Kontrak Pernikahan

Kontrak Pernikahan
BAB 141


__ADS_3

"Iku Dinda", tunjuk Mbok Inah


(Itu Dinda)


Dinda terkejut saat mengetahui siapa yang datang ke rumah mbok Inah untuk mencarinya.


"Mas Harry", kata Dinda lirih.


Harry tersenyum menatap ke arahnya.


" Ndok,ayo rene! Masakke, Tole seng ganteng iki wes ngenteni awakmu ket mau",suruh Mbok Inah.


(Ndok,ayo sini! Kasihan, Tole yang ganteng ini sudah menunggumu dari tadi).


Tole atau Le adalah panggilan untuk anak laki- laki.


"Mbak Dinda kenal dia?" tanya Rini


"Kamu kenal laki-laki itu,Din?" Sigit juga ikutan bertanya.


Dinda tidak menjawab.


Dinda berjalan ke arah Harry dan duduk di sebelah Mbok Inah. Diikuti oleh Sigit dan Rini.


"Mas,dari mana kamu tahu kalau aku ada di sini?" tanya Dinda yang masih tidak percaya kalau laki-laki yang ingin dia hindari,tapi juga dia rindukan ada di depannya.


"Sigit,Rini ayo!" ajak Mbok Inah untuk memberikan mereka waktu berbicara berdua.


"Ngapuntene,ibu-ibu sedoyo tole kae dudu artis.Kae koncone ponakanku Dinda saking Jakarta.Tolong sedoyo bubar saking mriki", seru Mbok Inah pada para tetangganya.


( Maaf,ibu-ibu semua anak laki-laki itu bukan artis.Dia temannya keponakanku Dinda dari Jakarta. Tolong semua bubar dari sini )


'huuu' teriak para tetangganya yang kemudian membubarkan diri.


Kini diruangan itu tinggal mereka berdua.


" Kenapa kamu pergi tanpa memberitahuku terlebih dulu?", Harry malah balik tanya.


"Mas,kamu belum jawab pertanyaanku"


"Baik,aku akan menjawab pertanyaanmu dan kamu juga harus menjawab pertanyaanku", seru Harry


" Kamu lupa siapa aku? Aku bisa dengan mudah menemukanmu. Jadi jangan coba lari dariku lagi"


"Ya aku lupa kalau kamu adalah Harry Wijaya.Sekarang aku baru sadar kalau kita memang berbeda. Mungkin memang seharusnya kita tidak pernah dekat".


" Din,bukan itu maksudku"


"Mas,kamu tahu alasan aku pergikan? Aku tidak mau masalaluku merusak reputasimu apalagi reputasi keluarga Wijaya. Aku tidak ingin membuat nama baik kalian hancur gara-gara aku", jawab Dinda tanpa sadar air matanya ikut membasahi kedua pipinya.


Harry menangkup wajah Dinda dengan kedua tangannya.


" Tatap aku!"suruh Harry


Dinda berusaha mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Aku bilang, tatap aku!" seru Harry dengan suara yang lebih tegas dari sebelumnya.


Dinda menatap manik mata kekasihnya itu bergantian.


"Aku mencintaimu tanpa syarat. Walau dunia akan menghujatmu karena masa lalumu,kamu tetaplah Dinda yang aku cintai seumur hidupku.Jadi jangan pernah lari dariku lagi. Jika kamu punya masalah, kita seleseikan bersama", tutur Harry.

__ADS_1


Harry menarik Dinda ke dalam pelukannya.


" Maafkan aku,Mas. Maaf karena aku kabur darimu,maafkan aku",ucap Dinda sambil memeluk erat tubuh kekasihnya itu.


"Lain kali jika ada masalah,ceritakan padaku dan aku akan menyelesaikannya untukmu", kata Harry sambil mengusap punggung kekasihnya itu.


" Iya,lain kali aku tidak akan melakukan hal bodoh lagi "ucap Dinda.


" Apa sekarang kita bisa kembali ke Jakarta? "tanya Harry.


Dinda mendongakkan wajahnya menatap kekasihnya itu.


" Aku masih kangen dengan tempat ini,bisakah kita di sini untuk beberapa hari lagi?"tanya Dinda seraya memohon.


"Please!", pinta Dinda sekali lagi.


" Baiklah, kita di sini dua hari lagi. Setelah itu kita akan ke Jakarta bersama-sama"jawab Harry.


"Terimakasih ya", ucap Dinda.


Mereka semakin mengeratkan pelukan mereka,tanpa memperdulikan orang-orang yang sedang memperhatikan mereka,termasuk Sigit.Entah bagaimana perasaan laki-laki itu saat ini.Sigit sudah memendam rasa sukanya kepada Dinda,bahkan sejak Mbok Inah bekerja sebagai pelayan di rumah nenekmya Dinda dulu.


Tadinya Sigit berharap kalau Dinda akan tinggal lebih lama di rumahnya,dengan begitu dia bisa mencoba untuk mengambil hatinya Dinda perlahan.Namun sepertinya,harapan Sigit tidak akan pernah menjadi kenyataan.Dinda akan segera kembali ke kota bersama dengan kekasih hatinya.


Sigit yang saat ini hatinya hancur,lebih memilih masuk ke kamarnya.


^^^


" Wes toh Le,mungkin Dinda pancen dudu jodohmu. Nek kowe pancen tresno karo Dinda, dongakno ben Dinda iso urip seneng karo pilihane",Mbok Inah menasehati Sigit.


( Sudah toh Le,mungkin Dinda memang bukan jodohmu. Kalau kamu memang cinta sama Dinda,do'akan biar Dinda bisa hidup bahagia dengan pilihannya)


Mbok Inah mengikuti anak laki-lakinya itu masuk ke dalam kamarnya.


(Iya,Mas.Kan masih ada mbak Novi,dia cinta sama mas Sigit dari dulu).


" Sigit,mboten nopo-nopo kok Mbok.Sigit ndherek bungah yen Dinda bahagia kaleh pilihane",jawab Sigit disertai senyum. Senyum yang sebenarnya untuk menutupi rasa sedih di hatinya.


(Sigit, tidak apa-apa kok Mbok.Sigit ikut bahagia jika Dinda bahagia dengan pilihannya).


Mbok Inah dan Rini memeluk Sigit dari samping kiri dan kanannya.


*****


Di tempat lain...


Bintang yang merasa kesepian memilih datang ke tempat sahabatnya,Dewi. Dia ke rumah Dewi bersama dengan kedua anaknya,Tama dan Mikha.


"Hai,Bi. Aku seneng banget saat kamu bilang mau kesini.Aku langsung masakin makanan ke sukaanmu dan kesukaan kedua anakmu ini",kata Dewi saat Bintang dan kedua anaknya tiba di rumahnya.


" Makasih ya Dew,tahu aja kalau kami belum makan.Hehehehe",jawab Bintang.


"Tama,Mikha kalian sana main di dalam.Tante sudah bilang ke Kiara kalau kalian akan datang", suruh Dewi kepada dua anak kembar sahabatnya itu.


" Iya,Tante"jawab kedua anak itu bersamaan. Tama dan Mikha pun naik ke lantai atas menuju ke kamar Kiara.


"Ohya,tadi aku juga sudah menelpon Ana dan menyuruhnya ke sini.Dan baru saja dia mengabariku katanya sebentar lagi dia sampai",kata Dewi memberitahu.


" Aku benar-benar merindukan saat-saat kita bersama dulu",ucap Bintang.


Ting tong ting tong..

__ADS_1


"Kayaknya itu Ana deh,biar aku yang bukain pintu.Bumil santai saja dulu", kata Bintang sambil beranjak dari tempatnya duduk.


" Anaaa",teriak Bintang ketika yang datang beneran sahabatnya, Ana.


Mereka pun berpelukan seperti yang biasa mereka lakukan ketika bertemu.


"Bi,kamu pakai parfum apaan sih? Sumpah baunya bikin perut aku enek", kata Ana sambil melepaskan pelukannya.


Bintang mencoba menciumi bau tubuhnya sendiri.


" Perasaan aku pakai parfum yang biasa deh",jawab Bintang.


"Sumpah, Bi.Wangi parfumu itu nggak enak banget",kata Ana lagi.


" Ada apa sih,An?"tanya Dewi.


"Ini,bau parfum si Bintang bikin perut aku enek", jawab Ana.


Dewi pun mencoba mencium bau parfum milik Bintang.


" An,inikan parfum yang biasa Bintang pakai. Kamu beneran aneh deh",tutur Dewi.


"Masa sih? Mungkin karena sudah beberapa hari ini aku jarang pakai parfum kali ya,jadi sekalinya bau parfum malah bikin perut aku enek",kata Ana lagi.


Bintang dan Dewi hanya menggelengkan kepala mereka melihat tingkah aneh sahabatnya itu.


^^^


Dewi segera mengajak ke dua sahabatnya itu ke ruang makan.


" Ayo,Bi,An dimakan dulu mumpung masih hangat.Biar nanti aku suruh si bibik buat bawain makanan ke anak-anak di atas",seru Dewi.


Bintang dan Ana pun segera duduk di depan meja makan.


"Kamu yang masak semua makanan ini sendiri Dew?" tanya Bintang saat melihat ada berbagai masakan di meja.


"Ya enggaklah,di bantu si bibik juga", jawab Dewi.


" Kirain",kata Bintang.


Dan lagi-lagi hal aneh di lakukan oleh Ana. Dia menutup mulutnya saat melihat ada masakan ayam rica-rica,yang biasanya menjadi makanan faforitnya.


"Kamu kenapa, An?" tanya Bintang dan Dewi bersamaan. Mereka sungguh mengkhawatirkan keadaan temannya itu.


"Ga tahu neh,tiba-tiba bau masakan ayam rica-rica ini bikin perut aku kembali enek", jawab Ana.


Bintang dan Dewi saling tatap.


" An,apa kamu baru merasakan enek baru-baru ini? "tanya Dewi,Ana menjawab pertanyaan Dewi dengan mengangguk.


" Apa kamu sudah dapat tamu bulanan bulan ini?"kini giliran Bintang yang bertanya.


Ana mencoba menghitung danj mengingatnya.


"Iya,Bi,Dew aku sudah telat 3 minggu", jawab Ana kemudian.


" Jangan jangan kamu hamil An",kata Bintang dan Dewi lagi.


"Benarkah? Alhamdulillah kalau itu benar, akhirnya aku bakalan punya anak sama seperti kalian",tutur Ana


"Tapi untuk memastikannya,lebih baik kamu cek dulu ke dokter",tambah Bintang

__ADS_1


" Iya,habis dari sini aku akan minta yayang Alex buat nganterin aku ke dokter kandungan ",jawab Ana.


Mereka bertiga pun memulai acara makan mereka


__ADS_2