
" Dok,bagaimana keadaan Dewi?"
"Bayinya laki-laki atau perempuan?"
Tanya Bintang dan Ana antusias, mereka begitu ingin tahu keadaan Dewi dan anaknya.
"Persalinannya berjalan lancar,ibu dan bayinya sehat. Anaknya laki-laki, sempurna dan tidak kekurangan satu apapun," jawab Dokter itu panjang lebar.
"Apa kita bisa melihatnya sekarang, Dok?" tanya Ana yang merasa tidak sabar ingin melihat keponakan barunya itu.
"Silahkan, aku juga harus kembali ke rumah sakit sekarang," ujar Dokter itu.
"Dokter Bintang, Dokter Alex, saya kembali ke rumah sakit sekarang. Permisi,"
"Iya,Dok. Maafkan aku, karena aku jadi merepotkan Dokter," ucap Bintang kepada Dokter Lisya,dokter kandungan yang dia dan Alex bawa tadi.
" Tidak apa-apa, Dokter Bintang. Itukan memang tugas saya,lagian temen Anda Dewi kan memang pasien saya," kata Dokter Lisya.
"Dokter Alex, Dokter Bintang, saya pergi sekarang ya. Permisi".
Dokter Lisya berlalu dari hadapan mereka semua.
" Ayo,Bi kita masuk!" ajak Ana.
Ana,Alex,Bintang dan Rangga masuk ke ruangan tempat Dewi melahirkan tadi.
"Wah..keponakan Tante yang ganteng,selamat datang di dunia yang indah ini," ucap Ana sambil mencubit pipi anak temannya itu.
"Dew,kamu kasih nama siapa anak kamu?" tanya Bintang.
"Arya, aku ingin memberinya nama Arya Wiratama. Entah kenapa aku suka nama itu," jawab Dewi sambil mencium pipi anak yang baru dia lahirkan itu.
"Bolehkan Mas,aku memberinya nama itu?" tanya Dewi pada suaminya.
"Siapa pun nama yang kamu berikan, aku pasti setuju Sayang," jawab Nando.
"Hay baby Arya," sapa Bintang kepada bayi mungil di depannya.
"Aku boleh menggendongnyakan?" tanya Bintang.
"Tentu saja,Tante." jawab Dewi yang menirukan suara anak kecil.
Bintang menggendong bayi laki-laki sahabatnya itu. "Wah,anakmu sangat tampan Dew. Kalau aku punya anak perempuan lagi,aku mau menjodohkannya dengan putramu ini," kata Bintang sambil menciumi pipi Arya.
"Eh...tidak boleh,Arya harus jadi menantuku. Kamukan sudah mendapatkan Kiara untuk jadi menantumu," kata Ana dengan berpura-pura memasang wajah cemberutnya.
"Tapi akukan juga mau Arya jadi menantuku,An. Lagian memangnya kamu yakin kalau anak dalam kandunganmu ini perempuan?" tanya Bintang.
"Aku yakin,anakku pasti perempuan. Terus kamu sendiri, memang kamu yakin kalau kamu pasti hamil lagi dan anakmu itu perempuan?"
"Yakin..kenapa tidak," jawab Bintang dengan penuh percaya diri.
"Sudah sudah. Kalian berdua ini memang aneh,masa anakku yang masih bayi sudah jadi rebutan," tukas Ana.
__ADS_1
Ketiga sahabat itu pun saling tatap kemudian ketiganya pun tertawa bersama. Mereka bahkan lupa kalau saat ini mereka sedang berada di sebuah ruangan di mall.
Rangga, Nando dan Alex hanya bisa tersenyum melihat tingkah istri mereka.
"Sayang, kamu mau ke rumah sakit atau pulang ke rumah?" tanya Nando kepada istrinya.
"Ke rumah saja,Mas. Lagian aku dan bayi kita baik-baik saja kan," jawab Dewi.
"Ya sudah,aku akan mengurus semuanya dulu,"
"Biar aku yang mengurusnya untukmu, kamu temani saja istri dan anakmu," seru Rangga kepada sahabat sekaligus asistennya tersebut.
"Sekalian aku akan sewa orang untuk membersihkan tempat ini," imbuh Rangga.
Nando dan yang lainnya menatap ke sekeliling tempat itu. Benar saja ruangan milik manager mall itu,sudah berubah seperti kapal pecah.
" Pak manager, saya minta maaf untuk semua ini," ucap Nando kepada sang manager mall. Karena selain ketiga pasang suami istri,sang manager juga berada di ruangan tersebut.
"Tidak apa-apa, Pak. Saya senang bisa membantu Anda. Apalagi Anda adalah asisten dari seorang Rangga Wijaya," jawab manager itu.
"Manager tolong suruh orang untuk membersihkan tempat ini. Siapa pun orang yang membersihkan tempat ini aku beri dia upah 5 juta tunai sekarang juga," seru Rangga.
"Iya Pak,iya. Kalian bisa langsung pergi dari tempat ini. Biar nanti saya yang menyuruh OB untuk membersihkan tempat ini," tutur sang manager mall.
Rangga memberikan uang tunai 5 juta kepada sang manager.
"Terimakasih, Pak." ucap sang manager itu sambil menerima uang tersebut.
Rangga dan yang lainnya pun meninggalkan mall itu.
*****
Rangga dan Bintang sudah tiba di rumah mereka pukul delapan malam. Setelah mengantar Nando dan Dewi ke rumahnya. Bintang kembali melanjutkan pekerjaannya di rumah sakit,sementara Rangga dia kembali ke perusahaannya untuk mengurus pekerjaan yang terpaksa harus Nando tinggalkan tadi. Dan Ana kembali ke rumahnya tentu saja dengan di antar oleh suaminya Alex.
Setelah membersihkan diri dan makan malam, Rangga bersama istri dan kedua anaknya berada di ruang keluarga untuk menonton televisi. Kebetulan saat ini hanya ada mereka di rumah.
Harry dan Dinda sudah berangkat ke Seol untuk berbulan madu. Sementar Mia,dia menemani Yuna yang masih berada di hotel. Dan Ratih,dia sedang menginap di rumah Juan dan Mentari untuk menemui baby Juno.
"Mommy, apa benar kalau Kia sudah punya dedek laki-laki?" tanya Mikha saat mereka sedang asyik menonton televisi.
"Iya,Sayang. Namanya baby Arya,besok mommy ajak kalian mengunjunginya," jawab Bintang.
"Terus kapan Mikha punya adik perempuan?" tanya Mikha dengan wajah cemberutnya.
"Secepatnya,Sayang," Rangga yang menjawab pertanyaan putrinya tersebut.
"Kalau begitu Tama juga mau adik laki-laki," tukas Tama.
"Iya...Kalian berdua pasti akan punya adik laki-laki dan juga adik perempuan," tutur Rangga kepada kedua anaknya.
"Asiiikkk," teriak kedua anak itu kegirangan.
"Sayang, sepertinya besok aku harus ke Jepang," kata Rangga memberitahu.
__ADS_1
Bintang menatap suaminya itu.
"Harusnya pekerjaan di Jepang Nando yang handle,tapi...karena Dewi baru saja melahirkan rasanya tidak enak kalau aku menyuruhnya berangkat ke Jepang. Jadi aku yang harus berangkat ke sana besok," tutur Rangga.
" Tidak apa-apa kok Mas,aku bisa mengerti," ucap Bintang.
"Berapa hari Mas di sana?" tanya Bintang.
" 3 sampai 4 hari,tapi aku usahakan untuk lebih cepat dari itu," jawab Rangga.
"Baiklah,setelah menemani anak-anak tidur aku akan bantu Mas mengepak pakaian," kata Bintang.
"Terimakasih ya Sayang, begitu aku pulang dari Jepang kita akan langsung pergi ke desamu sesuai rencana sebelumnya," ujar Rangga. Rangga membawa istrinya itu ke dalam pelukannya kemudian mencium pucuk kepalanya bertubi-tubi.
"Mas..ada anak-anak," Bintang melepaskan dirinya dari pelukan Rangga.
Rangga hanya terkekeh menanggapinya.
*****
Keesokan harinya...
Bintang dan kedua anaknya serta Mia mengantarkan Rangga ke bandara. Maklum,ini pertama kalinya dia akan berpisah dengan istrinya itu cukup lama. Biasanya Rangga akan menugaskan Nando untuk melakukan perjalanan bisnis jika waktu yang di butuhkan lebih dari dua hari. Karena dia tidak bisa jauh dari istrinya itu terlalu lama.
"Mas,ingat ya saat sampai di sana Mas harus menelponku," ujar Bintang sebelum suaminya itu memasuki terminal keberangkatan.
"Pasti...Kalau bukan karena Dewi yang baru saja melahirkan, pasti aku akan menyuruh Nando yang melakukan perjalanan bisnis ini", ucap Rangga.
" Aku pasti akan merindukanmu, Mas"
"Aku juga,Sayang" kata Rangga.
Setelah memeluk ibu dan anaknya,Rangga memeluk istrinya itu cukup lama dan cukup lama pula mereka berciuman.
"Sayang, jaga anak-anak dengan baik selama aku di sana.Aku masuk ya"
Setelah berpamitan Rangga segera berjalan menuju pinta masuk ke pesawat.
Mia dan kedua cucunya kembali ke rumah,sementara Bintang dia kembali ke rumah sakit untuk bekerja. Dan seperti hari-hari sebelumnya,dia akan berkeliling untuk memeriksa pasien. Namun langkahnya terhenti ketika melihat berita di televisi.
"Mas Rangga... tidak,tidak mungkin" kata Bintang sebelum akhirnya dia pingsan.
## *Apa ya yang membuat Bintang pingsan?🤔🤔
Jangan lupa like, komen dan vote ya. see you di bab berikutnya.
Baca juga karya teman-temanku yang tak kalah seru dan bikin baper.
*
__ADS_1
Trims 😘😘😘*