
"Tentu saja aku menyukainya", setelah mengatakan itu Rangga langsung menerkam tubuh istrinya. Namun di tengah kegiatan mereka bercinta,tiba-tiba Bintang menginterupsi suaminya dan mendorong tubuh suaminya itu hingga jatuh terjungkal.
" Gawat..!!!"
"Ada apa,Sayang?" tanya Rangga khawatir.
Apalagi setelah mengatakan itu,Bintang langsung lari masuk ke dalam kamar mandi.
"Sayang, kamu kenapa?", tanya Rangga sambil mengetuk pintu kamar mandi. Dia begitu mengkhawatirkan keadaan istrinya itu.
" Sayang ",panggil Rangga lagi. Namun Bintang masih belum menjawab, hanya terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.
" Sayang, kalau kamu tidak segera membuka pintu,aku dobrak nih pintunya", ancam Rangga setelah 5 menit istrinya belum juga membukakan pintu.
"Iya sebentar, Mas", sahut Bintang dari dalam kamar mandi.
Cekleeeekkkkk
Pintu kamar mandi itu pun terbuka.
" Sayang, kamu tidak apa-apakan?", tanya Rangga yang memang mencemaskan keadaan istrinya itu.
"Tidak apa-apa, Mas", jawab Bintang.
" Syukurlah, aku kira kamu kenapa-napa tadi", kata Rangga yang merasa lega dengan jawaban sang istri.
"Tapi...aku minta maaf ya Mas", ucap Bintang.
" Kenapa kamu minta maaf, Sayang?", tanya Rangga yang tidak mengerti maksud dari ucapan istrinya itu.
"Sepertinya kita harus menunda rencana kita membuatkan adik untuk Mikha dan Tama", jawab Bintang.
Rangga masih belum mengerti maksud dari ucapan istrinya itu.
" Aku kedatangan tamu bulanan", bisik Bintang di telinga suaminya itu.
"Ya sudah, mau bagaimana lagi? Hal itukan memang tidak bisa di hindari", jawab Rangga pasrah.
" Tapi...bagaimana dengan itu?", tanya Bintang sambil melihat ke arah senjata suaminya yang memang sudah dalam mode on.
" Jangan khawatir,aku bisa bersolo karir", jawab Rangga.
"Tapi jika kamu mau,kamu bisa kok membantuku", tambah Rangga dengan tatapan mesumnya.
" Apaan sih,Mas", kata Bintang dengan wajah yang merona karena malu.
Ini memang bukan kali pertama Rangga menggoda istrinya dengan kata-kata mesum. Tapi entah kenapa Bintang masih saja merasa malu,saat suaminya itu bersikap demikian.
"Bagaimana apa kamu mau membantuku?", tanya Rangga sambil menaik-naik turunkan alisnya.
Dan dengan malu-malu Bintang mengangguk. Rangga membawa istrinya itu kembali masuk ke dalam kamar mandi. Dan entah apa yang dilakukan oleh Bintang untuk membantu suaminya itu.
*****
( Pagi harinya )
Dinda memunguti pakaiannya yang semalam tercecer di lantai.. Dia segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Selesai melakukan ritual mandinya, Dinda mengambil baju ganti yang masih berada di dalam koper. Dia mengambil kaos oblong dan celana pendeknya untuk dia pakai hari ini. Selesai dengan itu semua, Dinda mendekati Harry yang masih tertidur dengan dengan sangat lelap.
__ADS_1
" Mas..Mas Harry bangun! Mas..ini sudah siang lho", panggil Dinda seraya menggoncang-goncangkan tubuh suaminya itu.
"Mas.."
"Sebentar lagi ya Sayang, aku masih ngantuk", jawab Harry dengan mata yang masih terpejam.
" Mas,tapi mama dan yang lainnya sudah menunggu kita untuk sarapan bareng di bawah. Mama sudah menyewa restoran yang ada di bawah khusus untuk kita semua ", kata Dinda yang mencoba membangunkan suaminya itu.
" Ya sudah, kalau Mas masih belum ingin bangun. Aku ke luar dulu", kata Dinda yang mulai beranjak dari posisinya yang semula duduk di tepi ranjang. Namun langkahnya terhenti ketika tiba-tiba Harry menarik tangannya. Dan itu membuat Dinda terjatuh di atas tubuh suaminya itu.
"Mas,apa yang kamu lakukan?" tanya Dinda.
"Melakukan seperti yang semalam kita lakukan", jawab Harry sambil mengubah posisinya. Dan kini Dinda sudah berada di bawah kungkungannya.
" Tapi semua orang sudah...", belum sempat Dinda menyelesaikan perkataannya, Harry sudah membungkamnya dengan ciuman. Dinda hanya bisa pasrah dan berusaha mengimbangi ciuman yang di berikan oleh suaminya itu. Dan adegan ciuman itu berlanjut ke adegan berikutnya
*****
Yuna dan Mia sudah berada di restoran yang terletak di lantai bawah hotel tempat mereka menginap. Mereka sedang menunggu anggota keluarga yang lain untuk sarapan bersama.
"Maaf ya Mia,Yuna aku terlambat", ucapa Ratih yang datang 5 menit setelah mereka.
" Tidak apa-apa, kita juga baru saja datang kok", jawab Mia.
"Iya,Tih. Tidak apa-apa", Yuna ikut menjawab.
" Kenapa anak-anak lama sekali...", kata Mia sambil melihat ke arah jam besar yang terpasang di restoran tersebut.
Jam itu sudah menunjukkan pukul 08.00 wib.
"Pagi,Ma. Pagi Tante Yuna,tante Ratih", sapa Rania yang baru saja datang bersama Erik dan anak angkat mereka Leon.
" Pagi Tante-tante", sapa Erik
" Nia,semalam kamu tidak tidur sekamar dengan Erik kan?", tanya Mia sambil menatap keduanya bergantian.
"Mama ini ngomong apaan sih? Semalam Nia tidur bareng Leon. Dan Mas Erik,dia tidur di kamar lain", jawab Rania.
" Tante jangan khawatir, aku dan Nia tidak akan melakukan hal-hal yang akan mempermalukan keluarga ", tutur Erik.
" Tante percaya sama kamu Erik. Tante yakin kalian bisa menjaga diri kalian baik-baik", kata Mia.
"Nia, coba kamu telpon adikmu Rangga. Dia mau ikut sarapan bareng kita di sini atau mau memanfaatkan jasa room service", seru Mia kepada anak perempuannya itu.
" Iya,Ma", jawab Nia.
Namun sebelum Rania melakukan hal yang di perintahkan oleh mamanya, Rangga sudah datang bersama dengan istri dan kedua anak kembarnya.
"Maaf kami terlambat", ucap Rangga. Dia menarik kursi mempersilahkan istri dan anaknya untuk duduk, baru kemudian dia ikut duduk di samping istrinya.
" Kita mulai saja sarapannya, aku yakin Harry dan Dinda tidak akan ikut sarapan dengan kita", seru Rangga.
" Sebentar lagi, kitakan juga harus menunggu Inah dan anaknya. Merekakan juga anggota keluarganya Dinda", Baru saja Mia mengatakan itu, Inah dan anaknya Rini sudah berada di tempat tersebut.
"Ngapuntene,kita berdua telat", ucap Inah.
" Tidak usah sungkan,silahkan duduk", jawab Mia.
Mereka mulai sarapan bersama mereka dengan sedikit berbincang-bincang dan bercanda.
__ADS_1
"Daddy, Mommy ... apa dedek bayinya sudah akan ada sekarang?" tanya Mikha dengan mulut penuh makanan.
Bintang yang saat itu sedang mengunyah makanan langsung tersedak di buatnya.
"Mikha, kenapa kamu bertanya begitu sayang?" tanya Mia kepada cucu perempuannya itu.
"Daddy bilang kalau Mikha dan Tama tidak mengganggu Daddy dan Mommy semalam,dedek bayinya akan segera ada. Semalamkan Mikha tidur,jadi gak gangguin mommy dan daddy", jawab Mikha polos.
" Tama juga tidur semalam", imbuh Tama.
" Bagaimana mau cepat ada dedek bayi,semalam ada tamu yang tak di undang datang ", jawab Rangga dalam hati.
" Tama,Mikha kalian ingatkan kalau di larang bicara saat makan", seru Bintang kepada kedua anaknya.
"Iya,Mommy", jawab keduanya bersamaan.
Kedua anak kembar itupun kembali melanjutkan sarapannya. Sementara yang lain menahan tawa mereka.
*****
" Sayang,mintalah cuti pada Alex untuk minggu depan. Seperti janjikku waktu itu,setelah pernikahan Harry, kita akan meninjau rumah sakit yang kita dirikan di desamu", kata Rangga saat mobil sportnya berhenti di depan rumah sakit.
Setelah selesai sarapan tadi, Rangga mengantarkan Bintang ke rumah sakit untuk bekerja.
" Kenapa nunggu minggu depan,Mas? Aku bisa minta ijin Alex untuk cuti besok",kata Bintang.
" Percuma dong kalau pergi besok", jawab Rangga.
" Kenapa percuma?", tanya Bintang yang memang tidak mengerti dengan maksud suaminya.
" Kitakan di sana tidak hanya untuk melihat proses pembangunan saja, tapi kita ke sana sekalian mau membuatkan adik untuk Mikha dan juga Tama ", jawab Rangga dengan mengedipkan satu matanya.
" Sejak kapan, Mas jadi suka mesum seperti ini?" tanya Bintang.
"Sejak aku bertemu denganmu", jawab Rangga santai.
" Sudah ah,Mas. Aku harus segera masuk. Da..Sayang ", ucap Bintang setelah mencium bibir suaminya itu sekilas. Bintang segera turun dari mobil dan berjalan masuk ke rumah sakit.
Rangga kembali melajukan mobilnya menuju ke perusahaan Wijaya Grup.
*****
( Perusahaan Wijaya Grup )
Rangga berjalan menuju ke ruangannya. Di sepanjang perjalanan menuju ruangannya, semua karyawan memberikan hormat kepadanya.
Rangga membuka pintu ruangannya, untuk sesaat dia berhenti dan menatap orang yang sudah menunggunya di sana.
" Untuk apa kamu ke sini?" tanya Rangga dengan menatap tajam orang yang berdiri di depannya.
## *Kira-kira siapa ya yang datang??? Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan cara like,komen dan vote ya.
Baca juga karyaku yang lain*:
serta karya temanku yang tak kalah kerennya👍👍
__ADS_1
Dan dapatkan 3 kaos tiap bulannya, hanya di NIKAH KONTRAK, karya TYA GUNAWAN.