
Rania hampir saja terjatuh saat high hells miliknya tiba-tiba patah.Untungnya dengan sigap Erik menolongnya,sehingga posisi mereka seperti sedang berpelukan.
Mata mereka berdua saling beradu,bahkan debaran jantung keduanya terdengar jelas di telinga keduanya.
Rania memejamkan matanya saat hembusan napas laki-laki itu semakin mendekat ke arahnya.
Dan....
Bunyi klakson mobil mengagetkan keduanya.
'Tiinn ....'
"Woi minggir,kalau mau berbuat yang aneh-aneh jangan di tempat umum", teriak seseorang yang hendak mengeluarkan mobilnya dari area parkir.
Rania dan Erik segera saling menjauh,keduanya sedikit menepi untuk memberi jalan kepada mobil yang hendak ke luar dari tempat parkir tersebut.
" Maaf,Tuan",ucap Erik pada pengendara mobil tersebut.
" Huh..Pacaran tidak tahu tempat",omel pengendara mobil tersebut seraya melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.
Entah kenapa Erik merasa kalau kali ini jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya.
"Pak Erik,saya permisi ya", pamit Rania lagi.
" I...iya..iya Nia..",jawab Erik gugup.
Rania kembali melangkahkan kakinya menuju ke tempat mobilnya terparkir.Setelah masuk,dia menjalankannya pelan dan berhenti tepat di hadapan Erik yang sedang berdiri.
"Selamat malam Pak Erik,aku pulang dulu", pamit Rania dari dalam mobil,kemudian dia melajukannya dengan kecepatan sedang.
" Hati-hati ",teriak Erik sambil melambaikan tangannya.
Erik segera kembali ke apartemen setelah mobil milik Rania sudah menjauh dari pandangannya.
" Papi,apa besok mami akan ke sini lagi?"tanya Leon saat kepada Erik.
"Tentu saja mami akan ke sini untuk menemui Leon", jawab Erik seraya duduk di sebelah anak angkatnya itu.
" Sekarang sudah malam,waktunya Leon untuk tidur",seru Erik,dia menggendong anak angkatnya itu dan membawanya masuk ke dalam kamar.
*****
Setelah hampir setengah jam perjalanan,akhirnya Rania tiba juga di kediamannya.
Hari ini Rania merasa begitu bahagia,bahkan itu sangat terlihat dari senyum yang terpampang di wajahnya.Sepanjang perjalanan pulang tadi Rania tak henti-hentinya tersenyum,sampai-samapi dia tidak menyadari kalau dia sedang di perhatikan oleh semua anggota keluarganya.
__ADS_1
Bintang, Rangga,Mia dan Harry yang sedang duduk di ruang tamu, sampai di buat keheranan dengan sikap yang di tunjukkan olehnya.
"Nia,ada apa Nak?", pertanyaan Mia membuat Rania tersadar dengan sikap anehnya barusan.
" Tidak apa-apa kok,Ma. Aku cuma merasa kalau hari ini aku sangat bahagia itu saja",jawab Rania.
"Apa yang membuat kakak sebahagia ini? Bahkan kakak sampai tidak sadar kalau kami memperhatikan sikap kakak dari tadi" Tanya Rangga.
"R.A.H.A.S.I.A. Rahasia....", jawab Rania yang seolah bertingkah seperti ABG yang baru jatuh cinta.
" Aku ke kamarku dulu ya,Ma. Bye semuanya ",pamit Rania kemudian dengan sedikit berlari dia menaiki anak tangga menuju kamarnya.
" Kakak benar-benar aneh. Setengah hari tadi bahkan dia tidak berada di kantor. Dan pulang senyum senyum seperti itu, separti abg yang sedang jatuh cinta saja",gerutu Rangga.
"Tapi sepertinya yang mas Rangga katakan barusan itu benar deh.Aku juga perhatikan akhir-akhir ini kakak selalu terlihat bahagia", Bintang menimpali.
" Mama akan sangat bahagia jika itu memang terjadi.Jadi nanti setelah pernikahan Harry, kita bisa langsung mengadakan pernikahan untuk Rania juga",kata Mia seulas kebahagiaan terpancar di mata wanita yang kini sudah berusia lebih dari 50 tanun.
"Tapi Rangga tidak setuju, sebelum tahu siapa laki-laki yang akan menjadi calon suami kakak. Aku tidak mau kejadian yang dulu terulang lagi. Aku tidak ingin kakak tersakiti untuk yang kesekian kalinya", tukas Rangga.
" Iya,mama tahu. Mama juga tidak ingin Nia tersakiti lagi. Tapi...mama akan membiarkan dia mengejar kebahagiaannya,termasuk jika dia ingin menikah lagi",tutur Mia.
"Mama benar Rangga, mungkin laki-laki yang sekarang berhubungan dengan kakak adalah laki-laki yang baik yang akan bisa membuat kakak bahagia", imbuh Harry.
" Terserah kalian,pokoknya sebelum aku tahu siapa laki-laki itu. Aku tidak akan membiarkan kakak menikah lagi",kata Rangga.Dia bangkit dari posisinya duduk kemudian menaiki anak tangga meninggalkan mama,istri dan saudara kembarnya itu di ruang tamu.
" Tidak apa-apa,Sayang. Mama mengerti",jawab Mia.
"Aku susul Mas Rangga ke kamar ya,Ma. Permisi", pamit Bintang kemudian menyusul suaminya masuk ke dalam kamar.
^°^°^°^
Bintang mengunci pintu kamarnya, kemudian memeluk suaminya dari belakang.
" Jangan suka marah-marah nanti Mas cepat tua lho ",goda Bintang sambil menyandarkan kepalanya di punggung suaminya yang sedang berdiri di dekat jendela.
" Aku hanya ingin bisa melindungi kakak,aku tidak mau hal yang sama terjadi lagi padanya",kata Rangga.
"Iya aku tahu,Mas. Aku tahu Mas hanya ingin melindungi kakak. Tapi Mas harus janji,jika laki-laki itu adalah laki-laki yang baik dan bisa membahagiakan kakak,Mas harus mau merestui mereka", kata Bintang.
" Iya,aku janji",ucap Rangga.
"Sepertinya kamu sengaja menggodaku ya..", kata Rangga sambil membalikkan posisinya menghadap Bintang.
" Iya,aku memang senagaja menggodamu. Apa Mas keberatan",jawab Bintang sambil mengalungkan tangannya di leher suaminya.
__ADS_1
"Tentu saja aku tidak keberatan, bahkan aku ingin lebih dari itu", ucap Rangga.
Rangga benar-benar tidak tahan melihat bibir mungil sang istri yang terlihat begitu menggoda.Bintang memang tidak pernah memakai pemerah bibir ketika berada di rumah, tapi tetap saja bibir mungilnya itu selalu bisa menjadi candu bagi Rangga.
Mereka menautkan bibir mereka untuk saling mengabsen setiap isi di dalamnya.
Satu per satu,Bintang membuka kancing baju suaminya.Sementara tangan Rangga masih bergerilya menjamah satu per satu benda yang bisa dia remas di balik baju tersebut.
Perlahan Rangga menggiring tubuh istrinya itu naik ke atas tempat tidur. Keduanya kini melanjutkan aksi mereka di sana.
*****
( Rumah keluarga Rahardian )
Hari ini Alex pulang lebih larut dari biasanya,karena setelah melakukan operasi tadi dia memilih duduk menyendiri di ruangannya.Cukup lama dia berdiam diri di ruangan itu dan baru kembali saat istrinya menyuruhnya untuk pulang.
" Kenapa kamu pulang selarut ini,Mas?",tanya Ana saat melihat suaminya itu sudah berada di dalam kamar mereka.
"Aku ada urusan tadi", jawab Alex.
" Mas,Mas Alex.. hey..",panggil Ana seraya melambaikan tangannya ketika melihat suaminya itu melamun.
"Maaf, Sayang", ucap Alex.
" Apa Mas,pumya masalah di rumah sakit? Sepertinya ada sesuatu yang sedang mengganggu pikiran Mas?",tanya Ana.
"Tidak, mungkin aku sedikit lelah karena operasi tadi siang", jawab Alex berbohong.
" Kamu sudah makan malam belum?"tanya Alex.
"Sudah tadi bareng mama dan kakek", jawab Ana.
" Kakek ada di sini?"tanya Alex.
"Iya,beliu baru datang sore tadi.Dan sekarang beliu sudah tidur", jawab Ana
" Aku mandi dulu sebentar, setelah itu temani aku makan malam",seru Alex.
"Iya,Mas", jawab Ana.
Selesei mandi Alex di temani istrinya untuk makan malam.Usai makan malam Alex menemani istrinya tidur. Ketika di rasa istrinya sudah tidur terlelap,Alex segera bangun dan keluar dari kamarnya.
Saat ini Alex berada di depan pintu di sebuah ruangan di rumahnya. Tanpa mengetuk pintu dia langsung masuk ke ruangan itu dan membuat orang yang sedang duduk di depanya terperanjat kaget.
"Ada apa?Kenapa tidak mengetuk pintu?" tanya orang itu seraya menghampiri Alex.
__ADS_1
"Pembunuh!!", kata Alex kepada orang itu.