
Di depan kediaman keluarga Wijaya
"Bagaimana, apa ada yang Dinda suka?", tanya Mia saat melihat anak dan menantunya pulang.
Bintang dan Rania saling tatap.
" E...belum Ma,mungkin belum ada yang sreg",jawab Rania.
"Ya sudah,lain kali ajak dia ke designer lain", seru Mia.
" Iya,Ma",kini giliran Bintang yang menjawab.
"Ohya Ma,di mana Tama?" tanya Bintang saat tidak mendapati Tama di dalam rumah.
"Tadi anakmu itu bosan dan dia ikut suamimu ke perusahaan", jawab Mia.
" Kalau begitu Bintang ke kantor Mas Rangga dulu ya Ma takut Tama mengganggu kerjaannya Mas Rangga",kata Bintang
"Sudah biarkan saja,lagian kalau anakmu itu rewel Rangga juga pasti akan menelponmu untuk menjemputnya", tutur Mia.
Bersamaan dengan itu ponsel milik Bintang berdering. Bintang merogoh tasnya untuk mengambil hp yang berdering itu.
" Iya,Mas ",jawab Bintang karena yang menelponnya adalah Rangga suaminya.
" Sayang, cepat kamu ke kantor sekarang",seru Rangga
"Apa Tama bikin gara-gara di sana?" tanya Bintang cemas
"Pokoknya kamu ke sini sekarang ajak Mikha juga", imbuh Rangga kemudian dia menutup sambungan telponnya.
Bintang memasukkan kembali ponsel miliknya ke dalam tas.
" Ma,Kak Nia barusan Mas Rangga menyuruhku untuk datang ke kantor",kata Bintang
"Lho memangnya ada apa dengan Tama?" tanya Mia.
"Mas Rangga nggak bilang apa-apa cuma nyuruh Bintang ke sana sambil membawa Mikha", jawab Bintang
"Pak Mun", panggil Mia
Tidak lama kemudian orang yang di panggil datang.
" Ada apa Nyonya besar?",tanya Pak Mun
" Kamu antar Nyonya muda ke kantor Rangga sekarang ya ",seru Mia
" Baik,Nyonya",jawab Pak Mun.
"Mari,Nyonya" Pak Mun mempersilahkan nyonya mudanya itu dengan hormat.
"Ma,Kak Nia, Bintang ke kantor Mas Rangga sekarang ya", pamit Bintang.
" Ayo Mikha kita ke kantor daddy sekarang ",ajak Bintang kepada putri kecilnya.
" Baik,Mom.Da grandma,da aunty",pamit Mikha pada dua orang di depannya.
"Iya,hati-hati ya Sayang".
"Assalammu'alaikum, Ma,Kak Nia".
__ADS_1
" Wa'alaikum salam",jawab keduanya bersamaan.
Setelah mengatakan itu Bintang langsung masuk ke dalam mobil,dimana Pak Mun sudah menunggunya. Mobil itu pun segera meninggalkan kediaman keluarga Wijaya.
*****
Dalam perjalanan menuju jantor Wijaya Grup
" Mommy, bukankah itu Tante Dinda",kata Mikha sambil menujuk ke luar jendela mobil mereka yang sedang melaju.
"Mana Sayang?", tanya Bintang sambil ikut melihat ke luar jendela yang di tunjuk oleh Mikha.
" Bukannya itu mantannya si Dinda, kenapa Dinda menemuinya?",batin Bintang saat melihat tidak hanya Dinda yang ada di sana,tapi juga mantan pacarnya si Beno.
"Pak Mun,tolong berhenti sebentar ya", suruh Bintang seketika mobil yang dia naiki pun berhenti.
Bintang turun dari dalam mobilnya dan hendak menghampiri Dinda, namun langkahnya terhenti saat ponsel miliknya kembali berdering dan itu dari suaminya,Rangga.
" Iya,Mas"
"Kamu di mana kenapa belum sampai juga?", kata Rangga dengan nada yang terdengar kesal.
" Iya iya sebentar lagi aku sampai,ini lagi di jalan ",jawab Bintang.
Dengan terpaksa keinginannya untuk menghampiri Dinda, Bintang urungkan.Dia lebih memilih kembali masuk ke dalam mobilnya.
" Jalan ,Pak"suruh Bintang saat sudah kembali duduk di dalam mobil.
"Untuk apa mereka bertemu, aku yakin ini ada hubungannya dengan sikap aneh Dinda hari ini", gumam Bintang.
" Mommy, siapa om yang bareng dengan Tante Dinda tadi?",tanya Mikha
" Kenapa wajah tante Dinda kelihatan tidak suka kalau om itu temannya?",tanya Mikha lagi.
"Mungkin om itu sudah bikin tante Dinda marah", jelas Bintang.
" O...begitu ya Mom",kata Mikha mengerti.
"Aku semakin yakin
Dengan perlahan mobil itu pun melaju meninggalkan tempat itu.
*****
" Kenapa kamu mengajakku bertemu di sini? Apa kamu sudah mendapatkan uangnya?"tanya Beno sambil duduk di bangku yang ada di depan Dinda.
Ya,Dinda tadi menelpon Beno dan meminta dia untuk menemuinya di kafe.
"Aku tidak akan memberimu uang sepeserpun", jawab Dinda.
" Yakin? Apa kamu benar-benar mau mempertaruhkan nama baik keluarga Wijaya ?",tanya Beno dengan senyum mengejek.
"Bagaimana aku bisa mempertaruhkan nama baik keluarga Wijaya,jika aku sama sekali tidak ada hubungannya dengan keluarga itu", jawab Dinda dengan tatapan tajamnya.
" Apa maksudmu?"tanya Beno lagi
"Aku sudah memutuskan hubunganku dengan anak dari keluarga Wijaya, jadi meskipun kamu mengunggah video itu tidak akan ada pengaruhnya untuk keluarga Wijaya.Hanya kita berdua yang akan hancur jadi silahkan unggah saja,aku tidak takut" kata Dinda penuh penekanan dengan menatap tajam kedua bola mata mantan kekasihnya itu.
"Kamu benar-benar gila Dinda,kamu rela kehilangan kesempatan menjadi orang yang kaya raya dan kehilangan reputasi dari pada harus memberiku uang yang sebenarnya tidak ada apa-apanya bagi keluarga Wijaya. Apa kamu tidak waras?"
__ADS_1
"Ya memang aku tidak waras,memangnya kamu mau apa?" tantang Dinda.
"Aku lebih memilih hancur bersamamu dari pada aku di peralat olehmu. Jadi unggahlah video itu kapan pun kamu mau. Permisi" setelah mengatakan itu Dinda meninggalkan Beno.
"Dasar wanita sialan,aku pasti bisa mendapatkan uang itu.Kalau tidak darimu aku akan memintanya langsung kepada kekasihmu itu.Lihat saja nanti", gumam Beno.
*****
Di depan perusahaan Wijaya Grup
Begitu mobil yang di kendarai Pak Mun tiba di depan gedung perusahaan Wijaya Grup, Bintang dan Mikha segera keluar dari dalam mobil tersebut dan langsung masuk menuju ke dalam gedung.
Sepanjang perjalanan menuju ke ruang direktur,semua karyawan yang mereka lewati menyapanya dengan hormat.
" Ada apa sih Mas,menyuruh aku dan Mikha datang?",tanya Bintang ketika mereka berdua tiba di ruang direktur
"Tadi aku mendapat tiket nonton dari client berhubung sudah lama kita tidak pernah nonton berempat,jadi dari pada tiketnya sia-sia makanya aku mengajakmu dan anak-anak nonton hari ini", jelas Rangga.
"Ya ampun Mas,aku kira terjadi sesuatu sama Tama.Aku sudah cemas tadi", gerutu Bintang.
" Maaf ya Sayang",ucap Rangga sambil menarik istrinya itu ke dalam pelukannya.
"Mas...", Bintang mencoba melepaskan pelukan suaminya itu.
" Ada anak-anak, selain itu ini kantor malu kalau sampai karyawanmu melihat",kata Bintang lirih.
"Memang kamu kira,aku mau ngapain?" tanya Rangga dengan senyum jahilnya.
"Tenang Mommy, Mikha akan menutup mata Mikha", kata Mikha sambil menutup matanya dengan tangan. Hal yang sama juga di lakukan oleh anak lelaki mereka, Tama.
" Tama juga tidak lihat,Mom",timpal Tama.
"Lihatlah anak-anak kita pengertian, Sayang"bisik Rangga.
Perlahan Rangga mendekatkan bibirnya ke bibir sang istri hingga kini tidak ada jarak di antara mereka. Bibir mereka pun saling memagut.
" Rangga, ini laporan yang... ".
Suara itu mengagetkan keduanya dan membuat mereka melepaskan ciumannya.
" Shit,kenapa aku masuk di saat yang tidak tepat",Nando merutuki dirinya sendiri.
"Mana laporannya,coba aku lihat", seru Rangga seolah tidak terjadi apa-apa.
Rangga melihat detail laporan yang di berikan oleh Nando. Setelah membaca dan menandatangani laporan tersebut, Rangga menyerahkan kembali padanya.
" Lain kali kalau masuk ke ruanganku ketuk pintu dulu",kata Rangga tanpa melihat ke arahnya.
"Iya", jawab Nando
" Hai Mikha, hai Tama"sapa Nando pada kedua anak bosnya itu.
"Hai paman Nando", jawab keduanya.
" Sudah sana lanjutkan pekerjaanmu",seru Rangga.
"Iya iya aku keluar" kata Nando sebelum akhirnya dia benar-benar meninggalkan ruang bosnya itu.
"Ayo Sayang kita berangkat sekarang", ajak Rangga. Mereka berempat pun keluar dari perusahaan Wijaya Grup dan berangkat menuju bioskop.
__ADS_1