
"Baiklah, aku akan mempertemukanmu dengannya", jawab Bintang.
" Terimakasih ya ",ucap Harry pada Bintang.
Bintang tersenyum dan mengangguk,setelah itu dia keluar dari ruang rawat iparnya itu.
Bintang masuk ke ruangan tempat para dokter beristirahat setelah selesei bertugas, dia mengambil ponsel miliknya dari dalam saku dan menghubungi suaminya.
" Iya,Sayang ",jawab Rangga dari ujung sana.
" Mas,bisakah kamu ke Bandung hari ini? "
"Kenapa? Apa kamu begitu merindukanku?", tanya Rangga.
" Aku akan memberi tahumu saat kamu tiba di sini nanti ",jawab Bintang.
" Sayang,apa terjadi sesuatu?",tanya Rangga cemas.
"Tidak ada,Pokoknya kamu cepat ke Bandung ya.Aku tunggu, see you", Bintang mematikan telponnya karena dia masih harus bertugas.Dia men- silent ponsel miliknya dan kembali memasukkannya ke dalam saku.
" Mudah-mudahan setelah Harry bertemu dengan Mas Rangga, kesalah pahamannya terhadap keluarga Wijaya bisa segera di luruskan. Dan semoga dia bisa segera mendapatkan donor yang cocok",batin Bintang.
Bintang menghela napasnya.
"Kenapa menghela napas seperti itu?", tanya Dinda yang baru saja masuk dan membuat Bintang terkejut.
" Ya ampun Din,kamu bikin aku kaget saja",kata Bintang sambil memegangi dadanya.
"Maaf", ucap Dinda.
Dinda mendekati Bintang dan menatap matanya.
" Din,tatapanmu membuat aku takut. Jangan gara-gara kamu patah hati terus kamu berubah haluan dan menyukai wanita.Ingat aku sudah bersuami dan punya dua orang anak ",kata Bintang sedikit bercanda.
" Sialan kamu!!! Nggak bakalan ya aku berubah haluan. Aku ini juga wanita normal,aku masih menyukai cowok keren dan mapan",jawab Dinda.
"Ohya ya Bi,kenapa tadi kamu menghela napas?Apa kamu punya masalah?"
"Tidak ada,aku hanya merasa sangat lelah akhir-akhir ini", jawab Bintang.
" Iya juga sih,akhir-akhir ini kita memang sering kerja sampai larut malam.Aku juga merasakan hal yang sama".
"Aku,tinggal ya. Aku harus kembali memeriksa pasien".
Bintang keluar dari ruangan itu.
*****
Bintang keluar dari rumah sakit pukul 20.00.Dia berjalan kaki menuju mesnya,karena memang mes para dokter magang letaknya tidak jauh dari lingkungan rumah sakit.
Bintang menghentikan langkahnya saat melihat sesosok pria tinggi,berbadan tegap dan berwajah tampan berdiri di depannya. Pria itu tidak lain adalah suaminya,Rangga.
" Mas,kamu sudah datang ",kata Bintang seraya berjalan menghampiri suaminya.
__ADS_1
" Karena istriku yang meminta ,makanya aku langsung kesini begitu urusanku selesei",jawab Rangga
" Aku sungguh merindukanmu ",ucap Rangga sambil menarik istrinya kedalam pelukannya.
" Aku juga merindukanmu ",jawab Bintang seraya mengalungkan tangannya di leher suaminya.
Mereka menyatukan bibir mereka cukup lama,untuk melepaskan rasa rindu di hati keduanya.
" Mas",panggil Bintang setelah mereka melepas ciuman mereka.
"Apa?"
"Aku ingin mempertemukanmu dengan seseorang".
Rangga menatapnya penuh tanya.
" Ayo ikut!",ajak Bintang seraya menarik tangan suaminya itu.
Rangga merasa heran karena Bintang membawanya ke rumah sakit. Mereka berhenti tepat di depan pintu kamar rawat VIP rumah sakit tersebut.
"Sebenarnya kita mau apa ke tempat ini?" tanya Rangga lagi.
"Tidak usah bertanya, pokoknya Mas masuk sana". Bintang mendorong suaminya agar masuk ke ruang rawat tersebut.
Meskipun ragu,Rangga tetap masuk ke ruangan itu.
" lebih baik aku biarkan mereka berdua bicara".
Bintang meninggalkan suaminya itu dan lebih memilih menunggunya di ruang istirahat para dokter.
"Maaf, Bintang bilang kamu ingin bertemu denganku.Apa kita saling mengenal?"
Orang itu membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Rangga.
Rangga sangat terkejut saat melihat wajah orang itu yang ternyata sama persis dengan dirinya.
"Har..Harry", kata Rangga yang menyadari bahwa orang tersebut adalah saudara kembar yang sedang dia cari, Harry.
" Ternyata kamu mengenalku",kata Harry seraya memposisikan dirinya duduk.
Rangga mendekatinya kemudian memeluk saudara kembarnya itu. Entah kenapa Harry merasakan ada getaran di hatinya saat saudara kembarnya itu memeluknya.
"Aku baru tahu kalau aku memiliki saudara kembar saat aku di Paris,itupun dari Om Edwar. Tadinya aku mengira kamu sudah meninggal seperti yang Om Edwar ceritakan. Dan beberapa hari yang lalu aku baru di beri tahu kalau kamu ternyata masih hidup"
"Dan ingin balas dendam dengan keluarga Wijaya, keluargamu sendiri", tambah Rangga.
Rangga menatap saudara kembarnya itu dan di balas senyuman oleh Harry.
" Mungkin jika aku tidak bertemu dengan Bintang aku sudah melakukan itu sekarang",kata Harry.
"Bintang???"
"Iya. Awalnya aku ke sini untuk menghancurkan istrimu itu, karena aku tahu saat istrimu hancur kamu akan lebih hancur di banding diri nya. Karena Bintanglah sumber kekuatan sekaligus kelemahanmu.Tapi... setelah aku mengenalnya entah kenapa pikiran ku berubah.Bahkan aku yang tadinya ingin membalas dendam secara langsung pada kalian,mendadak berubah pikiran setelah mendengar perkataannya. Justru sekarang aku ingin lebih mengenal kalian dan memastikan kalau penilaian burukku pada keluarga Wijaya adalah salah", jawab Harry panjang lebar.
__ADS_1
Keduanya kembali terdiam.
" Bagaimana kabar mama?"tanya Harry kepada Rangga.
"Mama baik,tapi akhir-akhir ini dia sering menyendiri.Bahkan dia sering menyebut namamu", jawab Rangga.
" Aku minta maaf,pasti itu karena aku pernah menampakkan diriku di hadapannya".
"Maafkan aku juga Harry,karena sampai sekarang aku belum mengatakan pada mama kalau kamu masih hidup", ucap Rangga.
" Tidak apa-apa, itu mungkin yang terbaik untuk saat ini. Setidaknya sampai aku tahu siapa yang benar dan siapa yang salah"jawab Harry.
"Rangga, bisakah aku menyamar sebagai dirimu dan menemui mama?" tanya Harry.
"Kenapa harus menyamar sebagai diriku? Bukankah mama pasti akan sangat bahagia jika tahu kamu masih hidup?"
" Aku sudah bilang kan,kalau aku ingin menyelidiki semuanya terlebih dulu. Saat aku tahu fakta yang sesungguhnya aku akan datang sendiri menemui mama dan mengatakan kalau aku adalah anaknya yang bernama Harry",jawab Harry lagi.
"Baiklah, lusa mama akan ke Bandung mengunjungi Bintang.Saat itu kamu bisa menyamar sebagai diriku dan menemuinya".
Harry mengangguk.
" Ohya,kenapa kamu berada di rumah sakit? apa jantungmu kembali bermasalah?",tanya Rangga cemas.
"Tidak,aku tidak apa-apa.Aku hanya butuh istirahat", jawab Harry berbohong.
" Istirahatlah, aku akan menemuimu lagi besok ". Setelah mengatakan itu Rangga keluar dari ruang rawat saudaranya itu.
*****
Setelah bertemu dengan Harry di rumah sakit, Bintang membawa suaminya masuk ke dalam mesnya karena kebetulan Dinda harus tugas malam di rumah sakit.
" Bagaimana pertemuan Mas dengan Harry tadi?"tanya Bintang begitu mereka sampai di dalam kamar.
"Baik,kami bicara cukup lama"
"Sayang, terimakasih ya",ucap Rangga sambil memeluk tubuh istrinya itu dari belakang.
" Untuk? ".
" Semuanya, terutama hari ini. Kamu sudah mempertemukanku dengan saudara kembarku",jawab Rangga yang semakin mengeratkan pelukannya.
"Mas,kenapa kamu tidak cerita padaku kalau kamu punya saudara kembar?" tanya Bintang.
"Nanti akan aku ceritakan semuanya padamu", jawab Rangga.
Rangga membalikkan tubuh istrinya itu agar menghadap padanya.Bintang tahu apa yang di inginkan suaminya saat ini.
Malam itu menjadi malam yang panjang untuk mereka.Mereka melepaskan segala kerinduan mereka dengan saling menghangatkan satu dengan yang lain.
Dan entah berapa kali mereka melakukannya yang jelas mereka baru selesei setelah lewat tengah malam.
Kedua tubuh polos itu terkapar tak berdaya di atas tempat tidur. Setelah menutupi seluruh tubuh mereka dengan selimut keduanya pun terlelap dalam indahnya mimpi.
__ADS_1
### Maaf baru up, semalam ketiduran waktu ngetik.