
Bintang mengambil mantel dari dalam lemari dan memakainya. Dengan terburu-buru dia segera meninggalkan kamarnya itu.
"Kamu mau kemana,Nak?" tanya Mia yang kebetulan berpapasan dengan Bintang di tangga rumah.
"Aku harus ke rumah sakit,Ma," jawab Bintang.
"Sepagi ini? Inikan baru jam 2,Sayang?" tanya Mia sekali lagi.
"Ada situasi darurat di rumah sakit," jelas Bintang.
"Aku pergi sekarang ya,Ma. Assalammu'alaikum," pamit Bintang seraya menyalami punggung tangan mertuanya itu.
"Wa'alaikumsalam. Hati-hati,Nak."
Bintang segera meninggalkan kediamannya. Dan karena dia takut mengganggu isirahat sopirnya,Bintang lebih memilh mengendarai mobilnya sendiri.
*****
Mobil yang Bintang kendarai berhenti tepat di depan rumah sakit. Dia segera memarkirkan mobilnya,setelah itu dia turun dan dengan langkah yang sedikit berlari Bintang segera menuju ke ruang IGD.
"Maaf ya Lex,aku baru datang," ucap Bintang.
"Seharusnya aku yang minta maaf,pagi buta begini aku menyuruhmu datang ke rumah sakit. Aku terpaksa menyuruhmu ke sini karena kita kekurangan dokter umum di ruang IGD," jelas Alex.
"Sudah santai saja,bukankah itu juga tugasku? Ada berapa korban dalam insiden kecelakaan itu?" tanya Bintang.
"Hampir 40 korban,tapi ada beberapa yang di larikan ke rumah sakit lain," tutur Alex lagi.
Orang yang tadi menelpon Bintang adalah Alex. Alex memberitahu Bintang bahwa di rumah sakit akan kedatangan pasien korban kecelakaan di jalan tol,yang jumlahnya cukup banyak. Jadi dia menyuruh Bintang datang untuk membantunya di IGD.
Bintang,Alex dan beberapa dokter serta perawat yang ada di ruang IGD segera menangani para pasien korban kecelakaan tersebut.Satu persatu pasien di rawat dengan sangat hati-hati. Mereka baru selesai menangani seluruh pasien korban kecelakaan itu setelah jam menunjukkan pukul 4 pagi.
"Hah,akhirnya selesai juga," kata Bintang seraya mendudukkan dirinya di kursi.
"Minumlah ini," seru Alex. Alex memberikan Bintang secangkir kopi.
"Terimakasih ya," ucap Bintang. Dia menerima kopi pemberian Alex dan meneguknya. Alex duduk di kursi kosong yang berada di hadapan Bintang.
"Kenapa kamu terus memperhatikan layar ponselmu?" tanya Alex ketika melihat Bintang berkali-kali melihat ke arah ponsel miliknya.
"Mas Rangga sampai sekarang belum menghubungiku,Lex," jawab Bintang dengan wajah berubah sendu.
"Ya ampun Bintang,belum juga sehari semalam. Mungkin Kak Rangga terlalu sibuk,makanya dia belum sempat menghubungimu," tukas Alex.
"Mungkin," jawab Bintang. Dia meletakkan cangkir kosong di tangannya ke atas meja. Bintang mengambil tas dan mantel yang tadi malam dia gunakan.
"Aku pulang dulu ya Lex," pamit Bintang.
"Istirahatlah,hari ini kamu bisa datang ke rumah sakit agak siangan," seru Alex.
Bintang menjawabnya dengan acungan jempol.
*****
Pulang dari rumah sakit,Bintang tidak langsung beristirahat. Dia membantu Mbok Jum memasak di dapur.
__ADS_1
"Sudah Nyonya muda,biar simbok sendiri saja. Nyonya mudakan baru pulang dari rumah sakit,pasti capek. Biar semua ini simbok yang urus," kata Mbok Jum.
"Tidak apa-apa,Mbok. Lagian Bintang tidak mungkin bisa tidur sebelum anak-anak berangkat sekolah," tukas Bintang.
Akhirnya Mbok Jum hanya bisa membiarkan nyonya mudanya itu membantu pekerjaannya di dapur.
Pukul 7 pagi semua anggota kelurga sudah berkumpul di depan meja makan. Bintang mulai mengambil nasi ke dalam piring ibu,mama mertua,dan juga kedua anak kembarnya.
"Mommy..aku mau lauk ayam goreng!" pinta Tama.
"Iya,Sayang," jawab Bintang sembari mengambil ayam goreng yang ada di depannya.
"Mikha juga,Mikha juga mau ayam goreng Mommy," pinta Mikha yang mengikuti saudara kembarnya.
"Iya,Sayang. Mommy ambilkan."
Bintang mengambilkan satu potong ayam goreng kepada putri cantiknya tersebut.
"Terima kasih,Mommy," ucap Mikha.
"Sama-sama,Sayang" balas Bintang.
"Tama,Mikha, sekarang makan makanan kalian dan ingat tidak boleh sisa!" seru Bintang kepada kedua anak kembarnya tersebut.
"iya Mommy," jawab keduanya.
Tama dan Mikha mulai memakan makanan mereka dengan lahap.
"Nak,apa suamimu sudah memberikan kabar padamu?" tanya Mia kepada menantunya.
Dari raut wajah yang Bintang tunjukkan,nampak kesedihan dan kekhawatiran di matanya.
"Jangan punya pikiran yang macam-macam! Mungkin saja Rangga memang terlalu sibuk di sana,makanya dia tidak sempat memberimu kabar."
Mia mencoba menghibur menantunya tersebut.
"Iya,Ma. Bintang hanya takut kejadian waktu itu terulang lagi," kata Bintang dengan raut wajah sedihnya.
"Sayang,jangan memikirkan hal yang belum tentu kebenarannya. Lebih baik kamu do'akan suamimu,semoga dia baik-baik saja di sana," imbuh Ratih.
Ratih mengusap pundak anaknya itu untuk memberikannya ketenangan.
"Iya,Bu. Bintang selalu mendo'akan yang terbaik untuk Mas Rangga dan juga keluarga kita," jawab Bintang sembari tersenyum.
"Nak,lebih baik setelah ini kamu istirahat dulu. Mbok Jum bilang,sejak pagi tadi kamu belum istirahat," seru Mia kepada menantunya itu.
"Iya,Ma. Setelah ini Bintang akan istirahat," jawab Bintang.
"Nanti biar Mama yang mengantar Mikha dan Tama ke sekolah" tambah Mia.
" Iya," jawab Bintang lagi.
Mereka pun memulai sarapan mereka,usai sarapan Mia mengantar ke dua cucunya ke sekolah. Sementara Ratih,dia membantu Mbok Jum membersihkan meja makan dan dapur. Sebenarnya Mbok Jum sudah melarang ibu dari nyonya mudanya untuk membantunya,tapi Ratih selalu bersikeras untuk membantu pekerjaan Mbok Jum tersebut.
*****
__ADS_1
Di dalam kamar...
Bintang merebahkan tubuhnya di atas kasur, dia kembali mengambil ponsel miliknya dan menatap layar ponsel tersebut.
"Apa kamu begitu sibuk Mas,sampai-sampai kamu tidak bisa membaca pesanku?" batin Bintang lagi.
Bintang kembali meletakkan ponsel miliknya di atas nakas,karena terlalu lelah akhirnya Bintang pun tertidur.
*****
Bintang tertidur selama 2 jam,begitu bangun dia langsung bersiap dan berangkat ke rumah sakit.
Begitu sampai di rumah sakit,Bintang langsung berkeliling untuk memeriksa pasiennya. Dan seperti biasanya pula,usai berkeliling dia akan langsung mendiskusikan beberapa kondisi pasiennya kepada Alex.
"Kamu baik-baik saja kan,Bi?" tanya Alex usai mereka berdiskusi.
"Aku baik, Lex."
"Tapi kamu terlihat tidak baik. Apa sampai sekarang Kak Rangga belum menghubungimu?" tanya Alex lagi.
"Iya,Lex. Bahkan pesanku saja belum di baca," jawab Bintang.
"Mungkin kak Rangga memang terlalu sibuk di sana."
"Mungkin," kata Bintang lirih.
"Ya sudah ya Lex,aku kembali ke ruanganku," pamit Bintang.
"Oke," jawab Alex.
Alex menatap kepergian Bintang dengan tatapan yang sulit di artikan.
*****
Berkali-kali Bintang menarik napasnya,dia mencoba menenangkan hati dan pikirannya. Saat ini ada banyak rasa yang berkecambuk di dalam hatinya.
Pertanyaan yang sama masih muncul di benak dan hatinya.
"Kenapa kamu masih belum membaca pesanku,Mas?" batin Bintang saat belum ada tanda centang biru di pesan yang dia kirim.
Bintang kembali menatap layar ponsel miliknya,berharap ada pesan yang masuk dari suaminya. Namun harapan tinggallah harapan,tidak ada pesan yang masuk dari suaminya tersebut.
Bintang melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Rumah itu tampak lengang dan sepi.
"Kenapa tidak orang di rumah? Apa mereka ada urusan?"
Bintang mencari keberadaan ibu,mama dan kedua anaknya,tapi mereka semua tidak berada di dalam kamar masing-masing.
"Mbok...Mbok Jum," panggil Bintang.
Namun berkali-kali Bintang memanggil, tidak ada sahutan dari orang yang dia panggil. Bintang kembali menuruni anak tangga di rumahnya,tapi saat dia tiba di ruang tamu tiba-tiba lampu di rumahnya mati. Bintang langsung berteriak ketika ada orang yang memegang pundaknya.
"Tolooooonnnnnnnggggg...."
## *Bintang meminta tolong agar kalian memberikan like,komen dan vote sebanyak-banyaknya 😁😁😁.
__ADS_1
🌹Terimakasih🌹*