagaimana, kalau kita mandi bersama agar Mikha dan Tama secepatnya memiliki adik", kata Rangga.
" Baiklah, tapi sebentar ya. Karena aku harus membantu mama dan Mbok Jum menyiapkan makan malam",jawab Bintang dengan mengalungkan tangannya di leher suaminya.
Mereka menyatukan bibir mereka yang tadi sempat tertunda. Ciuman itu pun berlanjut ke kegiatan selanjutnya.
*****
Detik berganti menit,menit berganti menjadi jam, dan jam berganti menjadi hari. Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu itu pun datang juga. Yaitu hari pernikahan Harry dengan Dinda.
Sejak pagi kediaman Wijaya sudah di sibukkan dengan orang-orang yang datang untuk ikut menjadi pengiring pengantin.
Alex dan Ana beserta keluarga Rahardian sudah datang sejak setengah jam yang lalu. Bahkan Mentari dan juga Juan beserta anaknya juga sudah datang sejak subuh tadi,maklumlah mereka datang dari luar kota. Sementara Nando,Dewi dan putri mereka Kiara datang 15 menit setelah kedatangan keluarga Rahardian.
Mereka semua sudah berkumpul di ruang tamu kediaman keluarga Wijaya.
"Bi,jam berapa akad nikahnya?" tanya Ana yang sudah merasa gelisah. Apalagi perutnya yang sering tiba-tiba mual.
"Sebentar lagi, ini tinggal nunggu si Harry bersiap",jawab Bintang.
" Aku mau ke belakang dulu sebentar", pamit Ana yang tiba-tiba perutnya terasa mual.Dia segera lari ke kamar mandi tamu di ikuti oleh Alex suaminya.
"Bunda,kenapa lama?" tanya Kiara yang juga sudah tidak sabar.
"Sebentar lagi, Sayang. Mungkin Om Harry belum selesai bersiap", jawab Dewi.
" Sayang kamu tidak apa-apakan?" tanya Nando kepada istrinya, dia selalu mengkhawatirkan keadaan istrinya karena ini sudah bulan perkiraan istrinya itu melahirkan.
"Tidak apa-apa kok,Mas", jawab Dewi sambil mengelus perutnya.
" Mommy, itu Om Harry sudah siap" tunjuk Mikha, saat Harry sudah datang menggunakan pakain adat jawa sesuai permintaan Dinda.
"Ayo kita berangkat", seru Rangga.
Semua orang segera menaiki mobil mereka masing-masing untuk menuju ke gedung yang sudah mereka sewa.
Satu per satu mobil-mobil mewah yang terparkir di depan rumah keluarga Wijaya segara meninggalkan tempat tersebut. Mobil-mobil itu berjalan menuju ke gedung yang di msksud.
Dan setelah 30 menit perjalanan, akhirnya rombongan mobil-mobil itu berhenti di depan gedung sebuah hotel bintang lima.
Seluruh rombongan turun dari mobil masing-masing, namun semuanya berhenti saat tiba-tiba Harry mengatakan sesuatu.
" Gawat,ada yang ketinggalan... "
# Nah lho apa ya kira- kira yang ketinggalan. Sambil menunggu up selanjutnya baca juga ya karya teman teman author yang tidak kalah serunya di bawah ini:
__ADS_1