
" Yuna",kata Mia saat tahu yang menariknya adalah Yuna istri dari Michel.
"Ayo ikut denganku" ajak Yuna.
Yuna membawa Mia ke sebuah kedai yang tidak jauh dari kediaman Michel.
"Aku tahu, kamu pasti akan kemari untuk mencari Harry. Makanya aku menunggumu sejak subuh tadi" kata Yuna.
"Bagaimana keadaan Harry,Yuna? Apa dia baik-baik saja?" tanya Mia.
"Untuk saat ini keadaan Harry cukup baik,setidaknya Michel masih menyuruh orang untuk merawatnya. Tapi..."
"Tapi apa?" tanya Mia cemas
"Sejak di bawa ke rumah Harry sama sekali belum makan apapun. Dia selalu melempar makanan yang di bawakan untuknya" jawab Yuna yang juga terlihat sedih.
"Yuna,aku mohon bantu aku bertemu dengan putraku. Aku pasti akan sangat berterimakasih padamu", pinta Mia.
" Mia,aku memang bukan ibu kandung Harry. Tapi aku menyayanginya sama sepertimu,aku juga ingin dia bahagia.Tapi Mia,untuk saat ini aku tidak bisa membawamu menemuinya karena Harry di jaga sangat ketat.
Aku tidak mau membahayakan Harry apalagi kondisi Harry saat ini sangat lemah. Jika Michel tahu kamu menemuinya pasti dia akan menyiksa Harry sama seperti yang biasa dia lakukan sebelumnya",jelas Yuna.
"Apa!?!? Jadi selama ini Michel selalu menyiksanya?".
Yuna mengangguk ," Dia selalu mengatakan kalau semua itu karena kesalahanmu. Itu sebabnya dulu Harry membenci kalian karena dia menganggap semua penderitaan yang terjadi di hidupnya karena kalian membuangnya",imbuhnya.
Mia semakin sedih mendengarnya. Selama ini, Mia mengira kalau Harry hidup bahagia dengan keluarga Javier.Setidaknya dulu Mia beranggapan kalau Harry hidup berkecukupan dan mendapatkan perawatan yang terbaik soal kelainan jantungnya sampai usia anaknya 3 tahun. Karena setelah itu Mia mengira putranya itu sudah meninggal akibat kebakaran yang terjadi di rumah Keluarga Javier.
"Yuna,tolong bantu aku bertemu dengan Harry. Aku mohon, aku tidak bisa melihat dia kembali menderita di keluarga itu. Aku mohon Yuna", pinta Mia dengan isak tangisnya.
" Untuk saat ini aku tidak bisa membantumu,tapi aku janji saat aku memiliki kesempatan untuk membawa Harry keluar dari rumah. Aku akan mempertemukannya denganmu",jawab Yuna.
"Terimakasih Yuna,terimakasih", ucap Mia lagi.
" Sekarang pulanglah,sebelum orang-orang Michel melihatmu",seru Yuna.
"Tunggu sebentar", suruh Mia.
Mia meminta kertas dan bolpoin kepada pemilik kedai,kemudian dia menuliskan sesuatu di atas kertas tersebut.
" Yuna,tolong berikan surat ini pada Harry. Bilang padanya kalau kami pasti akan menjemputnya",kata Mia sambil menyerahkan kertas yang dia tulis barusan kepada Yuna.
"Aku akan berikan ini pada Harry", jawab Yuna sambil memasukkan kertas dari Mia tadi ke dalam dompet miliknya.
" Ohya Mia,berapa nomor ponselmu? Aku harus tau nomormu agar bisa menghubungimu saat aku punya kesempatan nanti".
Mia mengetikkan nomer hp milikknya ke dalam ponsel milik Yuna.
" Aku harus kembali sekarang sebelum Michel curiga. Aku izin padanya untuk pergi membeli kebutuhan dapur dan ini sudah terlalu lama. Aku akan menghubungimu nanti ",seru Yuna.
Yuna mengambil tas yang berisikan kebutuhan pokok rumahnya yang sudah dia siapkan sebelum dia menunggu Mia tadi.
__ADS_1
*****
Saat Yuna tiba di rumahnya,Michel sudah menunggunya.
" Kamu sudah pergi sejak subuh tadi dan baru kembali. Memang apa yang kamu lakukan hingga membutuhkan waktu yang lama hanya untuk membeli kebutuhan dapur " teriak Michel.
Michel bahkan melempar Yuna dengan sepatunya.
"Tadi ..tadi ada beberapa barang yang datang terlambat jadi terpaksa aku harus menunggunya", jawab Yuna.
" Dasar istri tidak berguna,apa kamu betul-betul bodoh hingga harus menunggu barang datang. Kamu kan bisa membeli di tempat lain",sentak Michel.
" Maaf aku hanya takut jika aku membeli di tempat lain kamu tidak akan menyukainya",Yuna memberikan alasan.
Hampir saja sebuah vas melayang ke atas kepala Yuna ,jika saja Harry tidak datang untuk menghentikannya.
"Hentikan ayah! Jangan terus memukul ibu!"
Harry menatap tajam ayah angkatnya itu. Meski tubuhnya masih lemah,Harry tidak ingin melihat Michel memukul ibu angkatnya lagi.
"Harry Sayang tubuhmu masih lemah,Istirahatlah Nak", seru Yuna karena tidak ingin Michel melampiaskan kekesalannya terhadap Harry.
" Dasar anak tidak tahu berterimakasih. Seharusnya aku membiarkanmu mati saat orang tuamu membuangmu dulu",maki Michel.
"Cukup Ayah! Selama ini ayah selalu bilang kalau orang tuaku membuangku,padahal semua itu sebaliknya. Orang tuaku memberikan aku pada ayah karena mereka ingin menyelamatkan aku. Mereka berpikir kalau ayah akan mengasuhku dengan baik. Aku yakin jika mereka tahu sejak awal tujuan ayah mengasuhku hanya untuk balas dendam,mereka pasti tidak akan pernah mau memberikanku pada Ayah".
" Diam kamu!!!" teriak Michel.
"Dulu ketika aku masih kecil aku selalu berpikir bagaimana membuat agar ayah menyukaiku. Aku berusaha keras melakukan apapun yang ayah perintahkan dengan baik. Meskipun pada akhirnya aku tahu, sampai kapan pun ayah tidak akan pernah menyukaiku karena tujuan ayah mengasuhku hanya untuk balas dendam terhadap keluarga kandungku" kata Harry sambil memegangi kepalanya yang berdarah.
"Sudah cukup,Nak. Ibu akan mengibatimu".
Yuna membawa Harry kembali ke kamarnya.
Yuna membersihkan luka di kepala hari dan mengobatinya.
" Seharusnya ibu melawan ayah,jika ayah berusaha memukul ibu ".
" Apa kamu masih belum mau makan,Nak?" tanya Yuna yang sengaja ingin mengalihkan pembicaraan.
"Aku tidak lapar", jawab Harry.
" Kamu harus makan,Nak. Setidaknya jika kamu makan,kamu bisa memiliki tenaga untuk melawan ayahmu itu",tambah Yuna.
Yuna menutup luka di kepala Harry tadi dengan perban.
"Apa kamu tidak ingin membantu saudara kembarmu untuk melawan ayahmu? Apa kamu juga tidak ingin bertemu dengan ibu kandungmu?"
Harry terdiam.
"Ini" ,Yuna menyerahkan secarik kertas pada anak angkatnya itu.
__ADS_1
"Apa ini,Bu?"
"Itu dari Mia,tadi dia hampir menerobos masuk ke tempat ini".
Harry terlihat bahagia mendapatkan surat dari ibu kandungnya tersebut.
Harry membaca isi surat itu.
*Harry Sayang.
Nak,untuk sementara jangan lawan ayahmu,turuti dulu keinginannya. Mama janji,mama dan Rangga akan secepatnya membawamu kembali ke tempat yang seharusnya kamu berada yaitu keluarga Wijaya.
Bertahanlah dan tunggu kami. Mama sangat menyayangimu Harry.
Mia*
" Kapan ibu bertemu dengan mama?",tanya Harry.
"Baru saja. Jadi Nak,kamu harus makan. Yakinlah kalau ibu dan saudaramu akan segera membawamu keluar dari tempat ini", jawab Yuna.
" Terimakasih, Bu. Aku sayang sama ibu",ucap Harry sambil memeluk ibunya.
"Anak bodoh, ibu juga sangat menyayangimu".
Yuna dan Harry sama-sama menghapus air mata di pipi mereka.
Yuna pergi ke dapur dan mengambilkan makanan untuk anak angkatnya itu.
" Makanlah",seru Yuna.
Yuna menyuapi anak angkatnya itu.
*****
Rangga dan Bintang terus mencari keberadaan Mia.
"Mas, apa jangan-jangan mama pergi ke tempat Michel untuk mencari Harry di sana" kata Bintang.
"Kenapa aku tidak berfikir ke situ ya. Sial jangan sampai mama bertemu dengan Michel terlebih dulu".
Rangga segera memutar balik mobilnya ke arah kediaman keluarga Javier.
Namun Rangga menghentikan mobilnya saat melihat Mia sedang berdiri tidak jauh dari tempatnya.
" Itu Mama" kata Rangga.
Rangga dan Bintang segera turun dari mobil dan menghampiri ibunya.
"Ma,mama kemana saja? Kami semua mengkhawatirkan mama", kata Rangga sambil memeluk ibunya.
Rangga dan Bintang membawa ibunya masuk ke dalam mobil.
__ADS_1