Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 160


__ADS_3

Dari kejauhan Rangga melihat kakaknya sedang bercengkerama dengan anak kecil dan seorang laki-laki yang duduk membelakanginya.


"Siapa laki-laki itu?" batin Rangga.


Dengan hati-hati,Rangga semakin mendekati tempat duduk kakaknya tersebut.Dia berjalan semakin dekat dan semakin dekat, Namun tiba-tiba dia bertabrakan dengan seseorang.....


"Maaf maaf ", ucap mereka bersamaan.


Namun keduanya sama-sama terkejut ketika tahu siapa orang yang mereka tabrak.


" Mas Rangga... "


"Bintang.. "


panggil keduanya bersamaan.


" Kenapa Mas Rangga di sini?" Tanya Bintang dengan volume suara yang sangat pelan.


" Aku sengaja menyuruh orang mengikuti kakak dan mereka bilang kakak ada dia sini. Jadi aku langsung kesini untuk memastikan siapa pria itu. Aku tidak ingin kakak tersakiti untuk yang kesekian kalinya ", jawab Rangga dengan suara yang tidak kalah pelannya.


" Oh...begitu ", ucap Bintang.


" Kamu sendiri kenapa ada di sini?" tanya Rangga pada istrinya itu. Pasalnya tidak mungkin istrinya kebetulan berada di tempat ini,karena jarak dari rumah sakit ke tempat ini cukup jauh.


"Tadi waktu aku sedang naik taksi menuju rumah tanpa sengaja aku berpapasan dengan mobil kakak,jadi aku juga menyuruh sopir taksi untuk mengikutinya", jelas Bintang.


" Eh,dimana mereka?," kata Bintang saat tidak melihat keberadaan kakak iparnya di meja yang tadi mereka awasi.


"Iya...kemana mereka", kata Rangga.


Rangga dan Bintang segera keluar dari tempat persembunyian mereka.


" Ini semua gara-gara Mas Rangga. Akukan jadi tidak tahu siapa pria yang membuat wajah kakak selalu ceria", Bintang mendengus kesal.


" Lho kok jadi aku yang salah?," kata Rangga.


"Ya iyalah Mas yang salah. Coba kalau Mas tidak mengajak aku bicara tadi,pasti aku sudah bisa tahu siapa pria itu", jawab Bintang


" Hei,tadi kamu juga bertanya padaku. Coba kamu tidak balik nanya,aku juga tidak akan kehilangan jejak kakak", kata Rangga mencoba membela diri.


"Tidak. Semua salah kamu,Mas"


"Ini juga salah kamu,Sayang. Makanya aku juga kehilangan jejak mereka"


"Heemm heemm", suara deheman dari belakang keduanya membuat Rangga dan Bintang menghentikan perdebatan mereka. Mereka berdua sama-sama menoleh ke arah sumber suara tersebut.


" KAKAK !?!", kata mereka bersamaan.


Suara deheman tersebut ternyata berasal dari kakaknya. Rania sudah berada di belakang mereka dan itu entah sejak kapan.


"Kenapa kalian ada di sini?" tanya Rania. Dari mimik wajah yang di tunjukkan oleh Rania,dia tampak kesal dengan perbuatan adik dan adik iparnya itu.


"E...kakak..", kata Bintang seraya bangun dari tempat dia bersembunyi tadi.

__ADS_1


Demikian juga Rangga, dia ikut bangkit dan membalas tatapan kakaknya itu.


" Kalian belum jawab,kenapa kalian bisa berada di sini?", tanya Rania geram. Dia merasa privasinya sudah di ganggu oleh adik dan adik iparnya itu.


"Aku...hanya ingin tahu siapa pria yang membuat Kakak bahagia akhir-akhir ini...", jawab Bintang penuh kehati-hatian.Dia takut kakak iparnya itu akan semakin marah jika dia salah menjawab.


" Lalu kamu?" tanya Rania pada Rangga,yang di tanya masih diam.


"Aku tahu kamu sengajakan mengikuti kakak? Bahkan kamu mengirim orang untuk menguntit kakak seharian ini. Apa kamu pikir kakak tidak akan tahu perbuatanmu itu", kata Rania yang nampak kesal.


" Aku minta maaf,Kak. Aku hanya ingin bisa menjaga kakak,aku tidak ingin kakak kecewa atau tersakiti lagi. Sudah cukup kakak menderita selama ini. Maafkan aku,Kak", ucap Rangga.


"Kak Nia...Mas Rangga tidak bermaksud mencampuri privasi kakak.Mas Rangga hanya ingin menjaga kakak. Jadi...kakak jangan marah ya", bujuk Bintang.


" Nia,jangan marah pada kedua adikmu ini", seru seseorang yang berada di belakang Rania.


"Pak Erik", kata Bintang dan Rangga bersamaan.


" Jadi orang yang membuat kakak berubah akhir-akhir ini adalah Pak Erik?" tanya Bintang lagi.


"Lalu siapa anak kecil yang tadi bersama kalian?", kini giliran Rangga yang bertanya.


" Dia anak angkat saya,Pak. Baru satu bulan saya mengadopsinya",jawab Pak Erik.


"Ayo Leon,kenalan sama Om dan Tante ini!, " suruh Pak Erik pada putranya.


"Hallo Om,hallo Tante", sapa Leon pada Bintang dan Rangga.


" Hay Leon", sapa Bintang kepada anak kecil di depannya.


"Saya mencintai kakak Anda",jawab Erik tegas.


Jawaban Pak Erik tidak hanya membuat Rangga dan Bintang terkejut,tetapi juga Rania. Pasalnya selama ini,Erik tidak pernah mengatakan apapun padanya.


" Mak...maksud kamu apa?" tanya Rania yang masih tidak percaya dengan yang dia dengar barusan.


"Nia...Aku tidak tahu kapan cinta ini mulai tumbuh di hatiku. Tapi keberadaanmu di sisiku,selalu bisa membuat aku merasa bahagia. Tadinya aku pikir, sepeninggal istriku aku tidak akan pernah merasakan yang nama cinta. Tapi beberapa hari bersamamu, membuat aku sadar kalau aku kembali merasakan itu dan itu kepadmu. Nia aku mencintaimu, maukah kamu menjadi istriku dan mami bagi Leon",pernyataan Erik membuat Rania begitu bahagia. Bahkan tanpa sadar, dia menitikan air matanya.


" Kamu tahukan,kalau aku bukan wanita yang sempurna. Mungkin aku tidak akan pernah bisa memberimu keturunan. Aku takut suatu hari nanti kamu akan kecewa karena itu",jawab Rania dengan wajah sendunya.


"Kita sudah memiliki Leon,jadi itu tidak masalah bagiku", kata Erik sambil menatap mata Rania.


" Tapi aku bermasalah dengan Anda Pak Erik ",sela Rangga dengan tatapan tajamnya.


" Mas..."


"Rangga.."


Kata Bintang dan Rania bersamaan. Bintang memeluk lengan suaminya agar suaminya itu tenang.


"Jika Pak Rangga keberatan aku bisa mengerti. Aku akan mundur dan akan berusaha menjauhi Kakak Anda mulai dari sekarang" kata Erik.


"Ayo Leon,kita pergi dari sini", Erik menarik tangan anaknya dan membawanya pergi.

__ADS_1


Namun langkah Pak Erik terhenti setelah mendengar perkataan Rangga berikutnya.


" Aku tunggu kedatangan Anda dan keluarga di rumah. Jika kamu memang serius dengan kakakku,lamarlah dia secara resmi",kata Rangga.


Pak Erik membalikkan tubuhnya.


"Terimakasih, Pak Rangga. Aku akan segera melamarnya secara resmi", ucap Pak Erik.


" Terimakasih Rangga, karena kamu merestui hubungan kami",ucap Rania.


"Ingat Pak, jika kamu berani menyakiti kakakku.Aku pastikan hidup Pak Erik tidak akan tenang", kata Rangga penuh penekanan.


" Ayo Sayang kita pergi ", Rangga membawa istrinya pergi meninggalkan tempat itu.


Erik,menarik Leon dan Rania kedalam pelukannya.


*****


( Di dalam mobil Rangga )


" Aku sempat terkejut pas Mas bilang ada masalah dengan Pak Erik. Bahkan wajah kakak juga terlihat ketakutan tadi",kata Bintang saat dia duduk di jok mobil milik suaminya.


"Tapi aku memang serius dengan ucapanku.Aku tidak akan melepaskan dia, jika dia berani menyakiti kakakku" kata Rangga sambil menyalakan mobilnya.Rangga mulai menjalankan mobil itu.


"Sudah ya Sayang, jangan marah-marah lagi. Nanti Mas cepat tua lho", kata Bintang sambil mengusap dagu suaminya itu dari samping.


" Sudah jangan menggodaku, aku sedang menyetir",Kata Rangga.


"Ih,siapa yang menggodamu sih Mas. Kamunya saja yang mudah tergoda olehku", jawab Bintang.


" Ya ya,aku memang selalu tergoda olehmu. Meski kamu tidak melakukan apapun ",jawab Rangga saat mobil yang mereka kendarai berhenti.


" Kok berhenti..? "


"Memangnya kamu ingin kita di kejar polisi karana melanggar lampu merah", jawab Rangga sambil menunjukkan lampu merah di depannya.


" Maaf aku tidak lihat "ucap Bintang.


Mobil itu kembali melaju ketik rambu lalu lintas menyalakan warna hujau.


^°^°^°^


( Rumah keluarga Wijaya )


Setelah kurang lebih 45 menit perjalanan, mereka tiba di kediaman keluarga Wijaya.


" Sepertinya ada tamu,Mas" kata Bintang saat melihat ada mobil lain di parkiran depan rumah tersebut.


Rangga dan Bintang turun dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam rumah.


"Bintang, Rangga. Sini Sayang ada tamu", panggil Mia saat putra dan menantunya tiba di dalam rumah.


" Pak ini anak dan menantu saya",Mia memperkenalkan Bintang dan Rangga pada tamu yang duduj di depannya.

__ADS_1


Bintang terlihat terkejut ketika melihat wajah dari tamu tersebut.


__ADS_2